
3 bulan kemudian, tepatnya pada ulang tahun bramsta yang ke 10 tahun.
Ulang tahun kali ini bramsta tidak bersiap siap untuk berpesta ulang tahun, melainkan kali ini ia bersiap siap untuk menjemput orang tuanya yang telah pulang dari kerjanya yang ada di luar negri itu.
Sejak semalam bramsta memang tidak bisa tidur dengan nyenyak, karena ia terlalu bersemangat dengan kehadiran kedua orang tuanya yang sudah lama di tunggunya. Dan sekarang ia malah bangun jam 3 pagi untuk bersiap siap, padahal jam yang di tentukan untuk menjemput kedua orang tuanya ialah jam 7 pagi. Bramsta menyiapkan baju dan juga celana yang ingin ia pakai nanti, bramsta begitu gaduh saat menyiapkan pakaian yang akan di pakainya sehingga mazako yang mendengar itu langsung pergi ke arah kamar bramsta.
Ceklekkk…. (bunyi suara pintu di buka)
Tanpa ada suara mazako masuk ke dalam kamar bramsta dan menepuk pundak bramsta, bramsta yang tidak mengetahui keberadaan mazako sedari tadi langsung tersontak kaget dengan tepukkan tangan yang terasa di pundaknya.
“Eeeeewaiiittttt….” Kata bram kaget sambil menepis tangan mazako dengan keras dan ia pun membalikkan badannnya ke arah mazako berada. Mazako yang masih setengah tersadar pun juga tersontak kaget karena jeritan pelan bramsta itu sekaligus tepisan dari tangan bramsta.
“Ealahhhhdalahhhh, ooooo anak kurang ajar.” Kata lirih mazako yang baru tersadar.
“Ehhhh tante, ada apa ya ? mau apa kok tumben pagi pagi gini kesini ?” kata penasaran dan bingun dari bramsta.
“Ya…. Habis kamu berisik og, ya tante kesini lah…… makannya jangan berisik dong. Tau ngga ? kamu itu mengganggu tidur kuhhh….” Kata mazako pura pura angkuh dan marah kepada bramsta. Tetapi bramsta tak menghiraukan mazako yang terkadang memang menyebalkan. Bramsta pun mengacuhkan mazako dan tak menjawab sepatah kata pun dari perkataan mazako itu, ia langsung membereskan pakaian yang telah ia berantaki itu. Mazako pun yang di acuhkan oleh bramsta, ia langsung mengelus rambut bramsta dan tersenyum lebar.
“Engga bisa tidur ya ? pasti kamu lagi kepikiran jemput mama kamu kan ?” kata mazako yang menebak situasi yang sedang di alami oleh bramsta.
“Heemmm, ya kemungkinan seperti itu. Yaudah ya tan, bram mau tidur dulu….” kata bramsta cuek.
__ADS_1
“Heemm ok kalau gitu kamu istirahat aja dulu, besok tante bangunin kamu buat siap siap ya….” Mazako senyum dengan penuh kasih sayang dan juga perhatian. Bramsta pun hanya menganggukan kepalanya tanda mengiyakan perkataan mazako dan ia pun pergi tidur. Mazako pun menyelimuti tubuh bramsta dengan sangat perhatiannya selayaknya seorang ibu kepada anaknya, ia pun mematikan lampu kamar bramsta dan ia keluar dari kamar bramsta dengan senyuman yang sangat lebar.
Jam 6 pagi pun akhirnya tiba juga, mazako yang telah berjanji akan membangunkan bramsta langsung segera ke kamar bramsta dan membangunkan bramsta. Tetapi setelah mazako mendekat ke kasur bramsta, mazako sangat terkejut saat melihat bahwa bramsta tak ada di kasurnya. Mazako pun langsung mencari bramsta di sekitar kamar bramsta, tetapi bramsta tak ada disana. Mazako pun akhirnya memutiskan untuk memanggil suaminya untuk membantu mencari bramsta, tetapi setelah ia keluar dari kamar bramasta, tiba tiba…..
“Ada apa tante ?”
Mazako yang tidak asing dengan cara bicara dan juga nada itu, ia langsung menoleh ke arah suara itu berada dan benar ternyata itu adalah bramsta. Mazako pun langsung memeluk bramsta dan menanya nanyai kepergian bramsta tadi.
“Tadi kamu kemana aja bram ?” kata mazako khawatir.
“Bram cuma ke dapur buat minum susu.” Kata bramsta sambil melepas pelukan mazako itu.
“Ohhh okok, kamu dah siap kan ?” kata mazako.
Setelah beberapa menit berlalu.
“Ayo bram….. masuk mobil dulu ya sama ayumi, tante dan om mau ambil cemilan buat kalian.” Kata mazako dengan senyumnya yang lugu. Bramsta pun hanya menganggukkan kepalanya.
Setelah mazako menyiapkan camilan untuk ayumi dan bramsta, mereka semua pun langsung pergi kebandara untuk menjemput yuki dan orion. Di dalam perjalanan, ayumi asik sekali makan camilan sedangkan bramsta ia hanya tersenyum senyum bahagia.
