OBSESSION Girl

OBSESSION Girl
-OBG-part17


__ADS_3

...•Yeorobun,,, sebelum baca jangan lupa klik tombol like nya dulu ya,,,😘•...



..._...


Zara berdiri di depan sebuah kamar. Tapi tidak bergeming sedikit pun. Hanya wajahnya yang terlihat kebingungan. Antara ingin mengetuk pintu atau tidak. Ia sangat ragu, Takut akan mengganggu penghuni yang ada dalam kamar tersebut.


Kebetulan pula Taehyung yang saat ini baru saja keluar kamar hendak menuju ke kamar seokjin. tiba-tiba ia melihat zara yang berdiri di depan kamar seseorang. Karena kamar taehyung tak seberapa jauh dari kamar yang saat ini masih di pandangi oleh zara tersebut. Saat itu zara tidak menyadari kalau taehyung ada di sana.


Tak berniat memanggil zara. Maka taehyung langsung berjalan ke arahnya.


"Zara!"


Panggil taehyung ketika ia berdiri di belakang zara sambil menepuk sebelah bahu gadis itu.


Tentunya itu membuat zara spontan berbalik kaget sambil memegang dadanya.


"Kamchagiya!,,,"


Taehyung menatapnya sepersekian detik.


"Ah, jantung ku hampir copot." gumam zara seraya menghela napas dan memutar matanya ke atas.


"Oh, maaf. Kenapa kamu belum tidur?" tanya taehyung yang keheranan.


"eng,,," zara juga ikut bingung menjelaskan mengapa ia masih terjaga.


"Dan,,, apa yang sedang kamu lakukan di depan kamarnya suga?" ucap taehyung kembali.


Seketika mata zara melotot kaget.


"Hah?!"


"Iya, ini kan kamarnya suga." tunjuk taehyung.


Zara melongo. Jadi sedari tadi dia di depan kamarnya suga. Untung saja dia tidak sempat mengetuk pintu. Kalau tidak bisa mati karena malu.


"O' oh, eng,,,"


Tiba-tiba bibir zara kelu.


"Zara, apa kau butuh bantuan. Apa kau perlu sesuatu?" tanya taehyung sambil menengok muka zara yang masih melongo.


"Oh tidak. Aku tadi sebenarnya,,," zara kembali terdiam dan ragu untuk mengatakannya.


"What?"


Taehyung masih menatapnya dengan penasaran.


"Sebenarnya a aku.. aku ingin meminjam baju ganti. Tapi..." zara menggantung kalimatnya sambil sedikit menundukkan wajah.


"Baju ganti?. Kenapa kau tidak bilang." ucap taehyung yang langsung peka dengan tujuan zara.


"Tadinya,,, aku mau pinjam itu ke seokjin. Tapi ternyata aku salah kamar"


"Zara.. Kau kan bisa bilang padaku. Telepon saja aku. Kau kan punya nomor ku. Kalau kau malu kau bisa chat saja." tutur taehyung


"Tadinya sih begitu.. Tapi aku segan mau meminjam nya padamu."


"Gwaencana..." -taehyung


"Apa aku tidak merepotkan mu?" tanya zara yang ragu sekali lagi


Taehyung menggelengkan kepala.


"Kalau begitu.. Boleh kah aku?"


"Tentu saja." jawab taehyung yang langsung menyela perkataan zara yang belum saja selesai.


"Come here"


Taehyung menyuruh zara mengikutinya menuju kamar. Tanpa berpikir panjang, zara yang percaya pada atasannya itu ikut saja membuntutinya dari belakang.


Akhirnya keduanya masuk ke kamar. Taehyung membukakan lemari bajunya.



"ini pilihlah. Baju kaos di sebelah sini. Dan ini set piyama. Dan disini Hoodie. Ini juga ada kemeja. Pilih saja sesuka mu." tutur nya menerangkan detail setiap tempat pakaiannya yang tertata rapi dalam lemari.


"Ah, terimakasih tae kau baik sekali." ucap zara.


Taehyung hanya tersenyum sambil memainkan alisnya keatas sekali. Lalu ia berjalan ke arah sofa yang ada di kamarnya dan duduk.


"Kau boleh pakai semuanya. Bebas" tuturnya kembali setelah melihat zara seperti bingung ingin meminjam apa. Mungkin lebih tepatnya ia tidak enak jika harus meminjam pakaian taehyung yang masih ada label nya.


"Eng,,, taehyungsi. Apa pakaian mu baru semua?" tanya zara terlebih dahulu.

