ORION Dan YUKI

ORION Dan YUKI
Membalikkan nama baik yuki


__ADS_3

Jam pelajaran sudah selesai dan sudah waktunya pulang. Mazako hari ini berencana untuk ke rumah yuki, untuk melihat keadaan yuki saat ini. Mazako keluar dari kelasnya dan segera ia pergi. Baru di pertengahan jalan, mazako bertemu dengan kak orion dan dia segera menyapanya.


"Kak orion ? aku hari ini mau ke rumah yuki, kamu mau menitip kan sesuatu tidak ?" tanya mazako dengan gembira.


"Emmhh, mungkin aku menitip pesan untuk dia saja. Tolong sampaikan ke yuki ya, besok dia harus berangkat sekolah dan jangan lagi sedih. Ya... mungkin itu saja pesan ku. Jangan lupa di sampaikan ya ke yuki." kata Kak orion dengan senang.


"Ok, pastinya aku bakalan nyampein pesen kak orion kok. Tenang sana aku tak akan lupa. Kalau gitu aku duluan ya... daahh." kata mazako menatap kak orion yang sedang fokus berjalan sambil melambaikan tangannya ke kak orion. Mazako pun langsung saja berlari meninggalkan kak orion di sana, mazako mengambil sepedanya di parkiran khusus sepeda. Mazako lewat jalan utama untuk kerumah yuki, ia menggayuh sepedanya dengan kecepatan yang stabil.


Sampai lah mazako di rumah yuki, mazako berjalan mendekati gerbang rumah yuki dan memencet bel rumah yuki. Kali ini bukan satpam yuki yang membuka gerbang nya melainkan pembantu yuki, segera lah Mazako masuk kerumah yuki.


"Bi, yuki ada di kamar nya ?" tanya mazako memastikan.


"Owhh iya, jika mau menemui non yuki langsung ke kamar nya saja. Nyonya sedang berbelanja dan tuan sedang kerja, jadi ngga ada orang mbak. Owhh iya kayak nya non yuki males ke bawah atau kenapa ya ? dari tadi pagi ngga turun ke bawah dan ngga sarapan sama sekali tuh."


"Seriusan bi ? aku jadi khawatir sama yuki nih. Aku langsung ke kamar nya aja ya bi." kata mazako tak percaya.


"Iya tuh mbak dari tadi saya panggil buat makan juga ngga di jawab, malah nyuruh saya pergi. Kalau mbak yuki mau ke kamar nya non yuki saya titip pesan ya mbak buat non yuki, suruh non yuki makan ya mbak...." kata pembantu itu.


"Siappp, kalau gitu aku langsung ke kamar nya aja ya bi ?"


"Iya, maaf ya mbak saya ngga bisa nganter, saya soalnya lagi masak." pembantu itu berkata sambil tersenyum dan setengah menunduk kan keepalanya.


"Ok bi gak apa apa." kata mazako santai sambil berjalan menuju kamar yuki.


Mazako mengetuk pintu kamar yuki, tetapi sam sekali ngga ada jawaban apa pun. Mazako mencoba membuka kamar yuki, mazako beruntung ternyata kamarnya yuki sama sekali tak di kunci ( yuki kan emang ceroboh orangnya 😑). Yuki yang ada di dalam kamarnya pun sempat terkejut dan berpaling menghadap pintu kamarnya. Yuki mengira bahwa itu mama nya, ternyata itu adalah mazako.


"Yuki." Mazako menyapa yuki saat melihat yuki.


"Mazako. Kamu kenapa ke sini lagi ?" tanya yuki heran, yuki langsung merubah posisi nya dari tidur menjadi duduk.


"Kenapa? ngga boleh ? kalau gitu aku pergi aja deh." mazako cemberut dan langsung memutar balik arah.


"Nggak kok, aku cuma lagi ngerasa ngga enak kan aja, aku jadi males buat bicara sama sekali." yuki terlihat sangat lesu. Mazako langsung tersenyum dan juga menghampiri yuki, mazako duduk di sebelah yuki persis.


