
Pagi ini yuki tetap bangun pagi pagi sekali, walau pun semalam sudah begadang sampai larut malam. Bagaimana mungkin yuki bangun siang ? sedangkan dia tadi malam sudah terlanjur berjanji kepada mazako di chat, untuk menemani mazako pergi jalan jalan. Sebenarnya yuki juga tidak mau ikut jalan jalan bersama mazako saat ini, tapi bagaimana mungkin yuki begitu ? dia saat ini harus menepati janji nya ke pada mazako. Ya.... walau pun bukan karena mazako sahabat nya saja, melainkan dia menepati janjinya karena hadiah misterius itu yang membuat yuki semakin penasaran.
#flasback on
Chat yuki dengan mazako semalam yang membahas tentang jalan jalan.
"Yuki, besok aku ajak kamu jalan jalan ya ? aku mau kali kali jalan jalan bersama mu." ajak mazako kepada yuki lewat chat.
"Hah besok ? kenapa harus jalan jalan di hari libur sih ? kan kalau di hari libur aku bisa rebahan semau ku, tapi kalo di ajak jalan jalan untung nya apa coba buat aku ?" balas yuki sambil cemberut.
"Ya kan kalau di hari libur kita ngga terlalu sibuk sama urusan sekolah, dan juga kita kalau pulang sekolah tau sendiri kan ? pulang nya aja siang bangett..... udah ngga siang lagi deh dah mau sore. Pasti ada ke untungannya kok buat kamu, aku pastiin kamu kalau jalan jalan sama aku ngga bakal nyesel."
"Owhh ya ? bisa di pegang ngga tuh kata katanya ? emang keuntungannya buat aku apa coba ? kamu mau traktir aku belanja ? atau cuma mau traktir makan ? kalau cuma itu doang mah aku juga bisa kok beli sendiri. Sultan mahh bebasss wkwkwk, bercanda aja kok aku. Ya kalau kamu mau traktir aku pasti nya aku kan ngga rugi juga, yaaa itung itung irit uang jajan lah." ejek yuki sekaligus membuang pikirannya yang saat itu merasa jadi sultan.
"Yaampunn yukiiii masa kamu ngga percaya sama aku ? aku beneran kok bakal tepatin kata kata ku. Lagian juga siapa sih yang mau traktir belanja atau pun traktir makan kamu nanti aku malah rugi."
"Lohhh kalau ngga mau traktir aku, kok kamu malah bilang aku ngga bakal rugi kalau jalan jalan sama kamu ? tuh kan pasti kamu cuma boong aja kan.... jangan ngibulin aku, sorry ya aku kan bukan anak kecil lagi." yuki membalas dengan muka merajuk dan juga kecewa.
"Ya intinya aku dah siapin buat kamu hadiah terbaik dari traktiran. Ya udah aku pasti kan ngga akan ada penyesalan juga kok saat kamu tau hadiah nya." balas mazako sedikit misterius, yang membuat yuki jadi penasaran dengan apa hadiah yang akan di berikan mazako kepadanya.
"Emang nya apa an sih isi hadiahnya ? jangan buat aku jadi penasaran gini dong." balas yuki penuh kepenasaran akan hadiah yang di berikan oleh mazako.
"Ada dehhhh kalo emang kamu mau tauuu ya ikut aja udah. Ikut aku jalan jalan aja lagian juga buat refresing juga kan ?" bujuk mazako yang semakin membuat yuki semakin penasaran.
"Tapi..... beneran yaaa kamu harus tepati perkataan mu tadi." yuki membalas untuk meminta persetujuan dari mazako.
"Ok, janji deh aku. Kalau gitu besok kita berangkat jam setengah 7 aja ya ? nanti kamu kerumah ku aja dulu, dari rumah kamu berangkat paling telat jam setengah enam ya ? nanti kalau kamu dah sampai rumah ku, aku langsung bawa kamu ke suatu tempat, dan juga aku bakal tunjukin deh hadiah buat kamu. Gimana yuk setuju kan ?" tanya mazako kepada yuki.
"Wagelasihhh masa iya aku harus bangun pagi pagi, trus aku ngapain juga harus ke rumah mu dulu. Ingettt yaaa, besok itu hari liburrr jadi aku setidak nya harus rebahan dulu dong." jawab yuki tak setuju kepada perkataan mazako.
