
Sesosok jubah hitam itu mendekati Ucok yang sedang mati langkah.Membawa sebilah arit yang tipis dan tajam.Arit diangkat tinggi-tinggi lalu di ayunkan ke arah Ucok yang terduduk tak berdaya.Ketika arit ingin mengoyak perut Ucok,terdengar suara samar mengatakan *"Your destiny is over" *disertai suara kayuhan sepeda dan gesekkan ban sepeda terhadap aspal jalan ditengah derasnya rintikkan hujan.
"Hahahah!!!"
"Sring!"Suara kayuhan arit yang menuju sasaran.
Namun,hal yang tak terduga terjadi.ketika sesosok itu ingin menghabisi Ucok,orang yang mengayuh sepeda itu menghampiri mereka yang ada di tengah sempitnya gang asrama
"これを感じて!!"
"Kore o kanjite!!"
"Gubrak!!"Tendangan karate Melody mengenai pipi sesosok jubah hitam itu hingga ia terjatuh.
"Me...Melody?"
"Kenapa kamu..."Ucok kehabisan kata-kata.
"Kamu gak papa??"Jawab Melody dengan wajah lelah karena mengayuh sepeda cukup jauh.
Ucok hanya terdiam.Ketika Melody sedang sibuk menolong Ucok,sesosok hitam itu terbangun dan lari dari mereka berdua dan tak sempat mengetahui siapa identitas orang itu.
"Hey,siapa kau?!!"
"Jangan kabur!!"Jerit Melody.Sesosok hitam itu lari tanpa bisa dikejar oleh mereka.
Melody membawa Ucok kedalam asramanya.Sesampainya di kamar Ucok,ia tampak heran dengan kejadian yang menimpanya berturut-turut.
"Sebenernya ada apa sih?"
"Kau suruh aku jangan keluar kamar,berarti kau udah tahu orang itu siapa kan?"Tanya Ucok pada Melody
"Ya,aku juga gak tahu pasti siapa orang tadi"Jawab wanita berambut se-pundak itu pada Ucok.
"Eh,jangan bohong pulak kau ya!Capek kali aku kek gini!"Jawab Ucok sedikit emosi dengan logat Medannya.
Akhirnya Melody pun mau menjawab.
"Jadi sebenarnya tadi pagi itu aku lihat Royan bawa senjata gitu di tasnya"
"Aku juga gak tahu itu senjata apa karena cuma nampak gagangnya"
"Jadi karena aku lihat kalian selalu ribut,yaa...aku kira dia bakal bacok kamu nanti"Jawab Melody
"Lah terus?Apa hubungannya?"Tanya Ucok lemot.
"Ya itu sebabnya aku larang kamu keluar rumah,masa gak paham sih?"
"Tadinya aku mau ngikuti dia setelah pulang kuliah,eh aku yang ketiduran di kursi taman,jadi gagal deh"
"Dan jubah hitam itu juga gak tahu sih itu Royan apa bukan"Sambung Melody dengan panjang lebar.
__ADS_1
"Gak!!Kau gila apa?!Royan itu bagian dari 4 Petals Clover,dia bersahabat dengan aku,Kenzo dan Anggi"
"Jadi kau jangan asal nuduh ya!"Bentak Ucok pada Melody.
"Loh,kok kamu yang jadinya marah?!Aku juga gak nuduh dia sebagai pelaku itu"
"Masih untung di tolongi,sok belagu lu!"Melody merasa dirinya tak dihargai yang sudah menolong Ucok.
Melody pergi dari asrama Ucok dengan penuh emosi.Ucok yang masih belum tenang membiarkan ia pergi dan tak mempedulikan Melody.
Dengan balutan perban di dagunya yang belum sembuh,Ucok menelepon Kenzo yang berada jauh di Tokyo.
Ucok :"Hallo....Zo?"
Kenzo :(Menjawab telepon)"Iya ada apa Cok?"
Ucok :"Ehm...kau kapan kesini?Ada yang mau aku omongin"
Kenzo :"Gak tahu juga sih Cok,mungkin pertengahan Agustus saat libur musim panas"
Ucok :"......"
Kenzo :"Kenapa sih Cok,ngomongin disini aja"
Ucok :"Ini soal Royan,aku gak tahu juga harus ngomong apa,pokoknya kalo ada kesempatan kau kesini aja lah"
Ucok mengakhiri pembicaraan karena mood-nya yang kacau.Ia tertidur dan melupakan sejenak soal kejadian hari ini.
Ucok bukanlah tipikal orang yang suka mengadu ketika ada masalah,terkhusus pada orangtuanya.Kecuali oleh Kenzo,teman lamanya yang selalu bertukar pikiran dengannya.Namun kali ini orang yang di harapkan itu tidak ada untuk bertukar pikiran dengannya.
