Olm, Osa Si Salamander

Olm, Osa Si Salamander
Episode 23:Negeri Cahaya


__ADS_3

Kenzo membuka matanya yang terlelap dalam perjalanan.Hingga sampailah di negeri konflik,negeri cahaya,Palestina.


Suasana di Bandar Udara Atarot kota Ramallah tidak seperti waktu Kenzo dan teman-temannya ke Tokyo.Suasana disana sangat sepi,seolah terisolir.Kenzo yang membawa tas di pundaknya dan koper langsung berangkat ke tujuan.Yaitu camp pengungsian di kota itu.


Di dalam perjalanan menuju camp dengan berjalan kaki karena jarak yang ditempuh tidak terlalu jauh dari Bandar Udara,Kenzo bertemu dengan seorang TNI yang sedang bertugas menjaga keamanan di wilayah Palestina.Pria berbadan tinggi tegap itu bertanya pada Kenzo.


"where are you going?"


(mau kemana kamu pergi?)Tanya pemuda itu pada Kenzo.


Kenzo menoleh ke orang tersebut dan melihat di pundak kanannya tertempel bendera merah putih,yaitu bendera Indonesia.


"Oh,Bapak orang Indonesia ya?Saya dari Indonesia"Tutur Kenzo.


"Kamu orang Indonesia?Mau kemana rupanya di negeri konflik ini?"Tanya anggota TNI itu balik.


"Saya kesini mau pergi ke camp pengungsian di Ramallah Pak,tapi saya gak punya kendaraan kesana untuk menemui orangtua saya yang sedang bertugas disana dalam Organisasi Pembebasan Palestina"Jawab Kenzo panjang lebar


"Oh gitu.Baik,saya akan antar kamu kesana segera"Petugas TNI menawarkan tumpangan pada Kenzo.


Kenzo menerima tawaran itu dan langsung menaikki mobil Jip menuju camp.


Dalam perjalanan,Kenzo hanya diam dan melihat situasi disana.Banyak bangunan dengan lapisan batu dan banyak juga yang sudah runtuh.Maklum,dalam kondisi geologi Palestina yang panas,bangunan dibuat dengan bahan dasar batu agar bisa menyerap panas.


Terlihat juga tentara yang sedang menjaga keamanan kota tersebut.Namun ada hal yang membuat Kenzo bingung.Walaupun Palestina sedang dalam konflik berkepanjangan,ternyata masih banyak ia lihat anak-anak yang tersenyum dan masih bisa bermain di kawasan itu.


"Kenapa?Heran dengan situasi disini?"Petugas TNI yang sedang menyetir mobil Jip memulai pembicaraan.


"..."Kenzo hanya diam.


"Inilah salah satu negeri yang nantinya menjadi tempat yang paling baik di akhir zaman"


"Negeri Syam,negeri cahaya dan orang-orang disini tidak "mati"karena perang,tapi mereka selalu terjaga oleh Allah,karena ketika mereka mati dalam kondisi berjihad"Jelas petugas TNI.


Kenzo kembali terdiam sambil menoleh ke kaca mobil di sebelahnya sambil melihat anak-anak Palestina berlarian dan tertawa gembira,seolah tidak ada masalah yang menghampiri mereka.


"Cahaya....."Gumam Kenzo pelan.


Tidak terasa,akhirnya Kenzo dan petugas TNI sampai di camp pengungsian.

__ADS_1


"Ok,makasih ya Pak sudah mau mengantarkan saya sampai kesini"Ucap Kenzo pada Petugas.


"Sama-sama,lebih baik setelah tugas selesai,kamu kembalilah ke Indonesia,negeri ini kurang aman"Tutur petugas itu.


Petugas TNI itu pergi menggunakan mobil Jip-nya dan mulai meninggalkan Kenzo didepan pos camp pengungsian sendirian.


Zo masuk ke wilayah camp,terlihat jejeran terpal dan tenda luas tersusun rapat yang sangat luas.Warga pengungsi dan anak-anak yang sedang dalam kesibukannya sendiri.Kenzo mencari orangtuanya kesana-kemari.Hingga akhirnya ia bertanya pada salah satu anggota Organisasi Pembebasan Palestina tentang keberadaan orangtuanya.


"Permisi Mbak,bisakah saya bertanya?"Tanya Kenzo pada petugas OPP perempuan.


"Iya,ada yang bisa saya bantu?"Tanya balik petugas OPP.


"Saya mau mencari orangtua saya,dia sedang bertugas disini menjadi anggota OPP.Ini fotonya?"Kenzo menyodorkan layar HP-nya kepada petugas OPP itu.


"Oh Pak Ahmad dan Bu Fatimah ya,Mereka ada disana,di camp kesehatan masyarakat"Jawab petugas itu sambil menunjuk ke arah camp hijau.


"Makasih ya"Kenzo terburu-buru dan berlari menuju camp kesehatan


Sesampainya di camp kesehatan,tampak Ayah dan Ibunya sedang mengobati masyarakat.Kenzo memanggil mereka.


"Ayah....Ibu....."Kenzo mendekati kedua orangtuanya.


Kenzo yang sedang menyalami tangan Ayahnya sambil melepas rindu menjawab


"I..iya bu,Zo kesini karena kuliah sedang libur musim panas.Jadi Zo menyempatkan kesini"Tutur Kenzo jelas.


"Kamu itu sok berani nak,disini tempat bahaya,kan udah Ayah bilang jangan ikut"Ayah menasehati Kenzo.


"Gak papa kok yah,Zo gak takut.Ini kan negeri cahaya"Jawab Kenzo pada Ayah.


"Sudah mulai bijak ya sekarang,bahasamu sok klise"Jawab Ayah sambil mengelus kepala anak semata wayangnya itu.


"Hehehe...."Kenzo hanya nyengir.


Tiba-tiba ada yang menepuk pundak Kenzo dari belakang.


"Assalamuaalaikum...."Ternyata Anta,mengucap Sallam pada teman lamanya.


"Loh,Anta?Kamu kok ada disini?"Tanya Kenzo heran.

__ADS_1


"Saya kesini karena ada cuti kuliah.Dari Maroko ke Palestina kan dekat,jadi liburannya ke sini aja"Jawab Anta dengan sopan.


Setelah berbincang cukup panjang.Kenzo dan Anta pergi menyisiri daerah camp pengungsian di kota Ramallah,kota yang cukup aman dari sekutu.


Anta dengan outfit celana gombor dan pakaian putih mengenakan syal dengan corak bendera Palestina di lehernya.Dirinya adalah anak yang taat agama,Ayah dan Ibunya adalah pendakwah dan ahli agama.


Tidak terasa,malam hari pun tiba.Kenzo dan Anta duduk menatap langit dan keadaan sekelilingnya diatas batu besar dekat camp pengungsian.


"Gimana Zo dengan suasana disini?Beda ya dengan di Indo?"Tanya Anta sambil menatap langit.


"Iya,bahkan beda dari negara lainnya.Semuanya tampak berseri,bahagia dan senang walaupun hidup di negara konflik panjang ini"Jawab Kenzo.


Suasana disana kembali hening ketika datangnya malam.Rembulan menyinari negeri cahaya itu.Banyak orang ber-Tahajjud ketika malam tiba.Semuanya baik,sampai ketika....


"DUARRRR!!!"


Ledakan besar terdengar di ujung kota Ramallah,gemuruh dan huru hara terdengar,semuanya panik dan berlindung...


"Ketika konflik tidk berarti dibanding kebahagiaan


       Disitulah keimanan kita diuji"


-Winata03


 


 


 


 


 


 


 


 

__ADS_1


 


__ADS_2