OBSESSION Girl

OBSESSION Girl
-OBG-part4


__ADS_3

Malam semakin larut, semua orang masih menikmati pesta. Jin, zara, olive dan teman-temannya, mereka semua bersenang-senang.


"Jin'nah.. "bisik taehyung yang baru saja mendekati Jin yang sedang menari bersama Zara.


"Mwo?" balas seokjin


"bagi dua" lagi-lagi taehyung berbisik


"aaah!.. Tidak bisa" seokjin menghalangi taehyung yang ingin menyerobot tempatnya di belakang Zara


"Kau pelit sekali!" taehyung mendelik


"Oh hey.." kini zara berbalik dan baru menyadari kalau ada taehyung juga di belakangnya.


"zara.." sapa taehyung sambil menampilkan box smile nya.


"Kau juga mau bersenang-senang?" tanya zara


"eng.." taehyung mengangguk.


"Ayo menari bersama" Zara menarik tangan taehyung untuk bergabung dengannya dan seokjin.


Yang benar saja, mereka bertiga menari dengan panas bersama di lantai dansa. Sementara itu disisi lainnya ada olive dan dua pria yang sedari tadi menemaninya.


"Kau suka jalan-jalan naik mobil?" tanya hoseok.


"um.." olive mengangguk.


"Ayo jalan-jalan hari minggu"


"um.. aku tidak bisa"


"wae?"


"Aku tidak terlalu suka jalan-jalan. Soalnya Aku mageran." lalu olive tersenyum nyengir


Hoseok sedikit agak bingung mendengar jawaban dari olive. Seketika itu suga menarik wajah olive dari bagian dagu untuk mengalihkan tatapannya.


"kalau begitu kencan dengan ku saja. Aku juga tidak terlalu suka keluar rumah." ucapnya menyambung ucapan hoseok dan olive


Sekarang olive menatap suga dengan wajah bingung.


"Kita bisa seharian menonton tv seharian sambil rebahan." tawar suga kepadanya.


"eng.." kini olive berpikir apa yang harus ia lakukan dan siapa yang semestinya ia pilih. Tawaran suga atau hoseok.


?


_


Mari tinggal kan sejenak ketiga orang itu. Kita beralih pada situasi di dalam ruangan kosong. Hanya ada Raquel dan Rm. Keduanya kini masih duduk di sofa. Dan Raquel menatap Rm dengan jarak 2 centi.


"Apa kau benar-benar menyukai ku?" tanya raquel kepada Rm serius.


"um, y-yeah.." jawab Rm sedikit canggung


"sungguh?" sekali lagi raquel bertanya.


"Aku menyukai mu dari pandangan pertama" jawab Rm kini dengan wajah meyakin kan.


Raquel terdiam sesaat menatapnya. Mencoba memperhatikan gerak gerik Rm.


"Wanna f*ck me?" ucap Raquel blak-blakan, membuat Rm sedikit terbelalak.


"****! Dia mengajak ku duluan" batin Rm.


"Umm.." saat Rm ingin menjawab tiba-tiba Raquel menciumnya.

__ADS_1


Cup'!


Dan Rm hanya terkejut dengan perlakuan raquel kepadanya.


"Bagaimana?" ucap raquel setelah menjauhkan bibirnya dari bibir Rm.


Kini Rm tersenyum (smirk).


"tentu saja" jawab nya. Lalu langsung m*l*mat bibir tipis, mungil raquel dengan ganas.


Tangan Rm pun mulai menjalar ke punggung raquel sambil membelainya turun naik.


Suasana menjadi panas untuk mereka berdua. Kini kedua nya saling membalas, Raquel ikut memainkan bibirnya mengikuti gerakan bibir rm.


Rm meremas bokong semok raquel dan memindah ciuman ke arah leher jenjang raquel.


Raquel tidak bisa lagi menahan mulutnya untuk tetap diam, dan irama desa an pun keluar, matanya kini tertutup menikmati setiap gerakan bibir **** Rm yang bermain di leher dan kini semakin turun ke bawah.


"Oh, s**t! Adik kecil ku mulai tegang" batin Rm, lalu ia seketika berhenti.


Merasakan cumbu an Rm berhenti. Raquel pun seketika membuka mata dan menatapnya.


"Ada apa? Kenapa kau berhenti." tanya raquel


"Umm, maaf. Sepertinya aku belum siap " balas Rm dengan nada tidak enak.


Raquel terdiam menatapnya, ada sedikit rasa kecewa karena merasa dirinya di php oleh rm. Padahal dia sudah benar-benar serius mau melakukannya.


"Yeah, terserah kau saja." ucap raquel dengan nada sedikit kecewa lalu ia berdiri dari tempat.