"Jangan tidur mulu dong yuk, kamu tuh jadi anak muda harus semangatt. Kamu kerumah ku dulu, biar aku bisa boncengin kamu naik sepeda ku. Kan sekarang pasti kaki kamu juga belum terlalu sembuh kan ? jadi jangan susah di bilangin deh yuk. Udah kamu nurut aja sama aku, aku udah perhitungin kok waktunya." jelas mazako.
"Iya sih kaki ku juga belum terlalu pulih, tapi jangan terlalu pagi....." yuki mengeluh.
"Yaudah kalo kamu ngga mau hadiah nya juga ngga apa apa aku juga ngga rugi. Nanti aku mau ajak kamu keliling liling di sekitar komplek ku sampai komplek mu sih, ya biar kamu tau sedikit dikit tentang sekitaran wilayah mu ehh tapi kamu ngga mau yaudah." pamer mazako kepada yuki supaya yuki tak menolak.
"Ehhh jangan gitu dongg, aku pasti usahain bisa jalan jalan sama kamu. Ya itung itung aku nemenin kamu jalan jalan tapi juga dapet hadiah, ngga rugi juga kok aku." jawab yuki terpaksa.
"Ok kalau gitu aku tunggu kehadiran mu." balas mazako dengan senang hati.
"Iya, kalo gitu aku tidur sekarang aja ya takutnya ngga bisa bangun beso pagi nya bye byeeee."
"Ok, selamat malam."
yuki segera menyetel alarm di hp nya dan segera pergi tidur.
__ADS_1
#flasback off
"Kenapa coba aku harus janji sama mazako sih, tersiksa kan sekarang aku. Huh kalo bukan karena hadiah misterius itu aku juga ngga mau ikut jalan jalan." yuki duduk di kasur sambil ngomel ngomel dan juga cemberut.
Karena yuki bangun tepat jam 5 pagi maka yuki memutuskan untuk segera bergegas. Yuki tidak mandi dahulu saat mau pergi, karena baginya jam 05.00 pagi di waktu libur adalah jam tidurnya, lagian juga udaranya saat itu sangat lah dingin karena saat itu sedang musim gugur yang artinya senbentar lagi akan ada musim dingin. Yuki hanya mengenakan jaket yang tidak terlalu tebal tapi cukup hangat dan juga hanya menyemprotkan beberapa semprot parfum ala khas yuki.
Sebenarnya luka nya belum benar benar pulih, bahkan memarnya pun juga belum begitu menghilang. Tapi karena sudah terlanjur janji kepada mazako dan juga karena hadiah itu, makannya dia akan tetap berangkat. Yuki keluar dari kamar nya dan mengunci pintu kamarnya. Dia turun ke bawah dan jalan ke arah pintu kamar mama papa nya untuk pamit terlebih dahulu. Yuki mengetuk kamar papa dan mama nya, mendengar ada ketukan dari pintu kamarnya mama yuki membuka pintu dan mengechek siapa yang mengetuk pintu kamar nya.
"Yuki, kenapa nak ? pagi pagi gini tumben udah bangun dan juga dah rapi gitu, mau kemana memangnya kamu ?" tanya mama yuki curiga.
"Aku mau kerumah temen ku mah, aku dah ada janji. Katanya dia mau ajak aku jalan jalan." yuki menjelaskan.
"Temen mu yang mana yuk ? perempuan atau cowo ? yakin itu temen mu ? apa jangan jangann....." mama yuki belum selesai bicara, yuki sudah memutus nya.
"Apaan sih maaa, jangan curigaan gitu lah. Lagian juga kalo aku kasih tau siapa orang nya mama juga gk bakalan tau kan siapa orang nya ? udah ya ma aku buru buru." yuki mengelak dan langsung memutarkan badannya. Segera mama yuki menarik kerah jaket yuki, yuki pun berhenti berjalan dan memutar badannya kembali ke arah mama nya.
"Ya setidaknya kamu kasih tau mama dong..... nama nya siapa ? trus cewe apa cowo, owhhh iya juga rumah nya dimana. Nanti kalo kamu kenapa kenapa kan mama bisa langsung je rumahnya." kata mama yuki khawatir.
"Nama nya tu mazako, pastinya dia cewe lah orang nama nya juga mazako. Kalau alamat rumah nya nanti aku shereloc ke mama aja, kalau yuki lupa shereloc nanti mama tinggal tanya ke pak supir aja tuh yang nanti bakalanan nganter yuki. Udah ya maa dahhh." kata yuki menjelaskan dengan muka nya yang datar. Langsung lah yuki menghampiri supir itu dan memintanya mengendarai mobil untuk mengantar yuki. Mama nya yang sendari tadi mengikuti yuki terus, menunggu yuki di teras sampai yuki pergi.
