ORION Dan YUKI

ORION Dan YUKI
Depresi Akut


__ADS_3

Di kamar yuki, hari senin pagi.


Yuki yang masih teringat akan kejadian kemarin, membuat nya menjadi sedikit malas untuk bangkit dari tempat tidur nya. Yuki melihat jam dinding dikamar nya, ia terus menatap jam itu. Jam itu menunjuk kan pukul 6 pagi, biasanya jam segitu yuki sudah siap untuk berangkat sekolah. Tetapi beda untuk kali ini, yuki masih saja berbaring di kasurnya dan masih melihat jam dinding yang ada di kamar nya itu. Semakin di ingat ingat kejadian kemarin yuki semakin stres, dia saat ini tak tahu harus apa. Yuki akhirnya memutuskan untuk tidak masuk sekolah saja hari ini. Setengah jam berlalu, yuki mengambil hp nya yang ada di atas meja dekat kasurnya. Yuki hanya menatap kosong ke arah hp itu di genggam nya saat itu juga. Seketika yuki meneteskan air mata tanpa sebab apapun, ia menaruh hp itu di sebelah nya. Dengan putus asa, yuki menutup matanya dan mengambil bantal yang ia tiduri itu untuk menutup muka nya.


Mama yuki yang saat itu heran dengan ketidak hadiran nya yuki di meja makan bertanya tanya.


"Lohh udah jam segini, kok yuki belum turun juga sih ? kenapa dia ?" tanya mama yuki entah untuk di tujukan ke siapa.


"Mungkin dia belom bangun mah." Jawa santai papa yuki.


"Apa, belum bangun jam segini ? owalahhh yukiiiii anak ini ya memang ngga tau jam lama lama. Udah males sekolah dia ?" mama yuki ngomel ngomel sambil berjalan menghampiri ke kamar yuki.


Mama yuki yang sudah di depan kamar yuki, langsung membuka kamar yuki.


"Yuki, bangunnnn udah siang. Lihat udah jam berapa ini yukiiiii..." kata mama yuki menghampiri yuki sambil menarik selimut yang masih menutupi tubuh yuki itu. Yuki yang di tarik selimut nya oleh mama nya itu langsung menarik kaki nya ke atas mendekati perutnya dan menekan bantal yang menutupi muka nya itu.


"Yukiiii bangaun ngga, mama siram air ya ? cepet bangun...." teriak mama nya kepada yuki. Tetapi yuki tak ada respon sama sekali. Mama yuki yang melihat kelakuan dan juga respon dari anak nya itu, tambah kesal dan juga tambah marah. Mama yuki pun langsung menarik paksa bantal yuki yang buat menutupi mukanya yuki itu, tetapi yuki tak mau melepaskan bantal itu dan semakin menahannya.


"Yuki.... lepasin ngga ? bener bener ya kamu itu ngga tau waktu ya..." mama yuki masih berusaha menarik bantal itu.


"Yuki ngga enak badan ma, yuki hari ini kayak nya ngga mau masuk sekolah aja deh ma." jawab yuki sedikit terbata bata, karena menahan tangis nya itu yang sudah pecah.


"Ngga ada, kamu harus tetep sekolah, kamu ngga boleh ngga sekolah, memangnya kamu itu ngga enak badan kenapa ? udah deh yuki ngga usah cari cari alesan terus." kata mama nya yuki sedikit marah. Yuki langsung membuka bantal yang menutupi wajah nya itu, mama yuki pun seketika langsung terkejut karena yuki saat itu sedang nangis.


"Yuki, kamu kenapa sayangggg ? kok nangis gitu, jangan nangis donggg kan nanti mama juga ikutan sedih kalo yuki kayak gini. Apa kaki mu itu masih sakit ? atau kamu kenapa sih ? kamu kalau ada masalah cerita dong sayanggg sama mama, mama pasti bakal dengerin cerita kamu kok." mama yuki duduk di sebelah yuki, sambil mengelus elus rambut yuki.


