
Malam itu semua orang telah berkumpul. Satu persatu para tamu undangan berdatangan. Tidak lupa juga semua orang menyapa kepada tuan rumah yang punya acara.
"Hallo.."
"Anyeonghaseo.."
Dari arah pintu depan masuk lah tiga gadis, baru bergabung dengan kerumunan orang-orang.
"Wow wow.. Ramai sekali.."
Decak kagum dari mulut salah satu gadis berambut panjang dengan gaun biru muda bernama Olive.
•Olivia Morgan
influencer cantik dengan pengikut insta Ratusan ribu follower. Ia juga di juluki Queen ambasador. Semua merek berkelas sudah pernah di jelajahinya dan menjadi brand ambasador. Walau pun Olivia cantik dan terkenal, tapi ia tidak pernah menjadi sombong, selalu rendah hati dan suka menolong sesama yang lebih membutuhkan. Semua orang mengagumi kecantikan paras dan hatinya.
"Raquel, apa kau kenal yang punya acara?" tanya seorang pula yang bernama Zara.
•Zara Annora
Anak dari pengusaha sukses distributor bahan makanan setempat hingga manca negara. Ayahnya pemilik pabrik bahan makanan cepat saji di daerah perumahan komplek Bangtan. Anak tunggal kesayangan, namun Zara bukan sosok yang manja seperti anak tunggal kebanyakan. Zara anak mandiri dan dewasa ia hanya beda 1 tahun lebih tua dari dua temannya.
_
"Sepertinya dia orang baru disini" jawab yang berjalan paling depan, bernama Raquel.
•Raquel Adelina
Anak dari si pemilik perumahan komplek bangtan. Anak tunggal semata wayang. Orang paling berpengaruh di daerahnya. Ayah Raquel seorang mantan gubernur, namun telah pensiun. Kini ayah nya menjadi pebisnis besar sebagai pendiri plaza dan perumahan. Rata-rata bangunan di daerah komplek bangtan adalah miliknya.
_
"Yaaah.. Yeorobun. Look" celetuk seorang lelaki tampan bergaya nyentrik, bernama Jung Hoseok.
•Jung Hoseok
Atau yang biasa di panggil Jhope. Seorang pebisnis mobil sport dan BMW. Terkenal dengan kekayaan nya, sangat royal dalam urusan berbagi. Teman idaman semua orang, penuh percaya diri dan sangat bersemangat. Namun di kenal sebagai playboy komplek karena suka jelalatan setiap kali melihat wanita lewat di depan nya.
"Disana ada wanita cantik" Hoseok kepada semua teman-temannya.
"Oh my god.." seorang lagi berdecak kagum.-Jungkook
Semua memandang tiga wanita yang kini telah masuk dan memilih tempat duduk untuk mereka bersenang-senang.
"Wow" kali ini Taehyung.
"Lihatlah body nya" ucap Jimin pula. "Oh man.." sambungnya.
"Lihat yang baju merah. Bukan kah dia cantik?" ucap Taehyung menunjuk ke arah Zara. Dan Jin menatap wanita itu dari ujung kepala hingga kaki.
"Yang itu, bukan kah yang baju biru juga manis?" Hoseok tersenyum lebar dan puas ketika melihat pesona seorang Olivia morgan.
"Yang baju putih lebih menantang, bukan kah dia sangat seksi?" decak kagum Jimin kepada Raquel.
"Dia tipe ku" sahut Rm pula.
Lantas jimin menatapnya.
"Tidak bisa, dia milik ku. Malam ini akan ku dapatkan hatinya" ucap Jimin dengan percaya diri.
"Oh damn! Aku benar-benar tidak tahan lagi mau berkenalan. Baju merah jangan sampai lolos" celetuk Taehyung
"Tidak bisa. Sebagai yang punya acara aku yang lebih dulu kenalan."
"Hei, Jin. Aku yang lebih dulu melihatnya". Jin dan Taehyung jadi beradu.
"Hei,hei sudah."
"Bagaimana kalau kita main taruhan" tiba-tiba suga bicara langsung mengusul permainan.
Yang lain langsung terdiam dan saling pandang.
"Maksud mu?"
"Ayo taruhan, siapa yang menang boleh berkenalan langsung dengan salah satu gadis itu. Tapi, jika kalah maka dapat hukuman"
__ADS_1
"Apa hukumannya?"-Jungkook
"mencium salah satu mereka."-suga
"Kau gila!"-Rm
"Yah.. Dasar kau suga. Playboy!"-Hoseok
"Mau atau tidak?"
"Aku ikut" -Jin
"Aku juga" -Hoseok
"Me too" -Jungkook
"Aku ikuutt..(bernada)" -Taehyung
"Aku ragu malam ini akan menang. Tapi ya sudahlah, rugi juga kalau tidak ikut" -Jimin
"Kau bagaimana Rm?" tanya suga, lantaran Rm hanya diam seperti takut akan kalah.
"ayolah.. Tidak seru kalau kau tidak ikut" ucap Jin
Rm menatap Jin tajam,
"Aku tahu kau mau menumbalkan ku kan?" balas Rm
Jin terkekeh mendengar ucapan Rm. Pasalnya mereka sudah sangat sering memainkan taruhan dan jatuhnya selalu Rm yang kalah.
"mana ada, jangan mengada-ada."
Ck," decak Rm.
