ORION Dan YUKI

ORION Dan YUKI
Membalikkan nama baik yuki 2


__ADS_3

Hari selasa jam 6 pagi, di kamar yuki.


Hari ini dia berniat untuk masuk ke sekolah, tetapi dia merasa tidak ada mood sama sekali. Tetap lah dia bangun dari kasur nya dan segera menata kasurnya yang berantakan itu dan juga langsung pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Setelah 10 menit yuki mandi, ia segera menggunakan seragamnya dan bergegas turun (pastinya yuki ngga lupa untuk menggunakan parfumnya). Yuki berjalan menuju ke arah ruang makan dan duduk di kursi tengah. Mama nya yang melihat yuki pagi pagi sudah rapi pun langsung tersenyum kepada yuki.


"Wahhh anak mama dah rapi aja dehh, sudah siap berangkat sekolah ya... ?" tanya mama yuki yang melihat yuki yang sudah tidak murung lagi, tidak seperti kemarin.


"Iya ma, aku dah siap buat masuk sekolah kok." mencoba untuk memberikan senyuman ke mama nya.


"Yaudah kamu sarapan dulu ya..... nanti kamu dianter lagi sama pak supir ya ?" mama yuki mengingatkan yuki sambil menaruh roti ke piring yuki.


"Iya ma...." jawab singkat sekaligus dengan nada datar ala yuki.


"Yuki sekarang dah ngga mau naik sepeda lagi ? udah bosen ? tapi itu kaki nya udah sembuh kan ?" tanya papa yuki yang tidak tahu bahwa waktu itu mama nya yang menyuruh yuki untuk tidak menggunakan sepeda lagi.


"Kaki yuki sih dah mendingan, ya udah ngga sakit lagi sih. Tapi.... kalau urusan udah ngga mau naik sepeda lagi sih mending tanya mama aja deh pah, kan mama yang ngelarang yuki buat ngga usah pake sepeda lagi." jawab yuki melemparkan jawaban kepada mamanya.


"Mahh kok kamu ngga bolehin yuki buat naik sepeda lagi kenapa memangnya ? ada masalah apa sih ?" tanya papa yuki ke mama yuki dengan nada serius.


"Kan kemarin yuki sempet kecelakaan kan pah, pas naik sepeda itu. Ya mama takut aja kalau semisal kejadian yang kemarin nimpa yuki dateng lagi." mama yuki memberi alasan kepada papa yuki.


"Lohhh ya setidaknya ngga usah larang larang yuki buat pake sepeda lagi." papa yuki protes atas alasan yang tadi di berikan oleh mama yuki.


"Ya emang nya papa mau anak kita kenapa napa ? nanti kalau yuki kenapa napa papa mau tanggung jawab ?" kata yuki penuh ke khawatir an.


"Ya kan setidaknya......." belum selesai papa yuki berbicara kepada mama nya yuki, langsung lah terpotong dengan kata kata yuki.


"Udahhh...... kenapa sih mama sama papa jadi berantem kayak gini ? yuki aja ngga mempermasalah kan hal ini juga kan ? kalau emang yuki ngga boleh naik sepeda lagi yaudah yuki bakal nurut, tapi kalau di bolehin yuki juga ngga apa apa kok." yuki berteriak dan berbicara dengan lantang nya. Seketika mama dan papa yuki menjadi melihat ke arah yuki dan juga terdiam sejenak. Tetapi setelah yuki bicara nya selesai, papa dan mama nya yuki langsung saling menyalah nyalahkan.

__ADS_1


"Papa sih ngelak aja kalau mama bicara." mama yuki menatap papa yuki dan berbicara dengan volume suara yang kecil.


"Lah ? kok jadi papa sih ? mama itu yang duluan. Kenapa coba mama harus ngelarang larang yuki buat naik sepeda ?" papa yuki tak kalah dalam menyalahkan istrinya itu.


"Loh, gimana sih kan mama itu khawatir dengan yuki paa. kalau yuki kenapa....."


kali ini mama yuki yang terpotong pembicaraannya karena yuki (oalahh dasar anak kurang ajar, sopanan dikit napa yuk \=> batin author).


"Ihhh dibilangin udah, masih berantemmm aja.... au ah gelap. Yudah lah yuki berangkat sekolah dulu aja, bye ~" yuki malas meladeni orang tuanya itu.


Yuki langsung saja berangkat sekolah dan di anter sama supir. Beberapa menit kemudian, yuki sudah sampai di sekolah, sebenarnya saat ini yuki males banget buat menginjakkan kaki di sekolah. Supir yuki membuka kan pintu mobil itu untuk yuki, segera lah yuki turun dari mobilnya. Mobil yuki sudah mulai menjauh dari pandangan yuki, dan yuki pun akhirnya memberanikan diri untuk melangkah ke jalut sekolah. Baru saja 10 langkah yuki berjalan menuju depan gerbang sekolah yuki langsung memberhentikan langkahnya. Kenapa yuki memberhentikan langkahnya ? ya, karena saat itu yuki melihat kak orion yang sedang menunggu nya, dia duduk di kursi yang ada di pinggir gerbang sekolah. Yuki ingin sekali rasanya menghampiri kak orion kesana, tapi yuki masih saja teringat dengan hal hal yang menimpanya kemarin. Yuki langsung meneruskan jalannya kembali tanpa memperdulikan kak orion, yuki melewati kak orion dan langsung masuk ke dalam sekolahan. Kak orion yang sangat ingat dengan bau parfum yuki, membuatnya tau bahwa yuki hari ini telah masuk sekolah lagi, tetapi yuki melewatinya. Kak orion tidak mengejar yuki, dia hanya tersenyum. Kak orion berdiri dan langsung berjalan masuk ke dalam sekolahan, didalam hati kak orion yang paling dalam mengatakan.