"Yuk, jangan sedih gitu dong aku kan jadi ikutan sedih kan. Kamu harus selalu semangatt dan juga harus kayak dulu lagi." mazako mencoba menyemangati yuki.


"Heem, itu juga kalo bisa. Tapi hari ini aku dah lumayan kok, ngga kayak kemarin yang bener bener drop dan juga depresi." jawab yuki malas.


"Bagus deh kalo gitu. Owhh iya kata bibi kamu belum makan ya ? kamu harus makan yukiiiii, nanti kalo kamu sakig gimana? makan dulu gih aku temenin deh." mazako berkata dengan tersenyum.


"Aku males ah." jawab singkat yuki kepada mazako.


"Jangan gitu dong yukiii, kamu harus tetep makan biar kamu besok bisa ada tenaganya. Ayo yuki makan." mazako berbicara sambil menarik tangan yuki supaya berdiri dan segera makan.


"Ngga mau mazakooo aku ngga ada mood buat makan." yuki menolak mazako.


"Ihhh ngga bisaa, buruan ngga makan. Kalau kamu ngga mau makan aku bakal pulang dan aku ngga lagi mau nemenin kamu, bukan cuma itu aku juga ngga mau lagi jadi teman kamu." ancam mazako sedikit membuat yuki bergidik. "Jika mazako ngga mau jadi teman aku lagi, aku terus temenan sama siapa ? bahkan mungkin satu sekolah musuhin aku semua. Yaudah lah dari pada ke hilangan teman satu satu nya mending aku ikutin aja deh kemauannya." pikir yuki.

__ADS_1


"Iya deh aku makan." yuki berdiri dari kasur.


"Kamu dah bisa jalan ? kaki mu dah sembuh kan ? apa malah jadi tambah sakit ?" tanya yuki yang melihat yuki sudah bisa berdiri tegak tanpa di bantu.


"Udah kok, ini buktinya aku udah bisa jalan sekarang." yuki berjalan ke arah pintu kamar nya.


"Oke deh." jawab mazako senang.


Yuki dan juga mazako menuju dapur. Pembantu yuki yang melihat mazako yang berhasil membawa yuki turun dari kamar nya pun langsung terlihat senang.


"Wahhh akhirnya non yuki mau turun juga, ternyata mbak mazako memang paling pintar kalo di suruh buat bujuk orang deh." puji pembantu yuki kepada mazako.


"Alahh bibi kalo muji terlalu deh, saya ngga sejago yang bibi pikirin tau. Yuki bisa turun kebawah juga karena saya ancam wkwkwk." mazako tertawa dengan puas nya.


"Di ancam ? wah wah wah memang tak baekk. Ada satu kata buat mbak mazako dari saya. Apa itu ? teganya teganya teganya~" kata pembantu yuki sambil menunjuk nunjuk ke arah mazako.


"Lahh ? tadi muji, sekarang bilang gitu bibi tu yang harus nya dapet gelar kata itu. Ishh memang lah tega bibi itu kepada saya." mazako pura pura merajuk kepada pembantu yuki dengan memalingkan mukanya.


"Jangan lah merajukkk hanya berjanda, waitt salah deh harusnya tuh bercanda awokawokawoka." pembantu yuki membujuk mazako. mazako yang mendengar itu langsung menyipitkan matanya ke arah pembantu nya yuki.


"Huuu tatuttt akuuu." pembantu yuki bercanda dan mengambilkan yuki sekaligus mazako makan. Yuki pun yang mendengar perdebatan mazako dan juga pembantunya itu menjadi tersenyum walaupun sangat lah tipis tetapi membekas.


"Cieee senyum senyum nih yeee." goda mazako kepada yuki yang sudah mulai bisa tersenyum.


"Apaan sih ? aku cuma senyum doang kok." kata yuki malu malu.


"Akhirnya yuki bisa senyum lagiii." mazako terlihat sangat bahagia. Pembantu yuki pun langsung menyodorkan makanan yang sudah ia ambilkan itu dan langsung pergi. Piring itu berisi makanan kesukaan yuki, yaitu kare dan juga nasi hangat.


