ORION Dan YUKI

ORION Dan YUKI
Perasaannya yang tak Meyakinkan


__ADS_3

Semalam telah berlalu, yuki sudah menyiapkan matang matang jawaban untuk menjawab ungkapan dari kak orion. Pagi ini yuki menyambut harinya dengan sangat happy, yuki menjalani semua kegiatan pagi ini seperti biasa, tetapi yang membuatnya berbeda ialah senyumannya. Yuki juga tak lupa membawa kertas contekan untuk menjawab semua uangkapan perasaan kak orion kepadanya, ia menaruh kertas itu di saku bajunya. Yuki membawa kertas contekan karena ia takut saat nanti menjawab perasaan kak orion, dia tidak bisa menjawabnya dengan baik. Segeralah ia bergegas untuk turun ke bawah dan melakukan aktivitasnya seperti biasanya dengan senang hati. Pembantu yuki yang melihat yuki yang saat ini sangat gembira, membuatnya menjadi tertarik untuk menggoda yuki. Pembantu itu langsung mendekati yuki dan menggodanya.


"Wahhh non yuki keliatannya seneng banget dehh, mau di tembak sama orang ya ? cieee yang nanti udah ngga jomblo lagiii selamatt yaaa." pembantu itu menggoda yuki dengan bisik bisik sambil menuangkan susu ke gelas yuki.


"Apaan sih bi ? ihhh bibi lama lama kayak temen ku mazako deh nyebelin." kata yuki yang mendengar kata kata pembantunya itu, yuki seketika langsung cemberut dan pipinya merona.


"Iya kan mbak mazako sama saya satu tim, tim penggoda non yuki." pembantu yuki tersenyum senang karena sudah berhasil menggoda yuki.


"Ihhh bibi mah emang gitu. Jahat bukannya ikut seneng, ehh malah di ejekin aku nya nyebelin emang bibi tu." kata yuki sambil melirik tajam ke arah pembantu nya.


"Hehe iya, saya seneng kok non. Saya seneng banget malah, bentar lagi non yuki kan ngga jomblo lagi... wkwkwk." kata pembantu yuki dengan bahagia.


"Serah lah bi, au ah gelap." yuki kesal dengan tingkah pembantunya tetapi ia masih saja menahan tawanya. Mama yuki pun yang melihat pembantunya dari tadi bisik bisik kepada anaknya, membuat nya jadi penasaran apa yang mereka sedang di katakan oleh nya.


"Biii bicara apa ? kok saya ngga di kasih tau. Coba bilang sama saya, tadi bicara apa sama yuki." katanya mama yuki penasaran. Pembantu yuki pun langsung tersenyum ke arah mamanya yuki dan yuki pun yang sempat kaget dengan pertannyaan mama nya dan ngga mau ketahuan akan kejadian saat ini, dengan cepat ia langsung menendang kaki pembantunya dan melirik ke arah pembantu nya supaya pembantunya tidak berbicara kepada mama nya (yuki ndak da akhlak memang sama ortu aja berani 😑). Pembantunya pun sontak kaget dan langsung melihat ke arah yuki, ia yang melihat tatapan yuki itu langsung menganggukkan kepalanya dan membantu yuki untuk menutupi masalah itu.


"Nggak kok bu, ini tadi cuma bicara bicara biasa." kata pembantu itu untuk membantu yuki.


"Iyaa bicara apa memang bi ? kok bicaranya sambil senyum senyum sih ?" mama yuki semamakin penasaran dan curiga. Pembantu yuki pun bingung mau memberi alasan apa kepada mama nya yuki, seketika yuki pun langsung angkat bicara.


"Apaan sih ma ? mama tuh kenapa sih suka nya kepo mulu sama kehidupan orang, suka suka yuki dong ma mau bicara apa aja juga bukan urusannya mama kan ?" jawab yuki kepada mamanya dengan sewot.


"Yaudah kalo memang kamu ngga mau bicara juga ngga apa apa kok mama ngga paksa." seketika mama nya yuki langsung memalingkan mukanya ke arah yang lain.


