
Maret, 9 tahun setelah hari itu…..
Didalam perjalanan……
“Ma…. Mama sama papa perginya ngga lama lama kan ?” kata bramsta meyakinkan mamamya.
“Ngga kok sayang, nanti kalau kontraknya habis mama dam papa pasti pulang kok, memangnya ada apa ?” kata yuki meyakinkan anaknya yang tengah menundukkan kepalanya dengan raut wajahnya yang sedih. Tetapi bramsta tidak mau menjawab pertanyaan mamanya, ia hanya tersenyum dengan paksa sambil menggelengkan kepalanya
“Anak mama kan hebat kayak supermen, jangan sedih dong…. Cuma 4 bulan aja kok sayang…. Lagian bram kan juga udah besar lohh…usia bram sekarang juga udah mencapai 9 tahun, bentar lagi bram juga bakal ulang tahun dan nambah lagi umurnya jadi 10 tahun, masak bram masih mau kayak anak kecil ? nanti bram juga ngga bakal tinggal sendiri kok, mama bakal anter bram dulu ke rumah tante mazako….. selama mama pergi, bram tinggal di rumah tante mazako ya…… bram juga nanti di rumah tante mazako, ngga akan sendirian lagi kok, kan udah ada ayumi, memangnya bram ngga mau ketemu sama ayumi lagi ?” kata yuki untuk menenangkan anaknya laki lakinya itu. Bram pun langsung terlihat senang saat mendengar kata ayumi. Tentu saja ia senang, bagaimana ia tak senang ? ia akhirnya bisa bertemu dengan teman satu satunya yang ia miliki.
“Benarkah itu mah ? mama ngga bohong sama aku kan ?” kata bramsta sedikit tak yakin dengan kata kata mamanya itu sambil melihat kearah mamanya. Tetapi yuki hanya menatap bramsta dengan penuh kasih sayang dan ia hanya tersenyum lebar kepada bramsta, bramsta pun merengutkan keningnya dan ia pun menggoncang tubuh ayahnya dengan kuat untuk bertanya lagi tentang kebenaran kata kata mamanya tadi.
“Papa….. apakah yang di katakan mama itu benar ?” Tanya bramsta pada orion dengan wajah yang sangat serius.
“Iya sayangnya papa…… kenapa kok kamu senang sekali ?” kata orion meyakinkan anaknya sekaligus menyindir. Bramsta pun langsung melihat ke depan dan memegang pipinya dengan kedua telapak tangannya karena terkejut.
“Waaaaaaaaa asikkkkk iyeh iyehhh” kata bramsta sambil lompat lompat girang.
“Husssttt duduk dong…. Jangan lompat lompat kek gitu gak bagus, kayak monyet bergelantungan” kata yuki bercanda sambil sedikit tersenyum karena melihat anaknya senang, begitu juga orion yang menangkap bramsta supaya berhenti lompat lompat. Bramsta pun akhirnya duduk kembali dengan tenang di tengah tengah kedua orang tuanya dengan muka yang malu dan merah, tetapi tetap terlukis sebuah senyuman yang manis itu. Mereka pun melanjutkan perjalanannya untuk kerumah mazako. dengan suasana di dalam mobil yang sungguh bahagia termaksud supir yang mengantarkan mereka sekeluarga.
Setelah beberapa menit, akhirnya mereka sekeluarga pun sampai di rumah mazako (kalian masih ingat mazako kan ? sang teman setia yuki…. Hayo… yang belum baca episode 1 silahkan di baca dulu ya….supaya kalian faham jalan cerita ini).
Satpam rumah mazako pun membuka gerbang untuk masuk mobil yuki, setelah itu yuki, orion dan juga bramsta turun dari mobil. Tak perlu memanggil mazako untuk bertemu dengannya, mazako malah telah menunggu mereka bertiga di depan teras rumahnya, ia menunggu tentu tak sendiri saja melainnkan ia menunggu dengan anak perempuan tercintanya yaitu ayumi ,tetapi tak bersama dengan suaminya, karena suaminya telah berangkat kerja. Bramsta pun yang melihat ayumi tengah menunggunya di depan teras rumah, langsung berlari kearah ayumi dan memeluk ayumi dengan erat. Orang tua dari kebelah pihak pun yang melihat adegan yang di buat anak mereka itu, langsung tercengang dan tersenyum lebar.
Mazako pun menyuruh mereka mampir ke rumahnya dahulu untuk berbincang bincang bersama, tetapi yuki menolak ajakan itu dikarenakan ia belum cek in tiket pesawat. Yuki dan orion pun langsung berpamitan kepada anaknya dan juga mazako.
__ADS_1
“Yaudah ya kalau gitu aku berangkat dulu….” Kata yuki kepada mazako yang belum puas melihat sahabatnya itu. Yuki pun langsung jongkok untuk berbicara kepada anaknya dan juga ayumi.
“Bram….. mamah pergi kerja dulu ya sayang……. Kamu disini baik baik ya…. Jangan nakal dan juga jangan jadi anak yang cengengan ok sayang ?” kata yuki kepada bram yang sedari tadi melihat mamanya dengan mukanya yang polos dan datar. Bram yang mendengar mamanya berbicara seperti itu langsung menganggukakn kepalanya dengan cepat dan masih memasang muka yang datar. Yuki pun tersenyum dan terus memandangi raut wajah bram, tanpa di sengaja ia malah meneteskan air matanya walau menangis, wajahnya masih terlukis senyuman yang sangat lebar di wajahnya. Bram pun yang tak mau melihat mamanya sedih, langsung menghapus air mata mamanya yang telah menetes dengan tangannya.
