ORION Dan YUKI

ORION Dan YUKI
Kabar Baik


__ADS_3

Matahari telah terbit menandakan bahwa pagi sudah di mulai. Yuki masih tertidur dengan pulas karena yuki tak pernah bangun sepagi ini. Sedang kan mazako, ia sudah bangun dan juga sudah menyiapkan makanan yang baru saja ia beli 10 menit yang lalu di toko pinggir jalan dekat apartement nya itu. Mazako yang masuk ke kamar dan melihat yuki masih saja tertidur langsung segera membangunkan yuki.


"Yuk, yuki.... bangun oi cepetan nanti kita telat loh." mazako berkata sambil menggoyah goyah badan yuki. Tetapi yuki sama sekali tak merespon mazako, mazako yang kesal dengan yuki langsung teriak teriak supaya yuki cepat bangun.


"YUKIIIII BANGUUUNNNN." teriak mazako untuk membangunkan yuki. Cara itu pun akhirnya berhasil, yuki merespon kata kata mazako.


"Heamm..... apaan sih teriak teriak gitu ? aku cuma mau tidur sebentar lagi aja kok. Lagian juga kita berangkatnya jam 8 kan ? ini aja baru jam 6.00." kata yuki dengan nada suara yang pelan tanpa membuka matanya sama sekali. Mazako yang melihat tingkah dari temannya itu langsung jadi semakin kesal dan juga emosi. Mazako pun akhirnya teringat dengan makanan kesukaan yuki, ia mencoba membangun kan yuki dengan cara menyebut nama makanan kesukaan yuki.


"Yaudah lah kalau ngga mau bangun gpp, nanti KARE nya aku makan aja semua." mazako berkata dengan nada menggoda yuki sambil berjalan meninggalkan yuki. Seketika yuki yang mendengar kata "kare" langsung bangun dari tempat tidur dan ia langsung terduduk di kasur sambil melihat ke arah mazako dan juga ke sekeliling kamar.


"Mana ? mana karenya ? aku mau dong." kata yuki mencari keberadaan kare itu. Mazako pun tertawa melihat kelakuan temannya itu, ia langsung mendekat ke arah yuki.


"Dihhh giliran makanan aja langsung bangun, karenya ngga ada." goda mazako kepada yuki. Yuki yang mendengar bahwa karenya ngga ada langsung merubuhkan badannya lagi ke kasur. Mazako pun yang melihatnya langsung heran dengan kelakuan yuki, ia langsung menarik tangan yuki supaya bangun.


"Ihhh yukiii.... bangun dongg, aku beneran beli kare kok." kata mazako membujuk yuki supaya bangun.


"Ngga mau ahhh, aku mau tidur aja. Kamu palingan juga boong kan ? udah sana pergi." jawab yuki kecewa.


"Ngga kok, aku ngga boong. Aku beneran beli kare kok, makannya ayo banguuunnn yukiii...." kata mazako meyakinkan yuki dan terus menarik narik tangan yuki.


"Ihhh ngga mau..... aku gak percaya kamu boongan sih." kata yuki sambil menarik kembali tangannya yang sedang di tarik tarik oleh mazako sedari tadi. Mazako pun jadi kesal terhadap yuki, ia langsung berfikiran untuk mengambil kare yang telah ia beli tadi untuk di ciumkan ke yuki.


Mazako keluar dari kamar dan mengambil kare yang telah ia beli di toko pinggir jalan tadi, ia pun segera kembali lagi ke kamar dengan membawa kare yang sudah ia siapkan di mangkok. Mazako langsung mengarahkan mangkok berisi kare itu ke hidung yuki, supaya yuki dapat mencium bau kare itu. Yuki seketika langsung membuka matanya karena ia mencium bau kare, dan benar mazako sedang membawa mangkok berisi kare. Mazako yang berhasil membuat yuki terbangun dari tidurnya langsung menarik kembali mangkok itu dari hadapan yuki. Segera yuki bangun dari tidurnya dan mengulurkan tangannya untuk mengambil kare dari tangan mazako, tetapi mazako tak memberikan kare itu kepada yuki.


