
_
•
Waktu pun begitu cepat berlalu. Rm lanjut berpamitan setelah menyelesai kan sarapan bersama raquel.
"Aku akan pulang sekarang. Takut seokjin ingin memakai mobil nya." tutur Rm sambil jalan bergandengan dengan Raquel ke arah pintu keluar rumah.
"Yeah,, sebaiknya cepat kembali. Kau juga harus beristirahat. Kau sudah bergadang semalaman." balas raquel
Kini langkah keduanya berhenti di teras rumah. Namun Rm dan Raquel masih belum selesai dengan pembahasan nya.
"Kau juga. Jangan lupa minum obat vitamin supaya tubuh mu tidak mudah lelah." tutur Rm kembali.
Dan raquel hanya tersenyum lebar sambil mengangguk.
"Kalau begitu aku pamit ya. Terimakasih atas sarapannya. Lain kali aku akan datang lagi." ucap Rm dengan sedikit nada bercanda. Hanya sekedar basa basi. Tapi kalau di perbolehkan dia pasti tak akan segan untuk datang lagi.
"Of course. Kau boleh datang kapan saja. Sesuka mu" balas Raquel lagi.
Keduanya saling melontarkan senyum pandang. Rm yang sedikit mengacak pelan pangkal kepala raquel. Terlihat momen itu begitu manis, bahkan tukang kebun yang melihatnya tak berhenti mengkhayal kan. Betapa indah pemandangan dua insan yang kini berdiri di sana sambil saling menatap.
"Oke. Bye,, aku pergi." Rm melambaikan tangan dan berjalan ke luar sambil sekali ia menoleh pada raquel yang masih berdiri di belakangnya ikut melambaikan tangan.
Rm masuk ke mobil dan mobil itu perlahan jalan mundur sampai ia berputar arah dan pergi menghilang dari pandangan raquel.
"Ya tuhan. Apa aku demam lagi?" celetuk raquel yang kini memegang wajahnya dengan kedua tangannya.
Dia tidak benar-benar demam. Sebenarnya ia sedang tersipu malu hingga membuat wajahnya memerah dan terasa panas.
Raquel tidak henti-henti nya tersenyum cengengesan mana kala ia mengingat momen- momen yang telah berlalu.
"Tak di sangka semalaman aku dengannya. Aakh' ssss.."
Sepertinya Raquel kini tengah terpanah asmara.
Di sela-sela kebahagiaan yang sedang di khayalkan oleh raquel. Tiba-tiba sebuah mobil masuk ke halaman rumahnya. Membuat senyum raquel yang mengembang kini perlahan memudar.
Mobil Ferrari putih telah terparkir di depan halamannya. Raquel mengenali mobil itu. Benar, itu miliknya. Seseorang telah keluar dari sana.
Kening Raquel mengkerut. Siapa gerangan yang datang membawa mobilnya kemari.
" Jimin! " celetuk setelah melihat siapa yang datang membawa mobilnya.
"Hai, selamat pagi tuan putri." Sapa jimin sedikit menyindir baju dress tidur berwarna putih yang raquel kenakan saat ini.
Raquel hanya menatapnya heran.
"Dari mana kau tahu rumah ku?" tanya nya seketika. Kini jimin berdiri di hadapannya.
Kemudian dengan sekejap jimin mengeluarkan secarik kertas bertulisan. Raquel mendekatkan wajahnya untuk melihat lebih jelas.
Benar, itu kartu nama miliknya. Ia ingat terakhir kali ia memberikan itu kepada kang seokjin.
"Aku mendapat alamat mu dari sini. Seokjin yang memberikannya." tutur jimin lalu menurunkan tangannya.
"Oh,,," hanya kata itu yang keluar dari mulut lancip raquel.
"Kedatangan ku kemari untuk mengantar mobil mu." ujar jimin
Lalu ia menenteng kunci mobil yang bergantungan love purple milik raquel. Sebelum ia memberikan nya ke tangan gadis itu.
