
Meeting pun akan segera di mulai. Orang-orang yang ikut serta mulai berdatangan dan mengambil tempat duduk mereka masing-masing. Namun satu tempat kini masih kosong.
"Dimana tamu penting yang kau bicarakan?" bisik Raquel di samping yeonjun.
"Mungkin sebentar lagi datang sajangnim." balas Yeonjun
Semua orang kini bersiap-siap untuk memulai meeting nya.
"Sajangnim, kapan kita mulai?"
Tanya salah satu staf.
"Oh, ini kita akan mulai Sebentar lagi, kami masih menunggu tamu nya." -raquel
Beberapa orang pun mulai sibuk memindai berkas-berkas yang ada di atas meja sambil menunggu tamu penting itu datang. Lalu tak berapa lama, seorang pria masuk ke ruang meeting dan menyapa.
"Annyenghaseo.." sambil membungkuk ke semua anggota di sana.
Dan di sambut pula oleh para anggota dengan baik. Semua orang kini berdiri dan membungkuk.
"Oh, sajangnim dia sudah datang." celetuk yeonjun yang berbisik.
Raquel menatap dan ikut berdiri setelah melihat semua orang kini menyapa tamu itu. Beberapa kali Raquel mengedipkan matanya, untuk mengecek apakah dia tidak salah lihat.
Raquel hampir tak bisa mengendalikan wajahnya yang begitu tercengang. Orang yang tak asing lagi baginya. Kini ia berjalan menghampiri. Dan ikut termangu saat mereka berhadapan.
"O' taehyungsi,,," celetuk raquel.
"Oh, Raquel. Aku tidak menyangka bisa bertemu dengan mu disini." Taehyunh
"Pak Kim. Ini Ceo kami, sajangnim Raquel Adeline." Jelas Yeonjun sebagai perwakilan.
"Welcome to our company."
Kini Raquel menyodorkan tangannya untuk bersalaman menyambut kedatangan kom taehyung.
Taehyung tak bisa menahan diri untuk tidak terkejut. Wajah nya yang tercengang bukan main mengetahui bahwa Raquel rupanya seorang ceo.
"Oh, Thank's." tutur taehyung kini membalas sembari menjabat tangan Raquel.
Dan Raquel hanya tersenyum menatapnya.
"Silahkan duduk Kim sajangnim." Yeonjun
"Oh gamsahamnida" taehyung
Pria itu kini duduk duduk tak jauh dari Raquel dan asistennya.
"Baiklah, mari kita mulai meeting nya." Raquel
Sepanjang meeting, taehyung tak henti-hentinya memperhatikan Raquel. Bagaimana tidak, seorang Raquel Adeline yang biasanya di kenal dengan sikap bar-bar dan urakan berubah 90° dari dirinya yang taehyung kenal. Raquel benar-benar berbeda di kala ia berada di kantor. Cara bicara, dan juga gaya nya. Seperti ada dua orang yang berbeda yang taehyung temui saat ini. Tapi kenyataan nya, dia memanglah Raquel Adeline.
_
Mari tinggalkan dulu mereka yang masih menjalankan meeting. Situasi kini beralih ke kediaman Kang seokjin.
Saat itu, Rm baru saja kembali. Pria bernama asli Nam- joon itu kini memarkirkan mobil pinjaman nya di tempat semula, yaitu bagasi mobil. Baru saja ia mematikan mesin mobil dan seokjin sudah menghadangnya di depan mobil.
"Aih' matilah aku."
Walau agak takut. Tapi Rm mencoba tetap bersikap tenang dan menghadapi apa pun cecaran seokjin nantinya.
"Ya' namjoon. Dari mana saja kau?" seokjin
Rm tak mau langsung menjawab pertanyaan itu. Ia berjalan ke arah seokjin dan meraih tangannya.
"Nih, kunci mobil mu. Terimakasih." Rm
Kemudian ingin langsung berlalu begitu saja dari hadapan seokjin dengan tujuan menghindarinya.
Pasalnya ia tahu, akan ada rentetan pertanyaan yang akan di ajukan oleh seokjin padanya. Dan ia benar-benar malas untuk menjawab kuis tak hadiah itu.
"Hei,, Kau mau kemana aku belum selesai" tutur seokjin ketika Rm hendak pergi.
