Olm, Osa Si Salamander

Olm, Osa Si Salamander
Episode 28:Ayah...Ibu...Kami Pulang!


__ADS_3

Kenzo bersama cem cem-annya(Anggi),Ucok dan Melody yang baru saja pulih dari insiden penembakkan itu akhirnya pulang ke Jakarta, Indonesia menempuh jalur udara selama 7,5 jam lamanya.


Perasaan senang terasa pada diri Kenzo dengan wajah berseri karena pulang dengan membawa hasil, lulus dari Tokyo University dan mewujudkan cita-citanya menjadi Arsitek. ditambah lagi ia pulang bersama Anggi, perempuan yang ia taksir dan sekarang menjadi pujaan hatinya.


Golden Clover mulai terpancar di benak mereka, walaupun tanpa "4 Petals Clover", tanpa seorang yang ikut berjuang dulu untuk beasiswa itu, Royan. Bukannya Golden Clover yang mulai terpancar, tapi malah sebaliknya, justru "Clover itu mulai membususk di hatinya". Ia mulai berjalan menuju kegelapan. Tapi tak seorangpun yang tahu saat ini.



Perjalanan di pesawat dari Tokyo menuju Jakarta masih setengah jam lagi, namun hari sudah pagi. Untaian cahaya matahari mengenai badan burung besi putih itu.



Anggi yang duduk bersebelahan bersama Kenzo masih tertidur di pundak tinggi Kenzo. Zo melirik wajah Anggi yang masih terlelap dan disinar benderangnya mentari. Zo tersenyum dan mengelus pipi pacarnya itu secara halus dengan punggung tanganya.


"Yang....Beby..."


"Bangun dong, kita sudah mau landing nih"Kenzo membangunkan Anggi dengan nada pelan.



Anggi mulai terbangun,mata kucingnya mulai terbuka. Matanya berbinar karena berair dan terkena pantulan sinar matahari pagi. Ia mulai mengangkat kepalanya dan melihat pria tinggi putih itu.


"Udah bangun?"Tanya Kenzo pada Anggi.\(Yaiyalah udah bangun,kan matanya udah kebuka Junaedi\-\_\-\)



Anggi hanya menganggukan kepalanya tanda menyetujui perkataan Kenzo. Ia tak menjawab mungkin karena sukma\-nya belum menyatu dengan raga.



Sementara di kursi belakang, Ucok dan Melody sama sekali tidak tertidur, mereka hanya diam terpaku, seolah banyak yang dipikirkan. Mungkin karena insiden penembakkan semalam. Melody menggenggam kedua tangannya sambil menggosokan keduanya tanda khawatir.Tangan kananya diperban, itu karena dia rutin beladiri dan mendapat banyak cedera dan itu sudah biasa bagi anak tomboy dan lantang itu.



Wajah bulat Ucok mulai menghadap ke arah wanita berambut sebahu itu, Melody. Melody meliriknya balik lalu langsung mengalihkan pandangannya.


"Kenapa?"Tanya Ucok datar.



"Gak"Jawab Melody singkat.



"Muka mu, kayak ada masalah aja"


"Kamu kenapa?"Tanya Ucok sekali lagi menambah penasaran atas jawaban singkat Melody.


__ADS_1


"Ya gapapa Cok!!"


"Jangan urusin hidup gue!!"


"Lu juga bukan siap\-siapa gue!"Bentak Melody atas keingintahuan Ucok.



"Yaudah sorry...sorry..."


"Aku kan cuma khawatir sama kau" Tidak seperti biasa,kali ini Ucok mengalah dalam perdebatan, padahal Ucok yang dikenal ceplas\-ceplos dan tak mau kalah dulunya.



Melody mendengar perkataan Ucok yang mengatakan kekhawatirannya atas dirinya. Namun ia kembali terdiam dan kini matanya mulai berkaca, pandangannya ditundukan.


\*Makasih sudah mengkhawatirkan aku Ucok, tapi aku lebih khawatir denganmu. Aku takut kalau kamu kenapa\-napa\*Melody bergumam dalam hati.



7,5 jam telah berlalu, akhirnya Kenzo, Anggi, Ucok dan Melody tiba di Bandara Soekarno-Hatta.Mereka turun dan membenahi barang bawaan masing-masing dan oleh-oleh untuk keluarga di rumah.


"Zo, kayaknya Ibuku sudah menungguku di depan Bandara, aku duluan ya?"Anggi pulang duluan karena sudah ditunggu oleh Ibunya di depan Bandara.


