OBSESSION Girl

OBSESSION Girl
-OBG-part11


__ADS_3


Setelah 2 menit. Hoseok dan olivia melepas tautan mereka. Beberapa saat keduanya hanya saling tatap tanpa kata. Lalu olive tersenyum pada hoseok.


"Kau tidak ngambek lagi kan?" tanya nya.


Hoseok mengedipkan kedua belah matanya pelan sambil tersenyum.


"Ani,,, aku tidak ngambek."


"Apanya yang tidak ngambek?" olive menoel ujung hidung lancip hoseok.


Dan kini kedua nya saling tertawa.


"Olive, apa kau juga menyukai ku?" kini hoseok yang balik bertanya


olive mempout kan bibirnya.


"kenapa kau bertanya. Bukan kah sudah jelas?" tuturnya.


"Jelas bagaimana. Kau tidak menjawab pertanyaan ku. Pilihannya cuma Ya, atau tidak." ucap hoseok kembali


"umm,,," olivia menahan ucapannya untuk menggoda hoseok.


Olive tidak menjawab hoseok lagi. Kali ini ia bergerak pelan dan naik ke pangkuan hoseok. Lalu memegang wajah hoseok dengan kedua tangannya.


"I,,,Like,,, you,..." ucap olivia dengan nada pelan.


Hoseok tersenyum.


"Bagaimana dengan mu?" tanya olivia


"Me too,,," jawab hoseok singkat namun penuh arti dengan tatapan mata dan juga senyum yang menggambarkan ketulusan.


Olivia senang mendengar hoseok membalasnya. Artinya perasaannya tidak akan bertepuk sebelah tangan kan?,,,


Hoseok menaikan kedua tangannya. Lalu melingkari di pinggang olivia.


"Olive, mau kah kau jadi pacar ku?" tanya hoseok.


Tentu saja olivia senang. ia langsung membalas.


"of course"


Dan keduanya kini saling membalas. Tatapan dengan tatapan. Senyuman dengan senyuman. Dari tatapan mata turun ke hati. Keduanya sama- sama merasakan debaran panah asmara.


_


"Jadi, apakah kita ini sudah menjadi sepasang kekasih?" tanya olive


Hoseok hanya menatap olive dengan senyuman manisnya.


Cup'


Hoseok kembali mengecup bibir olive. Lalu mengangguk memberikan jawaban atas pertanyaan olive.


Seketika olive merangkul hoseok. Ia begitu bahagia saat ini,,,


Saking senangnya olive menciumi, pipi, kening, hidung bibir hoseok berulang laki.


Emuach' muac' muach',,,


Hingga tanpa sengaja kukunya yang panjang mengenai mata hoseok.


"Auoch!" spontan menutup matanya yang perih.


"Aaa! hoseok kah! Miane!" olivie kelabakan.


Hoseok mencoba membuka mata dan menggercepkannya. Olivia yang kini masih menatapnya cemas.


"mianeyooo.." tutur nya.


"Ah, gwaencana. " balas hoseok tak ingin membuat gadis nya khawatir.


"Coba mana aku lihat?"


Olive mencoba membantu hoseok membuka matanya. Mata hoseok berair dan merah. olivie menjadi kesal sendiri dengan dirinya.


huhh,,


Olive meniup-niup mata hoseok.


"Ottoeke?"


hoseok mencoba membuka matanya.


"Oh, sedikit lagi " ucapnya.


Olive kembali meniup mata hoseok. Mencoba untuk mengurangi perih di matanya.


Namun malah membuat zara salah paham. Gadis itu baru saja pulang dan membuka pintu apartemennya. Ia melihat sahabatnya yang kini duduk diatas hoseok dengan menghadap ke depan.


Di tambah lagi wajah olive yang sangat dekat dengan hoseok seolah itu mirip seperti adegan ciuman. Padahal olivia sedang meniup-niup mata hoseok yang kecolok kuku nya olive.


"Kamchagya!!" spontan zara menutup matanya dengan sebelah tangan dan bergegas keluar lagi dari sana.


Olive dan hoseok yang sempat mendengar suara zara seketika tertegun.


"Yak! Zara!" teriak olive


Namun zara sudah keburu keluar.


mata hoseok pun seketika sembuh. Ia ikut menatap ke arah pintu luar.


"Zara?,, apa teman mu kembali?" tanya nya.


"Aih' pasti dia salah paham. Ck' " ucap olive sambil berdecak.

__ADS_1


_


Zara yang kini sedang berada di luar. Berjalan di lorong sambil ngedumel.


