
Selesai semua pelajaran yang ada di sekolah, yuki dan mazako pun pulang ke rumah yuki. Mereka pulang menggunakan sepedanya mazako, dengan posisi yuki duduk di belakang dan mazako yang mengendarai sepedanya. (Seperti chapter sebelumnya, yuki mengajak mazako untuk main ke rumahnya. Mazako main ke rumah yuki untuk mendengarkan curhatan yuki).
Sampailah yuki dan mazako ke rumahnya yuki, yuki pun turun dan mengajak mazako untuk masuk ke rumah yuki. Mereka pun langsung masuk ke rumah yuki, yuki masuk ke rumah dengan muka yang kesal dan juga sedih membuat pembantu yuki pun menjadi semakin penasaran kepada nonanya itu. Pembantu yuki itu pun langsung berjalan menghampiri yuki dan juga mazako.
"Ehhh non yuki, udah pulang toh ? ehh ini juga ada mbak mazako juga toh ? mau main ya mbak ? sering sering main kesini mbak, hibur non yuki supaya ngga sedih gitu." kata pembantu yuki sedikit menyindir yuki. Yuki pun tak menggubris sama sekali kata kata pembantunya itu, ia langsung saja berjalan ke arah kamarnya dan msninggalkan mazako bersama dengan pembantunya itu.
"Iya ini mau main, kali kali ya bi kalau ada waktu aku pasti bakalan sering sering kesini kok. Yudah ya bi aku langsung ke kamarnya yuki." kata koriko yang sambil berjalan menyusul yuki yang telah berjalan menaiki tangga rumah itu.
"Owhhh yaudah, jangan buat sedih non yuki ya mbak." kata pembantu yuki mengperingatkan kepada mazako.
"Yoiiii." jawab mazako dengan lantang.
Sesampainya yuki dan mazako di kamar yuki, mereka pun masuk ke kamar dan yuki mengunci pintu kamarnya dengan rapat. Yuki langsung berjalan menghanpiri mazako yang sudah duduk di kasur yuki, yuki duduk di sebelah mazako dan ia tiba tiba teriak dan juga menangis begitu saja.
"Ahhhhhhh, kesel kesel kesellll kenpa sih kak orion harus pergi ke inggris ?" teriak yuki sambil menangis, membuat mazako menutup telinganya.
"Kamu pasti nyesel kan yuk ? kamu sih ngga mau dengerin perkataan ku, aku kan dah bilang sama kamu buat kasih kesempatan terakhir untuk kak orion. Tapi kamu malah ngga mau dengerin perkataan ku, malah milih buat menghindar dan jauhin kak orion." kata mazako membuat yuki menjadi tersadar bahwa dirinya telah salah membuat keputusan. Yuki pun langsung memeluk mazako dengan erat.
__ADS_1
"Yaudah lah yuk, mau gimana lagi coba ? nasi dah jadi bubur, semua nya udah terjadi. Kamu sekarang ngga bisa apa apa kan ?" kata mazako membuat yuki semakin merasa bersalah.
"Iyaa sihh aku salah, aku terlalu gegabah buat bikin sebuah keputusan. Aku ngga bisa langsung kasih kesempatan untuk kedua kali atau pun kesempatan terakhir buat seseorang yang udah buat hati ku terluka. Aku butuh waktu buat memikirkan sebuah keputusan, aku juga saat itu takut buat kasih kesempatan lagi, karena aku takut bakalan tersakiti lagi." jelas yuki kepada mazako dengan suara yang terisak isak di akibatkan karena ia betbicara sambil menangis.
"Memang sih seseorang itu pasti akan membutuhkan waktu buat bikin keputusan, tapi kamu malah memilih buat keputusan secepat itu. Ya ini lah hasilnya malah membuat kamu jadi menyesal. Tapi mendengar cerita mu kemarin di sekolah, aku jadi yakin kok pasti kak orion ngga akan ninggalin kamu." kata mazako membuat yuki menjadi sedikit tenang dan melepaskan pelukannya dari mazako sambil menghapus air matanya.