Entah mengapa Rm di takdir kan sebagai orang yang punya hati selembut sutra. Ia tidak enakan jika harus meninggalkan temannya itu. Sebab Rm bukan tipe orang yang tengil. Rm menghentikan langkah nya dan berbalik lagi.
"Apa?!. Aku mengantuk seokjinah.." ucap Rm dengan wajah lesu.
Seokjin menghampirinya.
__ADS_1
"Kau belum jawab pertanyaan ku. Dari mana kau semalaman. Kemana kau membawa mobil ku bersama raquel hah,. Kau tidak wikwik di dalam mobil ku kan Nam joon'." seokjin.
Sesuai dugaan. Pertanyaan demi pertanyaan kini mulai keluar dari mulut seokjin.
"Bisa tidak. Kau bertanya satu-satu. Aku bingung menjawabnya,,,"
balas Rm yang memang dari awal sudah malas untuk meladeni nya.
"Kau kan pintar. Kenapa tidak kau jawab saja semua pertanyaan ku sekaligus." seokjin.
Rm kini mengendus sambil menyeringai. "Dasar tidak masuk akal."
"Nanti saja ku jawab. Biarkan aku tidur sebentar, aku ngantuk." imbuh Rm
"Jangan mencari alasan. Aku tahu kau menghindari ku."
Rm hanya terdiam sambil menggaruk kepalanya yang tiba-tiba terasa gatal. Seokjin seolah tahu aoa yang ada dalam kepala Rm.
"Yah,," seokjin mendekatkan kepalanya seolah ingin berbisik.
"Kau sudah mendapatkan nya. Bagaimana, apa semua berjalan dengan lancar?"
tanya seokjin yang terlihat bersemangat. Tak sabar ingin tahu apa yang terjadi dengan Rm dan Raquel semalam.
"Apa sih. Tidak terjadi apa-apa dengan kami. Raquel demam kemarin makanya aku mengantar nya pulang." jawab Rm dengan apa adanya.
Mata dan mulut seokjin seketika membulat.
"Oh, jinjja. Jadi raquel sakit?" seokjin terkejut
"Makanya aku menginap semalam. Karena dia tinggal sendirian. Aku tidak tega meninggalkan nya." rm
"Benarkah." seokjin
Rm hanya mengangguk seraya mulai melangkah dan di ikuti seokjin yang ikut berjalan di samping nya.
"Jadi kau gagal lagi?" tanya seokjin lagi
"Sudahlah.. Tidak bisa kah kita anggap saja taruhan ini sudah berakhir?" cetus rm
"Yaa aku bisa saja menganggap nya begitu. Tapi kau tahu kan, jimin tidak akan membiarkan mu segampang itu." seokjin
"Kenapa aku harus menuruti jimin. Aku melakukan taruhan itu awal nya adalah ide gila mu!" rm
"Ah, sudahlah. Aku lelah, aku mau ke kamar" rm berjalan cepat meninggalkan seokjin begitu saja.
"Yah' Rm mah! Namjoon, yah!" seokjin
Namun seruan itu tak di hirau kan nya lagi. Rm benar-benar sudah tidak tahan dari tadi di interogasi oleh seokjin. Maka kesempatannya untuk kabur dari rentetan pertanyaan.
_
•
•
•
Kini kembali ke situasi dimana semua orang dalam ruang meeting satu persatu meninggalkan tempat. Terkecuali Kim taehyung, raquel dan juga asistennya bernama Yeonjun.
"Raquel si. Aku tidak menyangka ternyata kau adalah ceo?"
Taehyung menggeleng kan kepala dengan wajah kagum nya. Bukan karena heran, pasalnya ia benar- benar terkejut jika Raquel bisa menjadi pemimpin dengan kepribadian nya yang di kenal sebagai gadis bar bar.
Raquel hanya tersenyum hambar sambil sesekali matanya melirik ke arah asisten ayah nya yang kini berdiri di sampingnya.
"Benarkah ini kau.."
tutur taehyung kembali dengan wajah tak henti-henti nya menatap kagum.
Raquel tak langsung menggubris ucapan taehyung.
"Yeonjun, bisa tolong ke ruangan ku. Bawa ini ya.. Nanti aku akan menyusul " pinta raquel
Gadis itu menyerah kan beberapa file kepada Yeonjun untuk di bawa ke ruangannya. Dengan tujuan sebenarnya, agar asisten itu meninggalkan dia dengan taehyung dalam ruangan.