"Bangun dulu, baru nanti aku kasih karenya." kata mazako membujuk yuki untuk bangun. Yuki pun langsung menuruti perkataan mazako dan mengikuti mazako ke dapur.


Sesampainya di dapur, mazako menaruh mangkok itu di atas meja makan dekat dapur dan mengambil nasi, sendok sekaligus piring untuk yuki dan juga dia sendiri. Mazako langsung menyodorkan piring yang berisi nasi ke arah yuki langsung duduk di sebelah yuki. Mereka segera makan dengan kare itu sampai habis bersih, terutama yuki yang suka dengan kare itu. Selesai lah mereka makan, mazako langsung membereskan tempat makan yang telah mereka pakai dan mencucinya. Yuki berjalan kembali ke kamar dan menyiapkan data data yang akan di pakai untuk mendaftar nanti. Selesai nya yuki menyiapkan seluruh data, ia langsung bergegas mandi.Selesai lah yuki mandi, mazako langsung menyusul untuk mandi.


Beberapa menit telah berlalu, yuki dan mazako sudah siap untuk berangkat kuliah. Tak lupa mereka membawa semua data yang sudah di siap kan untuk mendaftar di rumah sakit. Bergegas lah mereka keluar dari apartement dan langsung mengunci apartement mereka. Turun lah yuki dan juga mazako ke lantai B6 untuk mengambil mobil mazako, Sesampainya di sana mazako membuka kunci mobilnya dan mereka masuk ke mobil. Mazako menyetir mobilnya dengan penuh hati hati dan mereka pun akhirnya keluar dari parkir mobil itu menuju jalan utama yang memang dekat dengan universitas mereka.


Di pertengahan jalan, yuki menanyakan kepada mazako nama rumah sakit yang kemarin mazako katakan.


"Mazako, kamu bilang kemarin ada rumah sakit yang menerima kerja paruh waktu ? nama rumah sakit nya memang apa sih ? dimana memangnya itu ?" kata yuki penasaran.


"Nama rumah sakit nya ION STAR, bentar lagi juga kita bakal lewati rumah sakitnya kok." kata mazako penuh pengwtahuan.


"Ohh ok, nanti kalo udah mau ngelewati bilang ya." kata yuki mengingatkan mazako.


"Ok, nih bentar lagi kita bakal lewatin kok. Lihat ke kiri mu terus ya yuk." kata mazako melambatkan kecepatan mobilnya.


"Ok." kata yuki langsung melihat ke kirinya.


"Nah itu yuk, itu loh yang besar sendiri." kata mazako sambil menunjuk nunjuk rumah sakit itu. Yuki pun langsung mengamati rumah sakit itu dan ia langsung tersenyum lebar.

__ADS_1


"Wahh bagus ya ? semoga aja kita bisa keterima di sana ya ? pasti gajinya juga banyak deh di sana." kata yuki senang.


"Ammmiiinnnn....." kata mazako mengaminkan kata kata yuki.


Sampai lah mereka di universitas mereka, mazako langsung memarkirkan mobil nya di parkiran khusus mobil. Mereka turun dan langsung berjalan menuju kelas mereka. Mereka sampai di kelas dan duduk di tempat duduk mereka yang kemarin. Dan seperti biasanya mereka menyiapkan diri untuk memulai pelajaran. Dosen pun segera datang ke kelas mereka dan mengajar seperti biasanya. Lagi lagi yuki di panggil oleh dosen itu lagi, tetapi yuki tak seperti kemarin yang mengabaikan panggilan dosennya. Sekarang yuki langsung menjawab dosen itu dan ia segera melaksanakan tugas dari dosen itu untuk mengerjakan soal di depan. Sayangnya kali ini yuki malah tidak bisa menjawab pertannyaan itu dan membuatnya di hukum lagi.