“Mama jangan nangis lagi ya…..bram ngga mau ngelihat mama nangis lagi, kalau mama nangis bram nanti juga nangis…… baram sayang mama, I love you mama” kata bram sambil memeluk mamanya.
“Iya sayang….. mama ngga bakal nangis lagi kok, mama pasti akan inget terus kata kata bram sampai kapan pun, tapi bram janji ya sama mama….. jangan pernah jadi kayak mama yang cengeng ini. Bram kan anak laki laki kan ? besok kalau bram udah gede, bram juga harus ngelindungi mama dan pasangan bram, kalau bram cengeng trus siapa yang mau ngelindungi mama dan pasangan bram besok ? makannya bram jangan jadi anak yang cengeng ya….” Pesan yuki kepada bram yang mendengarkannya.
“Iya mama bram….. bram janji bakal tepati janji bram untuk kapan pun.” Kata bram untuk meyakinkan mamanya. Yuki pun tersenyum dan berdiri dari jongkoknya, orion pun langsung mendekati bram dan mengelus elus kepala bram dengan penuh kasih sayang.
“Bram dah janji sama mama loh ya…. Jadi harus di tepatin ya bram….. kalau ngga, nanti papa kelitikin ya…semangat anak papa….^^” kata orion menyemangati kesayangannya.
“Siap bosqyuuuu…...” kata bram semangat, semua orang pun tertawa dan gembira.
“Tante tante….. tante memang mau pergi kemana ?” Tanya penasaran ayumi kepada yuki.
“Aaasiyappppp…..” kata ayumi sambil hormat, lagi lagi semua tertawa bahagia.
“Yaudah ya ko…. aku titip anak sematawayang ku….jan di apa apain ya anak sematawayangkuh….” Kata yuki memperingatkan ke mazako untuk menjaga anaknya dengan tatapan tajam.
“Yaelahhhhh ya pasti lahhh bu yuki…. Aku mahh gak bakal nyakitin anak sematawayang mu, kan banyak anak banyak rezeki , pasti aku anggap dia anak kok tenang tenang.”
“Ceritanya ngeharapin imbalan nih ? temen macam apalah itu, untung aja aku sama suami ku holkay….:”) kalau ngga udah ku buang tuhh anak buat jaminan wkwkwk.” kata yuki bar bar, semu pu ketawa termaksud ayumi yang masih kecil dari bram (usia 5 tahun) tetapi bram malah yang tidak setuju dan ia cemberut sendiri .
“Ihhhh mama…… ja-ha-ttttttt huh.” bram marah sambil melipat tangan di bawah dada dan memalingkan muka dari orang tuanya yang gak da akhlaknya sama sekali.
__ADS_1
“Hiyak hiyakkk anak mama cemberut kayak silit ayam, ya yang pentingkan kita holkay kan bram, jadi jangan risau ya baby.” (baby, kalau yuki yang ngomong jadi gini babiii, wajarrr kan ngga pinter pinter dia bahasa inggrisnya wkwkwk).
“Alahhhh tauk lahhh mak…..memang mama tuh paling bisa….. bisa buat darah tinggi orang, udah lah mah sana pergi aku mau mainin ayumi.” kata bram sambil menggandeng tangan ayumi.
“BUSEDDDD dahhh anak kita kok gini banget sih ma…??? Keturunan kamu itu anak, celamitan kalo ngomong napsu bet dah.” Kata orion kaget.
“Ealahhhh bambank….lah nyalahin aku kok an, aku sih ngga napsu km tuh napsu orang kamu yang ada di atas ciehh…” kata yuki tak mau kalah debat (keturunan emaknya ini mah).
“Mama sama papa bicara apa sih? Apanya yang di bawah sama di ata ? emangnya bram salah bicara ya ? kan bram Cuma mau mainanan bareng ayumi salahnya apa ?” kata bram bingung dengan wajahnya yang sungguh polosnya, yuki dan orion pun hanya tertawa kecil dan mereka pelukan sambil berkata
“Huwaaa ternyata anak kita masih polos…..tuhannn apa yang kita lakukan ?” kata orion dan yuki bersamaan sambil lompat lompat.
“Ihhhh anehhhh, ayuk bang kita main…” kata ayumi saat melihat orion dan yuki sedang sedeng, dan ayumi pun menarik tangan bram. Mereka berdua pun bermain mainan bersama sama di kamar ayumi (jan piker yang aneh aneh ya….biasa lah anak kecil mana mudeng).
“Hahaha yaudah lah kalian main aja bubay anak anak…..” kata yuki berpamitan, mazako pun yang melihat sahabatnya telah terkontiminasi virus rsj langsung mengusirnya dan menutup pintu rumahnya, tanpa mengetahui bahwa yuki dan orion belum pergi.
“Honeyyy….. kita telah diusir, kita harus minggat sekarang yahhh.” Kata orion dengan mukanya yang melas dan begitu juga dengan yuki. Mereka pun akhirnya pergi dari rumah mazako, dengan wajah meratapi hidup.
GAESSSS MAU PROMOSIII !!!!
Jadi tuh aku punya karya lagi selain ini loh gaess…
mau tahu ceritanya kayak apa ? coba deh kalian cek ya…
judulnya itu “photography”
__ADS_1
#hayumampiryuk
JAN LUPA YA GAESSSS KU TUNGGU !!!!