ORION Dan YUKI

ORION Dan YUKI
S.2 Hari spesial penuh tangis


__ADS_3

Hari demi hari telah di jalani, akhirnya hari yang di tunggu pun datang juga.


Pagi ini, pukul 06.00 pagi di rumah mazako.


Bramsta masih tertidur pulas di kamar tamu milik mazako. Ayumi yang sedari tadi telah bangun tidur, segera berlari ke arah kamar bramsta untuk membangunkan bramsta, tanpa mengetuk pintu kamar bramsta ia langsung masuk saja. Setelah masuk ke kamar bramsta yang ternyata tidak di kunci itu, ayumi langsung loncat ke kasur bramsta. Tetapi perilaku ayumi tidak dapat membuat bramsta terbangun dari tidurnya, ayumi pun mencoba membangunkan bramsta dengan cara lain.


“Kak bram, banguunnn……hari ini hari special lohhh” bisik ayumi di telinga bramsta yang membuat bramsta sedikit risih dengan angin suara yang masuk ke telianganya.


Walau merasa risih, bramsta tetap tisurr dengan pulasnya. Ayumi pun yang melihat perilaku bramsta itu sudah menyerah untuk membangunkan bramsta lagi dan ia pun turun dari kasur bramsta. Tetapi bramsta langsung teringat dengan “hari special” yang dimaksud oleh ayumi itu, dan dia pun langsung memegang tangan ayumi dan langsung bangkit dari tidurnya itu.


Ayumi pun jadi kaget dan juga senang karena akhirnya bramsta bangun juga.


“Yeahhhh akhirnya kak bram bangun juga, ayo kak ke bawah. Ohhh iya katanya mama mau bicara sama kak bram lohhhh….” Kata ayumi senang.


“Heeemmm, ayo ke bawah.” Kata bram sambil menarik tangan ayumi. Mereka pun akhirnya turun kebawah bersama, mereka pun menuju ke arah mazako yang tengah duduk di sofa depan tv sambil minum teh.


“Tante, ada apa ? katanya mau berbicara dengan ku ?” kata bramsta yang penasaran dengan pembicaraan yang akan dibahas mazako.


“Ohhh bram, iya tante mau bicara sebentar ya….” Kata mazako sedikit kaget dan juga gagu.


“Iya, mau bicara apa tante ?” kata bramsta bingung sambil duduk di sebelah mazako.

__ADS_1


“Emmmm gini, jadi tuh mama kamu hari ini kan harusnya pulang kan ?” kata mazako meyakinkan bramsta.


“Iya, trus kenapa ?” kata bram heran.


“Tadi mama kamu chat tante, mama kamu bilang hari ini mama dan papa kamu belum bisa pulang dulu. Katanya sih mau pulang setelah selesai semua, tapi belum tau kapan selesainya tugas.” Kata mazako menjelaskan keadaan.


“Bukannya mama sama papa kan Cuma ambil kontrak aja kan ? kenapa harus selesaiin tugasnya ? kalau memang sudah selesai kontraknya, ya udah selesai juga dong tugasnya…..” kata bramsta tak terima dengan keadaan.


“Iya, tapi kan mama dan papa kamu orang yang teladan. Lagian juga papa kamu adalah presidir rumah sakit terkenal di kota kita, yahhh gima dong ? coba sabar aja dulu, pasti mereka melakukan ini karena sayang sama kamu kok.” Kata mazako menenangkan bramsta.


“Kenapa harus itu yang mereka lakukan ? kan mereka bisa luangin waktu mereka untuk aku, aku tak banyak berharap kepada mereka. Aku hanya ingin bermain dengan mereka selayaknya anak anak biasa yang sering bermain dengan orang tuanya maupun ibunya.” Bentak bramsta tak ingin mendengar alasan mazako lagi.


“Yahhh….. bagi banyak orang yang tak seperti aku, pasti tak menginginkan hidup mereka lagi, tapi aku bersyukur jika suatu saat aku bisa hidup di keluarga yang sederhana saja dengan peluang waktu yang melebihi masa. Dibandingkan dengan saat ini, aku lebih suka hidup dengan keterbatasan. Bilang saja kalau mereka tak menginginkan aku di sisi mereka, makannya mereka tak mau meluangkan waktunya.” Kata bram kesaal sambil berjalan pergi kearah kamarnya, tetapi dengan sigap mazako menahan bramsta agar tak pergi dari situ.


