
Pagi ini yuki bangun dengan badan yang segar, ia bergegas untuk bersiap siap untuk berangkat kerja. Begitu pula dengan mazako yang juga sibuk dengan urusannya sendiri. Selesailah mereka berkemas kemas, mereka langsung berangkat kerja tanpa sarapan terlebih dahulu, karena terburu buru dan juga takut telat. Di karenakan adanya presidir baru dan juga aturan baru yaitu jam mulai kerja di percepat menjadi jam setengah 7, maka yuki dan juga mazako jadi terburu buru.
Yuki dan juga mazako langsung berangkat kerja, mazako yang membawa mobil langsung menaikkan kecepatan kendaraannya supaya cepat sampai di tempat kerja. Dan benar yuki dan juga mazako sudah datang tepat waktu tanpa terlambat 1 detik pun. Mereka berjalan dengan santainya, tak sengaja di pertengahan jalan yuki dan mazako, ia berpapasan dengan kak orion dan juga koriko. Langsung lah yuki kesal dan juga langsung melewati mereka kak orion dan juga koriko. Tetapi mazako mencegah yuki untuk pergi begitu saja, ia mengingatkan kepada yuki untuk tetap berperilaku sopan.
"Yuk, jangan langsung pergi gitu aja dong. Kita harus tetep sopan, kan kak orion sekarang dah jadi presidir kita. Ayo kita kasih sapaan." bisik mazako mengingatkan yuki.
"Heemm, Selamat pagi pak presidir." kata yuki memberi salam kepada kak orion dengan sewot.
"Selamat pagi pak." kata mazako sambil memegang punggung yuki supaya ia menundukkan setengah badannya untuk memberi hormat kepada kak orion. Yuki pun mengikuti seluruh kata kata dan juga tindakan yuki.
"Iya selamat pagi, tolong jangan lah terlalu formal seperti itu seperti biasa aja. Kita kan juga dulu pernah deket, jadi tidak perlu sampai segitunya." kata kak orion yang melihat mazako dan yuki sangat menghormatinya.
"Ohh tidak apa apa kok, inikan memang pekerjaan kami sebagai bawahan." kata mazako dengan sopan.
"Kalau memang kalian itu bawahannya kak orion, maka kalian juga harus hormatin aku sebagai tunangannya." kata koriko iseng karena ingin menjahili yuki dan juga mazako. Kak orion pun langsung melihat ke arah koriko dan menatap heran koriko, koriko pun yang juga melihat kak orion hanya tersenyum. Mendengar kata kata koriko, mazako pun langsung angkat bicara untuk membela yuki.
__ADS_1
"Saya dan juga teman saya adalah pegawai di rumah sakit ini. Dan teman saya sekaligus dengan saya, hanya lah bawahan dari kak orion, maka dari itu kami hanya akan memberi hormat kepada atasan kami saja, bukan ke orang lain juga. Jadi mohon maaf kami tidak bisa memberikan hormat kepada orang asing yang tidak ada sangkut pautnya dengan pekerjaan di sini." jelas mazako membuat koriko merasa tersindir dan koriko pun langsung menarik tangan kak orion untuk pergi dari hadapan yuki dan juga mazako.
"Haha rasain tuh, makanya jangan sok dong. Kalau berani sini debat sama aku." kata mazako girang. Tetapi beda dengan yuki yang kesal dan juga marah atas perilaku koriko, yuki langsung pergi meninggalkan mazako. Mazako pun langsung mengejar yuki dan mebenagkan yuki, tetapi yuki hanya tetdiam tak mau di ajak bicara.
Sampailah yuki ke ruangannya, ia duduk seperti biasanya dan ia merenung sedih. Tetapi ia selalu menyemangati dirinya sendiri.
"Yukiii...... kamu harus tetap semangatt jangan kamu patah hati. Aku harus yakin kalau diri ku pasti bisa menunjukkan yang terbaik dari yang terbaik. Jangan nangis..... jangan nangis....." kata yuki di dalam hati sambil meneteskan air matanya. Tiba tiba koriko datang keruangan yuki tanpa mengetuk pintu ruangan itu, yuki pun seketika langsung kaget dan langsung menghapus air mata nya.
"Huuuu nagis ya ? sedih gara gara kak orion udah punya tunangan ? yah jangan harap lah kamu bisa buat kak orion jadi milik mu. Kalau bisa pun itu juga paling hanya di mimpi mu. Sadar dong yuk, kamu tu sampai kapan pun ngga bakalan cocok sama kak orion." ejek koriko yang melihat yuki yang sempat menangis.
"Yaudah sih, memangnya kalo aku sedih emangnya kenapa ? kan ngga ada hubungannya sama kamu kan ?" kata yuki kesal.
"Makasih ya koriko, kamu udah bantuin aku selama ini." kata kak orion keda koriko.
"Yoi, semoga kalian bisa langgeng ya ?" kata koriko bahagia. Yuki pun langsung bingung dan juga heran dengan kelakuan koriko dan kak orion yang aneh itu.
__ADS_1
"Kalian tuh apa apaan sih ngga jelas banget, dateng dateng langsung bicara ngga jelas." kata yuki kesal dan juga bingung. Kak orion pun berjalan menghampiri yuki dan segera ia memueluk yuki.
"Ihhhh apaan sih ? udah deh ngga usah peluk peluk aku lagi, aku ngga mau buat masalah lagi. Lagian kak orion kan dah punya tunangan kenapa sih harus peluk peluk aku ? maksud kalian memang apa sih ? cepat jelaskan." kata yuki kesal sambil mendorong kak orion. Kak orion pun langsung tersenyum dan melihat ke arah koriko.
"Jadi gini yuk, aku tu sama kak orion emang saling kerja sama buat bikin kamu ngga bisa move on dari kak orion. Kalau kamu bisa move on, tandanya kamu ngga beneran cinta sama kak orion. Tapi kalau kamu ngga bisa move on sama kak orion berarti kamu emang beneran suka sama kak orion. Kak orion minta tolong aku buat ngetes kesungguhan kamu, dia mau tahu apakah kamu akan tetap setia sama dia apa ngga. Dan ternyata hasilnya sangat lah memuaskan sekali." jelas koriko kepada yuki.
"Ha ? kalian pasti bercanda kan ? kalian boongan kan ? tolong jelasin yang bener dong" kata yuki tak percaya.
"Ngga kok, kami ngga boong sama kamu. Kami beneran jujur." kata kak orion sambil mengelap air mata yuki yang sudah mulai menetes itu. Segera lah kak orion memeluk yuki lagi dan yuki pun juga membalas pelukan kak orion.
"Yuki..... jangan pernah tinggalin aku ya ? berjanjilah kepada ku untuk terus di samping ku selalu dan jadi lah ibu dari anak anak ku kelak. Apa pun yang akan terjadi, kamu jangan pernah tinggal kan aku ya ?" kata kak orion dengan lembut.
"Hemm." kata yuki yang masih terus menangis.
"Kalau gitu mau kah kamu sekarang jadi istri ku ? maksud ku maukah kamu nenikah dengan ku yuki ?" kata kak orion bahagia.
__ADS_1
"Ya aku mau." kata yuki sambil menghapus air matanya itu.
Mereka pun saat itu resmi menjadi sepasang kekasih, Yuki dan juga kak orion pun langsung merencanakan tahap untuk pernikahannya. Tak lupa juga yuki memberi tahu mazako dan juga mama papa nya, mereka semua sangat lah senang dengan kata kata yuki itu, tetapi papa yuki menyuruh kak orion untuk menemuinya dahulu.