"Aduhhh gustiiiii...... kok ada ya anak kayak kamu gitu ? kemarin ngelamun, sekarang ngga bisa ngerjain soal segampang itu. Mau kamu itu apa sih yuki.... yuki." kata dosen itu penuh keheranan atas kelakuan yuki. Yuki pun yang mendengar dosennya ngomel ngomel langsung menunduk kan kepalanya dan menahan amarah.


"Namanya juga manusia, ya pasti pernah salah lah. Ya jelas aja ibu bilangnya gampang, orang ibu kan dosen kalo ngga bisa ya malah wagu lah aneh emang dosen satu ini. Mana suka marah marah lagi, aku sumpahin darah tinggi baru tau kamu huh ngeselin." gumam yuki pelan. Dosen itu pun yang melihat yuki bergumam gumam itu, langsung membentak bentak yuki dan menyuruh yuki untuk berdiri di depan kelas seperti kemarin.


"Kamu ngapain ngedumel gitu ? sana kamu keluar aja lah. Kamu saya hukum seperti kemarin lagi." bentak dosen itu dengan raut wajah sangat lah marah.


"Loh bu... kok saya di hukum lagi sih bu ? kan saya cuma salah ngerjain doang, saya kan ngga buat kesalahan apa apa kan ?" elak yuki kesal.


"Sudah lah jangan banyak bicara kamu ya yuki, cepat kamu keluarrrrr." dosen itu marah marah kepada yuki.


"Ngga bisa gitu dong bu, kan saya ngga ngeabaikan ibu. Jadi kesimpulannya ibu ngga bisa hukum saya dengan seenak semau ibu dong." kata yuki membela diri.


"Kata siapa saya ngga bisa hukum kamu ? saya punya hak untuk menghukum kamu ya." kata dosen itu menantang yuki.


"Ya tapi ibu ngga bisa menggunakan hak ibu seenaknya dong. Saya sini juga punya hak kok, lagian juga saya kan pelajar. Jadi jika saya belum bisa mengerjakan dengan baik, maka ibu harusnya mengajari saya dong dan bukan malah menghukum saya seperti ini." kata yuki membela kebenaran. Tapi dosen itu tetap menyuruh yuki untuk menjalankan hukumannya. Yuki dengan kesal tetap menjalankan perintahnya.


Selesai pelajaran dosen itu, yuki langsung jalan memasuki kelas dengan kesal. Mazako pun mencoba menghibur yuki supaya tidak kesal lagi.


"Yuk jangan marah dong, kan kamu anak yang baik. Aku yakin kok kalau kamu dosen itu bakal nyesel karena udah hukum kamu sekarang." hibur mazako untuk yuki. Yuki tak menggubris perkataan mazako dan ia langsung pergi meninggalkan mazako. Mazako pun langsung mengikuti yuki dan mencoba menghiburnya lagi.


"Ngga usah bicara lagi deh, aku lagi kesel. Buruan, kita harus segera ke rumah sakit itu jangan sampai kita telat ya." jawab yuki dengan nada datar. Mazako pun langsung menganggukkan kepalanya dan berjalan di sebelah yuki tanpa berbicara lagi. Mazako terus terusan khawatir akan yuki yang kesal itu, ia takut jika nanti saat yuki interviews pekerjaan bakal gagal.


Sampai lah mereka di rumah sakit itu, mazako memakirkan mobilnya dan langsung lah mereka keluar dari mobil. Seketika raut wajah yuki langsung berubah menjadi berseri seri, mazako pun jadi tersenyum melihat temannya bahagia lagi. Mereka masuk ke gedung rumah sakit itu dan bertanya tanya kepada resepsionis yang sedang berjaga di sana.


"Mbak ? boleh saya bertanya sesuatu ?" tanya mazako kepada resepsionis itu.