"Dasar olivia! Bisa-bisa nya dia tidak memberitahu ku dulu kalau ada orang di rumah.Mana pake acara ciuman lagi' kan aku jadi malu!" tuturnya sepanjang jalan dengan wajah masam.


Ting!


Suara lift berhenti dan terbuka saat zara baru saja hendak masuk.


"Eh, raquel?" zara berpapasan dengannya.


Raquel menatap zara agak terkejut.


"Loh, zara. Kamu disini. Bukannya kamu interview ya hari ini?" tanya raquel heran melihat zara tiba-tiba sudah ada di sana. Sambil selangkah keluar dari lift.


"Oh, itu aku..-"


"Olivia mana?"


Belum sempat zara menjawab habis


Pertanyaannya. Raquel sudah melontarkan pertanyaan lagi.


Ia melihat ke arah apartemen mereka yang masih sama. Sepi'


"Olive ada di dalam." jawab zara agak kesal ketika ingat kejadian tadi.


"Trus, kenapa kamu ada disini?" tanya raquel lagi.


"um,,," zara bingung bagaimana caranya ia menjelaskan pada raquel si pemilik apartemen. Kalau teman mereka yang satu itu sedang mojok.


"Ya' zara." raquel melambaikan tangannya di depan zara yang bengong


"eh' eng,,, raquel temani aku makan yuk. Aku belum makan siang." ucapnya spontan menarik tangan raquel masuk ke lift lagi.


Raquel yang bingung terdiam saja saat zara membawa nya pergi lagi. Ia tidak menaruh curiga sama sekali pada zara yang sikapnya tiba-tiba di rasa aneh.


_


Mereka sudah berada di luar gedung apartemen. Kedua nya kini naik mobil raquel. Karena saat mereka ada di apartemen zara dan olive tidak pernah bawa kendaran. Mereka selalu di jemput oleh Raquel. Karena raquel selalu melarang zara untuk membawa mobil miliknya karena nantinya akan ribet. Lagi pula mereka jarang-jarang keluar, mereka lebih suka berdiam diri di rumah. Terkecuali ada hal penting yang membuat mereka harus keluar.


Zara punya 2 mobil yang ada di rumahnya yang berada di komplek bangtan. Lalu Olivia juga punya 1 ferrari , namun ia tidak bisa menyetir. Hanya beli untuk privasi atau tujuan mendadak.


"Kita mau makan dimana?" tanya raquel.


Kali ini ia tidak menyetir, zara yang mengambil alih kemudi.


"Tempat biasa." jawab zara


zara melajukan mobil ke tujuan mereka.



• Cafe rooftop dining


Kini kedua gadis itu sudah masuk dan langsung memesan di counter depan.


"aku pesan,,, Cheese cake dan ice coffe latte." -Zara


"Aku minta coffe panama full cream. " -Raquel


Setelah memesan keduanya mencari tempat duduk.


Tempat duduk yang sama yang biasa mereka tempati. Raquel duduk berhadapan dengan zara. Karena lebih enak untuk mengobrol.


"Katanya lapar, kenapa cuman beli cheese cake." tanya raquel heran pada zara.


"Oh, sebenarnya tadi aku udah makan dengan atasan ku." jawab zara.


Sedetik Raquel menatap zara dengan keningnya yang perlahan mengerut.


"mwoo,,, kau makan dengan atasan mu?" tutur raquel tak percaya.


Dan di balas anggukan kepala oleh zara.


"Kau tahu.." -zara


"tidak." -raquel.


"aist' dengar dlu aku belum selesai." kesal zara pada raquel yang mencoba iseng kepadanya.


Raquel hanya tertawa melihat ekspresi wajah zara yang kesal, dia suka itu.


"Kau tahu, atasan ku itu siapa,," zara sudah tersenyum-senyum bercampur tawa sebelum ia memberikan jawaban.


Raquel yang sudah terbiasa dengan sikap konyol zara menatapnya aneh.


"Yah',, bisa tidak kau cerita dulu baru tertawa. Kebiasaan sekali,," tutur raquel


Namun zara masih terkekeh salah tingkah. Ada apa dengan manusia satu ini?, mungkin itu yang ada di pikiran raquel dengan ekspresi wajah julid nya.


"Atasan ku itu kim taehyung,,," zara kembali terkekeh.


Sepertinya ia sangat senang hari ini bahkan tertawa seraya orang gila. Raquel yang menatapnya pun kini ikut tertawa.


"mwo?"


"siapa tadi kau bilang?" raquel kembali bertanya.