Sampainya di rumah mazako, yang memakan waktu perjalanan hanya sekitar 5 menit saja. Tentu saja sangat lah cepat, karena yuki meminta supir nya untuk mengemudi dengan cepat dan juga jalanan yang masih sepi itu sangat lah mendukung. Yuki menyuruh supir itu untuk mengetuk rumah mazako terlebih dahulu. Setelah diketuk rumah mazako oleh supir yuki, mazako pun datang membuka pintu rumah. Mazako pun yang melihat yuki yang masih duduk didalam mobil, langsung menghampiri nya dan memapah yuki untuk masuk ke rumah nya. Setelah yuki masuk ke rumah mazako, supir itu langsung pergi dari rumah mazako. Mazako langsung menyuruh yuki duduk di sofa rumah nya.
"Wahh tak ku duga kamu cepat juga ya datangnya.... kalau begitu aku mau ambil sepeda dulu aja dehh di garasi. Kamu tunggu di sini ya yuki." kata mazako dengan muka yang sangat bahagia. Yuki hanya menganggukkan kepalanya dan mazako pun berlari ke arah garasi untuk mengambil sepedanya. Mazako menaruh sepeda nya di depan rumah dan menghampiri yuki kembali untuk mengajaknya berkeliling. Setelah mazako memapah yuki ke depan rumah, mazako langsung menyuruh yuki berdiri sebentar untuk menunggu mazako naik sepeda nya dahulu. Mazako langsung menyuruh yuki untuk duduk di sedel belakang sepedanya. Langsung lah mereka berjalan jalan mengelilingi komplek milik mazako. Setelah mazako selesai mengelilingi komplek nya ia mengelilingi komplek milik yuki, tak lupa juga mazako memberi tahu tempat tempat apa aja yang ada di komplek nya dan juga milik yuki. Di pertengahan jalan, yuki teringat oleh hadiah misterius itu. Langsunglah yuki menannyakan hadiah yang akan di berikan oleh mazako untuk nya.
"Mazako, mana hadiah yang kamu janjikan ?" tagih yuki ke pada mazako.
"Heee ? tempat apa sih ? kalo gitu langsung saja ke sana, kenapa harus muter muter sih." omel yuki yang tak sabar menginginkan hadiah itu.
"Ini juga aku lagi nyetir buat ke sana, jadi kamu ngga usah berisik deh." perintah yuki dengan tegas.
"Emang tempat apa sih itu ? kenapa kamu kasih hadiah nya harus di sana ?" yuki bingung.
"Ya intinya tempat itu sepesial bangettt tauu. Selain disana bisa liat sunrise atau pun sunset sekaligus, disana pastinya juga akan jadi kenangan mendalam mu wkwkwk." jelas mazako.
"Owhhh, kayaknya disana ngga ada hadiah deh... kamu pasti emang boong in aku aja kan ?." yuki mulai curiga.
"Wkwkwk..... nggak kok liat aja deh nanti, pasti kamu bakalan dapet kejutan yang sangat luar biasa."
"Ok liat nanti, tapi kalo aku tahu kamu boong aku bakal tinjuk kamu, aku ngga mau tahu." jawab yuki menantang mazako.
"Yaudah liat aja, pasti kamu bakalan terkesan deh." jawab mazako dengan santai.
Akhirnya mereka pun sampai di tempat yang di tuju, waktunya pun juga pas bangettt sama waktu matahari terbit yaitu jam setengah 6. Yuki pun sempat terkejut dengan apa yang dia lihat di depan matanya karena pemandangan alam itu sangat lah menawan. Mazako menaruh sepedanya di jalan utama masuk pantai umum itu, dan dia mengajak yuki untuk masuk lebih dalam ke pantai itu. Saat yuki semakin memasuki pantai itu dan sudah mulai menginjak pasir putih dipantai itu, maka semakin jelas lah pemandangan yang indah itu terlihat. Ya, pantai itu memiliki pesona yang cukup baik dan juga indah tak hanya lautan dan pasir saja yang ada disana, villa penginapan dan juga tempat tempat jualan juga ada disana.
"Wahhh indah sekali, apakah ini tempat yang kamu bilang spesial itu ? seperti nya memang spesial sekali ya ?" Yuki terlihat mengagumi keindahan pantai itu.