"Ngga kok ma, aku ngga apa apa kok." yuki terus saja menangis walau dia mengatakan kata kata itu.


"Kalau kamu ngga apa apa kok kamu nangis kenapa sih ?" tanya mama yuki meragukan yuki.


"Ngga apa apa aku cuma mau istirahat lebih panjang aja, ma.... aku ngga usah sekolah ya ? aku mau tidur aja." kata yuki sambil menghapus air matanya.


"Yaudah gak apa apa kamu kalau memang ngga mau masuk sekolah juga ngga apa apa. Tapi tolong lah, coba bicara sama mama sebentar. Mama mau tau penyebab kamu nangis itu kenapa." mama yuki terdengar sangat khawatir dengan yuki. Yuki merubah posisinya dari tidur menjadi duduk, dan hanya menggelengkan kepala nya saja.


"Ayolah cerita dong sama mama." kata mama yuki mengamati yuki.


"Ngga ma, aku belum mau cerita dulu. Lain kali aja yuki bakalan cerita kok sama mama." yuki yang sudah mereda nagisnya, mencoba tersenyum paksa kepada mama nya.


"Yaudah kalo kamu memang ngga mau cerita mama ngga akan paksa kamu lagi.tapi jangan nangis lagi dong yuki, kan kamu kuat dan juga orang yang ceria jadi kamu jangan nangis lagi yaa...." mama yuki tersenyum dan menghibur yuki.


"Heemm." jawab singkat yuki kepada mama nya.


"Ok, janji ya sama mama jangan nangis lagi, owhh iya nanti jangan lupa kamu turun ke bawah ya.... mama dah buatin sarapan buat kamu. Jangan lupa di mankan ya nanti." pesan mama yuki kepada yuki. Yuki hanya menganggu angguk kan kepala nya saja. Mama yuki langsung berdiri dari tempat tidur nya yuki dan berjalan keluar dari kamar yuki.


Yuki mengambil hp nya lagi, dia membuka instagram. Sengaja dia membuka instagram untuk refresing supaya dia tidak terlalu depresi. Saat dia membuka instagram, bukannya dia happy malah dia semakin depresi karena dm dan story dari teman teman nya semakin banyak. Yuki tak membuka story mau pun dm an dari orang orang itu, yuki seketika langsung membuang hp nya ke lantai kamar yuki dengan keras. Langsung lah yuki kembali menarik selimutnya sampai menutupi seluruh badan nya dan dia menangis sejadi jadinya.

__ADS_1


"Tuhannn kenapa engkau memberi ku cobaan yang begitu dalam ? aku tak bermaksud untuk mendekati kak orion. Aku ingin rasa nya melarikan diri dari segala masalah ini. Jika memang engkau mau menguji ku setidak nya beri aku sebuah petunjuk untuk menyelesaikan masalh ini." batin yuki dari hati yang paling dalam nya. Yuki terus membatin dan sesekali ia mengatakan bahwa dia menyesal karena harus bertemu dengan kak orion.


"Kenapa aku bodoh bangettt sih ? kenapa ? harusnya dari awal aku ngga menjalin hubungan yang terlalu dekat dengan kak orion. Harusnya aku tahu itu dari awal, malah aku ngga menjauh dari kak orion dan aku juga kenapa harus mengharapkan orang yang begitu terkenal itu untuk menjadi pacar ku? aku benar benar bodoh, aku cewe aneh dan ngga tu diri. Hiks hiks hiks." yuki terus bergumam dan terus menangis, karena sebuah penyesalan yang sangat sangat membuat yuki terpojok saat itu. Saat itu hati yuki sangat lah sakit dan rasanya tak bisa bernafas lagi.


