ORION Dan YUKI

ORION Dan YUKI
Dia dia dia


__ADS_3

Beberapa menit kemudian


Yuki masih duduk di jalan itu dan sedikit menahan kesakitan. Tiba tiba ada mobil yang berhenti tepat 100 m di belakang yuki. Supir itu turun dari mobil, menuju ke arah yuki untuk menolong yuki.


"Dek apa kamu tidak apa apa ?" supir itu jongkok disebelah yuki dan melihat kearah yuki.( menggunakan bahasa jepang). Tapi yuki hanya menggelengkan kepalanya karena yuki tidak faham dengan yang dikatakan supir itu. Kemudian supir itu mengulangi pertanyaannya tadi dengan bahasa inggris, karena supir itu mengira mungkin yuki tidak bisa berbahasa jepang, karena dari wajahnya saja terlihat bahwa yuki bukan asli orang jepang. Dan akhirnya yuki bisa mengerti dengan pertanyaan yang ditannyakan supir itu dan yuki langsung menjawabnya.


"emmhh.... tidak apa apa kok pak, saya cuma sedikit terluka." yuki berkata sambil melihat ke arah supir itu dan tersenyum paksa.


"Apakah kamu bisa berjalan ? bagaimana kalau saya bantu kamu pulang saja ya ?" tanya supir itu menawarkan bantuan.


"Sepertinya sekarang saya tidak bisa berjalan." kata yuki dengan tatapan yang sangat melas.


"Kalau begitu biar saya bantu kamu pulang, urusan sepeda nanti saya akan hantar kerumah mu." supir itu berkata sambil mengulurkan tangan nya untuk membantu yuki berdiri.


Supir itu pun memapah yuki menuju kemobip yang ia tumpangi tadi dan segera membuka pintu mobil itu dan menyuruh yuki duduk di tempat itu. Supir itu menutup pintu mobil itu dan langsung memindahkan sepeda yuki ke pinggir untuk dibawanya nanti kerumah yuki. Segera supir itu masuk ke mobil tadi dan menyalakan mesin. Didalam mobil yuki hanya fokus kepada lukanya yang bisa dibilang cukup parah. Sangking fokus nya yuki tak mengetahui bahwa di belakang kursi nya da orang. Orang itu pun berbicara kepada yuki karena merasa kenal dengan parfum yang di gunakan nya itu.


"Gummy? itu kah kamu?"


yuki terkejut dan segera dia menoleh ke arah belakang. Yuki pun jadi kaget saat melihat apa yang dia lihat saat itu, ternyata orang itu adalah kak orion. Bukan hanya yuki saja yang kaget supirnya pun kaget dan heran dengan perkataan tuannya. Yuki menoleh ke arah depan dan memerah lan mukanya itu, segera yuki menjawab pertannyaan kak orion dengan gugup dan malu malu.


"emmm itu... eh i... iya..." jawab gugup yuki.


Kak orion pun tersenyum dan menanyai yuki kembali.


"Kamu kenapa yuki? kok kamu bisa jatuh?" kak orion terlihat begitu khawatir.


"Ehh emm nggak.... aku tadi cuma terserempet dengan truk saja." jawab yuki penuh dengan kegugupan.


"Apakah lukanya parah ? bagaimana jika aku antar kamu ke rumah sakit saja ya ?" nadanya semakin mengkhawatirkan yuki.


"Ya luka nya cu...." belum selesai supir itu meneruskan pembicaraannya, yuki sudah memotongnya.

__ADS_1


"Tidak..... tidak apa apa kok luka nya cuma luka kecil, aku juga harus segera pulang jadi tidak perlu membawa ku ke rumah sakit." yuki menutup nutupi kenyataannya.


"Emm tidak kah lebih baik di bawa kerumah sakit saja ? takutnya nanti kalau infeksi bagaimana" kak orion menanyakan dengan penuh kekhawatiran.


"Tidak.... tidak perlu, pasti mama ku sekarang sedang menunggu ku. Jadi lebih baik aku tidak usah kerumah sakit aku mau pulang saja." jawab yuki dengan sungkan.


"Okelah kalau kamu mau pulang aku akan mengantar mu pulang." jawab kak orion dengan wajah pasi.


"Iya, aku terima kasih.... maksud ku terima kasih sudah mau mengantarku pulang, menolong ku dan juga terima kasih sudah perhatian ke pada ku." jawab yuki dengan malu malu.


"Iya, sama sama tidak perlu sungkan. Kebetulan aku juga tadi lewat sini, jalan utama ramai sekali." jawab kak orion tengah menjelaskan dan dia tersenyum kepada ku. Senyuman nya membuat yuki jadi salah tingkah seketika, walau yuki hanya melihatnya di kaca.


