ORION Dan YUKI

ORION Dan YUKI
Last Chance


__ADS_3

Malam telah berakhir, yuki telah melewati malam itu dengan penuh ke sedihan dan juga sakit hati. Kini yuki akan memulai hari yang baru dengan membuka lembaran barunya tanpa harus mengingat ingat masalah kemarin. Yuki menjalani harinya seperti biasanya, seperti menata kasurnya dan juga sarapan bersama. Tetapi yang membuatnya beda pada hari ini ialah wajahnya yang sangat kusut dan juga datar tanpa ekspresi apa pun.


Selesai yuki berbenah untuk berangkat sekolah, langsung lah ia turun ke bawah untuk sarapan bersama. Seperti biasanya, yuki duduk di kursi yang ada di tengah. Pembantu yuki yang tersenyum kepada yuki, tak mendapatkan balasan senyum dari yuki sama sekali. Pembantu yuki pun menjadi penasaran kepada nona nya itu, langsung lah ia mendekati yuki untuk menuangkan susu ke gelas yuki dan juga sekalian bertanya.


"Non kenapa ? lagi ngga enak badan ya ?" kata pembantu yuki bisik bisik dan sedikit melirik ke arah yuki sambil menuangkan susu ke gelas yuki. Yuki pun langsung melihat ke arah pembantu yuki dan menjawab pertanyaan pembantunya itu.


"Gak papa kok bi, aku ngga lagi sakit kok." jawab yuki dengan nada datar.


"Owhh, pasti non patah hati kan ?" tebak pembatu yuki meyakinkan. Mendengar kata kata pembantunya yuki langsung melirik tajam ke arah pembantu itu, tanpa menjawab pertannyaannya. Pembantu yuki pun yang melihat lirikan nona nya itu langsung pergi dari kursi yuki karena takut dengan lirikan nona nya. Selesai sarapan yuki pun segera bergegas untuk berangkat sekolah.


Sampai nya yuki di sekolah, ia turun dari mobilnya dan langsung berjalan menuju ke arah gerbang masuk sekolah. Baru beberapa langkah menuju gaerbang sekolah, seketika yuki langsung menghentikan langkahnya, di karenakan melihat adegan yang menurut yuki tidak enak di pandang yaitu adegan koriko dengan kak orion yang sedang berduaan. Terlihat jelas di wajah yuki, bahwa dia saat itu sedang kesal dan juga sangat marah. Tak ingin yuki pagi ini marah marah, maka dari itu ia langsung berjalan kembali tanpa memperdulikan kak orion dan koriko yang sedang berduaan itu.


Koriko yang melihat yuki tengah berjalan melewatinya dengan santai, membuatnya jengkel dan segera lah ia mencari masalah ke yuki dengan menarik tangan yuki hingga yuki berputar ke arah koriko dan terjatuh di hadapan koriko. Koriko pun pura pura meminta maaf dan juga menolong yuki supaya terdengar baik di hadapan kak orion.


"Aduhh maaf yuki, aku ngga sengaja. Sini aku bantu kamu." kata koriko sambil mengulurkan tangannya untuk nenolong yuki. Tetapi yuki kesal dengan sikap koriko itu, ia langsung menolak pertolongan dari koriko dan menepis tangan koriko. Kak orion yang mendengar perkataan koriko yang mengatakan "yuki" juga diam tak berkutik dan tubuhnya memaku.


"Aduh, kamu kenapa sih yuk ? kan aku cuma mau nolongin kamu ajakan ? kamu kok malah nampar tangan ku sih." kata koriko pura pura sedih. Yuki tak menggubris perkataan koriko sama sekali, ia langsung berdiri tanpa di bantu oleh siapa pun dan langsung pergi ke kelasnya.


Setelah yuki pergi, koriko pun langsung tersenyum licik karena telah berhasil membuat yuki kesal. Tetapi koriko tetap berpura pura bingung dan bertanya tanya dengan kak orion karena tingkah laku temannya.