Namun,kali ini ia membuka laptopnya yang terletak didalam lemari belajar.Mencoba menulis Diary tentang kejadian yang ia alami saat ini,berikut isinya:
Semalam,hari Rabu tanggal(sekian-sekian)
Aku mengalami hal yang aneh,seolah ada orang yang mengintaiku.Tidak,aku gak takut,tapi seolah aku yang bodoh ini membawa masalah buat mereka.Temanku mungkin lagi sibuk dengan pendidikannya,ataupun dengan Anggi yang kabarnya lagi deket-deketnya.Melody yang juga temanku seolah kali ini berada di pihak provokator,ia menuduh temanku Royan sebagai pelaku insiden itu,aku gak bisa berbuat banyak,karena Royan bagian dari 4 Petals Clover.Walaupun dia kelihatan jahat,tapi pasti dia itu punya sisi baik,mungkin aku yang selalu mengacaukan tugasnya sehingga dia marah?Mungkin aku yang suka ceplas-ceplos harus sedikit merendah padanya.
Kali ini Ucok,anak kuliah jurusan Hubungan Internasional membuat diary puitis mengenai isi hatinya,Ucok yang dulu blak-blakkan kini sedikit membatasi sifat itu karena ia sadar banyak yang tidak menyukai sifatnya.
Keesokan harinya,ketika tubuhnya mulai pulih dari sakit namun perban di dagunya masih tertempel,Ucok bertekat datang ke kampus,mengikuti pelajaran dan meminta maaf pada Melody dan Royan.
Melody yang berada di satu ruangan dengan Ucok sedang asyik cekakak-cekikikkan pada temannya.Ucok menghampirinya dan ngomong 4 mata.
"Ehm....."Ucok masih ragu untuk bersikap merendah.
"Eh,apaan sih,datang-datang ganggu aja lu"Jawab Melody ceplas-ceplos
"Aku mau minta maaf padamu Mel"Ucok menjelaskan dengan wajah memelas.
"Soal apa sih,gajelas banget"
"Itu loh,yang kemarin.Aku kan bentak kau dikamar karena nuduh kau yang engggak-enggak"Ucok menjelaskan permasalahan.
__ADS_1
"Hahahaah.....aneh banget sih nii bocah"
"Tok..."Melody tertawa sambil menjitak kepala Ucok.
"Kenapa sih?Tiba-tiba mukul.Orang udah baik malah dipukul"Kali ini Ucok menahan emosinya.
"Ya enggak loh,kamu aja terlalu lebay.Sok-sokkan minta maaf lagi.Tenang aja kalee....gaada yang perlu jadi masalah hihihi...."Jawab Melody cekikikkan.
"Ya udahlah,males aku deket kau"Ucok pergi keluar kelas.
"Dih,aneh banget sih lu Cok"
Ucok pergi ke gedung Kimia yang jaraknya sedikit jauh dari gedung HI.Ia berniat menjumpai Royan dan meminta maaf.
Sesmpainya di gedung Kimia,Ucok menjumpai Royan di ruang teori Kimia,ia menemui Royan yang sedang sendiri dengan buku tugas yang sedang ia kerjakan.
"Permisi"Ucok memasuki ruangan teori Kimia.
"(Royan menoleh ke pintu)Ngapain kamu disini?!!"Bentak Royan pada Ucok.
"Ehm....anu...."Ucok ragu untuk meminta maaf.
"Cepetan,bodoh!!"
"Aku mau minta maaf.....(Ucok melihat pipi Royan yang lebam)Eh...."Pipi Royan yang lebam belum membuat Ucok curiga akan kejadian sesosok hitam yang ditendang oleh Melody.
"Hah?!Minta maaf?Gak salah!!!Hahaahah...."Royan menertawakan Ucok.
"Tolong.....!Tolong yan,aku tahu aku suka ganggu kau,tapi sekarang janji,aku gak mau ulangi itu"
"Aku terlalu egois,*Gomen'nasai"*Kali ini Ucok serius,dengan posisi berlutut dia meminta maaf pada Royan.
Royan mendekatinya,memegang bahunya dan berkata
"Kamu ga salah kok,But ask your destiny that makes me angry"Jawab Royan dengan sedikit wajah marah.
Mendengar hal itu,sontak Ucok langsung terkejut.
"Hah??!!Destiny?Sama seperti perkataan orang jubah hitam semalam"Gumam Ucok dalam hati.
Walaupun Ucok kurang paham apa yang dimaksud Royan,tapi seenggaknya dia tahu kalau Royan sudah memaafkannya.Ucok keluar dari ruangan dan pergi dengan perasaan lega.
"Sekarang aku tahu,meminta maaf tidak membuat harga diri seseorang hancur,tapi bisa nyelesaikan masalah"Gumam Ucok dalam hati.
Mendadak saja Royan yang tempramental memaafkan Ucok yang emosional,namun Ucok tak menyadari itu.Siapakah sesosok jubah hitam yang meneror Ucok kemarin?Dan ada apa dengan Royan?we will get the answer in the next episode.
Harland David Sanders
“I think each of the failures I had to face provided me with the opportunity of starting again and trying something new.”
“Saya pikir setiap kegagalan yang harus saya hadapi memberi saya kesempatan untuk memulai lagi dan mencoba sesuatu yang baru.”
__ADS_1
Bersambung.....