ORION Dan YUKI

ORION Dan YUKI
Rindu itu Berat


__ADS_3

#skip


2 tahun kemudian


Setelah beberapa hari berjalan tanpa adanya kak orion lagi, membuat yuki semakin berdiam diri. Hati dan pikiran yuki selalu berpusat kepada kabar dari kak orion yang selama ini ia tunggu, tetapi kabar itu tak pernah datang menghampiri yuki. Kini yuki telah lulus dari sma dan sudah melanjut ke sarjana 1 di universitas yang termaksud terkenal di jepang yaitu universitas waseda. Seperti janji mazako yang berkata kepada yuki, saat yuki sedang sedih sewaktu mau di tinggal kak orion. Mazako tetap akan bersama dengan yuki dan juga menemani yuki sampai kapan pun karena mereka adalah teman.


Pagi ini yuki berangkat kuliah seperti dulu semasih ia sma, ia tetap masih di antar oleh supirnya itu. Tetapi beda dengan mazako yang sudah tak menggunakan sepeda lagi untuk berangkat ke tempat kuliahnya, karena tempat kuliah mazako dan juga yuki jauh dari komplek mereka, maka dari itu mazako membawa mobil sendiri. Bahkan yuki dan juga mazako sudah merencanakan untuk membeli apertement di dekat universitas nya. Tetapi mama yuki yang belum siap untuk melepas yuki di luar, tetap menyuruh yuki sementara ini untuk berangkat di antar oleh supir. Beda lagi dengan pendapat papa yuki, ia menyetujui yuki untuk membeli apartement di dekat universitas nya. Di karenakan oleh pendapat papa yuki, maka mama yuki pun tak bisa berbuat apa apa lagi dan mau tidak mau tetap akan menyetujui yuki untuk tinggal di apartement.


Selain diri yuki masih berangkat di antar jemput oleh supir, beberapa hari ini yuki dan juga mazako jadi semakin sibuk dengan perpindahan mereka berdua ke apartement barunya, mereka berdua tinggal di 1 apartement yang sama. Yang berarti yuki dan juga mazako akan tinggal bersama sama, dan mereka juga akan berbagi tempat tidur, makanan dan juga pembayaran air dan listrik.


Sampai lah yuki di universitas lebih dulu di bandingkan dengan mazako, tetapi yuki tidak akan masuk ke kelas nya jika mazako belum datang. Yuki terus menunggu mazako di lapangan besar universitas itu. Dan tiba lah yang yuki tunggu tunggu, mazako menghampiri yuki yang sedang duduk sendiri di bangku dan melamun. Mazako yang ingin mengagetkan yuki, langsung lah ia memelankan jalannya.


"Haaa." kata mazako mengagetkan yuki yang sedang melamun itu.


"Ealah monyett nyet nyet nyett....." kata yuki latah karena ia tengah kaget saat di kagetkan oleh mazako. Melihat ekspresi dan respon dari yuki, mazako pun puas dengan tindakannya dan ia tertawa terbahak bahak.


"Ihh mazako.... kamu tuh emang ya. Suka banget kamu ya kalo liat orang sengsara." kata yuki kesal.


"Hehe, makannya jangan ngelamun terus dong kan jadi kaget. Wkwkwk kocak emang kamu yuk kalo kaget, lain kali aku mau kagetin kamu lagi ya..." kata mazako menggoda yuki. Yuki pun menyipitkan matanya ke arah mazako dan memukul pelan mazako.


"Aduh, kenapa sih kamu yuk ? liat temennya seneng gak suka ya kamu ? sirik banget sih jadi orang." kata mazako pura pura merajuk dan berjalan pergi meninggalkan yuki.


"Hei tunggu aku dong yuk." kata yuki sambil mengejar mazako dan segera setelah yuki mendekati mazako ia langsung menyentuh pundak mazako.


"Ihhh apa sih pegang pegang." jawab sewot mazako kepada yuki sambil menurunkan tangan yuki yang sedang memegang pundaknya.


"Jangan marah lahh..... kan aku cuma bercanda aja. Lagian kenapa juga kamu kagetin aku dan terus malah ninggalin aku ?" kata yuki merajuk. Mazako yang mendengar kata kata yuki itu langsung melirik ke arah yuki untuk melihat ekspresi nya. Seketika tawa mazako pecah saat mengetahui ekspresi yuki yang sedang cemberut sambil bergumam gumam sendiri seperti dukut yang sedang membaca mantra. Yuki pun berhenti bergumam dan langsung melihat ke arah mazako yang sedang menertawakannya.