Selesai sarapan bersama, yuki pun langsung berangkat sekolah seperti biasanya dan sampai di sekolah, yuki langsung mencari mazako. Tetapi mazako belum sampai juga di kelas nya, yuki pun berniat untuk menunggu mazako yang belum datang di kelasnya sendiri. Karena hari ini adalah hari perlombaan untuk anak anak yang memang ikut lomba, maka dari itu semua guru sibuk mengurus perlombaan itu, makanya semua kelas di kosongkan pelajarannya dan di saran kan untuk menyemangati anak anak yang ikut lomba pada hari itu.


Yuki pun tetap setia menunggu mazako datang, karena ia sangat bersemangat hari ini, dia jadi tak sadar bahwa dia berangkat terlalu pagi maka dari itu ia tidak terburu buru juga untuk bertemu kak orion. Setelah menunggu mazako yang begitu lamanya dan tidak kunjung datang datang, yuki pun berniat untuk menemui kak orion sendiri saja. Baru saja yuki keluar dari kelasnya, ia langsung bertemu dengan mazako yang baru saja mau masuk ke kelasnya.


"Ehhh yuki mau kemana ? mau ninggalin aku lagi ? huh dasar kamu itu ngga sabaran ya jadi orang." kata mazako membuat yuki menjadi sedikit bersalah.


"Ehh mazako, emm aku ngga niat buat ninggalin kamu sih. Tapi kamu dari tadi aku dah tungguin lama banget, ngga dateng dateng." jelas yuki kepada mazako.

__ADS_1


"Lama apa ? memangnya kamu sudah berapa lama nunggu aku ? paling juga baru 10 menit kan ?" kata mazako tidak yakin kepada perkataan yuki.


"Ihhh ngga kok, aku dah nunggu kamu itu sekitar 25 nenitan tau." bela yuki.


"Ha ? masa sih aku ngga percaya deh masa kamu berangkat sepagi itu. Kan biasanya kamu berangkat jam 06.30 terus sampai sini 5 menitan kan ? kok kamu bisa bilang dah nunggu aku selama itu ? perasaan kamu aja kali." kata mazako tak percaya sekaligus heran.


"Ngga kok, aku tadi tu berangkatnya pagi, ya jam 6 lebih 5 menitan lah udah sampai sini." jelas yuki kepada mazako yang tak percaya kepada nya.


"Ohh kalau gitu aku minta maaf deh, ternyata aku salah. Hemm memangnya kamu kenapa berangkat sepagi itu ? ohhh aku tahu pasti pengen ketemu kak orion kan ? yaudah yuk langsung temuin aja, takutnya malah ngga keburu.... sekalian cari tempat duduk buat lihat lombanya kak orion yuk. Yuki, kamu udah siap kan buat bilang sama kak orion ? jangan nerves ya..." mazako pun membuat yuki jadi tersenyum.


"Heem, ayok langsung kesana, aku juga udah siap kok. Kalo aku nerves aku yakin bakalan bisa jawab, soalnya kan aku bawa contekan." jawab malu yuki.


"Ha ? bawa contekan ? memangnya ujian kelas ? tinggal bilang iya aja susah banget, kenapa harus bawa contekan coba." jawab mazako heran karena perkataan yuki tadi. Yuki pun semakin malu karena perkataan nya mazako yang sangat mengentengkan persoalan cinta, yuki pun langsung terdiam dan dia pun membatin


"Huh, padahal sendirinya aja jomblo, tapi sok banget bilangnya. Dia pasti ngga tau kan betapa susah nya mau bilang "iya" sama orang yang di sukanya.


Lagian juga ini kali pertamanya aku bakal jadian sama orang yang aku sukai. Awas aja kamu aku bakal laknat kamu karena sudah bilang kayak gitu sama aku huh nyebelin banget."


"Udah yuk kamu jangan kayak gini dong, kamu pasti bisa kok jalanin semuanya dengan happy, aku yakin sebenarnya kak orion itu beneran suka kok sama kamu, orang buktinya waktu aku bilang kamu ada perasaan sama dia, kak orion langsung senyum dan juga bantu in kamu buat selesaiin masalah waktu itu. Kalau memang kak orion ngga suka sama kamu, kenapa kak orion bantuin kamu iya kan ?" bujuk rayu mazako mencoba menenangkan yuki yang sudah berkucuran air mata.


