Olm, Osa Si Salamander

Olm, Osa Si Salamander
Episode 35:Selangkah Lebih Jauh


__ADS_3

Setelah mendengar perkataan Ayah Kenzo dengan menyatakan bahwa ia bukan anak dari kedua orangtua nya, Kenzo hari itu juga mengemasi pakaian dan barang-barangnya untuk segera hengkang dari rumah tempat ia dibesarkan oleh Ayah dan Ibu tanpa bertanya kejelasan pasti dari sang Ayah akan statusnya dalam keluarga tersebut.


                                                                      ~~~~


Suasana di tempat itu lumayan sepi, angin sepoi-sepoi menghembus dedaunan pohon lebat di pinggir jalan.Bunga warna-warni menghiasi kota itu. ya, Bandung, kota kembang.


Hari itu juga Kenzo berangkat ke Bandung menggunakan bus dari Jakarta.Ia berniat untuk merubah hidupnya lebih mandiri.Ia merasa bahwa sekarang dirinya sebatang kara karena satu kesalahan yang membuat semuanya berubah secepat kilat.


"Hmm...."


"Ntah apa maksud orangtua itu semalam"


"Hanya karena kesalahanku pertama kali mereka sampe segila itu"


"Emang gaada yang beres" Gumam Kenzo pelan sambil menghisap ujung rokok dan nongkrong di pojokan taman dan bersandar di pohon dengan latar hijau yang rindang.(Eh udah ngerokok aje nii orang _-)


"Aku juga lebih bagus bukan anak mereka"


"Siapa juga yang mau punya orangtua tegang urat begitu" Kenzo kembali bergumam sambil tertawa pelan dan lanjut menghisap puntung penyakit itu.


Tiba-tiba seseorang menghampirinya yang sedang beristirahat di bawah rindangnya pohon di taman kota itu.


"Zo?"


"Ini elu?" Sahut seseorang yang berdiri di hadapannya yang sedang bersantai.


"Eh, Melody" Kenzo menoleh keatas dan melihat ternyata Melody yang memanggilnya


"Lu kok disini?" Tanya Kenzo pada Melody.


"Hihihi..."


"Aku baru tiga hari yang lalu pindah rumah, soalnya Papa ku ada tugas di Bandung, jadi kami ikut Papa deh" Tutur Melody pada Kenzo.


"Eh, ngomong-ngomong kamu ngapain di Bandung Zo?"


"Terus itu ngapain ngudut rokok?!"


"Gue lapor emaklu ye!" Tanya Melody dengan ekspresi terkejut terheran-heran pada Kenzo.


"Ah, repot lu"


"Banyak nanya"


"Gue gak punya orangtua, mereka yang di Jakarta bukan orangtua gue" Tutur Kenzo menjelaskan singkat soal keluarganya


"Udah, lu mau bantu gue gak?"


"Yaudah deh"


"Bantu apa?"


"Gue gak mau ya lu manfaatin"


"Gue tampol lu!" Jawab Melody dengan garang.

__ADS_1


"Ya nggak lah"


"Ya kali gue mau sama tomboy kek elu"


"Gue mau nyari tempat kerja niih"


"Kalo bisa yang berhubungan sama arsitek atau desain konstruksi lah"


"Basic gue disitu soalnya" Kenzo meminta bantuan kepada Melody untuk mencari pekerjaan yang sesuai di Bandung.


"Hmmm....Konstruksi ya..."


"Gue ada sih temen, dia anak sipil, mau aku kenali gak?" Tawar Melody.


"Ya mau lah, ayo anterin gue buruan" Kenzo menerima tawaran Melody.


"Tapi lu bakal tinggal dimana? Lu kan sendirian disini?" Tanya Melody soal tempat tinggal Kenzo di Bandung.


"Ck...Gausah mikir itu, gue laki bisa tinggal dimana aja"


"Sekarang anterin gue ke tempat temen lu cepet"


Kenzo dan Melody pun bergegas menuju tujuan dengan kendaraan pribadi si tomboy Melody.ya, MoGe 😏


Dalam perjalanan, Melody yang mengendarai motornya dan Kenzo berada di boncengan belakang sambil membawa koper di pangkuannya.


"Gimana Zo?"