"Sekarang ketawa, tadi marah. Dasar mazako emang aneh, kalo marah marah aja lah ngga usah ketawa ketawa segala. Memangnya ada yang lucu ya ? awas loh nanti jadi gila baru tau kamu, huh." jawab bingung sekaligus sinis yuki kepada mazako.


"Biar lah, yang gila kan aku kenapa kamu yang sewot ? paling juga kamu nanti bakalan ikut ikutan gila." ejek mazako untuk yuki. Langsung lah yuki menatap mazako dengan cepat, mazako pun yang melihat tatapan yuki langsung menaikkan alisnya. Melihat mazako yang menaikkan alisnya itu ia langsung menahan tawanya. Hal itu lah yang membuat yuki bisa di bilang tertular kegilaan mazako dan mereka berjalan bersama ke kelas.


Beberapa menit kemudian, yuki dan mazako yang sudah di kelas langsung menaruh tas mereka di kursi baris kedua dan bersiap siap untuk memulai pelajaran. Di pertengahan pelajaran, yuki tiba tiba menjadi terdiam dan memikirkan kak orion lagi.


"Keadaan kak orion sekarang gimana ya ? apakah kak orion sehat sehat aja ? di sana dia ngapain sama koriko ? jangan jangan dia udah pacaran lagi sama koriko." kata yuki di dalam hatinya. Yuki terus saja memikirkan kak orion terus menerus dan tak mendengarkan dosennya yang sedang menjekaskan di depan. Tiba tiba dosen yuki mengamati yuki dan langsung memanggil nama yuki berulang ulang. Tetapi karena yuki sedang memikirkan kak orion, ia tak menggubris dosennya yang sedang memanggil manggil namanya itu. Mazako yang geram akan kelakuan yuku langsung menginjak kaki yuki.


"Eh, apaan sih ? ganggu." kata yuki dengan volume yang pelan dan kesal kepada mazako. Seketika mazako memberi kode kode kepada yuki dengan menggerak gerak kan matanya ke arah dosen itu, seketika yuki yang melihat tingkah laku mazako langsung kebingungan dan langsung memutar bola matanya. Yuki kembali melamun lagi, karena kesal dosen itu langsung menggebrak meja yuki dengan keras. Seketika yuki langsung kaget dan melihat ke arah dosennya yang sudah di depannya dengan raut wajah marah, mazako yang melihat hal itu pun langsung menepuk jidatnya.


"Yukiii...... kamu itu ya, saya panggil dari tadi malah ngga nyaut nyaut. Kamu udah tuli ya ? sekarang kamu berdiri di depan kelas sambil angkat 1 kaki dan kedua tangan mu memegang telinga mu. Jangan turunin kaki dan tangan mu jika saya belum menyuruh kamu turun, intinya kamu ngga boleh bergerak sama sekali sampai jam pelajaran saya selesai." kata dosen itu marah kepada yuki sambil teriak teriak.


"Ha ? serius bu ? saya kan cuma ngelamun bentar doang masa di hukum sampai jam pelajaran ibu selesai sih ?" elak yuki yang tak mau di hukum.


"Halah ngga usah banyak bicara kamu, sekarang kamu keluar dan laksanakan perintah saya." kata guru itu dengan keras dan penuh amarah. Yuki yang mendengar dosennya yang semakin marah itu langsung bergegas keluar dan melaksanakan perintahnya.

__ADS_1


Setelah pelajaran dosen itu selesai, kelas pun juga sudah bubar. Dosen itu langsung keluar dari kelas dan menghampiri yuki yang sedang menjalankan perintahnya.


"Yuki, kamu udah boleh turunin tangan sama kaki mu. Lain kali jangan di ulang lagi ya, jika kamu mengulang lagi saya tidak akan segan segan untuk menghukum mu lebih dari ini." kata dosen itu memperingatkan yuki. Yuki langsung menurunkan kaki tangannya dan mengucapkan maaf dan juga terima kasih kepada dosennya.


"Iya bu.... saya minta maaf atas kesalahan saya yang telah saya lakukan tadi, saya berjanji tidak akan mengulang kesalan ini lagi. Owh iya bu saya juga berterima kasih kepada ibuk, karena ibuk telah mendidik saya dengan baik selama ini." kata yuki sambil tersenyum kepada yuki.


"Iya.... sama sama. Yaudah sekarang kamu boleh pulang, hati hati ya." kata dosen itu. Dosen itu pun langsung berjalan menjauhi yuki, mazako yang sedari tadi menunggu dosen itu pergi dari hadapan yuki langsung menghampiri yuki sambil membawa tas yuki.