Rm merasa malas bermain takut ia akan kena hukuman, namun akhirnya ia terpaksa ikut serta.
Sementara para lelaki sedang melangsungkan taruhan. Para gadis sedang asik menikmati suasana gemerlap pesta. Sambil menikmati minuman mereka berbincang dan bercanda gurau.
"Apa tidak ada cogan disini?" celetuk Zara
"Yaa.. Apa kau sudah putus dengan cowok mu itu Zara?" tanya Olive kaget saat mendengar Zara ingin mencari cogan.
"Gak tau aku. Dia ninggalin aku setelah kencan pertama kami" balas Zara
"Really! Kenapa bisa begitu?" Raquel terkejut.
"Sudah aku bilang kalau dia itu brengsek." tutur Olive
"Ayolah Olive, bukan kah sobin itu tipenya Zara." sindir Raquel.
"Seorang Zara anak pengusaha kaya begini di permainkan oleh playboy seperti sobin" ucap Olive
"Ah sudahlah aku tidak ingin membahasnya" balas Zara dengan nada malas.
"Belum seminggu kalian sudah berakhir" celetuk Raquel.
"Tak apa masih banyak lelaki di luar sana yang mau dengan ku" ucap Zara lalu meneguk minumannya.
Raquel dan Olive hanya nyengir melihat wajah masam Zara.
"Oh ya, kau sendiri kapan?" tanya Olive papa Raquel
"Apanya yang kapan?" Raquel bertanya balik
"Selama satu tahun kita berteman. Kau tak pernah mengenalkan pacar mu" imbuh Olive
"Kapan Raquel punya pacar?" -Zara
"Entah. Si olive suka mengada-ada"
"Oh, begitukah" -Olive
"Ayolah Raquel, cari lah teman kencan mu malam ini. Ada banyak.. lelaki-lelaki tampan dan kaya yang mau dengan mu" rayu Zara
"Aku tidak berminat pacaran" tolak Raquel singkat
"Ya sudah menikah saja" ucap olive
"Enak saja.." Raquel meninggikan nada bicaranya
Dan kedua sahabat nya itu terkekeh karena berhasil membuat Raquel kesal.
_
__ADS_1
Lalu situasi di seberang sana. Para lelaki yang sudah setengah berjalan dalam permainan mereka.
"Kenapa Kalian selalu menjadi pemenang di awal permainan" ucap Jimin agak kesal pada Jin, Hoseok, Jungkook dan Suga yang sudah memenang kan permainan lebih awal.
"Tentu saja. Aku akan selalu menjadi pemenang di awal permainan" tutur Jin dengan wajah bangga dan kedua tangan di silang di depan dada karena ia orang pertama yang memenangkan taruhan.
Tersisa hanyalah Jimin, Taehyung dan Rm.
"Kalian bertiga lanjutkan" ucap Suga
"Aku berharap Taehyung yang kalah" bisik Jin pada Jungkook yang duduk di sebelahnya.
"Kalau filing ku si Namjoon yang akan kalah" balas Jungkook
"Kita lihat saja" ucap Jin sembari tertawa pelan dengan Jungkook.
Gunting..
Batu..
Kertas..
Ketiga tangan di depan.
"Oh ****!" Jimin bergumam kesal.
"Huhuy!" Taehyung bersorak karena dia berhasil menang dari Jimin dan Rm.
"Aku menang.. Aku menang.." ejek Taehyung pada kedua temannya yang kini wajahnya terlihat suram.
"Woah.. Sepertinya Jimin atau Rm yang harus mendapat hukuman" Jin sangat senang berbahagia di atas penderitaan teman-temannya.
"Ayo kita selesaikan permainannya." ucap Jimin yang sudah tak sabar mau menyelesaikan permainan ini.
"Rm kau terlihat pucat. Apa kau ketakutan sekarang" ejek hoseok dengan terkekeh
"Seorang Mr. Rm ketakutan?, itu mustahil." jawab Taehyung menyambung ucapan dari hoseok.
"Tertawa Lah sepuas kalian" Rm kesal dengan ejekan teman-temannya.
Namun begitu mereka tidak pernah saling serius dalam pertengkaran. Itu hanya sebuah candaan, Rm terbiasa dengan hal itu.
"Ayo Rm kau pasti bisa!"
"Rm.. Rm.. Rm!" -sorak
Semua orang bersorak untuknya. Tapi jangan salah paham, itu bukan lah sebuah dukungan melainkan ejekan.
Para gadis-
dari kejauhan para gadis sempat mendengar sorakan itu,
"Ada apa sih rame-rame disana?" tanya Raquel penasaran.
"gak tau tuh" -Zara
Ketiga gadis sempat penasaran. Tapi karena ruangan itu sangat ramai jadi pandangan mereka teralihkan dari ramainya suasana di meja seberang.
_
Para cogan-
.
Gunting...
Batu...
Kertas..
"B*tch!" seketika Rm menyumpah.
Dan teman-teman nya tertawa terbahak-bahak.
Lagi-lagi Rm selalu sial setiap kali taruhan. Kali ini dia menjadi tumbal oleh suga sebagai pengusul ide gila dan juga teman-temannya.
...________...
...Next--->>...
......Jangan lupa beri Like dan Vote......
...Tinggalkan juga jejak di kolom komentar ya gays.....
__ADS_1
...See you.....
...😘...