"Oh, terimakasih." ucap raquel singkat.
Dan jimin hanya tersenyum.
"Oh ya. Jim, kenapa mobil ku ada padamu. Bukan kah seharusnya zara dan olivia membawanya pulang. Apa mereka masih di sana?" tanya raquel cemas
"Oh, tidak. Mereka sudah pulang tadi malam. Taehyung dan Hoseok yang mengantar mereka." jelas jimin.
Raquel tertegun. Nampak nya, kedua sahabatnya itu benar-benar marah padanya.
"Oh, begitu.. Eng,, terimakasih sudah mau mengantar kan mobil ku." ucap raquel
"Hm, sama-sama." balas jimin pula
Keduanya terlihat canggung. Lantas raquel tidak ingin terus berada di situasi aneh itu. Ia langsung menawari jimin untuk masuk
"Mau masuk dulu?" ujarnya
"Um, tidak usah. Lain kali saja raquel. Terimakasih,," tutur jimin menolak dengan sopan.
Raquel menatapnya dalam.
Apa pria ini selalu tersenyum di saat dia bicara pada seseorang?, not bad. Dia manis juga. begitu pikiran raquel saat ini tentang jimin.
Lelaki berparas manis itu mengeluarkan ponselnya karena mendapat notif. Ia terlihat sedang membaca sebuah pesan. Namun setelah itu ia kembali memasukan ponselnya ke saku celana.
"Oh, aku sepertinya harus pergi. Jungkook sudah ada di depan." ucapnya sambil menunjuk ke belakang.
"Ah, iya ya.. sekali lagi terimakasih." balas raquel.
Dan jimin melangkah pergi. Ia berjalan hingga ke depan pintu gerbang. Tak lama muncul seseorang dengan pakaian serba hitam dengan motor gede dan wajahnya tertutup helm besar. Seperti seorang pembalap. Jimin naik ke motor itu. Raquel masih di sana menatapnya dari teras rumah.
Pria yang sedang joki mengangkat tangannya ke arah raquel seolah sedang menyapa. Kemudian pergi melajukan motornya. Kalau dari postur tubuhnya yang besar dan rambut gondrong yang menjulang keluar dari helm, raquel menerka kalau itu adalah jungkook.
__ADS_1
Tapi raquel tidak begitu memikirkan nya lagi. Ia kembali masuk ke rumah mengingat ia harus cepat ke kantor sekarang.
•
•
Beberapa saat, raquel tengah bersiap untuk pergi ke kantor. Mengenakan set simpel namun masih kelihatan elegan.
Raquel dengan cepat memasang heels dan bergegas mengambil tas tenteng berukuran kecil dalam lemari koleksinya. Lalu menyambar kunci mobil di atas nakas. Buru- buru keluar kamar dan menutup pintu.
"Bik,,, aku pergi dulu titip rumah ya!" teriak raquel kepada art nya.
Wanita paruh baya itu dengan cepat menuju ke hadapan nona nya.
"Iya non. Hati-hati di jalan." ucap nya sambil menundukkan sekali pandangan nya pada raquel.
"Mungkin aku akan pulang larut lagi. Jadi tidak usah siapkan makam malam ya bik" tutur raquel
Wanita paruh baya itu hanya mengangguk mengiyakan perintah nona nya. Raquel pergi setelah bercakap singkat dengan art nya.
Ia mengendarai mobil Ferrari nya kembali. Keluar dari kawasan perumahan.
_
Kini mobil raquel berhenti di lampu merah salah satu persimpangan menuju kantornya. Sambil menunggu, ia sempatkan untuk mengirim kan pesan pada sahabat- sahabatnya. Awalnya ia menelepon kedua sahabatnya itu. Namun tidak satu pun dari mereka mengangkat panggilan. Jadi dia mengirimkan pesan di sebuah grup yang mereka buat bersama.
Grup chat:
...UarMy Sister💜...