“Bram…. Mama dan papa kamu bukannya tak menginginkan kamu di sisi mereka, mereka hanya ingin kamu bahagia dengan apa yang mereka hasilkan untuk mu. Memangnya ada hari dimana mereka tak merindukanmu ? mereka pasti sama seperti mu, mereka pasti merindukan mu saat ini.” Kata mazako menjelaskan.


“Mereka mau aku bahagia dengan apa yang di hasilkan mereka untuk ku ? sekarang ini apa yang sedang mereka hasilkan untuk membahagiakan ku ? semua itu karena karirnya saja, kalau soal rindu aku tak tahu aku sebenarnya rindu pada mereka atau malah membencinya…..dan aku tak akan menyalahkan tuhan karena aku telah di lahirkan oleh mama, tapi aku akan menyalahkan mereka yang tak tahu malu dengan perilaku mereka untuk membuatku hadir di dunia.” Katanya kesal.


“Heiiii jangan pernah kamu berpikiran menjadi seorang yang lebih dewasa, pikiran mu terlalu jauh dari seorang yang di katakan “anak kecil” keesokan harinya kamu akan mengerti kok kenapa mereka seperti itu.” Kata mazako dengan tulus.


“Selamanya aku akan tumbuh dengan kepribadian yang lebih dari kata “anak kecil” aku akan berbicara selayaknya seorang yang sudah dewasa, mau tau kenapa ? yaps…. semua itu karena aku selalu tak pernah mengenal kata “bermain” dari kedua orang tua ku, sedari dulu mereka selalu mendidik ku untuk menjadi lebih mandiri dan dewasa. Dan sekali lagi aku tak akan menyalahkan tuhan Karena telah memberi ku orang tua yang terlalu sibuk dengan karirnya, mungkin memang aku saja yang terlalu egois dan menginginkan mereka tinggal di sisi ku dan seharusnya aku sadar bahwa semua orang di dunia ini akan pergi meninggalkan ku kelak.” Kata bram sambil melepas genggaman tangan mazako, ia pun langsung berjalan kembali ke kamarnya. Mazako pun yang awalnya mau membalas perkataan bramsta, menjadi tidak berkata apa apa dan langsung terdiam saja. Ayumi pun yang melihat keadaan yang semakin mencengkam langsung mengikuti bramsta ke atas menuju kamar bramsta.

__ADS_1


Di depan kamar bramsta.


Bramsta masuk ke kamarnya dan di susul dengan ayumi. Belum lagi ayumi masuk ke dalam kamar bramsta, bramsta sudah menutup kamarnya dan menguncinya. Ayumi pun jadi terkejut dan kebingungan.


“Bang bram buka dong…. Ayumi juga mau masuk ke kamar.” Kata ayumi memohon.


“Pergi ….. aku tak butuh kamu, kamu sama saja seperti yang lain.” Kata bram sambil menahan nangis yang sudah mau pecah.


“Ayumi tak sama seperti yang lainya kok, ayumi kan ya ayumi…..ayumi Cuma ada satu aja. Memangnya ada ayumi yang lainnya ya bang bram ? kalau ada, ayumi bakal hajar deh ayumi lainnya.” Kata ayumi dengan polosnya yang ingin menghibur bramsta.


“Bodohhh, udah sana minggirrrrr.” Bentak bramsta semakin kesal. Ayumii pun yang ketakutan saat di marahi bramsta langsung menangis sejadi jadinya di depan pintu bramsta. Mazako pun yang mendengar anaknya nangis histeris, langsung berlari ke arah kamar bram dan menghampiri anaknya itu.


“Ayumi…. Kenapa ? kok nangis sih ? udah udah jangan nangis lagi” kata mazako menenangkan anaknya yang sedang nangis dan juga memeluknya.


“Ayumi Cuma amau hibur bang bram, tapi bang bram marah……” kata ayumi polos.


“Sudah ya…. Jangan nangis lagi, beri waktu bang bram buat sendiri dulu.” Kata mazako menenangkan.


“Ok, tapi ayumi Cuma mau nunggu di sini aja…..sampe bang bram mau bukain pintuya buat ayumi.” Kata ayumi kekeh sambil mengusap air matanya.


“Yaudah kalo memang mau menunggu bang bram di sini aja, tapi kalo dah capek ke kamar ya….tidur atau main ya….” Kata mazako setuju dan meninggalkan ayumi di depan pintu bramsta. Ayumi pun menunggu bramsta di depan pintu kamar bramsta sambil duduk di depan pintu kamar barmsta dan menyandarkan pundaknya di pintu kamar itu. Sama seperti yang di lakukan ayumi, bramsta juga sedang duduk dan bersandar di pintu sambil menangis tersedu sedu meratapi hidupnya.

__ADS_1


__ADS_2