OBSESSION Girl

OBSESSION Girl
-OBG-part7


__ADS_3

...POV. Zara...


..._...


Hari ini adalah hari pertama zara melamar kerja di sebuah perusahaan.


Waktu telah menunjukkan pukul 10 lewat 15 menit. Zara bergegas menuju lobi perusahaan itu sambil membawa berkas ku.


"Selamat siang, saya Zara annora. Saya mau interview." ucap nya penuh excited.


"Oh, anda orangnya. Jankamanyo.." balas seorang pegawai wanita bertubuh ideal, langsing, putih tinggi dan zeksi.


Zara hanya tersenyum dan menunggu wanita itu kini sedang mengangkat telepon dan jari-jemari lentiknya sedang menekan nomor di telepon tersebut.


"Hallo sajangnim. Selamat siang,,


ini ada yang mau bertemu


Namanya zara annora,"


Terlihat wanita itu menjeda ucapannya dan sesekali melirik zara.


"Nee, nee. Nee sajangnim." Wanita itu menjawab percakapan orang di dalam telepon sambil mengangguk sesekali.


"Nee sajangnim,,," kata terakhir yang di ucapkan oleh wanita tersebut setelah itu ia menutup teleponnya.


zara masih menunggu wanita itu selesai dengan panggilannya sembari terus memperhatikan.


"Maaf nona. Tapi,..HRD kami hari ini tidak masuk. mungkin anda bisa datang lagi besok." tutur pegawai perempuan berpenampilan zeksi yang kini sedang berhadapan dengan zara.


"t-t-tapi.. Aku sudah bikin janji. Katanya hari ini interview nya.." elak zara yang tidak mau menyerah.


"Sekali lagi saya minta maaf nona. Tapi anda tidak bisa interview hari ini. Datang saja lagi besok," ucap pegawai cantik itu sekali lagi.


Namun zara sama sekali tidak terima jika interview nya di batalkan. Saat sedang berdebat antara zara dan pegawai wanita itu. Tiba-tiba seseorang datang dan berdiri di belakang zara dengan jarak 5 centimeter. Membuat pegawai wanita itu seketika beralih pandangan dan langsung membungkuk.


"Sajangnim!" tutur spontan pegawai itu.


Membuat zara menatapnya heran.


"Ada apa ini?"


Suara lantang nan berat terdengar dari belakang. Seketika itu zara berbalik menatap siapa yang bicara.,,,


Zara seketika termangu ketika menatap orang itu. Dia pria yang semalam ada di pesta.



"Kauu.." tunjuk zara seketika.


Dan pria itu juga menatapnya dengan wajah nya yang reflek takjub.


"Hei, kau zara kan,," sapanya dan kemudian tersenyum.


"k-k kenapa kau ada disini?" tanya zara dengan nada kaget.


Tiba-tiba pegawai wanita itu menurunkan tangan zara yang masih dalam posisi menunjuk ke arah taehyung.


"Maaf, tidak sopan jika menunjuk atasan." tutur nya dengan menatap zara tegas.


"Oh,-" zara seketika terdiam.


pegawai wanita itu berjalan mendekat ke arah taehyung kemudian berbicara dengan sedikit berbisik.


"Sajangnim, orang ini datang interview,," tuturnya.


"Oh, benarkah'." taehyung melirik ke arah zara.


Zara di sana hanya terdiam sambil menatap mereka yang bicara 4 mata seperti sedang mendiskusikan sesuatu.


"Apa dia sudah interview?" tanya taehyung


"belum sajangnim."


"Wae???" tanya nya lagi heran.


"HRD kita hari ini sedang sakit. Dia menelpon tadi pagi, katanya tiba-tiba dia demam." jelas pegawai wanita itu.


"Oh, begitu kah.


kenapa dia tidak memberitahu ku." ucap taehyung, tapi dia tidak marah bahkan wajahnya terlihat baik-baik saja.


"Tidak tahu sajangnim." wanita itu menundukkan kepalanya takut-takut.


"Suruh dia ke ruangan ku untuk interview." tutur taehyung lalu berjalan ke arah zara


Seketika wajah pegawai wanita itu terlihat kaget. Mungkin pegawai itu berpikir, sejak kapan seorang CEO meng interview pegawai. Tidak pernah ada sejarah di perusahaan mana pun CEO yang mau mengurus urusan rekrut karyawan.


Kini taehyung berdiri tepat di depan zara.


"Aku masuk dulu, bicara lah dengan asisten ku." ucapnya kemudian melontarkan senyum lebar lalu pergi.


Zara menatap pria itu heran,


"Nona' " kali ini pegawai wanita itu mendekatinya.


Zara beralih menatapnya.


"Kau bawa berkas mu?"


"Ah, ini." unjuk zara pada sebuah map coklat yang ia tenteng di tangannya.


"Tunggu di sini. Aku akan serahkan ini pada atasan ku." tutur pegawai itu.


