Olm, Osa Si Salamander

Olm, Osa Si Salamander
Episode 37:Masuk ke Sekte Gelap


__ADS_3

Kita kembali ke sudut pandang gelap, ya, sudut pandang Royan, pemuda yang sudah ter-doktrin hasutan dendam sang Papa akan masa lalunya terhadap kembarannya,Fadlan.


Malam itu, di Science Center Observatory, Singapura. Royan bersama Akiko, Daichi dan Daiki, teman sekaligus "Geng" ilmuwan muda jahat selama Royan di Jepang dahulu, kini mereka berkunjung ke Singapura untuk reuni juga untuk berkunjung ke pusat laboratorium kimia..


Kedatangan mereka ke pusat laboratorium kimia adalah untuk menambah wawasan mereka, khususnya dalam bidang kimia dan ahli senjata biologi maupun zat kimia agar tujuan jahat mereka untuk menyalahgunakan ilmu mereka itu segera tercapai.


Terlihat Royan dan temannya yang sedang sibuk mengobrol bersama profesor ahli senjata kimia, Profesor Lee sedang membahas kandungan gas air mata yang biasa digunakan untuk membubarkan masa saat demonstrasi terjadi.


"The compounds used or suggested for use in tear gas are bromoacetone, benzyl bromide, ethyl bromoacetate, xylyl bromide, and α-bromobenzyl cyanide."


(Senyawa yang digunakan atau disarankan untuk digunakan dalam gas air mata adalah bromoacetone, benzyl bromide, ethyl bromoacetate, xylyl bromide, dan α-bromobenzyl cyanide). Tutur Profesor Lee menjelaskan isis senyawa yang terdapat dalam gas air mata yang sedang ia pegamg di tangan kananya.


"What is the impact if someone is exposed to tear gas?"


(Apakah dampak jika seseorang terkena gas air mata?). Tanya Royan kembali pada Profesor Lee.


"Tear gas triggers inflammation of the mucous membranes of the eyes, nose, mouth, and lungs. In general, tear gas is not deadly but some are poisonous. Usually, the effect will occur about 30 seconds after being exposed to the gas."


(Gas air mata memicu peradangan pada selaput lendir mata, hidung, mulut, dan paru-paru. Secara umum, gas air mata tidak mematikan namun ada yang beracun. Biasanya, efek akan timbul sekitar 30 detik setelah terkena gas). Jawab Profesor akan dampak yang dihasilkan oleh gas air mata.


"what is the most dangerous chemical weapon made by humans sir?"


(Apakah senjata kimia yang paling berbahaya yang pernah dibuat manusia, Pak?"). Tanya Aiko yang duduk menatap Profesor Lee dengan rasa ingin tahu tinggi.


"VX includes organic sulfur compounds and is classified as a nerve gas because it affects the nervous system transmission system of its victims."


(VX termasuk senyawa belerang organik dan diklasifikasikan sebagai gas saraf karena memengaruhi sistem transmisi sistef saraf korbannya.). Profesor Lee beralih untuk menjawab pertanyaan Aiko.


"VX in its basic form is odorless and tasteless. The form of the VX compound is like a brown oily liquid".


(VX dalam bentuk dasaranya tak berbau dan tak memiliki rasa. Bentuk senyawa VX seperti cairan berminyak berwarna coklat.). Lanjut Profesor Lee menjawab pertanyaan Aiko.


"Where are these weapons developed, sir?"


(DImana dikembangkannya senjata tersebut,Pak?) Tanya kembali Daichi pada Profesor Lee.


"The VX gas was developed in England in the 1950s and is very lethal. Because, once released, this gas takes a long time to evaporate."


(Gas VX dikembangkan di Inggris pada 1950-an dan sangat mematikan. Sebab, sekali dilepaskan maka gas ini membutuhkan waktu lama untuk menguap.)


"How long do these weapons pollute the air and what are the impacts if they are exposed to humans?"