"Kak, yuki itu kenapa sih ? tadi kan aku cuma mau nolongin dia, tapi kok dia malah nampar tangan ku sih kak ?" kata koriko. Kak orion yang mendengar pertannyaan dari koriko, membuatnya tersadar bahwa yuki telah pergi dari situ.


"Ngga tau juga, mungkin dia lagi bad mood kali." kata kak orion sedikit kebingungan.


"Yuki tu sebenarnya kenapa sih ? memangnya aku punya salah apa ya sama dia ?" kata koriko pura pura bersalah.


"Hemm, aku juga kurang tau sih. Yaudah lah ngga usah di pikirin lagi, kita kan bukannya harus ke ruang multi media ya ? kita harus kesana sekarang, jangan sampai kita telat buat dengerin pengumumannya." kata kak orion meyakinkan koriko.


"Owhh iya, yaudah yuk kita kesana. Semoga aja tim kita menang ya kak." kata koriko senang.


"Heemmm." kata kak orion sambil berjalan. Koriko yang melihat kak orion yang sudah berjalan, langsung menyusul kak orion dan menggandeng tangan kak orion. Kak orion yang merasakan adanya sentuhan dari tangan koriko, langsung melepaskan tangan koriko dan sedikit menjauh dari koriko. Koriko pun menjadi malu dan salah tingkah, karena tindakannya di tolak oleh kak orion.


Sesampainya koriko dan kak orion di ruang multi media, mereka mencari tempat duduk dan duduk bersebelahan karena mereka satu tim dan mereka pun mendengarkan pengumuman pengumuman yang di beritahukan oleh panitia lomba.


Isi Pengumuman :


"Saya sangat berterima kasih kepada kalian semua, atas jasa jasa kalian dan juga prestasi prestasi yang kalian peroleh. Saya sebagai perwakilan panitia dari sekolahan ini, akan menyampaikan hasil kerja keras kalian dalam lomba lomba akademik dan non akademik tingkat nasional tahun ini. Baik menang secara individu maupun yang bersifat tim kami akan memberikan sebuah apresiasi kepada kalian semua. Bagi yang saya panggil silahkan maju ke depen ya.


Juara bidang non akademik : (individu)


Lomba lari 1000 m putra - putri :


putra ............ dan putri ...............


Lomba renang 500 m putra - putri :


putra ............ dan putri ...............

__ADS_1


Lomba badminton putra - putri :


putra ............ dan putri ...............


Juara bidang akademik : (tim)


Lomba cerdas cermat ipa : -tim 4


orion 11-2 dan koriko 10-2


Lomba cerdas cermat ips : -tim 7


.............. 11-..... dan ............. 10-.......


Lomba cerdas cermat B.asing : -tim 5


.............. 11-..... dan ............. 10-.......


Nah itu lah juara juara lomba tingkat nasional tahun ini. Kami akan memberikan apresiasi kepada para pemenang, khusus untuk juara pertama kalian akan menjadi salah satu siswa pertukaran pelajar ke inggris sampai selesai sarjana 1. Bukan hanya itu saja melainkan untuk juara pertama akan kami berikan piagam, sertifikat, piala, mendali emas dan juga uang pembinaan sebesar 10 juta. Untuk juara kedua, kalian akan mendapatkan piagam, sertifikat, piala, mendali perak dan juga uang pembinaan sebesar 7 juta. Untuk juara ketiga, kalian akan mendapatkan piagam, sertifikat, piala, mendali perunggu dan juga uang pembinaan sebesar 4 juta. Dan itu lah apresiasi dari pihak sekolah kami, bagi kalian yang belum berkesempatan untuk menjadi siswa pertukaran pelajar jangan lah berkecil hari, tetap lah kalian semangat untuk terus belajar dan begitu pula bagi kalian yang belum berkesempatan untuk menjadi juara di tahun ini, jangan lah bersedih kalian masih memiliki waktu yang panjang untuk menjadi juara, tetap lah berjuang dan semangat. Sekian dari pengumuman ini, terima kasih semuanya."


