ORION Dan YUKI

ORION Dan YUKI
Membuka Lembaran baru untuk kita


__ADS_3

Hari minggu ini yuki bangun dengan semangat pagi yang menyertainya saat itu, yuki sangat lah senang karena hari ini ia sudah membuat janji dengan kak orion untuk menemui papanya.


Selesai yuki berberes beres, yuki pun langsung menunggu kak orion datang di ruang tv. Mazako pun yang melihat yuki seperti anak kecil yang baru saja di beri hadiah itu juga langsung ikut bahagia.


"Cieee yang bentar lagi bakalan nikah, ehhh ngga maksudnya tunangan. Seneng banget ya pasti ? selamat loh ya...." kata mazako bahagia.


"Iya sama sama, katanya kak orion aku sama dia ngga ada acara tunangan gitu. Katanya dia mau langsung nikah aja." kata yuki bahagia.


"Owhh gitu ya ? kalau kayak gitu berarti kamu bakalan punya anak lebih cepet dong....." goda mazako membuat pipi yuki jadi memerah.


"Haha ya ngga gitu juga sih, kan tergantung sama tuhan." kata yuki malu malu.


"Haha iya sih, tetapi tetap berusaha ya. Jangan sampai gagal loh ya." kata mazako membuat yuki menjadi malu. Yuki pun langsung refleks menepuk mazako.


"Ihhh kebiasaan deh pukul pukul, nanti kalau udah nikah buang lah kebiasaan buruk mu itu ya yuk ?" kata mazako memperingatkan yuki. Yuki pun hanya menganggukkan kepalanya, tiba tiba pintu apartement mereka ada yang mengetuknya. Mazako pun langsung berjalan untuk membuka kan pintu itu.


"Siapa ?" kata mazako sambil membuka pintu apartement itu, tetapi orang itu diam saja. Setelah pintu apartement itu dibuka, langsung lah mazako melihat siapa orang itu.

__ADS_1


"Ohhh kak orion. Masuk kak." kata mazako mempersilahkan kak orion masuk. Kak orion pun menolak mazako, karena ia berfikir bahwa tamu laki laki itu tidak boleh masuk ke apartement milik wanita, takut di kira berbuat yang ngga ngga.


"Ngga usah, aku tunggu di luar saja. Tolong panggilkan yuki ya." kata kak orion kepada mazako.


"Ok, kalau gitu tunggu sebentar ya..." kata mazako. Masuk lah mazako ke dalam dan ia langsung memanggil yuki. Yuki pun langsung keluar menemui kak orion, disusul dengan mazako.


"Kak, ayok aku dah siap." kata yuki bersemangat. Kak orion pun tersenyum dan mencubit pipi yuki.


"Dah dah sana pergi. Kalau kalian mau pergi ya pergi aja, ngga usah sok sokan mesra mesraan di hadapan ku. Yuk, nanti jangan pulang malem malem ya. Yaudah sana pergi dari sini, bye." kata mazako kesal melihat kemesraan yuki dan juga kak orion. Mazako pun langsung menutup pintu apartement nya setelah mengusir mereka berdua.


"Yudah yuk, kita harus segera ke rumah orang tua mu kan ?" kata kak orion sambil memegang tangan yuki.


Sampailah kak orion dan yuki di rumah orang tua yuki, yuki pun langsung mengajak kak orion masuk ke rumahnya. Mereka pun akhirnya masuk kerumah, mama yuki yang sudah menunggu kehadiran yuki, langsung memeluk yuki dengan erat.


"Yaampun nakk, mama kangen banget deh sama kamu. Kamu kok ngga pake uang atm yang mama kasih itu sih ?" kata mama yuki yang sangat cerewet itu.


"Kan yuki dah kerja ma.... jadi ya yuki pake uang yuki sendiri lah." kata yuki menenangkan mamanya. Mama yuki pun mengangguk angguk dan melihat ke arah kak orion yang sedari tadi tersenyum kepadanya.

__ADS_1


"Owhh ini calon kamu ya ? sini nak papanya yuki udah nungguin kamu tuh dari tadi." kata mama yuki sambil berjalan untuk menunjuk kan jalan. Kak orion pun langsung mengikuti mama yuki untuk menenui papa yuki. Kak orion yang sudah duduk sampai di tempat nya papa yuki langsung memberi salam kepada papa yuki untuk memberikan hormat kepada papa yuki.


"Selamat siang om, saya orion kekasih yuki." kata kak orion menyapa papa yuki yang tengah sibuk membaca koran. Papa yuki pun langsung menaruh koran yang sedang ia baca itu dan mempersilahkan kak orion duduk.


"Duduk lah." kata papa yuki.


"Makasih om." kata kak orion dan ia segera duduk. Mereka pun berbicar bicara dengan fokusnya, tetapi sesekali juga tertawa tawa.


Yuki yang melihat kak orion dan juga papa nya yang begitu akrab itu, langsung tersenyum lebar.


"Yuki, nama calon suami mu siapa ? dia kerja apa ? udah mapan belom ?" tanya mama yuki kepo.


"Namanya orion, dia udah mapan kok mah. Dia juga kerja di rumah sakit tempat aku bekerja, dengan pangkat presidir." kata yuki menjelasankan kepada mamanya.


"Wahhh kamu emang hebat ya, kamu udah bisa cari pacar yang mapan banget kayak gitu. Semoga aja kamu sama dia langgeng terus ya, ya mama berharap dia perhatian sama kamu." kata mama yuki menyampaikan harapannya kepada yuki.


"Amiinnn semoga seperti yang mama harap kan." yuki mengaminkan harapan mama nya.

__ADS_1


Beberapa menit telah berlalu, ayah yuki dan juga kak orion akhirnya selesai berbincang bincangnya. Kemudian kak orion mengajak yuki untuk mempersiapkan segala sesuatunya untuk acara pernikahannya itu. Kak orion juga tak lupa untuk memperkenalkan yuki kepada orang tua kak orion, orang tua kak orion pun juga senang kepada yuki dan mereka di restui. Pertama tama yang kak orion cari adalah butik untuk memesan seluruh pakaian yang akan di pakai saat acara pernikahannya nanti, ia memesan baju pengantin yang paling spesial. Kemuadian kak orion mengajak yuki ke toko perhiasan yang terkenal di sana, ia memesan cincin yang sudah kak orion desain sendiri. Baru lah kak orion memesan gedung dan juga undangan pernikahan.


Selesai semua persiapan untuk acara pernikahan di rancang, baru lah kak orion memulangkan yuki ke apartement nya lagi dengan keadaan yang selamat seperti awal kak orion menjemput yuki. Dan tak lupa juga kak orion memberikan kiss night untuk yuki, dan kak orion pun pulang dengan selamat.


__ADS_2