
"Duar!!.....".Ledakan itu terdengar menggema memekakkan telinga penduduk kota Ramallah termasuk Kenzo,Anta dan rekan.
"Zooooo!!Kemari!!".Terdengar suara teriakan Ayah dari ujung pos jaga.
Kenzo dan Anta buru-buru berlari ke arah pos jaga tersebut dengan suara dentuman yang sangat keras dan mencekam.
Semua orang panik,malam itu terasa riuh.Terdengar juga suara jeritan anak-anak hingga orang dewasa menjerit kesakitan,entah karena apa.Mungkin karena terkena ledakan atau tertimpa puing bangunan yang hancur.
Terdengar juga suara gemuruh takbir dan ucapan dzikir dari warga sipil sekitar
"Allahuakbar!"
"اللهم احفظنا من كل الأخطار والعذاب
"allahum ahfizinana min kuli al'akhtar waleadhab"
(Ya Allah,lindungilah kami dari segala marabahaya dan malapetaka).Gumam mereka sambil berdo'a.
Akhirnya Kenzo sampai ke pos keamanan bersama Anta dengan selamat namun tergesa-gesa.Terlihat juga banyak anak-anak dan perempuan yang duduk termenung dalam ketakutan yang teramat sangat.Tapi,kemana pria sipil?hanya beberapa anak laki-laki saja yang ada disitu?
Pos itu dijaga ketat oleh angkatan militer dari Indonesia dan juga militer pembela rakyat Palestina,HAMAS.
Sambil duduk beralaskan terpal biru,Kenzo bertanya kepada sang Ayah
"Yah,kemana semua laki-laki dewasa disini,kok hanya anak-anak dan perempuan saja yang ada?"
"Paling hanya regu penolong seperti kita yang ada?"TAnya Kenzo kepada sang Ayah sambil menyilangkan kakinya yang sedikit terluka ketika lari.
"Sudah pasti mereka turun tangan"
"Walaupun mereka rakyat sipil,tapi ambisi bela negara mereka yang membuat mereka turun langsung"Terang Ayah.
"loh,memangmya tentara mereka kemana?"
"Harusnya mereka dong yang turun tangan?"Tanya Kenozo balik.
__ADS_1
"Masa Zo gak paham sih?"
"Militer mereka banyak yang berguguran,mati di medan perang karna kalah jumlah"
"Makanya sukarelawanlah yang ikut turun tangan untuk bela negara"Jawab Ayah tegas pada Kenzo.
Lagi-lagi Kenzo terpaku diam,menunggu apa yang tidak pasti ditunggu.
Kenzo berpikir sambil merenungi keadaan,ia berpikir bahwa konflik Palestina-Israel bukanlah hanya tentang konflik agama,tapi juga konflik negara dan juga keadilan terhadap wilayah kekuasaan yang bahkan memakan banyak korban,khususnya anak-anak tak berdosa.
Kenzo melirik sekelilingnya dan melihat wanita yang menggunakan pakaian dan burka serba hitam itu duduk termenung menatapi ledakan-ledakan yang terjadi diluar sana.Ya,dia adalah Khadijah,wanita yang diberikan makanan oleh Anta waktu itu,namun enzo tidak mempedulikannya sama sekali,Zo kembali terpaku.
waktu pun silir berganti,kericuhan malam dengan ledakan dan jeritan perlahan senyap,langit memancarkan untaian cahaya matahari yang sampai ke bumi dalam waktu 8 menit.
Beberapa masyarakat sipil mulai keluar dari pos jaga untuk kembali kerumahnya dan mengambil segala keperluan untuk dibawa kembali ke pos jaga.
Zo keluar beberapa meter dari pos jaga untuk mlihat keadaan,sedangkan Anta berada di pos sambil membantu regu penyelamat membagikan makanan pagi.
Zo yang berada 10 meter dai pos jaga melihat situasi disekitarnya yang sangat memprihatinkan,ia tak bisa berkata-kata.bangunan hancur dan runtuh hanya dalam semalam,bau mesiu menyerbak dimana-mana,matanya terbelalak kedepan dan melihat seseorang dibalik asap mesiu dengan jalan terpincang-pincang.
"Tolong!!!"
"Disana ada sesorang yang terluka!!"Jerit Zo pada salah satu petugas.
Karena suara Zo yang keras,semua orang yang berada di pos jaga melihat kearah orang itu yang berada segaris dengan Zo.
Namun tiba-tiba Khadijah yang melihat orang itu langsung menjerit memanggil orang itu
"!الآب
(Ayah!!!)Jerit Khadijah lalu berlari kearah orang itu yang ternyata Ayahnya Khadijah.
Khadijah berlari menghampiri Ayahnya yang terpincang-pincang,melewati Kenzo yang hanya diam dan....
"Dor!!!!"Suara tembakan menembus kepala sang Ayah
__ADS_1
Khadijah yang hampir mendekati Ayahnya jatuh terduduk karena terkejut.Zo segera bergegas menghampiri Khadijah dan menariknya kembali ke pos jaga,mereka juga hampir tertembak oleh sekutu yang berada di balik rerunruhan gedung dengan snpiernya.
Mereka berlari kembali ke pos dan segera dilindungi petugas.Penembak itu hilang entah kemana,yang jelas,menteri besar Palestina yang juga ayah dari Khadijah mati tertembak.
Khadijah menangis histeris melihat sang Ayah yang gugur didepan matanya sendiri.Suasana kembali keruh,penduduk sipil dipindakhan ke tempat yang lebih aman dengan mobil milik petugas secara bertahap,termasuk Kenzo,Anta dan Khadijah.
Sampailah mereka pada suatu lokasi yang amat terpencil tempat pengungsian warga sipil.
"Zo,cepat kamu kembali ke Jepang untuk kembali kuliah!!!"
"Ayah tidak mau kamu berada di tempat berbahaya seperti ini!!"Bentak Ayah marah pada Kenzo.
Zo hanya terdiam dan menuruti perkataan Ayahnya untuk kembali ke Jepang esok hari.
Khadijah juga akan segera dipindahkan ke Mesir untuk fokus ke masa mudanya untuk berkuliah disana atass usut pemerintah Palestna.
Keesokan harinya,Kenzo bersiap-siap kembali ke Negeri Sakura Jepang
"Yah,Zo izin balik ke Jepang ya"
"Ayah sama Ibu hati-hati,dan cepet balik ke Jakarta lagi ya"Kenzo berpamitan dengan orantuanya.
"Zo...aku juga mau pamit,mau kembali ke Mesir"Sahut Anta yang juga mau kembali ke Mesir.
"Oh ok ta,hati-hati ya kamu"
"Ohiya,apa perempuan itu juga ikut ke Mesir?"Tanya zo pada Anta sambil menunjuk ke arah Khadijah.
"Mmm...Iya,dia bakal kuliah di sana atas usulan pemerintah"Jawab Anta.
Perempuan bermata tajam itu kali ini menjadi sayu,matanya bengkak dan merah karena nangis semalaman atas tragedi kemarin.Kenzo merasa prihatin dengannya dan ingin mengenal lebih dalam dengannya,tapi wanita itu tertutup dan akhirnya mereka hanya kenal sebatas temu dan tak lebih.
- - -
Bersambung
__ADS_1