Selesai pengumuman dan acara yang ada di ruang multi media, kak orion dan koriko pun yang telah mendapatkan juara, di beri selamat oleh teman temannya. Tetapi kak orion malah tidak senang dan bahagia, justru dia malah terlihat sedikit bersedih. Koriko pun yang sedari tadi melirik ke arah kak orion juga sempat bingung. Di karenakan koriko penasaran ia pun bertanya tanya pada kak orion atas ekspresi wajah kak orion itu.


"Kak, kamu ngga senang ya kalo bisa jadi siswa pertukaran pelajar ?" kata koriko.


"Ngga kok." jawab singkat kak orion.


"Ngga ada apa apa, aku seneng seneng aja kok." jawab kak orion sambil berjalan menuju ke kelasnya.


"Owhh, loh kak kamu mau kemana ?" kata koriko sambil mengikuti kak orion.


"Aku mau ke kelas." kata kak orion dengan ekspresi datar.


"Loh bukannya kita boleh langsung pulang ya ? kan besok kita harus udah berangkat, kak orion ngga mau beres beres ?" kata koriko bingung.


"Aku cuma mau beresin berkas berkas yang ada di kelas aja kok." kata kak orion sambil terus berjalan.


"Owhhh kalo gitu aku ikut ya ? aku temenin boleh ya ?" kata koriko senang.


"Heemm terserah." jawab singkat kak orion. Mereka pun akhirnya berjalan menuju ke kelasnya kak orion.


Sesampainya kak orion dan koriko di kelasnya kak orion, koriko menunggu di depan kelas sambil duduk di kursi, sementara kak orion masuk ke kelas untuk mengambil berkas yang ada di laci mejanya maupun loker miliknya. Tak lupa kak orion juga berpamitan kepada teman temannya dan juga gurunya, kak orion pun keluar dari ruangan dan langsung berjalan ke arah tangga, tanpa menghampiri koriko terkebih dahulu. Koriko pun yang melihat kak orion yang sudah berjalan menjauhinya langsung menyusul kak orion.


"Kak, boleh ngga kamu temenin aku buat berpamitan dan juga mengambil berkas ke kelas." kata koriko memohon.


"Heem, ok." jawab singkat kak orion.


"Ok." koriko pun terlihat senang. Kak orion yang mendengar koriko terlihat senang, membuatnya teringat bahwa kelas koriko dengan yuki itu satu ruangan. Seketika kak orion menjadi senang dan girang, ia pun tersenyum tipis.

__ADS_1


Sesampainya mereka di depan kelas koriko, kak orion pun menunggu koriko di depan kelasnya dan melihat ke jendela kelas koriko. Kak orion sangat berharap bahwa yuki saat itu juga dapat melihatnya, dan mau menemuinya. Sesuai dengan harapan kak orion, yuki melihat ke arah kak orion sesudah ia melihat koriko masuk ke kelas. Tetapi suasana hati yuki saat itu sedang tidak inggin bertemu dengan kak orion, tetapi suasana hati yuki sesaat langsung saja berubah menjadi sedih dan sangat ingin menemui kak orion. Di karenakan mendengar koriko yang sedang berpamitan untuk pergi ke inggris karena tim nya telah menang dalam perlombaan, yuki bikannya sedih karena mau di tinggal oleh koriko, melainkan ia sedih karena kak orion akan pergi juga ke inggris untuk waktu yang sangat lama. Yuki pun langsung menyembunyikan wajahnya di meja, dengan kedua tangan di lipat di atas meja. Gurunya pun yang melihat yuki menyembunyikan wajahnya, mengira bahwa yuki sedang sakit dan langsung lah ia bertanya kepada yuki.


"Yuki.... kamu kenapa ? kamu sakit ya ?" kata guru itu khawatir. Yuki langsung melihat ke arah guru itu dan berfikiran untuk membohongi guru itu supaya bisa bertemu dengan kak orion. Kak orion pun yang mendengar kata kata guru itu dari luar langsung sedikit panik akan keadaan yuki saat ini.


"Heemm, i... iy.... iya bu." jawab yuki berbohong.