"Iya, silahkan saja. Saya akan menjawab pertannyaan anda jika saya bisa menjawabnya." kata resepsionis itu.


"Jadi gini mbak, saya dan juga teman saya mau daftar di sini. Ya setidaknya menjadi dokter magang lah, tetapi paru waktu gitu. Apakah bisa saya kerja di sini ?" tanya yuki dengan sopan dan juga serius.


"Saya kurang tau kalau itu, kalau mau daftar pekerjaan coba tanya ke kepala rumah sakit ini." kata resepsionis itu.


"Owhh, kalau gitu bisa tidak anda tunjuk kan tempat kepala rumah sakit ini ?" kata yuki memohon.


"Ya, mari saya antar." kata resepsionis itu sambil berjalan menunjuk kan arah.


Sampai lah mereka di ruang kepala rumah sakit itu, langsung lah resepsionis itu mengetuk pintu ruangan itu dan mereka langsung masuk ke ruangan itu bersamaan. Resepsionis itu langsung memperkenal kan yuki dan mazako kepada kepala rumah sakit itu.

__ADS_1


"Permisi pak, ini ada dua mahasiswa yang mau mendadtar kerja di sini. Mereka mau menjabat menjadi dokter di sini, tetapi hanya paruh waktu saja. Apakah ada lowongan pekerjaan buat mereka ?" kata resepsionis itu menjelaskan tujuan yuki dan mazako kemari.


"Owhh ya sudah kalau begitu kamu boleh keluar dulu, ini biarkan saya yang urus." kata kepala rumah sakit itu. Resepsionis itu punangsung bergegas keluar dari ruangan itu. Dan kepala rumah sakit itu menanya nanyai yuki dan juga mazako. Beberapa saat setelah yuki dan mazako di tanya tanyai sama kepala rumah sakit itu, langsung lah kepala rumah sakit memberi keputusan untuk yuki dan juga mazako.


"Jadi setelah saja timbang timbang dari interviews barusan, saya menyimpulkan akan menerima kalian menjadi dokter magang di sini. Waktu kerja di sini di bagi sesuai jam, waktu kerja kalian sesuai dengan waktu pulang kuliah kalian, jika kalian tidak masuk kuliah kalian masuk kerjanya jam 8 ya ? nanti saya akan kasih shif siang untuk kalian, tetapi kalau kalian datangnya jam 2 siang maka kalian saya akan beri shif malam. Mulai besok kalian sudah boleh kerja di sini, untuk besok kalian harus berangkat tepat waktu ya ? ini baju untuk kalian." kata kepala rumah sakit itu sambil menyodorkan pakaian ke arah yuki dan juga mazako.


"Makasih ya pak, kalau begitu saya pamit dulu. Sekali lagi kami berterima kasih pak." kata yuki yang sangat senang karena ia telah di terima. Mazako dan juga yuki pun langsung keluar dari ruangan itu dengan membawa pakaian yang diberikan oleh kepala rumah sakit itu, dan mereka pun pergi menuju ke parkiran mobil, untuk mengambil mobil mazako. Segera mereka pulang ke apartement mereka.


Di sepanjang jalan, yuki terus mengoceh dengan mazako.


"Waaa aku sangat sangat seneng banget dehh..... akhirnya aku bisa kerja dan ngga susahin orang tua." kata yuki sangat girang.


"Iya aku juga seneng banget yuk, akhirnya aku bisa memperoleh uang dengan hasil keras ku sendiri." kata mazako senang sambil tersenyum lebar.


"Sebenernya sih aku di kasih uang sama mama lewat atm ini, tapi aku ngga mau pake ah. Kan sekarang aku dah punya pekerjaan, jadi aku ngga bakal ambil uang ini selagi aku masih mampu." kata yuki sambil melihatkan atm itu kepada yuki.