(Berapa lama senjata ini mencemari udara dan apa dampaknya jika terpapar ke manusia?) Sambung Daiki bertanya kembali.


"If released in normal weather conditions, VX gas can last several days and in cold conditions it can even last up to several months."


(Jika dilepaskan dalam kondisi cuaca normal gas VX bisa bertahan beberapa hari dan dalam kondisi dingin bahkan bisa bertahan hingga beberapa bulan.)


"VX is also quick to react to its victims with immediate symptoms of poisoning a few seconds after exposure."


(VX juga cepat bereaksi terhadap korbannya dengan gejala langsung keracunan beberapa detik setelah terpapar.)


"and Symptoms of a person exposed to VX gas include a lot of saliva, shrunken pupils, convulsions, and chest tightness. Victims of VX usually die from suffocation and heart failure."


(dan Gejala orang yang terpapar gas VX misalnya banyak mengeluarkan air liur, pupil mata menyusut, kejang-kejang, dan dada terasa sesak. Korban VX biasanya tewas akibat tak bisa bernafas dan gagal jantung.) Jawab Profesor Lee dengan panjang nan lebar kepada pertanyaan dari anak muda penggila kimia itu.


"for more details, you can see the bonding of compounds in VX gas."


(Untuk lebih jelasnya. kalian bisa melihat ikatan senyawa dalam gas VX). Profesor Lee memperlihatkan mereka foto ikatan dalam gas VX.



Setelah berbincang cukup lama dengan Profesor Lee, akhirnya Royan, Aiko, Daichi dan Daiki mengakhiri diskusi dan tanya jawab mereka akan keingintahuannya dalam hal pembuatan senjata kimia.


Mereka pun akhirnya keluar dari laboratorium kimia itu dengan wawasan yang bertambah dan semakin terobsesi akan dunia sains.

__ADS_1


Dalam perjalanan mereka menuju hotel tempat Aiko, Daichi dan Daiki menginap di Singapura, mereka kembali membahas rencana mereka untuk membuat laboratorium pribadi mereka untuk menciptakan berbagai macam senjata kimia untuk tujuan jahat mereka.


"How is it possible that we can make our own private laboratory, because it requires a very large capital"


(Bagaimana mungkin kita bisa membuat laboratorium pribadi kita sendiri, karena itu membutuhkan modal yang sangat besar). Aiko yang duduk di kursi mobil yang dikendarai Royan membuka pembicaraan tentang pembuatan laboratorium pribadi itu.


"I also thought like that, it seems like we just decided to cancel that dream because it would be a waste of our money"


(Aku juga berpikir seperti itu,sepertinya kita putuskan saja untuk membatalkan mimpi itu karena akan membuang buang uang kita saja). Jawab Royan sembari mengendarai mobil Mercedes-Benz hitam miliknya.


Suasana di mobil seketika hening kembali. Terlihat Daichi dan Daiki yang tertidur pulas di kursi belakang mobil karena jarak laboratorium tadi cukup jauh dari hotel tempat Aiko, Daichi dan Daiki menginap.


Sampai akhirnya terlihat mobil sedan berwarna abu-abu membuntuti mobil Royan dari kejauhan. Royan yang sudah mulai menyadari keberadaan mobil itu dari spion mobilnya, mulai menancap gas mobilnya untuk mengelabui keberadaan mereka.


"Do you realize that?"


(Apakah kau menyadari itu?) Tanya Royan pada Aiko


"Yes, someone's following us"


(Ya, ada yang membuntuti kita) Jawab Aiko dengan wajah cemas.


Suasana dalam mobil kembali mencekam. Royan masih menancap gas sekencang mungkin agar terhindar dari mobil yang membuntuti mereka, sedangkan Aiko terus-terusan menoleh kebelakang mobil untuk memastikan mereka sudah tidak dibuntuti mobil itu.