"Ok, mazako ngga bakalan nolak dong. Wahhh kelihatannya enak deh." kata mazako yang sudah tidak sabar untuk makan.


"Wahhhh enak bangettt." kata mazako yang sudah melahap satu sendok makanan itu.


Selesai makan mereka kembali lagi ke kamar yuki dan mengobrol ngobrol bersama.


"Yuk tau ngga ? tadi kak orion udah nungguin kamu di depan gerbang, karena kamu ngga dateng dateng juga padahal udah mau bel, makannya kak orion Jadi langsung masuk aja deh ke sekolah. Ohh iya ngga cuma itu aja loh yuk, dia juga nyamperin ke kelas kamu juga loh.... katanya, dia ke kelas mu karena ngerasa bersalah sama kamu karena ngga nunggu in kamu sampe bel bunyi aja. Dia emang perhatian ya sama kamu..." mazako memuji kak orion di depan yuki, sambil tersenyum lebar dan juga dia terlihat sangat gembira saat menceritakan tentang kak orion.


"Ohhh yaudah, bisa ngga sih ngga usah bicarain tentang kak orion ?" kata yuki malas untuk mendengar cerita tentang kak orion.


"Ya ngga bisa gitu dong yuk, orang topik yang paling seru kan cuma tentang kak orion." sedik ledek mazako yang tertuju untuk yuki.


"Ngga juga kok, hal hal yang lain juga banyak kok yang lebih seru dari kata kata kak orion." jawab sewot yuki kepada mazako.


"Ohhh iya toh ? memangnya hal apaan yang seru ? biasanya juga kamu yang paling semangat kan kalo tentang kak orion." kata mazako mencibir yuki.


"Udah lah kalo gitu ngga usah bahas apa apa aja lah." yuki sedikit kesal.


"Beneran nihh kamu ngga mau denger ? padahal kan tadi kak orion bilang sama aku, ya intinya dia tu keliatan seneng waktu aku bilang kamu pernah ada perasaan sama dia. Apakah kak orion suka ya sama kamu ?" jelas singkat mazako membuat yuki jadi melihatnya dan seketika mazako jadi pura pura sedang berfikir dan tak melihat nya. Akhirnya pun yuki yang mudah penasaran itu bertanya kepada mazako tentang kak orion, tetapi tidak sesemangat selerti dahulu.

__ADS_1


"Kenapa kamu bilang seperti itu kepada kak orion, aku kan jadi malu. Memangnya dia ngerespon nya kayak apa ?" tanya yuki sedikit malu malu.


"Ngga tau tuh, kan tadi kamu sendiri yang ngga mau di ceritain tentang kak orion katanya topiknya suruh ganti. kalau gitu aku tanya kamu tentang pelajaran aja deh. Kan kamu anak yang pintarr jadi bantu aku ngerjain pr ku ya." mazako sengaja menggoda yuki, karena dia ingin tahu apakh yuki masih mengingat kak orion atau malah sudah ngelupain.


"Apaan sih... kan kamu belum balas pertanyaanku tadi." yuki merajuk dan sedikit malu.


"Iya aku jawab nih ya, jadi tu kak orion saat denger cerita ku tentang kamu, dia jadi senyum senyum sendiri dan waktu aku bilang Kalau kamu ada perasaan sama kak orion, dia terus malah keliatan bahagia bangett dehhh ngga tau kenapa." cerita mazako menjelaskan tentang respon kak orion. muka yuki sedikit memerab dan juga dia seperti nya sedang menahan ketawa.


"Kalau mau ketawa ketawa aja lahh ngga usah malu malu." ejek mazako sambil menyenggol lengan yuki.


"Ngga aku ngga senyum kok." ekspresi yuki seketika menjadi berubah.


"wkwkwk, lucu deh kamu yuk kalau gitu." tawa mazako yang sangat senang karena teman nya itu sudah tidak seperti kemarin yang sangat murung. Mazako pun mencerita kan kejadian tentang kak orion yang dilihatnya. Yuki juga mendengar kannya dengan baik. Bahkan mereka juga tidak hanya membicara kan tentang kak orion saja tetapi juga pelajaran. Mazako yang tadi nya di berikan amanah kepada kak orion untuk menyampaikan pesan untuk yuki pun juga sudah di sampaikan.