"Aman gak elu di belakang?" Tanya perempuan berjaket kulit hitam dengan helm ala anak MoGe


"Gila lu, cewe apaan sih lu"


"Udah, tenang aja di tumpangan"


"Ntar lagi nyampe nih"


Setelah menepis cuaca, menembus angin, akhirnya Kenzo dan Melody tiba di tempat tujuan. Yaitu kantor tempat teman Melody bekerja.


Mereka langsung bergegas masuk ke gedung 5 lantai tersebut untuk menemui teman yang ingin di mintai bantuan oleh Kenzo.


Sesampainya di lantai 5, mereka langsung bertemu dengan teman Melody dan berbincang mengenai pekerjaan untuk Kenzo.


"Eh Don, kenalin ini temen gue waktu kuliah dulu, namanya Kenzo" Melody memperkenalkan Kenzo pada temannya Doni.


"Oh hallo, salam kenal, namaku Doni" Doni berjabat tangan dengan Kenzo.


"Hay, salam kenal, namaku Kenzo" Jawab Knezo menerima sapa dari Doni.


"Oh, sebelum kita bincang-bincang, ikut aku ke ruangan ku biar lebih enakan dikit ceritanya" Doni mengajak Melody dan Kenzo menuju ruang kerjanya.


Sesampainya di ruangan, Doni menanyakan alasan mereka kemari.


"Jadi, ada perlu apa kalian datang ke kantor?" Tanya Doni.


.......(Kenzo dan Melody diam dan berharap ada yang membuka jawaban duluan)

__ADS_1


"Eh, lu jelasin dong, kan elu yang perlu!"


"Gimana sih!" Bentak Melody atas sikap plin plan temannya Kenzo.


"Iya iya"


"Jadi gini...Pak"


"Saya perlu pekerjaan untuk kebutuhan saya selama di Bandung"


"dan pekerjaan saya menjurus ke arsitektur atau dalam bidang konstruksi Pak"


"Apakah Bapak punya lowongan buat saya?" Tanya Kenzo dengan sopan.


"Eh, gausah panggil saya "Pak", panggil Doni saja" Jawab Doni soal nama panggilannya.


"Eh, iya Don"


"Oh, jadi mau nyari kerjaan yang berkaitan dengan konstruksi ya?"


"Kamu boleh kok jadi assisten arsitek saya"


"Tugasnya gak jauh beda kok dengan arsitek pada umumnya, hanya saja kamu dipimpin oleh pimpinan arsitek itu sendiri"


"Mau?" Tutur Doni sambil memberi tawaran pada Kenzo.


"Mau Pak, saya terima pekerjaan ini" Kenzo menerima tawaran dari Doni dengan semangat.


"Ok, tapi kamu ikut masa percobaan dulu ya selama 3 bulan"


"Baru setelahnya bisa jadi karyawan tetap di perusahaan ini" Tutur Doni.


"Siap Pak, eh Doni!"


Setelah melamar pekerjaan di tempat tadi, akhirnya Kenzo di terima kerja oleh Doni dalam bidang yang ia kuasai.Namun ada masalah baru, yaitu tempat tinggal Kenzo selama berpetualang di Bandung.


"Yaudah Zo"


"Udah malem nih, gue mau pulang"


"Elu tinggal mana jadi? Sorry gue gak bisa ngajak lu ke rumah"


"Soalnya bokap gue galak" Melody mau segera bergegas pulang karena waktu sudah menunjukkan pukul 9 malam.


"Ohiya gue lupa, gue ada kos-kos an punya Bokap yang lagi kosong, lu mau pake gak"


"Tapi ya....bayar gitu" Tawar Melody pada Kenzo untuk mengisi kamar kos milik orangtuanya.


"Nanti aku bilang Bokap buat nurunin harga deh, gimana?" Tawar Melody kembali.


"Oh yaudah, aku masih ada tabungan dulu waktu hasil kerja PPL di Jepang" Kenzo menerima tawaran Melody.


Akhirnya kehidupan Kenzo berubah, ia dituntut untuk lebih mandiri karena sekarang ia hidup sebatang kara. Ntah mana sebenarnya orangtua asli Kenzo, mungkin dia masih belum mau berpikir untuk itu.


Kenzo dan Melody kembali ke rumah sekaligus kos an yang tak jauh dari rumah Melody mengendarai MoGe nya tadi yang dibawa Melody dengan kecepatan tinggi.

__ADS_1


"PELAAAAAANN WOOOOYYY!!!!!!!" Teriak Kenzo sepanjang perjalanan yang penuh penderitaan itu.


Bersambung...


__ADS_2