Olm, Osa Si Salamander

Olm, Osa Si Salamander
Episode 32:Pengakuan


__ADS_3

Ketika mendengar hal itu, Kenzo terkejut dan terdiam sejenak. Dirinya yang tadi emosi tak karuan kini terpaku sambil menatap bingung Ayahnya.


"Maksudnya?"Kenzo bertanya pada Ayah dengan penuh kebingungan.


"Iya, kamu itu cuma anak angkat kami!"


"Kamu BUKAN anak kandung kami Kenzo!"


"Jadi kami tidak peduli dengan bagaimana kehidupan kamu setelah ini!"


"ANAK TIDAK TAHU DI UNTUNG!!"Tutur Ayah dengan tensi yang memuncak.


Kenzo hanya terdiam dan menggelengkan kepalanya pelan itu pun tidak bisa memberi tanggapan.


"Kenapa?"


"Kenapa kamu diam?!"


"Kamu itu anak pungut, Orangtua kamu dulunya tidak sanggup menafkahi kamu!"


"Makanya kami sebagai sukarelawan mengasuh kamu yang tidak tahu diri ini!"Jelas Ayah dan Ibu yang ternyata hanyalah orangtua angkat Kenzo.


Ibu hanya kesal dan sekaligus sedih. tidak bisa berkomentar dan bicara, hanya menangis melihat Kenzo yang sudah Ia pungut dari bayi yang ternyata ketika sudah dewasa justru membuat malu mereka.


Bukannya meminta maaf, Kenzo malah membentak kembali orangtuanya yang membuat rasa simpati keduanya tidak ada lagi kepada Kenzo.


"Aku juga nggak butuh kalian lagi!!"


"Kalian hanyalah orangtua yang tidak bisa mendidik anak"


"Hanya bisa menasehati anmun tidak memberi contoh baik!!"Bentak Kenzo kepada orangtuanya dan langsung menyiapkan pakaian lalu pergi keluar rumah itu.


"Aku gak akan kembali kerumah ini lagi!!"


"Aku bersumpah!!"Kenzo pergi dari rumah itu dengan emosi yang memuncak.


Kenzo pergi dari rumah dengan membawa tas dan koper yang berisi segala perlengkapan hidup dia.


\~\~\~\~\~\~\~

__ADS_1


Sementara disisi Anggi yang mengandung anak didalam rahimnya hanya menangis di sudut kamarnya menyesali perbuatan bodohnya itu.


Sementara Ibunya juga menangis melihat anak sekaligus keluarga satu satunya telah mengingkari janji dan kepercayaan Ibunya tentang pergaulan.


"Anggi, kamu telah merusak kepercayaan Ibu kepadamu!"


"Kamu sudah ngecewakan Ibu"


"Ibu malu punya anak sepertimu"


"Munafik! Buang wajah polosmu itu!"Bentak Ibu sambil menangis melihat ulah anaknya itu.


"Bu...Maafin Anggi..."


"Anggi gak sadar saat kejadian itu..."Jawab Anggi pada Ibu.


"Tidak sadar?"


"Apa kamu gak sadar selama ini berkencan dengan laki laki jahat itu?"


"Apa kamu tidur saat itu?!"


"Kamu sadar kan?!"


"Apa lagi yang mau kamu bela? Kamu sudah salah! Jangan memelas!"Tutur Ibu yang mulai emosi juga.


Ibu menjambak rambut Anggi yang panjang itu lalu membawanya kedalam kamar mandi dan menyiramnya dengan beberapa gayung ember.


Anggi hanya menangis dan terduduk didalam kamar mandi itu sambil memohon ampun pada Ibunya.


"Cusss..."Suara siraman air dari Ibu membasahi Anggi yang masih mengenakan pakaian tadi malam saat dia kencan.


"Mandi kamu!!"


"Kamu sudah mempermalukan kodratmu sebagai perempuan dan mempermalukan Ibu!"Ibu meluapkan emosinya sambil menyiramkan beberapa gayung air pada Anggi yang terduduk dikamar mandi.


Malam pun tiba, suasana dirumah Anggi kini sangat sunyi, seolah tidak berpenghuni. Ibunya masih tetap menangis di kamar hingga matanya membengkak.


Begitu juga dengan Anggi yang masih menangis meratapi nasibnya yang sedang mengandung itu.

__ADS_1


Lalu tiba tiba Kenzo menelepon Anggi melalui WhatsApp


"Ha..halo Gi"


"Gimana kabarmu?"Tanya Kenzo seolah tak ada masalah.


"Heh...brengsek!"


"Laki laki jahat, jangan telfon aku lagi!"Bentak Anggi sambil menahan tangisnya lalu mematiKan telepon dari Kenzo.


Keesokan harinya, hari yang dinginn dan gerimis membasahi pekarangan rumah Anggi dan Ibunya.Suasana masih tetap senyap, tidak ada yang memulai pembicaraan.Sampai akhirnya Ibu Anggi membuka pintu kamar Anggi.Terlihat Anggi duduk di bingkai jendela kamarnya sambil terkejut melihat Ibu yang masuk.


"Dengarkan Ibu bicara"Ibu membuka pembicaraan pada anaknya itu dengan nada tegas.


"Ibu gak mau kamu masih bergaul dengan pria itu"


"Kamu terpaksa harus Ibu kirim ke luar negeri"Ibu memerintahkan Anggi untuk tidak di Indonesia dulu dan mengirimkannya ke Maroko untuk mencari pekerjaan atau belajar ilmu agama disana.


"Ta...tapi Bu"


"Anggi kan sedang hamil"


"Tidak ada tapi tapi-an!!!"


"Jangan kamu gugurkan anak itu"


"Pergilah ke Maroko dan belajar agama dan tata pergaulan disana!"


"Biar kamu ngerti tatanan pergaulan"Jawab Ibu yang menolak pernyataan Anggi.


 


Akhirnya tanpa pikir panjang, 2 hari kemudian Anggi diberangkatkan Ibunya menuju Maroko untuk belajar agama dan mengubah dirinya menjadi lebih baik.


Kehidupan Anggi berubah drastis, ia harus hidup sendirian di negeri orang sambil membawa anak dalam kandungannya itu.Golden Clover redup didalam hatinya, tidak ada yang bisa dipercaya, diharapkan, di untungkan serta dicintai dari dirinya saat ini.


Bersambung...


 

__ADS_1


 


__ADS_2