"Iya sih, tapi kalau Koriko sama Kak orion pacaran gimana ? trus nanti kalo kak orion ngga mau nemuin aku lagi gimana ?" yuki bertanya tanya sambil cemberut.
"Mungkin aja sih koriko sama kak orion pacaran, kan kalau mereka berdua di inggris otomatis mereka bakalan barengan terus dong. Ya kalau mereka tiba tiba saling suka dan kak orion jadi move on dari kamu, itu wajar aja sih. Lagian juga perasaan manusia kan bisa berubah ubah kan yuk ? ya mau gimana juga mereka kan juga manusia ya pasti akan tetap berubah lah. Yang dulunya suka jadi ngga suka, terus yang dulunya ngga suka jadi suka, itu sih bukan masalah kan ?" kata mata mazako membuat yuki menjadi patah semangat dan bersedih.
"Aku sih ngga ada niat buat kamu jadi patah hati, tapi kalau itu semua udah terjadi ya mau gimana lagi ? aku sih pastinya tetep semangatin kamu kom." kata mazako mendukung yuki.
"Heemm janji ya ?" kata yuki sambil menyodorkan jari kelingkingnya ke arah yuki, untuk meyakinkan mazako supaya tetap menepati janjinya. Mazako yang melihat tangan yuki yang telah di sodorkan ke arah nya langsung tersenyum dan menjabat tangan yuki untuk membuat janji.
"Tapi kamu jangan sedih lagi ya ? sekarang kamu harus jalanin hari hari mu dengan penuh ke semangatan, ok yuk ?" mazako memastikan yuki.
"Heem" yuki menganggukkan kepalanya tanda menyetujui perjanjian dirinya dengan mazako.
__ADS_1
"Yaudah ya yuk aku pulang dulu." kata mazako untuk berpamitan kepada yuki.
"Jangan dulu dong..... aku masih mau cerita sama kamu. Barusan aja kamu bilang mau temenin aku terus, tapi kok malah kamu sekarang pamitan pulang sih." kata yuki menahan mazako supaya tidak pulang.
"Iya iya, kan aku cuma mau pulang aja masa nggak boleh sih ? lagian aku juga ngga mungkin di sini terus kan ? memangnya kamu mau aku ngga pulang rumah ?" kata mazako sedikit kesal kepada yuki.
"Ya ngga sih.... tapi dengerin curhatan aku aja kenapa sih ? kamu dah janji loh buat aku ngga sedih lagi." kata yuki meyakinkan mazako.
"Besok besok lagi aja lah yuk kamu curhatnya ya ? aku mau buat pr." elak mazako yang sedari tadi mau pulang.
"Jangan gitu dong.... nanti aku bantu kamu kerjain pr deh, aku janji kok. Owh iya sekalian aja kamu nginep di rumah ku, lagian kan besok libur sekolah kan ?" bujuk yuki kepada mazako yang susah di ajak kompromi.
"Aku ngga enak aja sana mama kamu, nanti aja ya aku sini lagi ok. Kalau ngga bisa nanti ya mungkin besok lah." kata mazako menolak tawaran dari yuki.
"Ihhh jangan gitu lohh. Aku ijinin deh sama mama ku ok." kata yuki merayu mazako sambil memegangi tangan yuki. Akhirnya mazako menjadi luluh kepada yuki dan menyetujui permintaan yuki. Yuki menjadi bahagia kembali dan mereka pun langsung turun ke kamar mamanya yuki.
Sesampainya mereka di depan kamar mama yuki, mereka segera mengetuk kamar mama yuki dan meminta ijin untuk mazako yang akan menginap di rumah yuki. Tanpa alasan apa pun mama yuki segera mengijinkan mazako untuk nginap di rumahnya. Yuki pun menjadi senang dan mereka pun menuju ke kamar yuki lagi untuk berbenah dan melanjutkan curhat sampai larut malam.
__ADS_1