Olm, Osa Si Salamander

Olm, Osa Si Salamander
Episode 27:Teror


__ADS_3

Setelah menunggu lama,akhirnya dokter keluar dari ruang operasi Moelody dan mempersilahkan Ucok untuk masuk ke ruangan.


Ucok pun masuk kedalam ruangan tempat Melody dirawat.Terlihat Melody masih dalam pengaruh obat bius pingsan.Dia belum sadarkan diri.Ucok menatapnya dalam-dalam dengan wajah serius dan penuh tanda tanya,tidak seperti biasanya.


"Siapa dia?"


"Waktu aku dalam bahaya,pasti dia selalu nolong aku"Gumam Ucok dalam hati sambil mendekat dan duduk di sebelah kasur Melody.


"dan kenapa sama aku?"


"Aku salah apa rupanya?


"Apa kata-kata ku yang ceroboh ini membuat seseorang sakit hari sama aku?"Lanjut Ucok dalam gumamnya.


"Lama kali sih Kenzo datang,cuman dia yang bisa memberi solusi padaku"


"Zo....kali ini aku benar-benar dalam masalah"


Ucok tidur di rumah sakit sambil menjaga Melody,ia tidur di samping kasur Melody yang terdapat sofa kecil berwarna coklat berbahan bludru.Dengan menggunakan pakaian kaus hitam yang dikenakan sejak pagi tadi dan muka yang kumal,lemas,bingung,Ucok pun terlelap


 


Keesokan harinya,Ucok masih terlelap saat jam 07.00 pagi.Tiba\-tiba terdengar suara rintihan sakit dari seseorang dan memanggil Ucok.


"U.....cok...."Ya,itu Melody yang sudah siuman.Memanggil Ucok yang tertidur lelah di sofa coklat itu sambil menahan sakit bekas tembakkan semalam.


Ucok pun terbangun,dengan mata yang masih kabur karena baru bangun tidur,melihat bayangan Melody yang memanggilnya.Perlahan mata Ucok terbuka dan pengelihatannya mulai jelas,ia melihat Melody dan langsung bangun dari posisi tidurnya.


"Eh?Kau udah bangun Mel?"Tanya Ucok heran.


"S...sakitt....."Rintih Melody karena masih terasa sakit.


Ucok pun memanggil dokter,turun ke lantai 1 dengan terburu\-buru lalu naik kembali.


"Sebentar aku panggilin dokter"


Dokter pun datang dan memberi anastesi lagi pada Melody agar rasa sakit bisa segera reda.


"Gimana Mel?Masih sakit?"Tanya Ucok pada melody setelah diberi anastesi pada dokter.


"Sudah enggak terlalu kok sekarang"Jawab melody dengan wajah pucatnya.


"Baguslah"


"Eh...ngomong\-ngomong,yang semalam itu kok kamu bisa tahu sih aku dalam bahaya?"


"Bahkan kau udah 2 kali loh nolongin aku"

__ADS_1


"Kok kamu bisa tahu ya aku dalam bahaya?"Tanya Ucok mengenai peristiwa semalam.


"Jadi sebenarnya,aku udah curiga semalam diluar ruang wisuda itu"


"Aku ngeliat orang pake jubah hitam itu lagi,memang sih gak bawa senjata tajam"


"Tapi aku liat tangannya yang masuk kantong itu seperti memegang sesuatu"Jelas Melody.


"Terus terus?"


"Kamu kok tahu dia mau nembak aku?"Tanya Ucok kembali.


"Itu....waktu kita di dalam ruangan,aku melihat orang itu di atas jendela luar ruangan"


"Ngintip gitu"


"dan saat kamu naik ke mimbar,dia malah menjulurkan pistolnya ke arahmu"


"Ya...aku dorong kamu.Eh malah aku yang kena"Jelas Melody kembali.


"Tapi siapa ya dia?"


"di Jepang aku gak punya banyak temen,masa iya ada yang gak suka sama aku?"Ungkap Ucok.


"Bodoh kamu!"


"Kalau bisa aku jerit,sekarang pun aku bakal jerit di kuping kamu sambil bilang "Bodoh""Jawab Melody dengan nada kesal namun tetap menahan karena kondisinya.


"Tapi orang yang kamu kenal baik"


"Kemungkinan nih ya,tapi aku juga gak yakin sih."


"Kemungkinan orang itu Ro...."Belum selesai Melody mengatakan orang itu,tiba\-tiba....


"tok...tok..tok..tok"Suara ketukkan pintu ruangan Melody.


"どうぞ入ってください\(Silahkan masuk\)"Jawab Ucok pada orang yang mengetuk pintu.


"Cklek",orang itu membuka pintu dan ternyata itu adalah Kenzo dan Anggi yang datang untuk menjenguk Melody.


"Eh,Kenzo,Anggi.Masuk aja"Melody mempersilahkan mereka masuk.


Kenzo dan Anggi duduk di kursi coklat bludru menggunakan outfit couple ala anak alay yang bucin\-bucin gitu.Mengenakan baju swater tebal bertuliskan "We Love Each Other".


"DIh,nii dua orang napa sih?"


"baju sama,duduk mempet\-mempet kek mau nyebrang aja"Cetus Ucok.

__ADS_1


"eh...eh..eh...."


"Buncit diem dong,kami disini mau jenguk Melody"Jawab Kenzo bernada canda.


"Yang!"


"Kamu kok gitu sih sama Ucok!"Bentak Anggi pada Kenzo dengan sebutan "Yang"\(Pala lo peang\).


"Yang?"


"Kalian cem cem an ya"


"Pacaran gitu kan??"Tanya Ucok kepos memecahkan suasana sedih sejenak.


"Ng....anu..."Anggi salting.


"Iya,emang napa hah?"Jawab Kenzo terus terang.


"Ulululuhh...."


"GEMOYYYY~~~"


"ZoGi...Zozo dan Anggi"


"Udah berapa lama?dimana nembaknya?Penasaran deh"Tanya Ucok sambil mengganggu mereka berdua.


"Udah deh diem,biasa aja kali"


"Eh..Mel,gimana kondisimu?"


"Aku denger semuanya dari Ucok semalam nelpon aku"Tanya Kenzo pada Melody.


"Aku udah membaik kok Zo"Jawab Melody pelan.


"Hmmm...Bagus kalo gitu"


"Ohiya,Aku mau ngucapin selamat ya buat kita karena udah menyelesaikan study S1 di Jepang sesuai jurusan"Anggi memberi selamat pada dirinya dan teman\-temannya.


"Eh,kemana Royan,udah lama banget gak jumpa?"Tanya Kenzo soal Royan


"Waktu wisuda dia nggak dateng,katanya sih sekarang dia udah pergi ke tempat Ayahnya di Singapur"Jawab Ucok dengan polosnya.


"Bener sih,aku mikir juga gitu.Karena kita udah selesai kuliah disini,aku saranin kita untuk balik ke Jakarta lagi aja,takutnya orang yang meneror Ucok masih ada disini"Kenzo memberi saran untuk kembali ke Jakarta segera.


Semuanya setuju dengan saran Kenzo untuk kembali ke Jakarta secepatnya.


Setelah Melody sembuh,mereka pun mulai bersiap\-siap untuk kembali ke Indonesia.Kenzo,Anggi,Ucok dan Melody akhirnya kembali ke Indonesia tanpa satu kelopak clover lagi,yaitu Royan.

__ADS_1


***Bersambung***


 


__ADS_2