"Aku ngga tau sebenernya niat dia apa sih bilang kayak gitu sama aku, apa cuma mau permainin perasaanku aja ? kalau emang bener kak orion suka sama aku, dia harusnya langsung lepasin genggaman tangan koriko dong, bukan malah megang balik tangan nya koriko." yuki berkata dengan suara yang terisak isak.


"Aku yakin kok itu pasti ngga sengaja buktinya sesudah megang tangannya koriko dia langsung lepasin kok, dia kan ngga pegang tangan koriko lama lama kok yuk." mazako mencoba meyakinkan yuki.


"Udah lah aku mulai sekarang ngga mau lagi deket sama Kak orion, aku takut cuma di permainin aja. Lagian kalau memang kak orion suka sama aku dia dari awal harusnya bilang sama aku kalau dia emang ada perasaan sama aku." yuki menghapus air matanya.


"Yuk jangan langsung liat orang dari segi pandang kamu aja, kamu juga harus tau bahwa kak orion itu sebenernya udah memperhatikan kamu dari lama." mazako mencoba meyakinkan yuki kepada kak orion.


"Kenapa sih kamu belain tuh orang, mungkin emang dia perhatian sama aku, tapi nyatanya apa? di deketin sama cewe lain aja dia mau kok. Aku dari awal udah curiga sama perasaan kak orion, jelas jelas dia itu orang paling terkenal dan juga dingin banget kalo sama orang. Ya kali, kak orion milih aku jadi pacarnya, memang aku itu mimpi bisa pacaran sama dia adalah hal yang mustahil." yuki mengatakan hal itu dengan meneteskan air matanya lagi.


"Udah yuk jangan di pikirin lagi, aku tahu pasti kamu kecewa banget. Ya aku saranin sih kalo ngga mau lagi sama kak orion, ngga apa apa kok. Tapi tolong lah kamu kasih kesempatan 1 kali lagi sama kak orion, walau itu cuma buat jelasin aja. Jangan sampe kamu mutusin suatu hal yang emang buat kamu nyesel seumur hidup." mazako memberi pencerahan kepada yuki.

__ADS_1


"Ngga aku ngga akan kasih dia kesempatan lagi. Aku juga ngga akan nyesel seumur hidup ku." yuki tak mau lagi mendengarkan kata kata kak orion.


"Aku kayaknya harus bicara sama kamu. Yuk, sebenernya itu kak orion di suruh ikut lomba sama guru guru biar sekolah ini mendapat reward untuk pelajar berprestasi. Jika kamu mau tahu, kalau semisal kak orion menang maka kak orion akan menjadi siswa pertukaran pelajar pertama di sekolah ini, dan guru guru sangat mengharapkan kak orion menang dalam lomba ini, bahkan kak orion sempat di ancam oleh kepala sekolah kita. Jika dia ngga memenangkan lomba ini maka kak orion akan di keluarkan dari sekolah dengan alasan pembangkangan dan mempermalukan nama sekolah. Maka dari itu dia akan berusaha semaksimal mungkin untuk memenangkan lomba ini dan segera mungkin menyatakan perasaannya kepada mu, supaya saat di tinggal oleh kak orion kamu tetap akan terjaga dari gangguan orang orang terutama cowo cowo yang suka modus sama kamu." kata mazako menjelaskan kepada yuki. Yuki yang mendengarkan kata kata mazako sempat kaget.


"Tapi aku ngga percaya sama kamu, kalau memang itu bener aku mau denger langsung dari mulutnya." kata yuki tak percaya.


"Yaudah kalau kamu ngga percaya sama aku, kalau memang mau denger dari mulutnya langsung juga silahkan. Aku bisa bilang kayak gitu karena waktu kak orion berdiskusi kepada mu, dia cerita kepada ku sewaktu kamu sudah pulang duluan, maka dari itu aku tak heran dengan lomba yang di bilangin sama kak orion. Karena waktu itu aku sudah tau semuanya." jelas mazako kepada yuki yang masih meneteskan air matanya. Yuki pun terdiam saat mendengar kata kata mazako itu. Sampai lomba selesai pun yuki tak ada niat lagi buat nemuin kak orion, jangankan menemui kak orion bahkan liat lomba nya kak orion pun ngga. Ketika semua lomba sudah selesai, yuki langsung saja pulang di temani mazako.