"Oh, baik sajangnim." -Yeonjun
Yeonjun yang mengerti dengan kode Raquel, pergi meninggalkan ruangan.
"Woah,,, daebak."
__ADS_1
Decak kagum tidak berhenti sampai disini. Lagi-lagi pria bernama kim taehyung itu memujinya.
"Taehyungsi, duduklah."
"Raquel, aku benar-benar terkejut. Kau ceo perusahaan ini." tutur taehyung ini sudah kesekian kalinya.
Raquel tersenyum,
"Tidak kok, sebenarnya aku hanya ceo pengganti. Perusahaan ini milik ayah ku. Tapi sekarang ayah ku sedang membuka cabang di NW. Makanya aku yang meng-hendle perusahaan ini untuk sementara waktu." jelas raquel
"Aku pikir tadi aku bertemu dengan orang yang mirip dengan mu. Eng,, maksud ku wajahnya." -Taehyung
Raquel tersenyum kalem lagi.
"Aku tidak menyangka jika kau bisa menjadi orang yang berbeda." imbuh taehyung
"Beginilah.. Kalau sedang bekerja aku harus menunjukkan sisi ke pemimpinan ku. Jika tidak para pegawai akan menganggap ku remeh karena umur ku yang masih begitu muda."
"Hm, yeah.. kau benar."
"Oh ya, ngomong- ngomong. Tadi malam kau di antar Rm pulang duluan. Apa kau baik-baik saja?" tanya taehyung yang tiba-tiba teringat akan semalam.
"Oh, miane. Aku agak pusing semalam, jadi aku minta Rm mengantarku. Tapi, yeah.. gwaencana." jawab raquel
"um, sukurlah. Tapi, zara dan olivia sepertinya agak kesal padamu." -taehyung
"I know.." -raquel
"Kemarin malam olivia terus- terusan mengomel sepanjang aku dan hoseok mengantar mereka pulang." tutur taehyung
"Oh, benarkah."
"Yeah.. Dia kesal karena kau tidak menunggunya dan zara pulang." -taehyung
"Ah ya. Aku tahu, pasti mereka akan marah padaku. Tapi, yah.. Mau bagaimana lagi." jawab raquel pasrah
"Ya jelaskan saja kepada mereka alasan mu kemarin pulang duluan." -taehyung
"Gwaencana.. Aku bisa atasi mereka. Mereka tidak akan bisa marah pada ku lebih dari setengah hari." tutur raquel yang lebih mengerti bagaimana sahabat- sahabatnya.
"Oh ya, mengenai proyek yang akan kita bangun ini. Aku mengharapkan banyak dari mu raquelsi." celetuk taehyung kini mengganti topik pembicaraan mereka.
"Yeah. Terimakasih juga, karena mau menyerahkan proyek ini pada perusahaan kami. Kami akan berusaha keras untuk membuat proyek nya berjalan sesuai yang kau inginkan. Apa lagi ini proyek besar, tentu kami akan melakukan yang terbaik." tutur raquel
"Oh ya, awalnya aku pikir pemilik perusahaan YXL adalah Hong Yunjin. Karena di file yang di tanda tangani adalah namanya." timpal Raquel
"Oh, Hong Yunjin. Itu asisten ku. Tangan kedua perusahaan ku." jelas taehyung
"Oh,, really. Aku pikir dia pemilik." ucap raquel agak kaget.
"Ahaha. Aniya aniya.." -Taehyung
"Yeah aku berharap kau bisa menjalan kan proyek ini dengan baik. Aku mempercayakan semuanya padamu." sambung taehyung
"Of course." raquel berdiri dari tempatnya.
"Kami akan melakukan segalanya demi proyek ini agar bisa berjalan lancar." imbuhnya dengan menyodorkan tangan di depan taehyung
Taehyung yang juga ikut berdiri saat melihat raquel berdiri. Kini menjabat tangannya. Dan mereka bersalaman
"Selamat bergabung di perusahaan Moon office. Mitra.." tutur raquel dengan senyuman.
Dan kata-kata itu kembali di balas senyuman oleh kim taehyung.
Bersambung...
•
•
•
...Jangan lupa like nya ya.....
...Vote juga sebanyak-banyaknya....
...jangan lupa tinggalkan jejak komentar. Agar author tahu kalau kalian suka cerita ini dan bisa terus semangat untuk nulis. Sekian...
...Terimakasih....
...😘...
__ADS_1
...See you next story......