"Yuk, ini tas mu." kata mazako sambil menyodorkan tas yuki ke arah yuki. Yuki pun langsung mengambil tas nya dan menggendong tas nya itu, mereka pun langsung berjalan untuk pulang. Sesaat setelah mereka berjalan, mazako langsung bertanya kepada yuki atas kejadian tadi.


"Yuk, yuki..... kamu tadi ngelamun apaan sih ?" tanya penasaran mazako kepada yuki.


"Ngga kok ngga ngelamunin apa apa." kata yuki menutupi kesalahannya.


"Masa sih ngga ngelamunin apa apa ? tapi kok tadi kamu di panggil sama dosen ngga nyaut nyaut sih ?" kata mazako kepo akan apa yang sedang di pikirkan yuki tadi.


"Nanti ajalah aku kasih tau kamu kalau udah sampe rumah." kata yuki malas.


"Ihhh kan kita hari ini udah pindah ke apartement baru kita. Nanti pasti bakalan sibuk banget deh, trus nanti kamu pasti ngga mau cerita lagi sama aku." jelas mazako.


"Ngga kok, kan nanti pindah ke apartement cuma tinggal beresin pakaian doang kan ? nanti juga waktunya sisa banyak. Tenang tenang aku dah packing semua bajunya di koper kok nanti aku ambil koper langsung berangkat." kata yuki meyakinkan mazako.


"Ok deh kalau gitu. Yuki, gimana kalau nanti kamu dah siap chat aku aja, nanti biar aku jemput kamu trus kita berangkat bareng aja ?" kata mazako memberi penawaran kepada yuki.


"Kalau gitu nanti kamu ceritanya di mobil aja ya ?" bujuk mazako sekaligus memohon kepada yuki.


"Iya iya, nanti aku pasti cerita kok." kata yuki membuat mazako senang. Yuki yang sudah di jemput oleh supirnya itu langsung naik ke mobil nya dan pergi. Begitu juga dengan mazako yang membawa mobil sendiri, ia langsung pergi untuk pulang.


Sesampainya yuki di rumah, Ia langsung bergegas ke kamarnya untuk mengambil kopernya dan membereskan barang barang yang belum di packing nya. Baru mau menaiki tangga rumah, mama yuki langsung menghentikan jalan yuki.


"Yuki... tunggu bentar." kata mama yuki membuat yuki berhenti dan melihat ke arah mamanya. Segera mama yuki langsung menghampiri yuki yang telah berhenti itu.


"Kenapa ma ?" tanya yuki bingung.


"Nakk nanti kalo kamu di apartement jangan makan sembarangan ya ? trus juga jaga diri baik baik jangan sampai sakit. Ini mama mau kasih kamu atm buat jaga jaga kamu di sana, kamu pake ya..." kata mama yuki mengkhawatirkan yuki. Yuki yang mendengar kata kata mamanya barusan langsung mengambil atm itu dan berjalan lagi ke kamarnya.


"Ini aku bakal pake kalau aku memang lagi kepepet aja ya mah. Lagian juga aku mau cari kerja sambil kuliah gitu kok ma." jawab yuki santai. Mamanya pun mengikuti yuki dan langsung mengelak kata kata yuki itu.


"Lohhh.... kamu tu kalau di bilangin mama suka ngeyel deh. Kamu mama kasih atm itu biar ngga susah kalau lagi di apartement, mama juga bakal ijinin kamu pakai sama mazako kok. Pake aja barengan sama mazako." kata mama yuki sedikit kesal.


"Iya iya.... aku bakal pake kok. Udah lah intinya mama ngga usah khawatir sama aku." yuki meyakinkan mamanya. Mama yuki pun menganggukkan kepalanya tanda bahwa ia setuju aja, mama yuki dan juga yuki mulai mengemas semua barang barang yang akan di bawa yuki ke apartement nya nanti.


Selesai yuki dan mamanya mengemas semua barang yuki, mereka membawa barang itu ke bawah. Segera lah yuki mengechat mazako untuk menjemputnya. Beberapa saat setelah yuki menunggu di dalam rumah, mazako pun akhirnya datang dan membantu yuki membawa barang barang yuki untuk di masukkan ke mobil. Selesai lah mereka memasuk kan barang barang milik yuki ke mobil mazako, mazako dan juga yuki langsung masuk ke mobil dan mereka pergi menuju apartement.

__ADS_1


Di pertengahan perjalanan, mazako langsung menagih janji yuki kepadanya.