Zara di suruh untuk duduk di kursi tamu yang berada di lobi itu. Sementara wanita tadi pergi menuju ruangan CEO.


Tak berapa lama, wanita tadi kembali lagi menemui zara.


"Nona zara annora!" sebutnya sedikit lantang


Zara seketika berdiri dan menatap arah sumber suara.

__ADS_1


"Nee' " balasnya


"Kau boleh masuk sekarang." ucap wanita itu kembali sembari tersenyum.


Zara pun dengan segera menghampiri pegawai wanita itu. Mereka berdua menuju ruangan CEO kim taehyung. yang terpampang namanya dengan jelas di pintu masuk.


"Silahkan masuk." ucap wanita itu setelah ia membuka kan pintu


Zara melangkah sembari kini matanya meliar menatap setiap sudut ruangan yang tertata rapi dengan dekorasi yang mewah bernuansa klasik.


"Silahkan duduk" suara yang yak asing lagi menyambut zara dengan senang hati.


Zara pun duduk di depan pria bernama taehyung itu.


"Sajangnim, apa lagi yang bisa saya bantu?" tutur pegawai wanita itu.


"Terimakasih Yujin, kau boleh kembali." balas taehyung


"nee sajangnim." wanita itu keluar dengan sopan meninggalkan ruangan.


Zara termangu menatap taehyung yang kini ada di hadapannya.


"Apa kau benar-benar ceo?" celetuk zara tiba-tiba


Taehyung tersenyum,


"Kenapa, kau terkejut?" tutur taehyung


"Ah, ani. Aku hanya tidak menyangka bisa bertemu dengan mu disini." balas zara pula.


sekali lagi taehyung hanya tersenyum.


"Baik, kita mulai interview nya." ucap taehyung. Kali ini ia sedikit serius.


Zara juga telah siap untuk interview nya. wajah nya kini benar-benar serius,


"Jadi.. Nona zara annora,," sebut taehyung sambil sekali menatap sebuah berkas di atas meja.


"Apa kau benar-benar mau bekerja disini?" tanya taehyung


"Ya.. Tentu saja." jawab zara apa adanya


"Baiklah zara, kau di terima kerja."


Wait'


Apa ini?,


Segampang itu???


Zara terdiam menatap heran sekaligus agak terkejut.


"benarkah?" tanya zara tak percaya.


Dan taehyung mengangguk kan kepalanya tanda iya.


"interview nya sudah selesai. Kau boleh mulai bekerja hari ini atau besok. Terserah kau saja,," tutur taehyung dengan gampangnya.


"kau menerima ku bukan karena acara di pesta tadi malam kan?" tanya zara kembali


Taehyung terkekeh kecil mendengar ucapan zara.


"zara.. Zara.. Apa hubungannya interview dengan pesta tadi malam?" taehyung malah balik bertanya.


"Ah, tidak. Tidak ada hubungannya si'. Tapi aku hanya heran kenapa kau tidak bertanya lebih detail lagi kepada ku. Kau hanya melontarkan satu pertanyaan." tutur zara panjang lebar, ia kebingungan kenapa pria ini segampang itu menerima dia sebagai pegawainya.


Apa lagi dia adalah ceo perusahaan ini, bukan kah dia seharusnya lebih spesifik dalam memilih karyawan.


" Dengan kau benar-benar serius dan mau bekerja di perusahaan ini. Itu sudah cukup." jelas taehyung.


Zara masih keheranan.


Apa ini sebenarnya, alih-alih ingin berjuang dan bersusah payah mencari pekerjaan seperti bayangannya dalam drama.


Nyata nya hidup nya selalu untung.


"Ada lagi yang mau kau tanya kan?" ucap taehyung seraya mengangkat kedua alisnya menatap zara yang bengong.


"Oh, tidak sajangnim." mulut zara spontan reflek memanggil nya dengan sebutan sajangnim.


Taehyung menatapnya aneh.


"hei, jangan sungkan begitu. Tidak usah terlalu formal, panggil saja aku taehyung." tuturnya pada zara


"eh, tapi kan..-" seketika zara terjeda saat taehyung yang langsung menatapnya ngeri.


"Ah, ye sajang..- . Eh, eng.. T-t taehyung." ucap zara gugup


Dan taehyung kembali tersenyum mendengar zara memanggilnya.


"Jangan merasa terbebani. Anggap saja kita ini teman, kan?" tutur taehyung dengan senyum nya yang manis.


Zara hanya mengangguk, walau sebenarnya ia tak enak hati. Rasa- rasa nya tidak sopan jika zara memanggil dia dengan nama. Sebab sekarang orang yang di hadapannya ini adalah atasannya.


_





...Pov.normal...


Kita beralih pada Raquel


_


Ia telah berada di sebuah jalan simpang 4 blok B, dimana itu adalah kawasan rumah seokjin.