Setelah beberapa menit kebut-kebutan dalam mobil, akhirnya mobil tersebut tak terlihat lagi dibelakang mobil mereka.


Merasa sudah aman, Royan yang mengendarai mobil tersebut, mereka berhenti ke pom bensin untuk mengisi bensin mobilnya yang sudah hampir kehabisan bahan bakar.


Royan pun keluar dari mobil untuk mengisi ulang bahan bakar bensinya di SPBU mandiri.


Ketika Royan sedang mengisi bahan bakar mobilnya, Aiko baru menyadari bahwa Sedan abu-abu itu terlihat dari kejauhan sedang menunggu mereka. seorang menggunakan jaket dan topi dan berpenampilan serba hitam terlihat dari sisi lain mobil Royan, sementara diluar pintu belakang mobil mereka terlihat seorang lagi memegang alat setrum untuk melumpuhkan lawan.


"Roy!!!" Aiko meneriaki Royan dari dalam mobil. Namun sayang, mobil tertutup rapat yang membuat suara Aiko tak terdengar dari luar.


"Crrrttt......" Alat setrum itu mengenai leher Royan yang membuatnya langsung pingsan ditempat.


Keempat remaja itu pingsan dan langsung dibawa oleh dua orang misterius yang mengendarai Sedan abu-abu tadi.


Entah kemana mereka pergi, yang jelas mereka dibawa jauh dari keramaian seolah tertelan dalam kegelapan.


                                                                  ~~~~


Sekitar pukul 8 pagi, Royan dan teman-temannya kini sudah mulai siuman dari kejadian semalam yang membuat mereka tak sadarkan diri. Walau sudah pagi hari, namun suasana tempat mereka siuman terlihat sangat gelap, lembab dan dingin.


"where are we?"


(dimana kita?). Tanya Royan yang baru siuman sambil memegang lehernya yang terbakar terkena setruman orang misterius itu semalam.


"I don't know, looks like we were kidnapped by mysterious people last night"


(Aku tidak tahu, sepertinya kita disekap oleh orang misterius semalam) Jawab Aiko yang sudah dari tadi siuman.


"What happened to us last night?"


(Apa yang terjadi pada kita tadi malam?) Tanya Daichi dan Daiki yang sudah tertidur setelah pulang dari laboratorium semalam dan tidak tahu apapun tentang kejadian semalam.


Aiko pun menceritakan seluk beluk kejadian semalam kepada si kembar berbadan besar itu. Sampai akhirnya dua bahkan lima dari orang misterius itu memasuki ruang tempat Royan dan temannya di sekap dengan penampilan serba hitam.


"are you awake?"


(Kalian sudah sadar?) Tanya pemuda berambut panjang dan pirang dengan perawakkan jutek kepada Royan dan temannya..


Tak satupun dari mereka yang menjawab, bahkan Royan memandang kelima orang itu dengan wajah marah. Sepertinya mereka komplotan Eropa-Asia, terlihat dari postur tubuh tinggi dan rambut yang kepirangan.


"Duak!" Suara tendangan kaki salah satu pria misterius itu yang mengenai pipi Royan.

__ADS_1


"Don't look at me with your stupid face, dude!!"


(Jangan lihat aku dengan wajah bodohmu!!). Bentak pria berbadan tinggi besar dan bermata buta sebelah itu dengan nada keras.


"Who are you ?!"


(Siapa kalian?!). Tanya Aiko pada mereka dengan lantang.


"Calm down, we are not bad people. We want you to fulfill your dreams"


(Tenanglah, kami bukan orang jahat. Kami ingin kalian mewujudkan mimpi kalian). Jawab pria misterius lainnya yang memiliki mata biru dan kepala plontos.


"Look, we didn't tie you up with a rope, right? Hahaha"


(Lihat, kami tidak mengikat kalian dengan tali kan? Hahaha) Sahut kembali pria berambut hitam belah tengah dengan kulit putih kemerahan.


