ORION Dan YUKI

ORION Dan YUKI
Kenangan Selamanya


__ADS_3

#skip


5 bulan kemudian, 27 Desember


Jam 6.00


Pagi ini yuki tak seperti biasanya, ia kali ini masih saja tidur dengan pulasnya. Ya... tentu saja yuki tidur dengan sangat pulasnya, sebab dari hari hari sebelumnya yuki sangat lah sibuk untuk mempersiapkan pernikahannya dengan kak orion. Tetapi beda lagi dengan penghuni rumah yang lainnya, mereka semua sibuk mengurus pesta ulang tahun yuki sekaligus pesta pernikahan yuki dengan kak orion yang diadakan di hotel ternama di sana. Mereka semua sengaja tak membangunkan yuki, malahan mama yuki berencana untuk meninggalkan yuki di rumah saja. Parahnya lagi, mereka semua tak meninggalkan masakan di rumah sama sekali, sangking sibuknya mereka malah tak membeli atau pun masak makanan sama sekali.


Setelah bebepa menit, mama dan papa yuki sudah siap untuk pergi ke hotel yang sudah di sewakan untuk para tamu VIP dan juga untuk keluarga besar dari kedua mempelai.


"Papa, udah siap semua kan barang barang yang mau di bawa ?" kata mama yuki untuk memastikan papa yuki.


"Udah kok, yaudah berati kita langsung berangkatkan ? ma, kita ngga bangunin yuki buat pamitan ?" kata papa yuki memastikan.


"Ngga usah di bangunin ajalah pah, ntar biar di anter sama supir buat ke hotelnya. Lagian yuki juga lagi capek kan pah, dari kemarin pulangnya sering telat karena nyiapin acara hari ini. Mama jadi kasihan lah sama yuki, biar istirahat aja lah yuki, ya itung itung kita bikin suprise buat yuki." kata mama yuki menjelaskan.


"Loh... tapi kalo nanti yuki cariin gimana ? udah papa bangunin bentar lah buat pamitan." kata papa yuki khawatir sambil berjalan mengarah ke kamar yuki.

__ADS_1


"Ehhhh papa..... mama bilang jangan ya jangan. Papa itu ya kalo di bilangin..... suka bandel deh, udah deh papa tu nurut aja lah sama mama." kata mama yuki sambil mencegah papa yuki dengan menarik tangan papa yuki.


"Ihhh mah..... tapi kan yuki..." kata papa yuki tetpotong karena di sela oleh mama yuki.


"Halah, apa ? tapi tapi apa ? papa ini kalo bilangin ya..... emangggg engga bisa." kata mama yuki kesal sambil menjewer kuping papa yuki dan menariknya untuk berjalan menuju ke teras rumah.


"Eeee i...iy....iya maaaaa, papa ngga bakalan bangunin yuki kok, udah ya ma... jangan jewer kuping papa lagi dong." kata papa yuki minta ampun kepada mama yuki agar di lepaskan dari jeweran itu, tapi mama yuki tak mau melepaskannya. Pembantu yuki pun yang melihat adegan itu, langsung lah menasehati papa dan juga mama yuki yang sedang membuat gaduh itu.


"Ehh..... tuan dan nyonya jangan berantem lagi ya..... nanti non yuki malah bangun loh." kata pembantu yuki mengingatkan papa dan mama yuki yang sedang gaduh.


"BODO AMAT......." kata papa dan mama yuki bersamaan. Pembantu yuki pun langsung sekejap menjadi diam dan senyumnya pun juga menghilang. Karena takut kena marah dengan nyonya dan juga tuannya, langsung lah ia pergi dari posisinya dan segera membawa koper barang barang untuk di masuk kan ke dalam mobil dan membiarkan mama dan juga papa yuki yang sedang gaduh itu. Selesai lah semua barang barang di masukkan ke dalam bagasi mobil, mereka pun langsung bergegas pergi ke hotel itu dan seperti rencana mama yuki tadi, mereka meninggalkan yuki di rumah sendirian.