"Ohhhhh, kalau gitu kamu ke uks aja yuk. Emm... nanti biar di antar sama koriko ya." kata guru itu sambil melihat ke arah koriko. Koriko yang mendengar kata kata dari gurunya itu menjadi kesal kepada yuki.


"Iya yuk nanti biar aku yang antar kamu ke uks." kata koriko sambil menatap yuki dengan kesal. Yuki pun juga ikut kesal karena ia tidak bisa berbicara secara pribadi dengan kak orion. Yuki pun langsung berdiri dari tempat duduknya dan langsung menuju ke koriko, mereka pun akhirnya keluar bersama. Kak orion pun yang mengetahui yuki juga ikut keluar untuk ke uks, langsung menawarkan bantuan kepada yuki.


"Yuki, sini aku bantu kamu ?" kata kak orion menawarkan bantuan kepada yuki. Yuki yang mendengar kata kata itu dari kak orion pun langsung menolaknya, karena ia tak mau menjadi topik perbincangan sekolah lagi.


"Ngga usah." tolak yuki dengan nada yang halus. Mendengar tolakan dari yuki kak orion sangat lah kecewa, tetapi dia tetap tersenyum kepada yuki. Koriko pun saat itu menjadi kesal seketika dan langsung berjalan di sebelah kak orion, mereka pun akhirnya berjalan ke uks.


Sampainya di uks, mereka masuk kedalam ruangan itu dan yuki pun duduk di salah satu kasur yang ada si sana. Mereka melihat ke sekeliling ruangan itu dan ia mendapati ruangan itu kosong tak ada dokter yang jaga di situ. Karena ruangan itu tak ada orang sama sekali, kak orion langsung mencari kesempatan untuk bisa berbicara dengan yuki.


"Koriko, kamu bisa keluar sebentar ngga ? aku mau bicara sama yuki." kata kak orion meminta perserujuan koriko.


"Ya kalau mau bicara sama yuki, ya bicara aja kak. Kenapa aku harus di suruh keluar sih ?" elak koriko.


"Aku cuma mau bicara secara pribadi, sama yuki aja. Aku mau bicara empat mata dengan yuki, tolong ya ngertiin bentar." jelas kak orion meyakinkan koriko.


"Ok lah kalau gitu." kata koriko kesal sambil berjalan keluar ruangan. Seketika saat yuki di tinggal berduaan sama kak orion, ia pun menjadi deg degan dan menundukkan kepalanya.


"Yuki, aku mau bilang makasih banget sama kamu, karena selama ini kamu dah buat hidup ku menjadi penuh warna dan juga buat aku jadi bahagia. Dan aku juga bakal bilang maaf, karena selama ini aku dah buat kamu susah. Mungkin besok besok kamu ngga bakalan sengsara lagi, karena aku ngga akan selamanya buat kamu. Semoga kamu bahagia ya yuk tanpa adanya kehadiran ku." kata kak orion sambil menundukkan kepalanya.


"Memangnya kak orion ngga bakalan balik lagi ya ke jepang ? aku tahu kok kalau kak orion bakal ke inggris sampai selesai sarjana 1. Tapi aku yakin banget kalo kita pasti bisa ketemu lagi kok, kan kita sama sama masih tinggal di bumi. Mungkin untuk hari hari berikutnya kita ngga bisa natap 1 langit secara bersama, tetapi aku dan juga kak orion tetap akan menatap 1 langit yang sama kan ? jadi jangan pernah ucapkan selamat tinggal selagi jiwa dan raga mu di dunia ini." jawab optimis yuki meyakinkan kak orion dan membuatnya menjadi tersenyum lebar.


"Kamu memang sangat optimis ya ? aku jadi ngga bisa buat lupain kamu dan sekali lagi aku akan bertannya kepada mu lagi untuk kedua kalinya. Yuki, apakah kamu mau jadi pacar sekaligus teman hidup ku untuk masa depan nanti ? tolong berikan lah aku kesempatan untuk terakhir kalinya." kata kak orion sedikit ragu. Yuki yang mendengar kata kata kak orion itu, langsung menunduk kan kepalanya dan menjawab pertannyaan kak orion dengan ragu.