*"Previously, my name was Netan. The man with the middle hair was Lay, the one with blue eyes was James the one who kicked you was Kane and the one with long hair is Ace"


(Sebelumnya perkenalkan namaku Netan.Pria  berambut belah tengah itu Lay, yang bermata biru itu James,yang tadi menendangmu adalah Kane dan dia yang berambut panjang adalah Ace.). Netan memperkenalkan masing-masing anggotanya.


"I am the leader of this group. We value science and glorify science."


(Aku adalah pemimpin kelompok ini. Kami menjunjung tinggi ilmu sains dan mengagungkan ilmu sains)


"We know you want to make chemical weapons from your chat while in the lab last night. That's why we want to recruit you to become your members"


(Kami tahu kalian ingin membuat senjata kimia dari obrolan kalian kalian sewaktu di laboratorium semalam. Makanya kami ingin merekrut kalian menjadi anggota kalian). Tutur Netan kepada Royan dan teman-temannya dan mengajak mereka bergabung kelompok Netan


"What group is it?"


(Kelompok apa ini?). Tanya Daichi pada Netan.


"Rebel groups, terrorists"


(Kelompok pemberontak, *******). Jawab Netan sambil tersenyum jahat.


Sontak Royan dan teman-temannya terkejut akan hal itu dan langsung menolak tawaran itu dengan keras.


"Not! We don't want to be terrorists, we just want revenge on the people we hate!!"


(Tidak! Kami tidak ingin menjadi *******, kami hanya ingin balas dendam pada orang yang kami benci). Bentak Aiko menolak keras ajakan Netan.


"The reason we are forcibly arresting you is so that you want to become our members, you must !!"


(Alasan kami menangkap kalian secara paksa adalah agar kalian mau jadi anggota kami,harus!!). Netan membentak kembali Aiko dan memaksa mereka bergabung kelompok ******* Netan.


Kericuhan pun terjadi, Royan, Aiko, Daichi dan Daiki memaksa untuk keluar dari tempat tersebut namun dihadang oleh kelompok ******* Netan. Mereka malah mendapat siksaan seperti tamparan, kejutan listrik bahkan pukulan dan mencoba mencuci otak keempat remaja itu dengan hasutan jahat dan perkataan yang membuat mereka semakin terjerumus dalam kegelapan.


"Your choice is to join or die!"


(Pilihan kalian adalah bergabung atau mati!) Bentak Ace sambil melihat Kane yang sedang memukuli Daichi dan Daiki secara brutal.


Penyiksaan dan pencucian otak terjadi selama satu jam tanpa henti dan membuat Royan dan teman-temannya babak belur dan tak berdaya.


Royan yang tak berkutik dengan luka di sekujur tubuhnya hanya bisa melihat temannya yang disiksa dan Aiko yang menangis, lalu memikirkan hasutan jahat mereka yang membuatnya berubah pikiran.


"OK! We will join you in releasing the fools around us for revenge"


(Baiklah! Kami akan bergabung dengan kalian melepaskan orang-orang bodoh di sekeliling kami demi balas dendam). Royan yang tertunduk sambil mengatakan itu seolah sudah sudah berubah menjadi lebih jahat lagi.


Sedangkan Aiko, Daichi dan Daiki hanya bisa pasrah dan mengikuti paksaan mereka untuk selanjutnya menjadi kelompok ******* jahat Netan.


Penyiksaan dihentikan, Royan dan teman-temannya semakin terjerumus dalam kegelapan. Melupakan segala kebaikan dan menjadi penjahat kedepannya.


Wajah rupawan Royan kini berubah menjadi wajah penjahat bengis dengan luka sobekkan dari penyiksaan itu di pipi kirinya dengan perawakkan bak penjahat.

__ADS_1


Akankah Royan mampu membalas dendam masa lalu Papa-nya kepada Ucok atau bahkan menjadi ******* kriminal untuk orang banyak?


Bersambung...


__ADS_2