__ADS_1


"Oh, itu semua baru ku ambil dari butik beberapa hari yang lalu. Karena aku harus tinggal di sini selama seokjin dan yang lain disini." jelas taehyung.


"Oh" satu kalimat dan zara kembali melongo


"Ada apa?" tanya taehyung seketika


"Ah, tidak. Aku hanya tidak enak jika harus memakai pakaian mu, ini kan baru." tutur zara


"Ah, " taehyung tertawa dalam diam.


"Aniya,,, pakai saja. Yang mana. Tak apa, lagi pula aku meminjamkan pakaian baru. Kalau pakaian bekas yang ku pinjamkan maka aku yang tidak enak padamu." ucap taehyung sambil kembali beranjak berjalan ke arah zara.


"Yang mana. Kau mau pinjam atasan. Atau piyama. Atau yang lain?" taehyung sibuk memilihkan pakaian untuk zara.


"um,, aku bisa pinjam Hoodie saja. apa boleh?" ucap zara terus terang


"Oh, tentu saja. Ambil saja. Ambil.." suruh taehyung


Dan zara akhirnya mengambil satu pakaian, yaitu hoodie berwarna hitam.


Sementara itu di luar sana hujan semakin deras dengan angin ributnya sekaligus. Yang menerpa pepohonan dan ranting-ranting. Bahkan jalanan sangat sepi.


"Aku bawa ini ke kamar ya." tutur zara setelah mendapatkan pinjaman baju dari taehyung.


Namun tiba-tiba saja kilatan cahaya dari luar dan petir menyambar dengan hebatnya.


Cetarrrrr,,,, !!!


Membuat zara melompat kaget bahkan taehyung sekali pun.


Aaaaakh!!! Teriak zara yang kini menutup wajahnya dengan kedua tangan.


Jlep!


Lampu mati dan semua menjadi gelap gulita.


Taehyung yang sedari tadi ikut kaget terdiam membeku ditempat. Bukan karena takut, tapi karena ada sesuatu yang membuatnya tidak bisa bergerak.


"Eomma,,,, aku takut!" rengek zara yang tanpa sadar memeluk taehyung dengan sangat erat.


Taehyung tak tahu harus bagaimana. Antara panik dan juga deg-degan. Karena zara memeluknya dengan tiba-tiba.


"eng,,, gwaencana. Ada aku disini." ucap nya menenangkan zara. Setelah sepersekian detik taehyung membisu.


Zara bahkan tidak bisa membuka matanya karena terlalu takut. Suasana seketika mencekam. Namun ada sedikit momen manis yang membuat taehyung jadi tidak takut lagi.


"Ada apa ini? Kenapa semua jadi gelap gulita "


Dua orang yang saat ini celangak- celinguk di depan pintu kamarnya yaitu si jungkook dan jimin. Di samping kamar mereka itu kamarnya namjoon dan hoseok. Keduanya juga ikutan keluar dan langsung menghampiri jimin dan jungkook.


"Sepertinya listrik padam karena ada hujan badai" ucap namjoon setelah mereka berkumpul.


"Ayo kita cek yang lain."


Mereka berempat kini berjalan bersamaan. Masing-masing memegang senter dengan led ponsel mereka.


Di seperjalanan mereka bertemu seokjin dan suga. Yang ternyata mereka orang pertama yang keluar dari dalam kamar dan memeriksa keadaan.


"Hei kalian! " panggil hoseok.


"Yak, semua orang terbangun rupanya." celetuk suga menyambungi.


Lantas mereka berkumpul lagi. Kini menjadi 6 orang.


"Mana ada semua orang. Taehyung dan para gadis itu tidak disini." ucap jungkook yang teliti.


"Oh, dimana bocah tengil itu?" tanya suga


"Mana tahu. Mungkin dia masih mengorok di kamarnya." kini jimin yang bicara.


"Aku tadi sepertinya mendengar suara orang berteriak." ucap jungkook


"Siapa?" tanya jimin yang sepertinya tak tahu menahu. Apa karena dia terlalu pulas tidur jadi dia tidak dengar.


"Entahlah. Sepertinya itu suara teriakan perempuan." ucap jungkook lagi.


Hoseok seketika terpikir tentang olive.


"Gays, aku mau mengecek olive dan dua gadis itu. Aku khawatir mereka tidak baik-baik saja." tegasnya


"Aku ikut" -jimin


"Aku juga. Aku khawatir dengan mereka." ucap seokjin pula. Sebenarnya bukan mereka, tapi hanya zara yang ada di kepalanya.