Di lantai bawah tempat semua lomba di adakan. Yuki yang mau pulang itu tak sengaja berpapasan dengan kak orion, tetapi ia bahkan tak berhenti berjalan. Mazako pun melihat ke arah kak orion dengan tatapan kasian, kak orion pun yang menyadari kehadiran yuki itu langsung tersenyum dan memanggil namanya yuki. Tetapi sayang sekali yuki sama sekali tak berhenti berjalan kak orion pun langsung tersadar bahwa yuki sudah mulai jauh. Kak orion pun akhirnya berjalan dan menghampiri ke arah yuki pergi dan terpaksa sesekali memanggil nama yuki. Kak orion pun sudah mulai dekat dengan yuki dan saat kak orion sudah di belakang yuki persis, mazako langsung menarik tangan kak orion untuk mendekati yuki. Kak orion pun mengikuti arahan dari mazako dan langsung memegang tangan yuki. Yuki yang baru menyadari bahwa kak orion dari tadi sudah ada di belakang nya, langsung kaget saat tangannya di pegang oleh kak orion. Yuki berusaha melepaskan genggaman tangan kak orion tetapi ngga bisa.


"Gummy ku, kamu kenapa ? kamu marah dengan ku ya ? kamu marah dengan alasan apa ?" tanya kak orion lembut dan penuh perhatian kepada yuki. Tetapi yuki hanya diam dan mencoba melepaskan genggaman tangan kak orion itu.


"Kalau kamu marah sama aku karena ulah ku yang buat kamu jadi marah, maka aku minta maaf ya..... aku cuma mau menagih jawaban dari surat ku." kak orion tersenyum kepada yuki. Yuki tanpa berfikir panajang langsung menjawabnya tanpa ragu ragu lagi.


"Nggak, aku ngga mau jadi pacar mu. Jadi lepasin tanganku." kata yuki terlihat sangat marah. Kak orion pun tak melepaskan tangan yuki, ia malah memasang wajah heran yang tercampur dengan kesedihan.


"Yuki ? apakah kamu...." belum kak orion selesai bicara tiba tiba koriko datang dan memanggil kak orion.


"Kak orion" teriak koriko membuat yuki jadi kesal dan mendorong kak orion. Kak orion yang terdorong oleh yuki pun hampir terjatuh, tetapi koriko lebih dulu berlari dan memeluk kak orion dengan kuat, sehingga kak orion tidak jadi jatoh. Yuki yang ingin menahan tangisan nya itu langsung pergi begitu saja. Koriko langsung tersenyum licik dan juga menggandeng kak orion. Koriko dan kak orion pun langsung pergi dari situ, mazako yang melihat koriko begitu menyebalkan, membuat mazako jadi marah. Mazako langsung menghampiri yuki untuk memberi tahu kelakuan busuk koriko, tetapi malah yuki sudah pulang dahulu.


Yuki sangat lah sedih, ia tak tahu harus apa. Di dalam mobil pun yuki hanya bisa menangis dan terus menagis begitu pula saat sampai dirumahnya ia langsung lah keluar dari mobil dan lari ke kamarnya itu. Yuki mengunci rapat rapat pintu kamar nya dan menagis sejadi jadinya.


#Cerita author :


**Semoga kalian suka ya dengan karya ku di episode kali ini yang mungkin sedikit lebay, sebenarnya author bisa nulis selebay itu karena saat membuat episode ini author nangis gegara membayangkan jika author ada di posisinya yuki saat ini.


Sekian aja ya cerita author, terima kasih ya temen temen.🙏**


*Author bingung nih, mau buat episode baru, tapi ngga tau mau pake judul apa.😢😢😢


Yuk bantu author buat cari judul yang tepat buat episode selanjutnya*.

__ADS_1


__ADS_2