Di sisi lain yuki ( di sekolah )


Kak orion yang nenunggu yuki datang, tetap setia menunggu yuki. Tetapi sudah beberapa menit hampir mau bel masuk, yuki yang ditunggu tunggu oleh kak orion tak kunjung datang juga. Kak orion bingung kenapa yuki tidak datang datang juga, kak orion jelas saja bingung karena kak orion sendiri tidak mengetahui kejadian apa yang menimpa yuki kemarin. Kak orion langsung memutuskan masuk ke sekolah, sebenarnya kak orion masih mau menunggu yuki di depan gerbang sekolah. Tetapi karena yuki tidak datang datang juga saat sudah melewati jam masuk sekolah, maka kak orion masuk sekolah dan berniat untuk menemui yuki nanti saat istirahat. Pelajaran sekolah sudah di mulai, Kak orion jadi khawatir dengan yuki sekaligus merasa bersalah karena tidak menunggu yuki dan malah memutuskan masuk begitu saja.


Jam istirahat.


Kak orion segera keluar dari ruang kelas nya dan berjalan menuju ruang kelas nya yuki. Sesampainya kak orion di depan kelas yuki, tiba tiba ada yang memanggil kak orion. Kak orion yang merasa tidak asing dengan suara itu juga memanggil nama nya tetapi dalam hati, karena takut salah orang.


"Kak orion." teriak orang itu, kak orion pun langsung memberhentikan langkahnya dan membatin. "Mazako kah itu ?" Orang itu pun berlari menuju ke arah kak orion dan berkata.


" kak orion, apakah kak orion mau ke kelas yuki. Yuki kemarin bilang kepada ku katanya hari ini tidak mau berangkat sekolah." kata mazako dengan nada suara yang pelan yang sudah mengetahui keadaan yuki saat ini.


"Kenapa ? apakah dia sakit ?" tanya kak orion sedikit kebingungan.


"Tidak tidak, yuki tidak sakit. Emhh sini ikut aku, aku akan menceritakan semua nya." kata mazako kepada kak orion sambil menarik tangan kak orion.


Mazako mengajak kak orion ke taman di sekolah untuk menceritakan semuanya. Mereka duduk di kursi yang ada di taman itu dan yuki langsung memulai pembicaraan.


"Jadi gini, kemarin kan aku kerumah yuki, yuki itu saat ini.... ya intinya dia itu lagi depresi lah." mazako bingung untuk menjelaskannya.


"Ok deh, aku ceritain sesuai yang aku tahu aja ya?" kata mazako mencoba menanyakan sebuah pendapan nya.


"Iya ngga apa apa." kak orion membalas dengan nada terberburu buru karena penasaran.


#flasback on


Mazako membahas masalah yang sedang di alami oleh yuki saat itu juga.


"Yuk kok ini bisa jadi kayak gini sih ? sebenarnya itu, siapa sih yang udah buat kayak gini. Mereka itu yang mendapatkan pengumuman ini, kok juga bisa langsung percaya gitu sih sama berita yang belum mereka sendiri aja tau." kata kesal yuki.


"Aku ngga tau." kata yuki dengan singkat.


"Kalau gitu kita harus cari tau siapa dia trus kita harus kasih pelajaran ke orang itu." mazako terlihat sangat marah saat itu.


"Udah ngga usah, lagian juga nanti kalo kita labrak orang itu bisa bisa malah kita kena bk." jawab yuki pasrah.


"Biarin aja kita masuk bk, lagian kita masuk bk juga untuk membela sebuah kebenaran kan." mazako mencoba membuat yuki semangat, tetapi tetap saja gagal.


"Aku ngga mau cari masalah. Biar tuhan aja yang balas." yuki terlihat sangat sangat sedih dan depresi.


"Kalau kamu emang ngga mau yaudah biar aku aja, aku rela kok masuk bk buat kamu." mazako tersenyum kepada yuki.

__ADS_1


"Terserah lah, intinya jangan sangkut sangkutin aku. Aku saat ini juga lagi pusing bangett lah, aku besok ngga mau masuk sekolah aja." yuki menyangga kepalanya.