Anda:
Gaes,,
*tidak ada balasan*
Anda:
Hari ini aku ada meeting di kantor. Selesai meeting aku akan langsung tempat kalian
Beritahu aku di mana kalian sekarang ???
_
Setelah itu raquel meletakkan ponselnya dan kembali menjalan kan mobil karena lampu merah sudah berganti hijau.
Sepanjang jalan raquel terus memikirkan teman-temannya.
"Sebegitu marah kah mereka. Sehingga mereka seperti ini padaku?" gumam nya agak kecewa.
_
Raquel baru sampai dengan mobilnya. Dan langsung di sambut salah satu staf penjaga keamanan. Pria tinggi itu berjalan ke mobil raquel dan membuka kan pintu untuk nya.
"Selamat datang kembali Ms. Raquel" sapanya sopan dengan langsung memberi hormat.
Raquel membalas sambutan pemuda itu dengan senyuman.
"Terimakasih kata sambutannya kai,, lama tidak bertemu ya" tutur raquel.
Raquel terlihat akrab dengan staf itu. Walau dia adalah CEO tapi ia tidak begitu menekan pegawai nya. Membuat hampir seluruh pegawai menyukai sosok raquel yang penuh energi positif ini.
"Kai, tolong bawa mobil nya. Aku ada rapat sejam lagi." ucap raquel
"Baik miss,,," jawab pemuda bernama kai itu.
"Stop'. Kenapa kau selalu memanggil ku dengan sebutan miss setiap kali kita bertemu." ucap raquel tak terima.
"Coba katakan berapa usia mu. Hyuning kai,,,?" eja raquel pada pin di baju yang bertuliskan namanya.
"Oh, aku.. dua puluh dua sekarang." jawab kai seadanya
"Oh,,, hanya beda sedikit" celetuk raquel menolak lupa kalau mereka berdua beda tiga tahun.
"Benarkah?" -kai
"Mulai hari ini kau panggil Nuna saja. Jangan panggil aku miss, kau membuat ku terlihat lebih tua." cetus raquel namun dengan nada bercanda.
"Baik,, mi. Eh maksud saya Nuna.." ucap kain kemudian nyengir singkat.
"Bagus. Bawa mobil ku ya. Aku mau masuk sekarang."
Raquel memberikan kunci mobilnya pada Pria bernama hyuning kai itu. Lantas raquel beranjak masuk. Sementara itu, pemuda tersebut menyingkirkan mobil raquel dari jalanan.
_
^^^Ruangan CEO^^^
Raquel masuk dan menuju mejanya. Meletakkan tas di samping laptop nya. Kemudian mengangkat gagang telepon.
"Kau bisa ke ruangan ku sekarang." tutur raquel dengan nada berwibawa
Lalu ia meletakkan teleponnya kembali.
Tak berapa lama masuk lah seorang pemuda tampan seperti tokoh animasi. Berkemeja putih dan tinggi semampai.
__ADS_1
"Sajangnim, ini berkasnya." ucap lelaki itu menyerahkan sebuah file ber-map putih.
Raquel termangu menatap pria itu.
"Yak Yeonjun!,,, Apa kau mau ku tendang bokong mu'. Di mana jas mu!" celetuk Raquel padanya. Tidak terdengar seperti menyentak. Tapi hanya menegurnya.
"Oh, ada di meja ku. Hari ini cuacanya panas sajangnim. Makanya ku lepas jas ku tadi." ucap lelaki itu dengan santai tanpa beban. Seperti sudah terbiasa dia bersikap arogan di depan atasannya.
"Yaaak." raquel meninggikan suaranya
"Pakai jas mu. Atau kau akan ku ganti dengan Kazuha!" ancam raquel kesal pada asistennya yang pembangkang itu.
Sebenarnya itu bukan asistennya. Tapi asisten ayahnya. Namun karena Raquel lah yang saat ini menggantikan ayah nya. Jadi asisten ayahnya asistennya juga.
"Baiklah,,, sajangnim."
Yeonjun bergegas keluar dari ruangan. Untuk mengambil kembali jas yang ia tinggalkan di ruang bagian staf.