"Akhirnya kamu masuk juga yuk, lihat lah nanti aku akan menunjukakan sesuatu untuk mu." batinnya.


Yuki berjalan dengan amat pelannya, karena ia takut jika tiba tiba ada orang yang membullynya. Yuki memang tidak di datangi oleh siapa pun dan di bully, melainkan dia di acuhkan dan di bicara kan oleh banyak orang yang ada di sekolah itu. Orang orang itu ada yang berkata bahwa yuki orangnya murahan, sok cans dan juga sombong. Yaa semua sifat yang tidak baik atau buruk mereka lemparkan ke yuki, bukan hanya saat yuki berjalan saja bahkan di kelas yuki sendiri pun juga sama. Yuki yang mendengar olok olokan dari teman teman nya itu mencoba untuk sabar dan juga tegar. Selama pelajaran pertama, sampai pelajaran selesai pun mereka tetap saja berbisik bisik tentang yuki.


Akhirnya yuki berhasil untuk melewati hari ini dengan sempurna. Setelah beberapa menit yuki membereskan buku buku nya dan alat tulisnya, mazako pun datang.


"Yuki, gimana untuk hari ini ? ini adalab awal yang baru untuk mu yuk, jadi kamu harus tetap semangat ya yuki.... ciayo." kata mazako saat melihat wajah yuki yang sendari tadi di tekuk saja.


"heem aku tetep akan semangat kok buat jalanin hari hari di sekolah." yuki tersenyum kepada mazako dan berjalan ke luar. Mazako pun mengikuti yuki


"bagus, kamu jangan pqntang menyerqh yuk. Kamu harus buktiin kalau kamu bukan orang yang seperti itu." mazako meyakinkan yuki untuk berkembang. Yuki pun hanya membalas nya dengan menganggukkan kepalanya. Yuki berjalan seperti tadi pagi yang sangat pelan, memang sengaja yuki memelankan jalannya karena membiarkan orang orang yang ada di sekolah pulang lebih dahulu. Setelah sudah sepi dan tak ada orang yuki dan juga tak sengaja melihat kak orion yang sedang duduk di lantai 1 dekat lapangan basket. Mazako pun memutus kan untuk menemui kak orion dan mengajak yuki.


"Yuki, itu ada kak orion samperin yok." mazako menarik tangan yuki. Yuki pun yang melihat kanan kirinya tidak ada orang langsung mengikuti mazako.


"Kak orion ?." sapa mazako kepada kak orion. Kak orion langaung menoleh ke arah sumber suara itu berada.

__ADS_1


"Mazako ? disebelah mu itu yuki ya ?" kak orion memastikan.


"Iya, mau bicara." mazako menawarkan.


"Iya aku mau bicara dengannya." kata kak orion dengan serius sambil menatap ke arah mazako dan yuki berdiri.


"Yuk duduk di sebelah kak orion sana." segera lah yuki duduk di sebelah kak orion dan mazako duduk di sebelah yuki.


"Yuki, aku minta maaf kalau semua nya jadi kayak gini. Tapi biarin aku bantu kamu boleh ?" kak orion berkata sambil melihat ke arah yuki berada.


"Iya ngga apa apa, masalah ini bukan kamu kok yang salah tapi aku. Memang kamu mau bantu apa ?"


"Jadi aku udah bikin rancangan rencananya, nanti kamu tinggal ikutin kata kata ku aja ya.... rancangannya gini. Nanti aku bakal umumin ke sekolah kalau kamu adalah sahabat dari kecil ku dan juga mama mu mempercayain kamu ke aku, dari situ kamu jadi terhindar dari fitnahan. Kalau kamu sahabat kecil ku otomatis kalau kita deket kan ngga ada masalah. Ya aku sih cuma bisa saranin ini aja, semoga kamu setuju ya. Kalau kamu setuju, aku bakalan umumin besok." kafa kak orion menjelaskan.


"Mereka bakal percaya sama kita dari mana ? kan kita aja baru ketemu." tanya heran yuki.


"Semua orang yang ada di sekolah ini tau kok kalau aku adalah salah satu anak pertukaran pelajar yang di kirim ke indonesia selama 2 tahun. Aku juga dulu waktu kecil pernah sempat tinggal di indonesia selama 4 tahun. Itu adalah salah satu nya bukan." kata kak orion dengan senyum kepada yuki.


"Ok lah kalau gitu kita bisa coba dulu aja. Semoga saja semuanya berjalan dengan lancar." kata yuki setuju dengan kata kata kak orion.


"Ok, kalau kamu sudah setuju maka kita bisa melakukan rencana kita besok." kata kak orion senang.


"Makasih banyak ya kak udah peduli sama aku." yuki menundukkan kepala nya.


"Ngga perlu terima kasih, aku bantu kamu karena kamu adalah orang yang baik juga." kak orion membalas kata kata yuki sambil mengusap usap kepala yuki.


"Emhhh aku kayak nya udah di jemput deh kak, aku duluan ya?" yuki berpamitan kepada kak orion sambil menarik tangan Mazako untuk pulang.

__ADS_1


"Iya, hati hati ya..." kak orion juga ikut berdiri dari tempat duduknya dan pergi bersama yuki dan mazako untuk ke depan gerbang. Benar dengan tebakan yuki, supirnya sudah menunggu nya. Akhirnya yuki masuk mobil dan mengucap kan selamat tinggal oleh mazako dan juga kak orion, mobil yuki pun langsung jalan meninggalkan sekolah. Mazako pun juga langsung membawa sepeda nya dan langsung pulang, mazako dan kak orion pulangnya barengan. (mazako keluar dari gerbang, langsung kak orion di jemput oleh supirnya.)


__ADS_2