
Setelah beberapa menit menangis, bramsta mencoba untuk tidak menangis kembali. Ia mengusap air matanya yang sudah membasahi hampir seluruh mukanya. Setelah ia mengusap air matanya itu, ia berusaha tegar dan mencoba membuka pintu kamarnya yang ia kunci itu untuk memastikan bahwa ayumi masih ada di situ atau tidak.
Reaekkk……… (suara membuka pintu)
Belum lebar bramsta membuka pintu kamar itu, tiba tiba pintu terasa ada yang mendorongnya dengan kuat dan tiba tiba…….
Bruukkkk…..
Bramsta terjatuh karena tak kuat menahan pintu itu dan ia juga terkejut saat ayumi menindih badannya yang tengah jatuh itu, yapsss ayumi terjatuh karena tertidur di depan pintu kamar bramsta dengan posisi berdiri dan menempelkan jidatnya di pintu itu.
“Heemmmm……” kata ayumi yang belum tersadar dari tidurnya (ya jelas dia ngga terbangun dari tidurnya, kan dia nindihin si bramsta. Empuk sih bramsta, makannya olahraga dongggg :>)
“Ayumiiii….” Kata bram dengan suaranya yang belum terkumpul semua. Tetapi sayang sekali, ayumi malah semakin terlelap dalam tidurnya (malahan dia menggulingkan diri dari badan bramsta menjadi di sebelah bramsta.) Karena ayumi telah pindah dari badan bramsta, maka bramsta langsung berdiri dari jatuhnya dan segera menyeret si ayumi untuk di pindahkan ke kasurnya.
“Haduhhh……yumi……menyusahkan bram saja, kan bram lagi sedih sedih kok malah ganggu suasana aja sih. Harusnya tuh yumi ikutan sedih kek atau nangis nagis gitu, biar kayak yang di film sinetron gitu loh…. Ini malah nyusahin orang yang lagi sdih sedih banget……huh kebiasaan sih peloran kayak mama aja…..” batin bramsta kesal sambil menarik kedua tangan ayumi.
“Heeemmm jan jangan tante…… hemmm tante pasti waktu ngandung yumi pasti ngidam mama…..jadi yumi kayak mama…..ehhh tunggu dehhh kan ibu ibu hamil kalau ngidam bisa makanan juga kan ? kalau tante kan ngidam mama, trus yumi kayak mama……berarti…..kalau ibu ibu lain ngidam mangga anaknya bisa kayak mangga dong ? huh bingungg brammm….. trus mama waktu ngandung bram, dulu ngidam apa ya ? kok bisa jadi bram ?” batin bramsta kebingungan akan ilmiah ngga nyambung itu, karena bingung bramsta langsung menjatuhkan tangan ayumi tanpa ia sadari.
__ADS_1
“Si…siapa ? huhhh….” Kata ayumi pelan tak sadar kerena merasakan sedikit sakit di tangannya yang telah di jatuhkan oleh bramsta. Bramsta yang menyadari kata ayumi itu langsung kaget dan merasa bersalah dengan tindakannya, karena takut ia bertindak seperti maling yang telah di ketahui oleh penghuni rumahnya. Dan tak lama ayumi tertidur pulas lagi, dan bramsta pun terbebas dari rasa bersalahnya.
Setelah bramsta menyeret tubuh ayumi dengan susah payah, kini ia malah baru tersadar bahwa ranjangnya itu tinggi. Bramsta pun meletakkan ayumi di lantai begitu saja Karena ia tak ingin bersusah payah lagi untuk membawa tubuh berat ayumi (jeelahhh berat dari mana sih yak ? paling juga loehhh nya aja yang kurus garing…..) bramsta pun naik ke atas kasurnya dan melihati ayumi yang telah terlelap sangat nyamannya dari atas kasur (padahal tidurnya di ubin…:”>). Beberapa kali bramsta melihat ke arah ayumi, dan beberapa menit kemudian ia mengalihkan pandangannya ke tv untuk melihat film.
Sedang asik asiknya bramsta melihat tv, tiba tiba ia di kagetkan dengan suara ayumi yang tepat terdengar di telinga bramsta.