Sampai lah dirumah yuki


Berhentilah mobil kak orion di depan rumah yuki persis. Keluar lah supir itu dari mobil menuju ke tempat yuki. Supir itu membuka pintu mobil bagian yuki duduk, untuk membantu yuki berjalan. Sebelum keluar dari mobil yuki mengatakan terima kasih kepada kak orion.


"Terima kasih banyak atas bantuan kakak aku sekarang jadi bisa pulang." yuki berterima kasih dengan senyum ke arah nya. Kak orion pun juga membalas terima kasih yuki dengan senyuman yang sanagat manis.


Dengan begitu supir itu memapah yuki kerumah nya. Untung saja pintu gerbang itu terbuka lebar.


"Kayaknya mama barusan pergi deh, bagus lah kalau gitu jadi mama ngga tau." kata yuki dalam hati.


"Oh iya dek nanti sepeda mu akan saya antar ya." supir itu mengingatkan yuki.


"Oh iya pak terima kasih banyak." balas yuki dengan nada datar.


Sampai nya yuki dan supir itu di depan rumah, yuki bertemu dengan pembatunya di depan pintu.


"Ehhh non kenapa kok berdarah gitu ? tolong ya pak non yuki di kasih ke sofa itu dulu. Ohh ya pak makasih sudah mengantar nona saya sampai rumah." kata pembantu yuki itu.


"Oh iya sama sama, kalau begitu saya pamit." kata supir kak orion itu.

__ADS_1


Segera pembantu itu mengambil kotak p3k, dan mengobati yuki. Pembantu itu pun bertanya kepada yuki.


"Kok non yuri bisa luka begini kenapa non ?" kata pembantu itu sambil menhobati luka yuki.


"Itu tadi aku terserempet sama truk dijalan." jelas yuki.


"Owhh lain kali hati hati non jangan sampai luka gini nanti jadi burik loh kakinya ngga mulus lagi." ledek pembantu itu ke yuki.


"hahaha iya bi, lagian juga kan ngga sengaja lukanya. Oh iya bik nanti bapak yang tadi mau anter sepeda aku, nanti jangan lupa masukin ke garasi rumah ya... eh iya mama pergu ke mana bik?" tanya yuki sembari mengingatkan pembantunya.


"Assyiaaappp, itu lohh... katanya si ibuk mau beli hadiah buat bapak. Katanya sih bapak hari ini ulang tahun." jawab pembantu itu.


"Ohh iya aku lupa kalau papa hari ini kan ulang tahun, kadonya nyusul aja deh." kata yuki kelupaan.


"Non ini dah selesai di obatin saya anter non ke kamar ya ?" kata pembatu itu dengan tulus.


"Iya, boleh. Bantuin ya bik, oh iya jangan nelpon mama atau kasih tau mama kalo aku jatuh. Nanti aku bilang sendiri deh sama mama ok bik?" yuki memberi kesepakatan kepada pembantunya.


"Asiiyaappp" kata pembantu itu sambil memapah yuki.


Yuki berbaring di kasurnya yang lebar itu dan di pikiran yuki masih saja terpikir kan tentang kak orion.


"Kenapa ya hari ini ? hari ini kok aneh banget sih. Ketemu nya kak orion mulu, kenapa ngga yang lain aja sih? ihh kesel aku." gumam yuri sembari menatap langit langit kamarnya.


"Tadi kenapa aku bolehin kak orion panggil aku gummy sih emangnya aku kenyal kayak jelly. Lagian juga aneh banget sih, cium parfum ku jadi mabuk asmara deh dia wkwkwk." yuki tertawa tawa sendiri dan kakinya menendang nendang ke atas dan ke bawah. Tiba tiba kakinya tertatap dengan kaki yang satunya.


"Waduhhh sakiiiiittttt" yuki teriak sambil mengguling guling di atas tempat tidur. Karena dia lagi mabuk asmara jadi tidak merasakan sakit lagi. Yuki langsung berhenti berguling guling dan mengambil bantal yang ada di atasnya dan menutupi muka nya dengan bantal itu.


"Kenapa sih aku, barusan aku bilang kalo kak orion pasti lagi mabuk asmara sama aku ehh kok malah jadi akj yang kayak orang gila sih? wkwkwk." yuki kembali ketawa tawa dan menyadari bahwa tadi kakinya kan tertatap oleh kakinya.


"Ehhh tunggu kan tadi kaki ku ketatap sama kaki sebelah ku harusnya aku merasa sakit dong bukan ketawa?" yuki pura pura merasa sakit dengan berkata

__ADS_1


"Hu hu hu saki wehhh" tapi tidak lama dia merengek langsung dia ketawa lagi. Ya seperti sewajarnya seseorang salah tingkah karena mabuk asmara.


__ADS_2