Di sisi lain ( di rumah Kak orion )


Kak orion yang sudah mendengar semua cerita tentang yuki, dari mazako teman yuki itu. Kak orion pun jadi merasa bersalah dan ingin sekali membantu yuki menyelesaikan masalah yuki saat itu. Maka dari itu kak orion langsung membuat rencana untuk membantu yuki. Dan akhirnya dia menemukan sebuah cara yang memang tepat untuk membantu yuki, walau mungkin akan terdengar sangat konyol, yang penting bisa untuk menyelamatkan yuki dari masalah itu. Ya setidaknya tidak membuat yuki menjadi di bully lagi dan juga aman untuk yuki. "Besok aku harus mendiskusikan rencana yang aku buat ini dengan yuki, tetapi setelah pulang sekolah saja lah biar ngga ada yang melihat. Rencana ku ini harus berhasil." batin kak orion sambil tersenyum licik.


Komen tokoh dalam novel (Pembantu yuki) :


Pembantu yuki : "Thor kan saya memang tokoh tambahan, tapi boleh lah saya di beri gelar yang lumayan lah. Nego lah nego."


Author : "Lah kan udah ada gelar tuh, pembantu yuki itu juga gelarnya lumayan kok. Memang apa nya lagi yang mau di nego ?"


Pembantu yuki : "Iya loh thor.... aku juga tauu, tapi masa orang panggil aku pembantu nya yuki. Contoh nya kayak gini nih thor "ehh kamu itu pembantu nya yuki ya ?" nah itu loh thorr yang ngga enak di denger. Aku tau kok aku pembantu, tapi ya jangan jadiin aku kek pembantu di mana mana dong thor."


Author : "Owhhh iya iya saya ngerti, lohhh tapi kan kamu juga kalau lagi di rumah dipanggil bibi kan ? yaudah lahhhh ngga usah nego nego an, lagian juga aku bukan tukang kelontong sih ye."


Pembantu yuki : "iya sihhh tapi ya setidaknya saya di beri nama siapa gitu loh mbakkk authorrr. (Hih lama lama nyebelin nih orang, ku ajak baku hantam baru tau kau)."


Author : "Alahhhh males aku, udah pw (posisi wenak \= enak) lagian juga bagus kok..... tenang saja."


Pembantu yuki : "Halahhhh lohh thor, kamu kan orang yang paling baik di dunia, juga kamu kan orang yang paling cantik..... masa kamu mau jahat jahat sih sama aku."


Author : "Halah ngga usah muji muji lah, ngga akan mempan sama aku."


Pembantu yuki : "Yaampun thorr kamu memang paling jahat lahh."


Author : "Memang memang, aku memang lah jahat..... nah tau aku jahat, tak mau pergi ya kauu ? haaa? ku kill kamu. Pergi, gangu kerjaan orang aja."


Pembantu yuki : "Thorrr beneran kamu ngga mau ganti nama ku ? aku cuma mau banggain mak ku yang sudah di syurga itu. Kalau aku di kasih nama Pembantu yuki, nanti mak aku tak tahu kalau itu adalah aku yang meranin."


Author : "Ha ? kamu tak ada emak ? huuu.... kasian, berarti tak ada syurga lah buat kauuu wkwkwk."


Pembantu yuki : "Huuuu author ini kalau bicara kayak sambal, pedas. Emakkkk kenapa kau harus pergi tinggalkan aku sih ? aku jadi tak ada syurga kan, emang kau jahattt makkk aku tak ada syurga nanti, udah itu juga di bully pula di bumi. Hiks hiks hiks aku mau pergi aja lah."


Author : "Wkwkwk rasain tuh..... banyak cincong sih, huh akhirnya pergi juga kan tu pembantu yuki, udah bagus di kasih nama itu malah minta ganti. Dasar emang nyebelinnn, huh."

__ADS_1


Pertanyaan bab ini :


Apa kah yang di rencanakan oleh kak orion ? Apakah dia akan membantu yuki ?


__ADS_2