
Pesta telah berakhir. Malam telah berganti pagi, fajar pun sudah menampakan dirinya. Yang tersisa hanya tuam rumah dan juga penghuni lainnya yang masih betah di tempat tidur mereka.
Seokjin masih terkapar tak sadarkan diri kemejanya separuh terbuka entah kapan ia membuka kancing baju nya.
Yaa.. Namanya juga tidak sadar.
"engh'. Erangan seseorang kini terdengar. Itu adalah suara nya hoseok satu-satunya orang yang baru bangun
"ouch!' " ia memegangi tengkuk nya sambil meringis.
"kau sudah bangun?"
Tiba-tiba suga menyeletuk menanyakan keadaannya. Suga baru saja muncul dari arah belakang.
"minum ini." imbuhnya kembali
Lalu menyodorkan segelas minuman di tangannya kepada hoseok.
"apa ini?" tanya hoseok menatap gelasnya
"itu minuman pereda pangar" jawab suga singkat.
Lalu hoseok meminum nya.
Seteguk'...
Dua teguk..
dan habis.
"terimakasih minuman penghilang pangar nya. Aku merasa agak mendingan sekarang." kini hoseok mencoba bangun dari tempatnya.
Dan suga masih disana duduk sambil menikmati secangkir kopi panas.
Hoseok menatap semua teman-temannya. Di sana hanya ada 4 orang yang tidur di sofa.
"Namjoon mana?" tanya nya kepada suga setelah ia memeriksa teman-temannya.
"Dia di kamar tamu" jawab suga
saat suga dan hoseok sedang bercakap-cakap. Satu orang pun kembali terbangun karena mendengar suara seseorang yang bicara di sebelahnya.
"umh' " ia pun menatap.
"suga! " celetuknya lalu mencoba bangkit.
"Jin, kau sudah bangun." tanya hoseok
Dan jin tidak menjawab, ia malah menatap beberapa saat ke arah hoseok dengan wajahnya yang masih mengantuk. Kemudian ia meregangkan seluruh otot-ototnya yang terasa kaku.
"Dimana Rm?" tanya nya. bukan malah menjawab pertanyaan yang tadi di lontarkan hoseok. Dia pula kembali bertanya.
"kata suga di kamar tamu" jawab hoseok apa adanya.
"Eh, bagaimana dengan taruhannya?" ucap jin mengingat tentang kejadian tadi malam
"entah.." jawab hoseok dengan mengangkat kedua belah bahunya ke atas secara bersamaan.
lalu jin menatap suga.
"Aku juga tidak tahu." jawab suga bernada cuek
"Apa dia gagal?" jin berasumsi
"entahlah. Tadi malam dia dan perempuan itu menghilang, kembali setelah pesta hampir berakhir." ucap suga
"woah.. Apa mereka..-" hoseok membuat bunyi.
Pok'
Pok'
Pok'
Dengan tangannya.
Membuat seokjin dan suga tertawa bersamaan.
"Apa maksud mu dia sudah bercinta dengan gadis itu" ucap seokjin dengan nada nyaring sambil terkekeh hingga membangun kan yang lainnya.
"ku rasa dia mendapatkan yang lebih" imbuh suga yang juga tertawa.
Seolah mereka meremehkan namjoon.
"mungkin saja" kata hoseok
"memangnya sehebat apa namjoon hingga dia bisa membuat cinta satu malam. Menatap wanita saja dia takut" tutur seokjin remeh
"ada apa sih kalian, pagi-pagi rame sekali" ucap jimin yang terbangun karena suara nyaring seokjin.
Dan mereka masih tertawa dengan pembahasannya.
"Oh, maaf jiminah.. Sepertinya suara kami membangun kan mu ya" ucap seokjin
"kami?, mana ada. Suara mu yang nyaring seperti toak!" ledek suga dengan gaya bicaranya yang cetus. Kemudian ia berjalan meninggalkan teman-temannya menuju dapur.
"kenapa dia? Kok marah.." gumam seokjin heran seolah tak bersalah.
"bahas apa sih?" sambung taehyung yang baru saja konek dengan mereka. Karena tadi ia terbangun tapi masih nge leg.
Sedangkan jungkook sudah melek tapi masih melamun untuk mengumpulkan nyawanya.
"ini, taruhan tadi malam. Suga bilang Rm dan gadis itu bercinta.." kata hoseok menjelaskan kepada yang baru saja bangun.
"APA??!"
Jimin, taehyung dan jungkook terkejut bersamaan. Bahkan mata taehyung yang tadinya masih lengket dan susah untuk di buka seketika terbelalak.
__ADS_1
"Yang benar!" -taehyung
"entahlah, aku juga tidak yakin sih.. Tapi klo itu suga yang bicara aku sih percaya. Karena playboy maniak itu tidak mungkin berbohong" tutut seokjin
"Apa iya? Memangnya ada bukti?" ucap jimin dengan nada tak percaya.