Ia keluar dari mobilnya dengan memasang kacamata hitamnya. Kemudian menatap ke arah rumah tersebut. Entah apa yang ia lakukan di sana, berdiri di pinggir jalan sambil mengendap-endap.

__ADS_1


Di dalam rumah Seokjin...


Ada jimin, seokjin dan jungkook. Mereka baru saja menyelesai kan misi bermain game di ruang arcade permainan.


Kalau kalian tanya, mana lagi 2 orang. Hoseok dan rm???


Rm nampaknya tidak akan keluar kamar sampai esok. Sedangkan hoseok baru saja keluar, entah mau kemana dengan pakaian rapi dan bau harum parfum nya yang menyengat hidung bertebaran do seluruh ruangan.


"Yeah.. Huuu! sang juara bertahan yaitu kang seokjin... Jengjengjengjeng.."


Dengan lantangnya lelaki dengan sweater merah bertubuh jangkung itu berteriak kegirangan.


kini kedua temannya terlihat kecewa. Bahkan jimin melemparkan stik ps ke lantai.


"Aku tidak mau main lagi." ucap jungkook pula menyandarkan diri di sofa empuk, tiada gairah.


"ah kalian payah! Segitu aja udah nyerah." ejek seokjin lalu ia mengambil stik ps dan kembali bermain.


Seokjin kini bermain sendiri, jungkook dan jimin telah menyerah dengan seokjin. lelaki itu benar-benar penuh dengan kemujuran. Tidak ada yang bisa mengalahkan kim seokjin sekali pun dewa arcade.


"Aku sangat marah sekarang." tutur jungkook kesal


seokjin dan jimin tertawa mendengar celetukan jungkook.


"Ya' jungkook kah. Kau mau main lagi?" tawar seokjin


"Tidak" jungkook membalas cepat


Membuat seokjin terkekeh sekali lagi.


Sementara itu, jimin berdiri dari tempat duduknya.


"mau kemana?" tanya jungkook.


"Aku mau keluar beli rokok." jawab jimin.


"Aku ikut" jungkook seketika bangkit dan mengikuti jimin.


Kedua nya pergi dari ruangan meninggalkan seokjin sendirian yang sedang asik dengan dunianya sendiri.


Ketika itu,,,


Raquel yang masih berada di luar kini masuk ke halaman rumah seokjin.


"Apa tidak ada orang. Kenapa terlihat sepi?" gumamnya.


tapi setelah itu ia melihat ada orang yang keluar dari rumah tersebut. Dengan cepat raquel bersembunyi di balik pohon bonsai yang tertanam di pinggir kebun seokjin.


Seorang pria berpakaian rapi dan nyentrik yang keluar dari sana sedang menerima telepon dengan suaranya yang nyaring. Bahkan raquel bisa mendengar apa yang dia bicarakan dengan jarak 10 meter.


"15 menit aku sampai. Aku akan belikan makanan yang enak untuk menemani kita nonton. Tunggu aku" ucap hoseok yang langsung mematikan telepon dan pergi


Ya, pria itu tidak lain adalah Jung Hoseok.


Raquel keluar dari persembunyian setelah hoseok pergi dari sana.


"hufh' hampir saja." ucapnya menghela napas


Ia kembali mengendap-endap, menyusuri setiap sudut dinding rumah itu. Di rasa sudah aman, raquel ingin berjalan menuju ke sisi jendela rumah tersebut.


Tapi tak di sangka dua pria keluar dan membuat raquel seketika berbalik dan menghentikan langkahnya.


"Owh sit'!"


"Yak! Sedang apa kau?"


Kaki raquel tidak bisa lagi melanjutkan langkahnya. Seperti ada perekat yang membuat kaki nya lengket tak mampu bergerak dari tempatnya.


"Maling ya!" teriak jungkook.


Kedua pria itu adalah jungkook dan jimin. Yang baru saja keluar rencananya ingin membeli roko.


Mereka berdua menghampiri gadis berpakaian serba hitam tersebut.


"Yak! " jungkook menarik kasar raquel hingga membuat badannya berputar arah.


"Kau mau maling yah!" sentak jungkook.


Saat itu wajah raquel tak begitu tampak sebab topi dan kacamata menutupi wajah nya.


Raquel hanya diam tertunduk tak membalas.


Seketika jimin membuka topi gadis itu dan membuat raquel langsung mengangkat wajahnya.


'Jankanman"


Jimin menatap lebih jelas.


Raquel tak tahu lagi harus bagaimana. Ia benar-benar seperti maling yang tertangkap basah. Tak ada pembelaan, bahkan untuk berlari saja ia tak mampu.




Bersambung...


......Jangan lupa......


...LIKE...


...Vote...


...Dan tinggalkan jejak komentar kalian ya readers.....


...Terimakasih juga selalu mensupport cerita author....


...Salam support selalu...


...See you next story...


...😘...

__ADS_1


__ADS_2