"Ah okey,,,"


Hoseok jimin dan seokjin pun bergegas menuju kamar paling ujung dimana ketiga gadis itu tertidur.Sedangkan zara masih berada di kamar tengah bersama taehyung.

__ADS_1


_


"Zara, kau baik-baik saja?" tanya taehyung mencoba mengecek keadaanya.


"Aku takut taehyungsi..." zara masih gemetar ketakutan walau kini pelukannya agak melonggar.


Taehyung tidak bisa menjauhkan atau melepaskan pelukan zara. Sebenarnya dia takut kalau zara akan berpikir ia mencari kesempatan dalam kesempitan.


Tapi taehyung tidak tega jika harus menyuruh zara yang sedang ketakutan melepas pelukannya. Jadi biarkan saja seperti itu sampai Zara nya tenang.


"Ayo kita duduk zara. Kaki ku mulai agak kram" ucap taehyung.


"Oh, miane. Jinjja miane." celetuk zara sembari mengikuti langkah taehyung yang mengiring nya ke sebuah sofa di tengah ruang kamar itu.


"Duduklah" ucap taehyung


Kini zara tidak memeluknya lagi. Sebab kedua tangannya telah di pegangi oleh taehyung dengan sangat erat.


"Gwaencana?" tanya taehyung kembali sambil menatap zara yang mukanya masih lemas karena syok tadi.


Zara hanya mengangguk-angguk.


"Kau sangat ketakutan." ucap taehyung kembali. Tidak ingin ia membuat situasi disana terasa canggung. Jadi dia terus menanyai zara sampai dia baik-baik saja.


"Aku sangat takut dengan petir dan guntur. Suaranya menyeramkan." jawab zara


Taehyung tersenyum singkat.


"Gwaencana,,, ada aku disini." sekali lagi taehyung menenangkan zara.


Zara sedikit merasa baikan sebab taehyung berulang kali meyakin kan nya agar jangan cemas lagi.


"Tunggu disini." ucap taehyung yang tiba-tiba berdiri.


Ia berjalan menuju nakas dengan cahaya ponselnya. Lalu membuka laci dan mengeluarkan sebuah senter dari sana. Kemudian ia kembali ke zara.


"Zara, pegang ini." ucapnya memberikan senter itu pada zara.


Zara hanya melongo sambil mengambil senter dari tangannya.


"Kau tunggu disini ya. Aku akan mengecek situasi di luar sana." ucapnya dan ingin bergegas pergi.


"Kim taehyung!"


Seketika taehyung tidak jadi langkah. Kemudian berbalik lagi.


"Aku takut. Please, jangan pergi.." pinta zara dengan wajah nya yang kembali takut.


Taehyung terdiam beberapa detik menatap zara. Ia bingung. Lalu kembali melangkah ke arah zara.


"Zara,,," taehyung melekatkan kedua tangannya di wajah bulat zara. Dan menatapnya dalam.


"Aku hanya akan pergi sebentar saja dan akan kembali." tuturnya


"Aniya,,, aku takut disini sendirian. Kalau begitu aku ikut." ucap zara merengek seperti anak kecil dengan wajah memelas nya.


"No. Kau tidak boleh keluar dari kamar ini. Orang-orang pasti sedang terjaga sekarang. Takut nanti ada yang melihat mu keluar dari kamar ku dan membuat semua orang salah paham." jelas taehyung dengan maksud sebenarnya.


Zara terdiam. Dia berpikir sejenak yang di katakan taehyung ada benarnya juga. Bagaimana kalau seokjin dan yang lain tiba-tiba memergokinya keluar dari kamar taehyung. Itu sangat berbahaya nona,,, bisa-bisa semua orang akan menganggapnya cewek murahan. Zara tidak akan lakukan hal bodoh demi harga dirinya.


"Aku pergi dulu sebentar. 5 menit aku akan kembali lagi, arraseo." ucap taehyung yang kini sudah berdiri lagi


Zara mau tak mau harus mengiyakan. Dan kali ini ia mengangguk. Taehyung pun berjalan keluar kamar meninggalkan zara sendirian disana hanya di temani lampu senter putih yang menerangi dirinya.


_


Bersambung...





......Jangan lupa......


...LIKE...


...Vote...


...Dan tinggalkan jejak komentar kalian ya readers.....


...Terimakasih...


...Salam cinta ku dari namjoon selalu.. Papay 👋...


...See you next story...

__ADS_1


...😘...


__ADS_2