"Wahhh kamu enak ya.... kalau aku nanti ngga bisa apa apa terus gimana coba ? ya sebisa mungkin aku bakal usaha sih." kata mazako sambil meratapi nasibnya.


"Ngga usah khawatir, mama aku bilang atm ini boleh di pake berdua kok." kata yuki menenangkan mazako.


"Benarkah ? aku ngga percaya deh, mama mu kok bisa sebaik itu sih ?" kata mazako tak percaya.


"Iya, aku benar kok. Aku ngga boong." kata yuki meyakinkan mazako.


"Wahh asik nihh, aku jadi ngga perlu khawatir lagi." kata mazako senang.


"Iya, tapi sebisa mungkin jangan ambil uang ini ya ? kalo kita kepepet baru kita ambil uang ini, ok ?" kata yuki memberi saran kepada mazako. Mazako pun langsung menganggukkan kepalanya dengan cepat.


Sampai nya mereka di apartement, yuki langsung membuka pintu apartement mereka. Setelah pintu itu di buka, langsung lah mereka masuk ke kamar dan rebahan. Mazako melihat hpnya dan membuka aplikasi instagram, ia melihat lihat foto foto dan juga video yang ada di instagram. Tak sengaja ia menemukan foto koriko yang sedang menemani kak orion oprasi, foto itu memiliki caption "You are is my love. And now i will hope you sucses in your eye surgery. Good luck babe." (artinya : kamu adalah cinta ku. Dan sekarang aku akan berharap supaya kamu sukses dalam menjalani oprasi mata mu. Tuhan memberkati mu sayang). Mazako pun yang kaget, langsung berteriak memanggil yuki yang sedang minum di dapur.


"Yukii....... cepetan kamu kesini..... gak pake lama ya." teriak mazako membuat yuki tersedak saat minum dan yuki pun langsung menghampiri mazako yang sudah kurang ajar olehnya.


"Apaan sih ? ngga usah teriak teriak juga dong, kalau mau panggil woles aja." kata yuki sewot.


"Sini deh yuk, liat deh ini. Koriko buat feed kayak gini." mazako melihat ke arah yuki sambil menyodorkan hp yang sedang ia gengam itu. Yuki segera duduk di sebelah mazako dan langsung melihat feed koriko dan tak lupa ia membaca captionnya. Yuki pun kaget dan menjadi membara bara karena melihat caption yang di buat koriko.


"Kaget aku pas lihat ini yuk, ternyata kak orion udah ada yang mau pendonor yang baik mau kasih matanya buat kak orion. Bentar lagi kak orion bakalan bisa lihat wajah kamu yuk, kamu kok ngga seneng gitu sih ?" kata mazako sambil melihat ke arah yuki.


"Aku seneng kok, akhirnya kak orion bisa lihat lagi. Tapi aku sakit hati saat baca caption itu, aku ngerasa udah ngga ada harapan lagi buat bisa sama kak orion." jawab yuki sedih.


"Ya ampun yuki.... kamu tuh jangan terlalu menganggap serius caption koriko. Kamu harus yakin dengan diri mu sendiri dan percaya bahwa kak orion masih tetap setia sama kamu." kata mazako meyakin kan yuki yang sedih itu.


"Heemm aku pasti akan tetap nunggu kak orion walau dia sekarang sama koriko." jawab yuki penuh keyakinan.

__ADS_1


"Nah gitu loh yuk, kamu jangan sedih lagi ya ? semangat, kalo kak orion semisal dah move on dari kamu, yaudah jangan sedih kan masih banyak orang yang bisa menyukai kamu secara tulus kan yuk ?" mazako tersenyum tulus kepada yuki, yuki pun juga membalas senyuman mazako.


Mereka pun menjalani hari harinya seperti biasanya, dengan penuh kegembiraan dan juga canda tawa. Yuki pun juga mencoba untuk tidak terus terusan memikirkan kak orion, tapi sayangnya ia tidak bisa seutuhnya melupakan kak orion.


__ADS_2