"Entahlah. Nanti kita tanya kan saja, orang nya masih tidur." seokjin beranjak dan pergi ke kamarnya.
"Aku lapar." ungkap jungkook sembari memegangi perutnya
"Suga ada di dapur sepertinya dia memasak" tutur hoseok
mendengar hal itu jungkook langsung bangkit dan pergi kemudian hoseok mengikutinya dari belakang menuju dapur.
Karena kini sofa sudah tidak ada orang lagi, lapang. Jimin dan taehyung kembali berbaring di masing-masing sofa panjang untuk melanjutkan tidur mereka.
___
Beberapa jam kemudian, semua 7 pria tampan dengan karismanya masing-masing kini telah berkumpul di meja makan, mereka semua sudah mandi. Suga telah menyiapkan semuanya untuk sarapan mereka, di bantu oleh jungkook dan hoseok tadinya.
"Woah.. Daebak" decak kagum dari taehyung, ia menatap makanannya dengan wajah yang berseri-seri seperti orang jatuh cinta pandangan pertama.
"Mari makan yeorobun" ucap hoseok dengan sedikit lantang lalu menarik kursi di samping namjoon dan juga jin, dia berada di tengah-tengah.
"hmm, masiseo.." puji jungkook yang sudah melahap langsung makanan di depannya.
"emh' woah.. " lagi-lagi seseorang terkagum setelah menyuapkan makanan ke mulutnya. kali ini adalah seokjin.
"suga tidak pernah gagal membuat sarapan, pasti selalu enak." imbuh seokjin sambil mengunyah makanan di mulut.
suga... Suga.. Suga suga..'
Dan tiba-tiba hoseok bernyanyi. Lalu yang lain menirunya.
Hahahahahaaa...
Kemudian mereka tertawa sambil menatap suga.
Suga yang dari tadi mendengar pujian dan namanya bertubi-tubi di sebut, hanya diam dan fokus pada makanannya.
"Dia bahkan tidak tersenyum sama sekali."
Tahu kan bagaimana, wajah suga yang superrrrrr cuek dan tidak perduli?..
•
•Min Suga
Dia memang rada pendiam, cuek, judes plus jutek. Noh, lengkap. Namun di balik dia adalah seseorang yang dingin, suga sebenarnya orang yang paling perduli dari teman-teman nya yang lain. Paling beda dan misterius, alias tidak mudah di tebak. Suga orang yang terlalu gelap, saking gelap nya dia selalu kalap mata.
Apa lagi menyangkut perempuan. Sebenarnya, dia tidak playboy. Tapi karena para ciwi-ciwi gatel yang setiap kali melihat nya selalu kesemsem. Kalau di pegang-pegang juga dia cuman diam aja, anteng bae. Ya.. Jadi teman-temannya menggelarnya playboy. Bagaimana tidak, apalagi suga adalah model cover majalah ternama Vogugu' dengan naungan agensi Bighit entertain ternama. Satu-satunya agensi yang terkenal se- asia.
Jadi pastinya orang mengira kehidupan glamor dan mewah yang ia jalani tidak akan lepas dari dunia nakal seorang laki-laki dewasa seperti dia.
Kembali ke cerita.
•
•
Singkat cerita setelah sarapan tadi..,
Para pria kini mereka berkumpul di ruang tengah, tempat dimana pesta tadi malam di adakan dan menjadi lantai dansa.
mereka duduk dilantai bersama sambil bercerita.
"Namjoon, bagaimana malam mu?" ucap seokjin membuka perbincangan.
"apa kau mendapatkan ciuman?"-hoseok
"apa kau bercinta semalaman?".-taehyung
"bagaimana rasanya?"-jungkook
Belum sempat namjoon menjawab pertanyaan seokjin, yang lain sudah melemparkan pertanyaan lagi bertubi-tubi kepadanya.
"Ya'ya'ya! Satu-satu kalau bertanya." cetus namjoon bingung. Alhasil orang-orang itu hanya nyengir dan terkekeh.
"Oh ya jun, suga bilang kau dengan gadis itu sudah ehem' ehem!" dehem jimin
"Yak' sejak kapan aku bilang begitu!" kesal suga.
"hehehe,.." dan jimin tertawa cengengesan
"Apa benar tadi malam kau mendapatkan lebih dari ciuman huh?" tanya seokjin penasaran.
Namjoon cuma terdiam beberapa detik sambil menatap wajah teman-temannya yang seperti nya penasaran apa yang terjadi semalam.
"Tidak ada. Tidak terjadi apa-apa dengan kami."
Seketika semua nya langsung merubah mimik wajah mereka seolah kecewa.
"Jadi, bagaimana dengan ciuman. Apa kau mendapatkannya?" seokjin kembali bertanya namun tidak se excited sebelumnya.
"Yeah.." namjoon mengangguk.
"woah!.."
kembali decak kagum terdengar walau suara nya tak se lantang tadi.