"Lah kok sepi banget sih ? orang orang pada kemana ya ?" batin yuki yang sedang minum sambil melihat ke sekelilingnya. Selesai yuki minum, langsung lah ia menaruh gelasnya di meja, ia pun juga langsung pergi dari dapur untuk melihat ke kamar mama dan papa nya. Sampainya di depan pintu kamar mama dan papa nya, ia langsung membuka pintu itu tanpa mengetuk pintunya. Yuki langsung saja masuk ke dalam kamar papa dan mama nya, ia sontak terkejut saat melihat di dalam kamar papa dan mama nya itu, di karenakan kamar itu ternyata kosong tak ada orang sama sekali dan juga gelap gulita. Yuki pun langsung keluar dari kamar papa dan mama nya, ia langsung mencoba mencari penghuni yang lainnya dengan cara ber teriak teriak memanggil pembantunya. Tetapi setelah beberapa menit yuki memanggil manggil, tetap saja tak ada jawaban dari siapa pun. Yuki pun langsung berlari ke kamarnya dan mengambil hp nya untuk menelepon mama nya, ia langsung mencari kontak mama nya dan meneleponnya dengan ekspresi yang sangat cemas. Setelah beberapa kali yuki telah menelpon mamanya, akhirnya telepon itu di angkat juga oleh mama nya.


"Halo ma, mama dimana sih ? kok di rumah sepi gini sih, emang pada kemana semua sih ma ?" kata yuki cemas sekaligus kesal.


"Iya, ini supir nya lagi otw kok yuk. Kamu mending sekarang siap siap aja dulu, nanti kamu ikut supir ya yuk, biar supir nya anter kamu ke sini.... oh iya jangan lupa pakai dres yang mama kasih ke kamu semalem ya...." kata mama yuki menjelaskan sekaligus menenangkan yuki.

__ADS_1


"Lho emangnya mama di mana sih ? kok yuki harus ikut supir buat kesana ?" kata yuki bingung.


"Ya intinya kamu siap siap aja dulu lah, nanti kamu juga bakalan tau sendiri. Udah ngga usah bantah ya.... ikutin kata mama." kata mama yuki sambil mematikan telepon itu. Yuki pun yang mendengar bunyi "Tuuutt tuuut" dari hp nya langsung mengeceknya.


"Ma ? mama..... halo...." kata yuki mencoba untuk mengecek telepon itu, tetapi tak ada jawaban dari mama nya sama sekali. Yuki pun langsung melihat hp nya untuk memastikan teleponnya sudah mati atau belum, dan ternyata teleponnya sudah mati. Yuki pun langsung cemberut dan melemparkan hp nya ke kasur tempat dia tidur.


"Ihhh mama tuh ya...... au ah, mama tuh emang nyebelinnnnn bangetttt." kata yuki geram kepada mama nya, ia pun langsung ke kamar mandi dan juga bersiap siap.


Setelah selang beberapa menit yuki mandi, ia pun langsung keluar dari kamar mandi dengan handuk yang menutupi badannya. Yuki langsung membuka lemari pakaiannya dan memilih milih baju, tetapi tak ada yang kira nya cocok dengan seleranya. Yuki pun langsung teringat kepada kata kata mama nya tadi di telepon, yaitu yuki di suruh untuk mengenakan dres yang di berikan mama nya semalam. Ia langsung lah membuka lemari gantung nya dan mengambil dres yang telah di sarankan oleh mamanya, ia pun langsung mengenakan dres itu dan bergegas untuk dandan. Beberapa menit pun telah berlalu, yuki langsung keluar dari kamarnya dengan dandanan yang sangat simple tapi menawan di sertai rambut yang di gelungnya, tak kalah menariknya dengan baju yuki yang benar benar serasi dengan sepatunya itu ( sama sama merah ). Yuki pun langsung turun ke bawah, baru beberapa anak tangga yang ia lalui, ia di buat kaget dengan ke hadiran supir nya yang tengah menunggunya di sebelah tangga. Sampai lah yuki di anak tangga yang terakhir, langsung lah supir itu memberi hormat kepada yuki dengan menunduk kan setengah badannya dan menyapa yuki. Yuki langsung tersenyum dan juga menyapa supir itu.


"Mari non saya antar ke tempat nyonya, mereka semua sudah menunggu kehadiran non yuki." kata supir itu menjelaskan kepada yuki sambil mengulurkan tangannya untuk mempersilahkan yuki berjalan ke depan rumah, yuki pun langsung menganggukan kepalanya dan berjalan menuju depan rumah dengan di ikuti supir itu di belakangnya. Sampai lah mereka di depan rumah, supir itu pun langsung berlari ke arah mobil itu dan langsung membuka kan pintu mobil untuk yuki. Yuki pun langsung masuk ke dalam mobil dengan perasaan yang sedikit kebingungan, supir itu pun langsung menutup pintu mobil itu dan lari ke arah depan mobil untuk masuk ke dalam mobil bagian supir dan mereka pun langsung pergi ke tempat mama dan papa yuki berada.