"memang semua lelaki itu sama saja. Egois, mau menang sendiri" tuturnya kembali dengan kesal.


Rm yang mendengar itu seketika menahan tangan raquel.


"Wait' "


"Mian, aku tidak bermaksud php. Tapi aku hanya takut ada yang melihat kita saat kita melakukannya disini." jelas Rm


Lantas raquel berpikir, ada benarnya juga. Tempat ini bukan lah tempat yang pas untuk bercinta, mereka sedang berada di rumah orang lain. Sedangkan raquel adalah anak pemilik perumahan di sana.


"Ya, kau benar. Kita tidak mungkin melakukannya disini" ucap raquel


"Aku benar-benar minta maaf, atas yang barusan. Sebenarnya aku tidak bermaksud menyentuh mu, aku hanya penasaran dengan mu." tutur rm tak enak hati pada raquel.


"Gwaencana." balas singkat raquel dan kemudian ia ingin melanjutkan langkahnya.


"um.., tunggu sebentar." lagi-lagi rm memegang tangan raquel agar tidak pergi. Kemudian raquel kembali menatapnya.


"Apalagi?" ucap raquel.


"Kau tidak marah kan?" tanya rm


Raquel menarik napas kemudian menghelanya, sebelum ia menjawab pertanyaan rm.


"untuk apa aku marah. Kenapa marah, kau juga bukan pacar ku." ucapnya.


"Oh, ya. Memang, tapi aku jadi tidak enak hati." balas rm kembali dengan senyum canggung


"Kita bisa melakukannya lain kali." goda raquel sambil tersenyum miring.


Membuat Rm seketika terdiam mendengar celetukannya.


"It's okey.. Jangan di pikirkan. Apa kau mau berteman dengan ku?" imbuh raquel.


"teman?" rm balik bertanya.


"Ya, sebagai status hubungan kita saat ini. kalau kau tidak mau, terserah" ucap raquel

__ADS_1


"Oh' ya.. aku mau." rm membalas dengan senyumnya


"sekarang aku mau keluar. Teman-teman ku pasti mencari ku."


Rm melontarkan senyum sembari mengangguk. Lalu keduanya keluar meninggal kan ruangan itu.


Sesampainya di bawah, mereka berdua langsung menuju tempat pertama, dimana di sana masih duduk semua teman-teman mereka. Namun rm dan raquel agak heran melihat beberapa pria disana sepertinya mabuk berat.


"Bagaimana ini?" ucap zara yang kebingungan dengan situasi saat ini.


"duh.. Aku juga tidak tahu. Raquel juga belum kembali." cemas olive


"kemana dia?" tanya zara


"i dont know" jawab olive.


Dan seketika itu raquel dan rm datang menghampiri mereka.


"Ada apa ini?" tanya raquel


menatap keadaan jin, hoseok, jimin,taehyung dan Jungkook dalam keadaan setengah tak sadarkan diri. Hanya ada suga di sana yang masih stay duduk manis di antara yang lain.


"oh, raquel.. Rm. Untung kalian datang sekarang." ucap zara spontan


"ada apa. Kenapa mereka?" tanya rm


"sepertinya mereka terlalu banyak minum" jawab suga sebelum zara dan olive menjawab pertanyaan rm.


"oh, " jawaban singkat dari rm.


"jadi kita harus bagaimana?" tanya olive yang sedari terlihat khawatir dan agak panik.


"Biarkan saja." jawab suga


Raquel dan ketiga orang itu kini menatap pria bertatapan dingin itu.


"Apa? Kalian mau mengangkat mereka dan membawanya masuk ke kamar?" ucap suga


zara menatap ke arah para lelaki.


"Badan mereka besar-besar, pasti mereka berat kan?" celetuk zara


"iya, itu sudah pasti." jawab olive menyambung ucapan zara.


"Aku tidak mau ikutan. Kalian saja" ucap raquel.


"Apakah kita harus membiarkan mereka disini?" ucap rm pula


"sudah.. Biarkan saja. Lagi pula pesta nya sudah mau berakhir" suga kembali pada ucapan rm.


benar yang di ucapkan suga, orang orang mulai perlahan pergi meninggal kan pesta. Sekarang pun waktu telah menunjukkan pukul 02 pagi. Pesta berlangsung begitu meriah sehingga semua tamu undang sangat menikmati hingga tak menyadari waktu berlalu begitu cepat.


...___...


...________...


...Next--->>...


......Jangan lupa beri Like dan Vote......


...Tinggalkan juga jejak di kolom komentar ya gays.....


...Hargai author yang capek-capek ngetik dan mikirin ceritanya. jangan hanya menjadi penikmat tapi tidak menghargai karya orang lain ya.....


...Salam support selalu.....


...See you..😘...

__ADS_1


__ADS_2