"Aku penasaran, bagaimana caranya kau bisa mendapatkan ciuman gadis itu. Setahu ku kau tidak pandai menggoda perempuan." tutur jungkook
"dia mencium ku duluan." ungkap Rm spontan
Membuat semua orang kini terperangah mendengar kalimat itu.
__ADS_1
"Mwo?, kau bercanda??" jimin tak percaya
Bahkan yang lain sempat saling tatap.
"yang benar saja." kini suga tersenyum remeh
"Ya sudah kalau tidak percaya." ucap Rm pasrah
"kau pasti mengada-ada" ucap seokjin menyindir.
"kapan aku pernah bohong pada kalian soal taruhan?" wajah Rm terlihat serius dengan tatapannya yang tegas.
Semuanya kini terdiam dengan mimik muka datar.
"serius?" lagi-lagi, kali ini taehyung.
Rm hanya mengangguk tanpa ingin membantah. Sebab yang ia katakan adalah fakta.
"sepertinya dia serius." gumam hoseok yang hanya terdengar oleh seokjin yang duduk di sampingnya.
"Jadi.. kau mendapatkan ciumannya?" -jimin
"Of course." sekali lagi, Rm membalas dengan nada meyakinkan.
"Berarti taruhan nya sudah selesai." celetuk suga
Rm lega mendengar hal itu. Kini ia tidak akan terlibat lagi dengan permainan konyol teman-temannya.
Baru saja Rm tersenyum karena bebannya telah diangkat. Tiba-tiba jimin dengan tidak percayanya berkata,
"Sebentar. Bagaimana kalau namjoon membohongi kita, bukan kah dia terlalu pintar." tutur nya.
Seketika wajah rm berubah 90⁰.
"Yak' apa maksud mu!" spontan namjoon menyentak
"bisa saja itu hanya alibi mu untuk menyelesaikan taruhan." serang jimin kembali dengan kata-katanya
Lalu terjadi adu argumen,
"Apa kau bilang!"
"Apa kau bisa membuktikan ucapan mu'. Bahkan kau harus sembunyi-sembunyi melakukannya!" elak jimin kembali
"aiist' cecunguk ini!" Rm hampir marah. Namun ia tahan demi menghargai teman-teman yang lain nya.
"sudah' sudah.. Kenapa kalian jadi berdebat" lerai seokjin yang seketika itu keduanya langsung tutup mulut.
"kenapa bertengkar hanya karena masalah sepele sih!"
"namjoon aku minta maaf. Tapi yang di bilang jimin ada benar nya. Kau belum membuktikan hal itu di depan kami semua."
"kenapa dia harus melakukannya di depan kita' terserah dia, privasi dia.." sela suga membela
"Aku tahu..' tapi ini kan taruhan. Jadi harus ada bukti di tempat. Seperti biasanya semua nya juga melakukan itu." seokjin meninggi kan suara.
"kenapa kau meninggi kan suara mu. Aku hanya memberitahu." balas suga dengan suara lantang.
"hei, hei! Kalian lagi yang berdebat?" hoseok melerai.
"kenapa semua orang berkelahi?" tutur jungkook pelan
"entah.." jawab taehyung yang juga kebingungan.
Mereka dua hanya diam sambil menatap ke empat teman nya yang saling menyela.
"kami tidak berdebat hoseok-kah. Ini biasa terjadi" ucap seokjin kini menurunkan nada bicaranya.
"Kenapa kita semua bertengkar hanya karena taruhan ini. Dan jimin, tidak bisakah kau tidak berasumsi?" -seokjin
"Aku tidak berasumsi. Aku hanya merasa ini tidak adil.. Rasanya seperti tidak masuk akal jika namjoon bilang kalau gadis itu yang menciumnya." ucap jimin kesal
lalu suga menyela, "owh, itu rupanya.." kemudian mengangguk,
"aku tahu, kau cemburu bukan?" tembak suga langsung.
Jimin awalnya terdiam sebelum ia mengatakan.
"A-a-ani!" ucapnya gugup namun seolah menolak pernyataan yang di tutur kan suga.
Suga hanya menyeringai, seolah tahu kalau jimin sedang membohongi dirinya.
"Begini saja gays. Bagaimana kalau namjoon melakukan nya sekali lagi. Kali ini harus ada yang menjadi saksi mata, tidak papa kalau hanya satu orang." usul seokjin.
"Apa kalian gila!" sentak rm
"mana mungkin aku melakukannya lagi!" imbuhnya kesal.
Lalu meninggalkan perkumpulan dan masuk ke kamar tamu tanpa ingin melanjutkan pembahasan
.
•
...___...
...________...
...Next--->>...
......Jangan lupa beri Like dan Vote......
...Tinggalkan juga jejak di kolom komentar ya gays.....
...Hargai author yang capek-capek ngetik dan mikirin ceritanya. jangan hanya menjadi penikmat tapi tidak menghargai karya orang lain ya.....
...Salam support selalu.....
__ADS_1
...See you..😘...