"Emm..... aku ragu untuk mengatakannya. Aku takut ketika hati ku nantinya tidak siap untuk terluka berulang ulang, bahkan saat ini aku juga sudah terluka. Aku tak yakin dengan perasaan yang kak orion ucapkan barusan itu, apakah itu benar dari hati kak orion ? jika tidak maka untuk apa aku memberi kesempatan terakhir untuk mu ?" kata yuki yuki penuh kebimbang.


"Ini adalah sebuah pernyataan yang memang berasal dari hati ku sendiri. Jika kamu memang tak siap kenapa harus di paksakan aku akan menunggu mu kapan pun itu, sampai kamu memang benar benar siap. Kalau boleh tau, kamu saat ini sakit hati karena apa ? apakah aku telah membuat kesalahan yang begitu fatal kepada mu ?" kata kak orion penuh keyakinan.


"Untuk masalah itu, kak orion tak perlu tahu, tapi aku akan bilang bahwa ini bukan kesalan kak orion sepenuhnya." jawab yuki yakin dan yuki tersenyum melihat ke arah kak orion. Kak orion pun tak bertannya apa pun lagi kepada yuki, ia tersenyum lebar ke arah yuki sambil mengelus elus kepala yuki.


Tak tahan koriko menunggu di luar ruangan, ia pun langsung masuk begitu saja ke dalam uks. Dia terkejut seketika saat melihat kak orion tengah mengelus elus kepala yuki dengan halus. Yuki pun yang melihat ke arah koriko langsung terkaget kan dengan kehadiran koriko, seketika yuki menepis tangan kak orion yang sedang mengelus elus kepalanya itu untuk memberi tahu kak orion kalau ada orang. Kak orion pun segera menurunkan tangannya dan terdiam semula. Koriko pun langsung menghampiri yuki dan kak orion.


"Kak orion, kita kayaknya harus pulang deh. Kan bentar lagi dah mau istirahat, nanti malah gerbangnya dah di tutup lagi loh. Nanti kalau kita ngga bisa pulang gimana ? kan kita harus siap siap buat besok kan ?" kata koriko mengingatkan kak orion. Kak orion pun menganggukkan kepalanya dan langsung berpamitan sama yuki begitu pula si koriko.


"Yaudah ya yuk aku sama kak orion harus pulang. Bye~" koriko tersenyum licik kepada yuki. Yuki pun yang melihat koriko senyum seperti itu, langsung menjadi kesal.


"Yuki, aku pergi dulu ya.... jaga diri baik baik ya di sini, jangan sampai sakit kayak gini lagi ya. Kalau besok aku dah selesai sarjana 1, aku langsung akan menghampiri kamu kok." kata kak orion penuh perhatian dan senyum ke yuki, membuat koriko menjadi iri sekaligus kesal, tetapi ia terlihat tenang karena sebentar lagi kak orion dan yuki tidak akan bersama lagi.


"Iya.... dahhh~ di sana jaga diri ya kak." kata yuki senang.


"Hemmmm." kata kak orion sambil berjalan keluar dan juga melambaikan tangan ke arah yuki, yuki pun membalas lambaikan tangannya ke arah kak orion. Semakin hilang lah kak orion dari hadapan yuki, yuki pun seketika tanpa sadar langsung meneteskan air matanya.

__ADS_1


Bel istirahat telah berbunyi, tanda bahwa istirahat baru saja di mulai. Yuki tetap saja masih di uks, ia terus saja menangis sedih karena di tinggal kan kak orion. Tiba tiba mazako datang ke uks untuk bertemu yuki, mazako tersontak kaget saat melihat yuki tengah menangis pilu. Mazako pun bertanya tanya kepada yuki kenapa ia menangis. Yuki yang mengetahui ada mazako, langsung lah ia memeluk mazako dengan erat dan menceritakan seluruh yang baru saja ia alami. Mazako yang mendengar cerita itu langsung sigap menenangkan yuki dan memberi penerangan kepada yuki, bahkan mazako pun mendengarkan curhat yuki sampai ke disuruh sama yuki untuk main ke rumahnya itu.


__ADS_2