"taehyung, taehyung,,,. Kim taehyung.." tutut zara berulang-ulang mengingatkan raquel.


"kim taehyung?,,," -raquel


Zara mengangguk-angguk.


"siapa kim taehyung?" dengan lugunya raquel menatap zara

__ADS_1


"ish',, " zara berdesis kesal.


Temannya ini memang suka iseng. Tapi kayak nya kali ini emang raquel tidak tahu siapa kim taehyung?,,


"Itu,,, yang kemarin di pesta. Cowok yang pake jaket kulit,, yang rambutnya agak ikal,," sekali lagi zara mengingatkan.


Namun raquel menggeleng-geleng kan kepalanya tanda tak tahu.


"hmm,, sepertinya kamu memang tidak tahu." ucap zara menyerah


"Yeah, yang aku tahu hanya Rm." gumam raquel pelan seperti berbisik namun masih terdengar oleh zara samar-samar.


"huh, apa?" tanya zara tak paham dengan gumaman raquel.


"Ah, aniyo. Aniyo,,," jawab raquel cepat.


Di sela-sela perbincangan mereka yang sangat serius, seorang barista cafe datang dengan pesanan mereka.


"silahkan,,,"


"gamsahamnida,,," ucap raquel dan zara bersamaan.


Barista itu pergi.


"sampai dimana tadi?" tanya zara


"kim taehyung...," balas raquel mengingatkan percakapan mereka yang sempat terjeda.


"oh iya." zara bicara sambil ingin menikmati cake nya


"jadi, kau bekerja dengan nya?" tanya raquel memulai percakapan lagi. Sambil ia menyeruput ice coffe di atas meja.


"ehm, dia ternyata seorang ceo. Perusahaan tempat ku bekerja itu baru di buka." jelas zara seraya mengunyah cheese cake nya yang lumer di mulut.


Raquel mencoba mencerna, ia kini menyilangkan kedua tangannya di dada.


"Trus, memang nya kenapa kalau kau bekerja dengannya. Apa ada kesan bagi mu?" tanya raquel kembali


"hm, dia orang yang baik."


"Dia langsung menerima ku sebagai karyawan hanya dengan 1 pertanyaan." jelas zara


"tunggu,,, tunggu"


"huh?, gimana. Gimana?"


"kau di interview olehnya?" tanya raquel tak paham


Dan zara mengangguk.


"bukannya dia ceo ya? Sejak kapan ceo menginterview karyawan?." tanya raquel kembali


"Iya, benar. Di karenakan HRD nya tiba-tiba berhalangan masuk jadi dia yang mewakili untuk menginterview." ucap zara


Raquel mengerutkan keningnya, merasa ada sesuatu yang mengganjal.


"Kau yakin itu alasannya zara?, apa Jangan-jangan..? " raquel memberikan tatapan curiga


"jangan-jangan apa maksud mu." zara mencoba menghalau pikiran raquel yang aneh-aneh.


"tidak, ada apa-apa. Kami cuma sekedar atasan dan bawahan. Mana mungkin juga taehyung mau dengan ku. Kami kan baru kenal." imbuh zara


"aaa,,, geuraee." raquel mengangguk-angguk.


Sedetik keduanya terdiam. Satu sedang menikmati dessert nya. Dan satunya lagi sedang bengong dengan gelas di tangannya.


"Oh, ya Zara. Boleh kah aku bertanya." celetuk raquel


"What?" -zara


Raquel meletakkan dahulu gelasnya kemudian menatap serius.


"janji kau tidak marah ya pada ku." ucapnya


Zara sempat berhenti menyuap. Ia menatap raquel yang kini juga sedang menatapnya.


"Weee?,," tanya nya penasaran. Apa yang ingin di bahas raquel?,


"umm,, tentang mu dan sobin..-"


Belum saja raquel menghabiskan kalimatnya. Zara langsung meletakkan sendok di tangan dan wajah nya terlihat tidak senang.


Raquel yang paham akan hal itu kini menutup mulutnya rapat-rapat takut untuk melanjutkan ucapannya. Karena ia tahu, bagaimana bahaya nya jika sampai zara marah atau pun merajuk. Bisa hancur alam semesta ini. Jadi lebih baik tidak di lanjutkan saja,,,


Bersambung...





......Jangan lupa......


...LIKE...


...Vote...


...Dan tinggalkan jejak komentar kalian ya readers.....


...Terimakasih juga selalu mensupport cerita author....


...Salam kecup basah dari mimin dan namu :*...


...See you next story...


...😘...

__ADS_1


__ADS_2