Akhirnya pun mereka semua sampai di bandara yang sudah di beri tahukan oleh yuki. mereka pun masuk dan menunggu ditempat duduk penunggu, karena merek semua belum sarapan karena terburu buru, mereka pun akhirnya memutuskan untuk mencari makan di tempat makan yang ada di bandara itu. Karena di sana yang baru buka hanya kare akhirnya mereka pun makan kare di tempat makan itu.
__ADS_1
“Huhhhh keingatan sama yuki deh, dia kan makanan favoritenya kare, apakah bram juga suka sama kare ?” pikir mazako sambil senyum karena mengenang masa lalu itu.
“Wawww kare…. Aku sama mama suka banget sama kare, akhirnya aku makan kare lagi. Yah walau ngga sama mama, coba aja kalau ada mama, pasti aku dahnambah nambah deh….” Batin bram sambil tersenyum tipis.
#skip
Mereka pun akhirnya selesai makan dan mereka menunggu yuki dan orion di tempat tunggu lagi. Tetapi hampir setengah jam yuki dan orion tak datang datang, dan seketika pramugari dan semua petugas bandara berlarian, karena mereka semu kepo dengan kejadian barusan, mereka memutuskan untuk mendekati tempat yang di tuju oleh orang orang dan tak sengaja mazako mendengar salah satu pramugari yang sedang telepon ke pihak rumah sakit.
“Halo, kami dari pihak bandara ****** melaporkan bahwa di sini sedang ada kecelakaan pesawat. Untuk nominal angka orang meninggal baru di temukan 158 orang saja, mohon segera kemari.” Kata seorang pramugari itu dengan nada yyang sangat cemas.
Ambulans berdatangan ke bandara dan tiba tiba ada layar yang seperti tv menyiarkan nama nama korban kecelakaan pesawat itu, tak sengaja mazako melihat ke layar itu dan ia pun sontak syok karena di layar itu terdapat nama “orion dan juga yuki” mazako pun langsung terduduk lemas dan menangis sejadi jadinya. Ayumi, bramsta dan juga suami mazako pun hanya terdiam tak mengerti kenapa mazako menangis histeris, dan suami mazako pun langsung melihat ke layar itu dan ia pun mengerti apa yang sedang di tangisi oleh mazako. Suami mazako pun langsung menenangkan mazako yang sedang menangis itu.
“Mama……papa…..” kata bramsta yang melihat tubuh orion dan juga yuki yang tengah di bawa oleh petugas rumah sakit itu, ia pun lari ke arah orion dan juga yuki yang sedang di bawa petugas itu. Mazako yang melihat itu pun langsung mengikuti bramsta dan mereka semua pun menuju ke rumah sakit yang membawa orion dan juga yuki itu.
#skip
Di rumah sakit.
Mereka pun terus mengikuti orion dan juga yuki pergi, tetapi saat sudah masuk ruang icu, mazako dan yang lain tidak di perbolehkan masuk oleh dokter. Beberapa menit pun berlalu, mereka pun masuk kedalam ruang icu dan melihat kain putih yang telah menutupi seluruh tubuh mazako dan orion, dan seketika mazako pun langsung melihat ke arah sang dokter itu, dokter itu pun hanya menggelengkan kepala. Dan tangis mazako pun pecah sampai ia sendiri tak bisa menahannya, sedangkan bramsta yang tak tahu apa apa langsung membuka kain itu dan ia menggoyang goyangkan tubuh orang tuanya itu, tetapi tak ada respon sama sekali.
“Mama…. Papa….. mama, katanya mama janji buat selalu ada buat bram. Mama juga janji sama bram untuk selalu sediain waktu buat bram, tapi sekarang mama dan juga papa malah ninggalin bram. Memangnya bram salah sama papa dan mama apa ? bram juga janji ngga akan ninggalin mama papa, bram juga janji buat jadi anak yang baik…… tapi kenapa mama papa ngga mau sama bram lagi……. Mama papa banguuuunnnn…….. bram Cuma mau mama sama papa peluk bram dan main bareng sama bram. Bram mau mama papa ucapin selamat ulang tahun buat bram, mama papa…………” kata bram ter sedak sedak dan juga terisak isak dan akhirnya bram pun menangis sejadi jadinya.
__ADS_1
Hari ini pun berlalu dengan tangisan yang sangat tak terlampaui, seluruhnya menagis tanpa batas. Terutama bramsta yang tak tahu harus bersandar oleh siapa lagi, dan mulai saat ini ia memutuskan bahwa hari ulang tahunnya adalah hari terburuk dan juga hari termenyebalkan untuk bramsta. Pemakaman di selenggarakan tanpa ke hadiran bramsta yang tak bisa menerima dirinya yang telah menjadi anak yatim piatu itu. Bramsta hanya menangis dan menangis, bahkan ia tak lagi ingin bertemu siapa pun termaksud ayumi teman satu satunya. Dan mulai saat itu ia menjadi suka mengurung diri dan juga menjadi anak yang pendiam tanpa semangat di hidupnya