__ADS_1
"Iya, ini tempat nya dan hadiah mu ada disana." mazako memperlihatkan hadiah yuki dengan menunjuk rumah yang sungguh besar dan megah seperti istana, yang ada di belakang yuki. Jaraknya sekitar 20 langkah saja dengan keberadaan yuki saat ini. Yuki pun yang mendengar kata hadiah dari mulut mazako langsung melihat ke arah dimana mazako menunjuk nya.
"Hah ? maksudnya rumah itu ? memang rumaj siapa itu ? memang sih kayak istana tapi kan ngga mungkin kamu kasih aku rumah kan ? trus buat apa rumah itu ?" tanya yuki terus keheranan.
"Wkwkwk kamu pasti belom tau kan itu rumah siapa ? itu rumah nya kak orion loh...." kata mazako dengan nadanya yang sedang menggoda yuki, matanya pun juga melirik tajam ke arah yuki untuk melihat ekspresi yuki. Ya seperti dugaan mazako, yuki senyum senyum ngga jalas dan terus memandangi rumah itu.
"Huuuu kamu terpesonakan pasti ? memangnya kamu ngga mau menannyakan kepada ku itu benaran rumahnya kak orion atau ngga ? kenapa ketika bilang kata kak orion kamu pasti percaya percaya aja sih yuk ?" sindir mazako kepada yuki.
"hahaha iya sih, tadinya aku mau menannyakannya tapi setelah melihat kak orion langsung di rumah itu aku jadi percaya hihihi." yuki terus tersenyum dan memandangi rumah itu. Sedang kan mazako yang kaget dengan kata kata yuki tadi, membuat nya memalingkan wajah sekaligus memalingkan badannya kearah rumah itu. Dan benar ternyata kak orion sedang berdiri di balkon rumah itu.
"Ok kalau gitu aku dah ngga ada hutang kepada mu ya ..... senang kan kamu sekarang ? selain tau alamat rumah kak orion, kamu juga sekarang bisa memandangnya." kata mazako sambil menatap matahari yang terbit itu, matahari itu sudah terbit hingga sudah mulai ke atas dan juga langit sudah mulai terang.
"Iyaaa udah lunas kok, sekarang aku juga dah seneng kok. Makasih ya mazako." yuki tersenyum lebar kepada mazako.
Mazako menganggukkan kepalanya dan duduk di pasir putih itu, sambil menatap laut yang sangat indah itu.
"Wahh memang kak orion itu benar benar tampan yaa? lihat lah mazako dia saja pagi pagi sudah terlihat tampan." puji yuki untuk kak orion yang sedang ditatap nya. Mazako yang melihat ekspresi temanya itu, seketika dia langsung jijik. Sudah beberapa lama yuki memandangi kak orion, tiba tiba kak orion masuk ke dalam.
"Yahhh kak orion kok masuk sih ?" muka yuki jadi sedikit sedih.
"Sejak kapan kamu jadi kegilaan sama kak orion gini sih ? ilfil aku lama lama sama kamu." tanya mazako sambil memiringkan kepalanya.
"Aku juga ngga tau kenapa aku jadi kayak gini, kayak nya aku habis baca percakapan mu sama kak orion aku jadi ada perasaan sama kak orion."
"Huh, yaudah lah kak orion kan dah masuk, kita pulang aja yuk." ajak mazako.
"Yaudah ayuk. Anterin aku ya... hehehe." pinta yuki.
"Iya iyalah pasti ku hantar kamu ke rumah sampai selamat."
"Ok makasih ya."
Sampai nya mazako menghantarkan yuki, mazako langsung pulang. Yuki pun masuk ke rumah dan bertemu dengan mamanya di ruang keluarga.
"Ehhh kamu dah pulang, kok ngga di jemput supir sih yuk ?" tanya mama nya sambil sibuk melihat lihat chanel tv yang bagus.
"Iya ma tadi kan aku jalan jalan nya ngelewati rumah jadi dia nganter aku sekalian." jawab yuki sambil jalan mengarah ke kamar nya.
"Owhhh gitu, itu kamu kok udah bisa jalan ?" tanya mama yuki yang tadi mengamati yuki yang sedang berjalan.
"Iya maa ini udah mendingan sih, tapi kalo buat jalan cepet ngga bisa sih." jawab yuki sambil jalan pelan.
"Yaudah banyakin istirahat aja, nanti langsung mandi ya yuk." saran mama yuki.
"Iya maa" yuki sedikit berteriak.
__ADS_1
Setelah masuk ke kamar yuki langsung mandi dan tak lupa yuki menulis alamat rumah kak orion.