"Oh ok gapapa"


"Hati-hati ya, sallam sama Ibumu juga"Kenzo yang bersama Ucok dan Melody yang duduk di cafe Bandara mengizinkan Anggi pulang duluan, sedangkan ia dan yang lain akan pulang dengan taksi online.


"Tempatnya gak berubah ya?"


"Dari dulu gini-gini aja, cuma warnanya yang lebih cerah, mungkin baru di cat"Kenzo membuka pembicaraan.


"Bloon kali kau, kau baca coba nama cafe ini "Cafe Tempo Doeloe"


"Ya udah jelas suasananya dibuat jadul dan gak berubah"Jawab Ucok bijak.


"Wah, udah pinter ya sekarang, hihihi"Canda Kenzo pada Ucok.


"Maksud kau apa Zo?!!"


"Ko mau baku hantam samaku?!!"


"Ayok!!!" Ucok kesal dan mencoba menantang Kenzo yang berusaha mengganggunya.


"Hehehe....Iya maaf, aku cuma menghibur kamu kok" Jawab Kenzo sambil nyengir salah tingkah.


"Mmm...kayaknya taksi ku udah datang deh, aku duluan ya Zo, Cok"Melody pulang duluan karena taksi yang ia pesan tiba duluan.


Tak lama kemudian taksi Kenzo dan Ucok pun tiba.Ucok untuk sementara tinggal di rumah Kenzo selama seminggu karena ia akan pulang ke Medan Minggu depan.

__ADS_1


Dalam perjalanan, mereka berbincang-bincang tentang pekerjaan dan Ucok tidak memikirkan insiden penembakan itu sedikitpun, padahal dia yang menjadi target kejahatan Royan, si pelaku penembakkan.


"eh, Zo"


"Kamu habis ini mau niat kerja dimana?"Tanya Ucok soal pekerjaan Kenzo.


"Ayahku udah kasih rekomendasi aku buat gabung di perusahaan PTI.Architects"


"Mungkin nanti aku coba masuk kesana"Jawab Kenzo dengan yakinnya


"Kamu gimana Cok?"Tanya Kenzo balik.


"Mungkin aku bakal bekerja di staff kedutaan asing nanti"Jawab pria berbadan lebar itu.


"Jadi kita jarang ketemu dong nanti?"


"Sudah mulai sibuk sama urusan masing-masing"


"Sibuk menggapai Golden Clover"Tutur Kenzo dengan alis naik ke atas.


"Keknya iyasih"


"Aku yakin kok, kau sekarang udah punya percaya diri"


"Gak kayak dulu, sekarang kau berkarisma"


"Lagian kan juga ada Anggi, aku yakin kok, Anggi perempuan baik"


"Aku yakin dia bakal bisa gantiin aku untuk nemenin kau Zo"Ucok mempercayai Anggi sebagai sahabat sekaligus pasangan yang akan menemani Kenzo dimanapun.


                                                             ~~~~


Akhirnya Kenzo tiba di rumahnya bersama Ucok.Terlihat Ibu dan Ayah Kenzo sudah menunggu mereka di depan pagar rumah coklat milik Kenzo. Ibu dan Ayah sudah pulang dari Palestina untuk menolong warga disana sebagai anggota OPP waktu itu.


"Pah...Mah...Zo sama Ucok pulang.."Kenzo berlari dan langsung memeluk Ayahnya dengan erat.


"Zo rindu Ayah.....Ibu juga"Zo, Ayah dan Ibu saling sungkem karena sudah 4 tahun tidak bertemu.


Ucok hanya bisa melihat mereka sedang bercengkrama, ia terbayang akan orangtuanya yang belum bisa bertemu sampai sekarang karena beda lokasi.


"Eh,Ucok, ayo masuk, bawa barangmu dan mandi"Sahut Ibu Kenzo sambil mengajak Ucok kedalam rumah layaknya tamu.


                                                            ~~~~


Pada malam hari, Kenzo beserta keluarga dan sahabatnya Ucok sedang makan malam di meja makan sambil bercengrama mengenai pengalaman mereka di Jepang.Ayah tidak membedakan antara Kenzo dan Ucok, Dia mengajak kedua sahabat itu untuk bergurau sampai berdiskusi serius.


Malam itu hangat, walau dalam kesejukan gerimis hujan.


4 Petals Clover(Kenzo, Ucok, Anggi dan Royan) akan berpetualang dalam dunia barunya, ya, dunia pendewasaan diri.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2