"Yuk, cepet ceritain tadi kamu ngelamun karena apa !!!" tagih mazako kepada yuki. Yuki pun langsung nenceritakan semua yang sedang ia pikir kan tadi.


"Aku tadi tu cuma mikirin keadaan kak orion, aku bingung apakah kak orion udah lupa sama aku ya ? kalau kak orion ngga lupa sama aku, kenapa dia ngga kasih kabar sama aku ?" yuki berkata dengan raut wajah sedih.


"Owhh jadi ada yang kepikiran toh sama kak orion ? cieee rindu yaa ? jangan rindu, rindu itu berat kamu ngga akan kuat." mazako malah menggoda yuki.


"Apaan sih kamu ko ? kan aku tadi cuma tanya aja kok malah jadi gombal gitu mana gombalnya pake ala ala dilan segala lagi." kata yuki kesal tapi malu malu.


"Wkwkwk, ya ngga apa apa kan pake ala ala dilan gitu ? kan aku ngga pandai ngegombal yuk, jadinya ngga apa lah kalau tiru kata kata dari dilan." kata mazako sambil tertawa tawa.


"Ihhh dari tadi aku tungguin jawabannya ni loh, kok malah ngga di jawab jawab sih ? buruan di jawab dong." jawab yuki semakin kesal.


"Ha ? pertannyaan yang mana deh ? owhh iya iya yang tadi itu ya ? ya kalau menurut aku sih kak orion ngga bakal lupa kok sama kamu, ya tapi kalau masalah ngga kirim kabar sih ya aku ngga tau. Lagian kak orion kalau mau kirim kabar ke kamu mau lewat apa ? pake we chat ? mata aja bermasalah masa dia mau chat kamu sih ?" penjelasan mazako kepada yuki.


"Iya sih memang, tapi kan dia juga bisa kirim pesan suara atau pun telepon aku." kata yuki jengkel.


"Yahhh.... kamu ngarep banget ya di chat kalo ngga telepon sama kak orion ?" kata mazako mengdoda yuki.


"Ngg.... ngga kok, aku kan cuma kasih alasan aja." elak yuki malu.


"Wkwkwk, tapi memangnya kak orion punya nomer mu ya ?" tanya mazako memastikan.


"Ya ngga juga sih, setidak nya kan dia bisa minta gitu sama siapa gitu yang punya nomer ku kayak misalnya kamu." alasan yuki.


"Lahhhh orang kak orion juga ngga punya nomer ku kok. Pengen banget ya ketemu kak orion ?" kata mazako membuat yuki jadi malu dan pipi yuki menjadi merah, mazako pun yang melihat muka yuki langsung tertawa.


Sesampainya mereka di apartement itu, mereka langsung berbenah setelah yuki dan mazako selesai berbenah mereka langsung rebahan di kasur itu dan juga merencanakan cara supaya mereka tetap bisa hidup mandiri tanpa harus mengandalkan orang tuanya.


"Mazako, kita harus bisa cari uang sendiri nih. Kita mulai besok cari kerja yuk." kata yuki mengajak mazako untuk mencari pekerjaan.


"Iya nih, kalo ngga gitu kita bisa kehabisan uang. Kamu mau coba daftar di mana yuk ? kita harus daftar sesuai dengan jurusan kita yuk." kata mazako.


"Iya sih, susah juga ya kalo harus sesuai jurusan. Sedangkan kita aja jurusan kedokteran mau kerja di rumah sakit, tapi harus lulus S1 dulu. Sekarang kita aja masih semester 4, trus gimana ya ?" yuki bingung harus kerja di mana. Mazako yang saat itu juga sedang berfikir langsung teringat dengan salah satu rumah sakit yang menerima kerja paruh waktu.


"Owh iya yuk, itu aku inget sama rumah sakit yang nerima pegawai paruh waktu. Gimana kalau kita kerja aja di sana ?" kata mazako menyarankan ide bagus.


"Ok deh kalau gitu, besok kita coba ngelamar kerja di sana yuk ?" ajak yuki yang telah menyetujui perkataan mazako.


"Ok, berarti pulang kuliah kan ?" kata mazako memastikan.


"Heem." jawab yuki sambil menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


"Yaudah yuk kita istirahat dulu aja biar besok badannya jadi segar kembali." saran mazako sambil tersenyum kepada yuki. Yuki pun langsung membalas senyuman mazako dan mereka langsung beristirahat sebentar, dan tak lupa yuki dan mazako membersihkan diri sebelum tidur.


__ADS_2