Olm, Osa Si Salamander

Olm, Osa Si Salamander
Episode 36:Berjuang Sendirian


__ADS_3

Suasana di negeri itu yang sangat berbeda dari Indonesia, cuaca panas, tandus serta gersang. Tak banyak tumbuhan hijau disana. Orang-orang berkulit hitam dengan hijab dikepala bagi wanita mendominasi disana, tempat dimana Anggi akan belajar lebih dalam lagi tentang ilmu agama. Rabat, Maroko.


Sesampainya di kota Rabat, Maroko. Anggi seorang diri, atau mungkin dengan seorang lagi dalam kandungannya terlihat menaiki taksi dari Bandara Sale menuju apartemen yang sudah ia booking sebelumnya untuk tempat tinggal dia selama di Maroko. Dengan penampilan yang sangat berubah dari sebelumnya, kini remaja yang akan menjadi Ibu tanpa seorang suami itu menggunakan gamis panjang dan hijab menutup dada dengan warna monokrom.


Sesampainya di apartemen yang berjarak 5,5km dari Bandar Udara Sale, Anggi terlihat turun dari taksi dengan membawa tas dan koper bawaannya.


"شكرا (Shukraan)" Ucap Anggi berterimakasih kepada supir taksi sambil memberi uang 7Dh (Dirham Maroko) dengan Bahasa Arab yang masih sangat kaku.


Sesampainya di apartemen, Anggi langsung check-in dan masuk ke blok apartemennya. Didalam apartemen tersebut, ia membereskan barang bawaan dari dalam koper maupun tas miliknya untuk disimpan dalam lemari. Sambil membereskan barang bawaannya, Anggi terngiang kembali kejadian yang membuat masa depannya hancur. Memandangi dirinya melalui kaca besar didepannya yang mulai meneteskan air dari matanya, kini kedua tangannya menutup wajahnya seolah malu akan hal yang ia lakukan sebagai perempuan lajang.


"Ke...kenapa ini kejadian samaku?"


"Hidupku, masa depanku, karirku, hancur berantakan" Gerutu Anggi menyesali perbuatan bodohnya itu.


Di sepanjang malam itu ia hanya merenungkan kejadian yang menimpanya kala itu bersama Kenzo. Pakaian dan barang bawaan yang niatnya ingin disusun terbengkalai berserak di lantai apartemennya. Ia tertidur di lantai itu juga dengan mata sembab karena menangis.


Keesokan harinya, tepat pukul setengah lima pagi, Suara Adzan Subuh menggema di penjuru kota Rabah, membuat Anggi terbangun dalam tidurnya semalam.


"Eh, u...udah Subuh"


"Tapi....pakaiannya masih berantakan"


"Shalat dulu aja" Anggi bergegas untuk mengambil wudhu dan pergi shalat sebelum kembali membenahi barang bawaannya semalam.


Anggi beribadah dengan khusyuk dan berdoa dengan penuh permohonan kepada Sang Maha Penolong.


Ia yang saat di Jepang pernah berpenampilan dan lebih ekspresif, kini kembali menjadi pribadi yang tertutup dan tak banyak bicara. Pakaiannya yang sopan dan berwarna pucat menjadi penampilan baru baginya.

__ADS_1


Setelah selesai beribadah dan membenahi barang bawaannya, pada pukul setengah sembilan pagi, Anggi memutuskan untuk pergi ke Universitas Mohammed V untuk mendaftarkan dirinya menjadi Mahasiswa baru untuk mengambil kejuruan agama disana.


Untuk pergi ke tujuan, ia menggunakan jasa taksi online yang ia pesan melalui handphone-nya. Sambil menunggu taksi datang, Anggi menunggu di pinggir jalan dekat apartemennya dengan wajah lemas dan rasa mual.


Tak lama kemudian, taksi yang ia pesan pun tiba. Dirinya langsung bergegas ke kampus untuk segera mendaftarkan diri di tengah cuaca terik seperti ini.


Sesampainya di Universitas Mohammed V, Anggi langsung menemui Rektorat kampus untuk mendaftarkan dirinya menjadi Maba(Mahasiswa Baru) dalam periode (September-Desember) sambil membawa keperluan pendaftaran.


 


sekitar 20 menit berlalu, akhirnya Anggi keluar dari kampus dan berniat kembali ke apartemen karena merasa tak enak badan.


Anggi mulai sempoyongan, penglihatannya mulai buran dan rasa mual ia rasakan. Namun disaat ia menunggu taksi untuk kembali ke apartemen, tiba- tiba ada seorang pria menghampiri dan menyapanya.


"Assalamu'alaikum"


"Anggi? Kamu ngapain disini?" Tegur orang itu yang ternyata adalah Anta, teman SMA Anggi, Kenzo, Ucok dan Royan dulu.


"Eh Anta, te..ternyata kamu disini" Jawab Angggi pelan.


"Iya, aku sudah kembali dari Palestina dan aku memang kuliah di kampus ini"


"Kamu kenapa? Kok lemas kelihatannya?" Tanya Anta melihat kondisi Anggi yang lemas.


Melihat Anggi yang hampir pingsan, Anta akhirnya mengantar Anggi ke apartemennya dengan mobil pribadinya.


Sesampai di apartemen, Anta hanya mengantarkan Anggi ke depan lobby saja karena sifatnya yang agamis karena takut terjadi fitnah jika Anta masuk ke dalam.

__ADS_1


"Gi, aku anter sampe sini aja ya"


"Besok aja kita ngobrol"


"Kamu keliatan lemas dan perlu istirahat, jaga diri kamu ya"


"Kabarin aku kalo kamu perlu sesuatu" Melihat kondisi Anggi yang lemas, Anta tak mau banyak bicara dan membiarkan Anggi beristirahat dahulu.


Anta pun pergi dari lobby, begitupun dengan Anggi, ia langsung masuk kedalam apartemennya.


"Sa...sakit, perutku sakit" Tutur Anggi meringis kesakitan sambil memegang perutnya.


Bersambung...


 


 


 


 


 


 


 

__ADS_1


 


 


__ADS_2