Tak berapa lama lelaki bernama Yeonjun itu kembali keruangan. Kali ini pakaiannya lebih rapi terlihat berwibawa dari sebelum.
"Sajangnim,," tutur Yeonjun dengan memperlihatkan dirinya yang kini sesuai dengan permintaan raquel.
"Good. Besok-besok aku tidak mau lagi melihat mu berpakaian sembarangan. Kalau kau masih seperti itu, aku akan menendang mu ke bagian definisi umum. Dan menyuruh kazuha menggantikan posisi mu " cecar raquel memberi peringatan sambil ia berjalan mendekat pada yeonjun kemudian menatapnya.
Yeonjun hanya mengangguk. Menuruti perkataan atasannya. Walau pun raquel hanya berstatus sebagai pengganti ayah nya. Tapi dia sangat di hormati dan di segani para karyawan di perusahaan itu.
_
Kini raquel dan Yeonjun sudah berada di ruang rapat. Ruangan itu masih terlihat kosong hanya ada satu orang yang terlihat sedang sibuk menyiapkan tempat dan segala macam yang di perlukan saat meeting.
"Oh, sajangnim. Silahkan." ucap seorang karyawan wanita berwajah cantik, tinggi, ramping.
"Terimakasih kazuha" balas raquel kemudian duduk di kursi yang sudah di siapkan untuknya.
Yeonjun juga duduk di samping kiri raquel saat ini.
"Kazuha, berikan aku laporan yang baru." pinta raquel
"Baik" dengan segera karyawan wanita itu mengambilkan berkas laporan yang diminta.
Dengan segera juga dia menyerahkan nya tanpa harus menunggu lama. Raquel tersenyum bangga dengan kerja cepat gadis itu.
"Terimakasih kazuha."
Membuat Yeonjun jadi jealous padanya.
"Zuha, buat kan aku kopi panas." tutur lelaki itu kini menyuruhnya.
"Oh, baik pak choi"
Gadis itu hanya iya iya saja di suruh sana sini. Benar-benar sangat rajin dan pekerja keras.
Raquel dan Yeonjun sedang fokus membahas tentang tema yang ingin mereka bahas nantinya.
Tak lama kazuha kembali dengan secangkir kopi di tangannya sesuai permintaan Yeonjun.
"Gamsahaminda" ucap yeonjun. Dan di balas anggukan oleh kazuha.
"Ada yang perlu saya bantu lagi sajangnim?" tanya kazuha sebelum ia meninggalkan ruang meeting.
"Oh, semua nya sudah. Terimakasih,, Kamu boleh kembali bekerja." balas raquel
Dan gadis itu beranjak.
"Hari ini kita punya tamu istimewa." -Yeonjun
"Benarkah. Siapa tamu itu?" -Raquel
"Dia investor baru. Perusahaan nya baru saja di buka. Saya kurang jelas, karena yang menemui saya waktu itu adalah asistennya. Dia menawar kan kerja sama untuk pe- launching an produk terbaru nya." jelas Yeonjun secara detail.
"Oh, jinjja. Perusahaan apa ini?" -Raquel
"Ini perusahan Violet. Pendiri butik ternama di paris. Mereka sudah memiliki 10 cabang di berbagai negara. Kalau tidak salah brand nya itu YXL." Yeonjun kembali menerangkan.
Raquel hanya diam menyimak dengan baik penjelasan Yeonjun. Tatapannya fokus ke depan sambil terus memikirkan siapa kiranya tamu penting yang akan datang di pertemuan mereka hari ini.
Bersambung...
•
•
•
...Jangan lupa like nya ya.....
...Vote juga sebanyak-banyaknya....
...Jangan lupa juga tinggalkan jejak komentar. Agar thor tahu kalian suka/ tidak dengan cerita ini. Supaya author tambah semangat juga untuk nulis...
...Sekian dan...
...Terimakasih....
...😘...
...See you next story......
__ADS_1