"Lohhh jangan gitu dong yuk, kamu kan anak yang ceria dan juga paling semangat. Masa kamu besok ngga masuk sekolah sih." mazako memanyunkan bibirnya.


"Iya mau gimana lagi ? aku ngerasa ngga bisa nanganin masalah ini deh. Aku ngga mau ketemu sama mereka dulu, terutama kak orion. Makanya besok aku ngga usah berangkat aja." yuki menunduk kan kepala nya.


"Ya setidak nya kamu jangan kayak gini dong yuki. Dan malah kak orion sekarang kamu kasih imbas nya, lagian kak orion kemarin itu bilang sama aku kayak gitu buat apa coba kalau ngga mau ndeketin kamu. Kalau kamu kayak gini dan besok ngga masuk sekolah malah kamu sendiri yang kena lagi, nanti mereka malah mikir yang ngga ngga tentang kamu gimana ? kan sebenarnya kak orion perhatian banget kan yuk ke kamu ? besok masuk ajalah yuk, jelasin aja dulu ke kak orion. Nanti kalo tiba tiba Kak orion nyariin kamu ke kelas gimana ? jangan kabur dari masalah gini lah yuk." mazako terus menerocos tanpa memberi yuki celah.


"Ihhh mazakooo aku tu mau istirahat, aku cuma ngga mau besok kalau aku di sekolah malah kena bully sama temen temen dan juga ngga fokus sama pelajaran." yuki langsung merebah kan tubuhnya ke kasur.


"Yaudah lah, kalau emang kamu besok mau ngga masuk sekolah ngga papa lah. Aku harap setelah kamu istirahat jadi lebih baikan dan juga ngga depresi kayak gini lagi." kata mazako ikut prihatin.


"Ya aku harap juga kayak gitu, somaga saja ya." yuki menatap langit langit kamar sambil mengosongkan tatapannya. Mazako pun ikut rebahan juga di samping yuki, mazako menatap ke arah yuki yang sedang berdiam diri tanpa senyuman.


"Yuki ? apa kamu masih ada perasaan suka sama kak orion, setelah kejadian seperti ini ?" tanya mazako sedikit penasaran.


"Emhh aku juga sedikit menyesal setelah bertemu dengan nya. Aku mulai saat ini akan benar benar menjaga perasaan ku ini." kata yuki dengan penuh penyesalan.


"Berarti kamu udah ngga ada perasaan apa apa dong sama kak orion ?" tanya mazako memastikan.


"Mungkin, bisa jadi seperti itu." yuki berkata dengan nada yang begitu datar.


"Owhh." mazako langsung berubah pandangan ke langit langit kamar yuki.


#flasback off


"Yuki pasti sangat murung saat ini. Ehh tunggu, apakah itu benar, apakah yang kamu katakan itu benar ? yuki ada perasaan kepada ku ?" kak orion bertanya kepada mazako dan melihat ke arah mazako berada.


"Ya, yuki mulai ada perasaan kepada mu saat kalian pertama kali bertemu." mazako mentap kak orion dengan tatapan yang sangat serius. Tiba tiba kak orion tersenyum dengan sangat manisnya.


"Aku harap besok bisa bertemu dengan yuki, aku pasti akan membantunya." kak orion tersenyum lagi, kali ini kak orion tersenyum sangat lebarnya.


"Ya, kamu memang harus membantunya." mazako juga ikut tersenyum.


Pertanyaan untuk bab ini :


Siapa kah yang kejam dengan yuki, sampai menyebarkan hal hoax seperti itu ?


a. Mazako, mungkin dia iri dengan yuki.


b. Kak orion, mungkin dia memang mau menjalankan misi untuk menjahili yuki.


c. Yuki, mungkin dia mau jadi viral dan juga untuk cari perhatian kepada semua orang.


d. Koriko, mungkin dia suka dengan kak orion dan mau memisahkaan yuki dengan Kak orion, supaya dia bisa mendekati Kak orion.

__ADS_1


__ADS_2