“Tega…. Aku tidur di bawah, eh malahh bang bram tidur di atas kasur yang empuk bagaikan awan putih yang ngga nimbus ini.” Kata ayumi di telinga bramsta sambil menatap jutek ke bramsta. Bramsta pun yang mendengarnya langsung mengalihkan pandangannya ke arah ayumi yang sudah di sebelahnya.
“Ha ? bram ngga jahat kok, bram tuh baekkkk nyaaaaa kayakkkk supermen. Menolong sesame manusia…. Orang tadi yumi bisa di bawah situ kan karena bram seret yumi ke situ, tapi karena bram ngga sanggup lagiiii~ jadi ya bram letakkan di situ….” Kata bram dengan sangat yakin dan percaya diri, dan juga tanpa bersalah sama sekali. Tetapi dengan jawaban yang begitu simple dan juga polos dari bramsta, ia malah di beri pujian oleh ayumi.
Mereka di kamar itu hanya berbincang bincang dan menonton film saja tanpa melakukan apa pun selain rebahan.
“Bang bram….. emangnya bangbram tadi nangis itu karena tante ngga pulang ya ?”
“Heemmm gak juga, dah lah ngga usah bahas itu.” kata bram sedikit malu.
“heemmm…” belom selesai ayumi berbicara, bramsta pun langsung menyelanya dengan nada yang tinggi.
__ADS_1
“Diaammmmm!!!” kata bramsta setengah kesal. Tanpa di sadari oleh bramsta, ayumi pun menangis terisak isak karena suara bramsta yang begitu tegas yang membuat ayumi menjadi takut. Karena bramsta mendengar sedikit suara isakan dari ayumi, ia pun langsung memeluk ayumi dengan eratnya.
“Stop….jangan menangis lagi, nanti yumi capek.” Kata bramsta menenangkan ayumi. Tetapi ayumi tak menjawab kata kata bramsta dan ia malah mendorong bramsta dan ia pergi dari kamar bramsta.
Melihat anaknya telah keluar dari kamar bramsta dengan air mata yang mengalir, mazako pun langsung memeluk ayumi.
“Sudah sudah jangan menangis, yaudah kamu ke kamar aja dulu ya…..sana istirahat.” Kata mazako dengan senyumnya yang sangat tulus itu, dan ayumi pun hanya mengikuti perkataaan mazako untuk ke kamarnya sendiri dan istirahat. Mazako pun langsung mengarah ke kamar bramsta yang pintunya tidak tertutup dengan rapat. Mazako langsung menetuk pintu kamar itu dan segera masuk ke kamar itu, ia yang melihat bramsta yang dengan santainya menonton tv langsung duduk di sebelah bramsta.
“Nihhh mama km telepon, sana kamu bicara dulu sama mama kamu biar nanti ngga salah paham lagi.” Kata mazako sambil menyodorkan telepon genggam ke arah bramsta. Awalnya bramsta menolaknya, tetapi saat mendengar suara mamanya dari telepon genggam itu ia langsung mengambil telepon genggam itu dari tangan mazako dengn sangat kasar.
“Halo bram…..” kata yuki dari telepon.
“Heemmm.” Kata bramsta santai.
Yuki pun menjelaskan seluruh keluh kesah dan juga semua kesalah pahaman bramsta tentang keadaan yang sedang di alami oleh yuki dan juga orion di sana. Dan pastinya yuki memberikan sebuah kepastian kepada bramsta tentang kabar kepulangannya.
“Mama janji kok, mama bakal pulang tepat hari ulang tahun bram yang ke 10 tahun, ok ?” kata yuki dengan serius. Tampa jawaban apa pun, bramsta langsung mematikan teleponnya dan menyuruh mazako keluar dari kamarnya dan mazako pun langsung keluar dari kamar bramsta. Bramsta pun yang telah di tinggal sendirian di kamar, langsung loncat loncat di kasur karena senang akhirnya mamanya akan memberi kado terindah untuk bramsta yaitu sebuah “KEHADIRAN YUKI DAN ORION.”
__ADS_1