Sampai lah mereka di hotel itu, yuki pun yang telah mengamati hotel itu dari tadi pun sempat terkejut dan juga bingung karena hotel itu sangat sepi dan ruang lobby nya sangat lah gelap tak ada cahaya. Tetapi kebingungan itu pum pudar setelah supir itu keluar dari mobil dan melakukan hal yang ia lakukan tadi di rumah yuki ( membukakan pintu mobil untuk yuki ). Yuki pun langsung keluar dari mobil itu dan langsung menuju ke pintu masuk hotel itu, di depan pintu itu yuki sudah di sambut dengan para pelayan pelayan hotel itu dengan sangat rapi dan sopan. Ada juga 2 pelayan yang berada paling dekat dengan pintu itu, mereka langsung membuka pintu itu untuk yuki. Yuki pun langsung masuk ke dalam hotel itu, ia langsung kaget dan merasa gelisah saat kedua pelayan tadi tiba tiba langsung menutup pintu itu. Yuki pun mencoba untuk tidak takut, ia tetap berjalan ke depan terus dengan langkah perlahan. Tiba tiba yuki di buat kaget dan takut, di karenakan ke hadirannya kak orion yang muncul dari belakang yuki dan memanggil manggil yuki, yuki pun langsung berbalik badan untuk melihat kak orion. Ia terkejut saat melihat kak orion yang tengah berdiri di hadapannya dengan membawa roti ulang tahun yang berukuran kecil besama lilin lilin kecil. Kak orion langsung menyanyikan lagu selamat ulang tahun di ikuti dengan paduan suara yang belum sempat yuki lihat. Karena yuki terharu, ia langsung menutup mukanya dengan kedua tangannya dan ia meneteskan air mata kebahagian. Kak orion pun langsung berjalan mendekati yuki dan menyuruh yuki meniup lilin lilin itu, yuki pun langsung mensebentar seketika lampu itu pun langsung menyala dan bertaburan lah bunga sakura yang terbuat dari kertas yang berasal dari atas, orang orang yang dari tadi memang sudah ada di sana pun juga pada besorak sorakan. Yuki pun tersenyum dan meneteskan air mata nya lagi, dengan sigap kak orion yang melihat yuki menangis langsung mengusap air mata yuki dan merangkulnya. Mereka pun akhirnya merayakan ulang tahun yuki bersama sama sampai siang jam 12. Setelah acara selesai mereka semua pun pulang termaksud yuki dan juga kak orion.


Sampai di rumah, yuki istirahat sebentar (makan, minum, rebahan) dan langsung bersiap siap lagi untuk melaksanakan acara pernikahanya, ia kali ini mengenakan dres warna putih yang di sertai dengan mutiara di bagian bawahnya dan juga sapu tangan panjang yang seperti cinderella dan juga kalung berlian yang di desain oleh desainer spesial. Selesai lah semua orang di rumah yuki berbenah, mereka pun langsung pergi ke hotel itu lagi.


Sampai lah yuki di hotel tepat jam 17.00 sore.

__ADS_1


Ia keluar dari mobil dan di sambut dengan pelayan pelayan hotel itu, pelayan itu pun mengajak yuki untuk ke taman belakang, di sana yuki melihat kak orion yang tengah menunggunya. Yuki pun langsung berjalan ke arah kak orion, kak orion pun langsung menggandeng tangan yuki dan mengajaknya ke dalam lobby. Pintu lobby telah di bukakan oleh kedua pelayan itu untuk yuki dan juga kak orion, di sana mereka di sambut dengan banyak tamu tamu yang telah di udang untuk melengkapi pernikahan mereka, yuki dan juga kak orion berjalan menuju ke arah panggung yang telah di siap kan untuk hijab kabul mereka. Dan mereka pun langsung melaksanakan pernikahan itu dan mengikrarkan janji janji pernikahan mereka. Dan akhirnya mereka berdua sah menjadi suami istri setelah mereka memasangkan cincin ke pasangannya. Mereka pun sangat lah bahagia dan juga senang, tetapi tiba tiba mazako dan juga koriko bersorak sorak untuk menyuruh mereka berciuman. Orang orang yang mendengar koriko dan juga mazako yang sedang bersorak sorak itu langsung ikut ikutan berteriak teriak menyuruh yuki dan juga kak orion berciuman. Yuki pun menundukkan kepalanya karena malu, tetapi kak orion langsung mengangkat dagu yuki dan mencium yuki. Sambil berciuman, kak orion dan juga yuki melemparkan bunga bersamaan ke para tamu undangan, dengan menggunakan tangan sebelah kirinya dan koriko pun menangkapnya.


~ HAPPY ANDING ~


__ADS_2