ORION Dan YUKI

ORION Dan YUKI
Misi pembelaan berhasil


__ADS_3

Pagi ini yuki bangun dengan perawakan yang sangat sangat segar. Yuki bangun dan di awali dengan senyumnya yang indah itu, di sebabkan karena ke khawatir an yang sudah tak seperti hari yang lalu lalu. Kenapa yuki bisa demikian ? ya tentu saja yuki terlihat sangat sangat senang pagi ini


, alesannya karena saat ini sudah tak lagi terpikirkan oleh masalah masalah yang kemarin lagi. Saat ini yang di pikirkannya itu hanyalah misi yang kak orion buat, yuki terus terusan memikirkan akan misi itu.


"apakah kak orion akan berhasil ? atau malah gagal. aku berharap kak orion bisa melakukannya dengan baik, tanpa ada gangguan yang melanda. Tuhann berilah kak orion ke berhasilan dalam melaksanakan misinya itu. Aku janji jika kak orion berhasil dalam menjalankan misi ini, aku akan terus di sampingnya. Tapi..... jika misi kak orion gagal, maka aku akan menjauh dari kak orion dan ngga akan lagi menemuinya." batin yuki dengan hati yang sedikit deg degan. Yuki sangat mengharapkan misi dari kak orion berhasil.


Selesai yuki bersiap siap berangkat sekolah, yuki langsung turun ke lantai bawah dan seperti biasanya ia ke meja makan dan duduk di kursi yang di tengah. Kali ini papa yuki yang mengamati dan juga menanya nanyai yuki.


"Sekolah gimana nak ? udah betah belom di sekolahan baru mu itu ?" kata papa yuki dengan perhatian.


"Emhhh yaaa gimana ya ? sekolah sih happy happy aja, tapi.... yuki ngga bisa punya teman yang banyak, hiks hiks hiks." yuki berkata begitu, supaya papa nya ngga khawatir.


"Owhhh kalo itu mah wajarr aja lahh, kan kamu juga baru sekolah selama 2 bulan. Tapi ngga ada masalah apa apa kan di sekolah." kata papa yuki sedikit curiga. Yuki sontak melihat papa nya dan yuki mengira bahwa papa nya tau jika ia dapat masalah di sekolah barunya, seketika yuki langsung menutup nutupi masalah itu.


"Ngg... nggakk kok pa, aku ngga ada masalah apa apa kok di sekolah baru ini. Aku malah seneng banget kok bisa sekolah disini, yaudah ya pa aku berangkat dulu." yuki berbohong kepada papa nya dan langsung mengarahkan tujuannya yaitu berangkat sekolah.


"Owhh yaudah, hati hati ya nak." kata papa yuki kepada yuki.


Sesampainya yuki di sekolah, ia tak melihat kak orion di depan pintu gerbang lagi. Yuki bingung sekaligus heran, yuki mengira kak orion sudah tak mau menunggunya lagi.


"Loh kak orion kok ngga ada ? tumben banget dia ngga nungguin aku. Jangan jangan dia udah ngga mau nungguin aku lagi, kenapa kayak gitu ya ? apa gara gara aku kemarin ngga nemuin kak orion ya? huhh aku jadi ngerasa bersalah deh sama dia, gimana ya? apa nanti aku samperin aja kalik ya ?" batin yuki yang memikirkan kak orion. Yuki masih saja memikirkan kak orion, sampai dia ngga sadar kalau sebenarnya dia saat itu sedang di lihatin sama orang orang di sekitarnya.


Yuki tersentak kaget saat ada mazako di sebelahnya, yang sedang memanggil manggil yuki sedari tadi.


"Yuk yuki, hei kamu ngelamun ya ?" mazako terus memanggil manggil yuki. Yuki pun langsung tersadar bahwa mazako ada di sebelahnya.


"Ehh mazako, ada apa ?" jawab yuki seperti orang linglung.


"Ihhh dari tadi di panggil panggil kamu ngga jawab. Ehhh itu coba deh liat ke sekitaran mu, kok mereka ngelihatin kamu kenapa ya ?" kata mazako menurunkan volume suaranya. Yuki yang sedang memikirkan kak orion pun akhirnya sadar bahwa dia dari tadi di lihatin sama orang orang di sekitarnya.


"Ha, mana ? ohhw itu.... aku juga nggak tau tuh kok mereka ngliatin aku kenapa ya ? emang ada yang salah ya sama penampilan atau apa gitu ?" yuki sedikit gelisah dan juga kebingungan dengan tatapan orang orang.


"Lahhh kok malah tanya sama aku, aku aja juga ngga tau. Kalau untuk penampilan sebenernya sih ngga ada apa apa sih, menurut ku lohhh." kata mazako menyakinkan yuki.


"Emhh tapi kok mereka ngelihatin aku terus sih, ohh iya sampai lupa..... kan masalah ku sama kak orion itu belom selesai. Kak orion belum jalanin misi yang kemarin ya ? heemm gimana ya ? coba aku tanya kak orion dulu aja deh." batin yuki, jadi mikirin kak orion lagi.


"Ehhh itu kok di depan mading rame banget ya ? ada apa itu ? yuk, ayo coba lihat kesana." kata mazako penasaran sambil menarik tangan yuki.


"Ehhh kok iya ya ? yaudah yuk lihat." melepas tarikan tangan mazako dan berjalan mengikuti mazako, untuk pergi melihat mading sekolah.


Di depan mading, mazako dan yuki pun langsung menerobos keramaian yang ada di depan mading itu. Ketika yuki melihat kertas yang baru saja di tempel oleh kak orion itu, yuki langsung tersenyum bahagia. Mazako yang melihat itu juga awalnya terkejut, tetapi setelah melihat temannya yang terlihat senang itu, mazako juga ikutan senang dan meneluk yuki. Dari kertas itu, mazako dan yuki baru menyadari bahwa ternyata yuki tadi di lihatin oleh banyak orang karena kertas ini lah penyebabnya.


Isi kertas yang di tempel di mading sekolah :


"Salam bagi semua nya.

__ADS_1


Saya selaku teman masa kecil yuki, tentunya akan membela yuki dengan sepenuh hati. Kenapa yuki bisa menjadi teman kecil saya ? karena dulu semasa saya masih kecil, ya.... kira kira umur saya waktu itu sekitar 3 tahunan. Saya tinggal di indonesia selama 3 tahun, selama saya tinggal di indonesia yuki adalah salah satu tetangga saya. Yuki juga bukan hanya menjadi tetangga saya saja, melainkan kami sering main bersama dan saat itu juga yuki sudah saya anggap menjadi teman saya. Tetapi, saya memang harus pindah ke jepang dan harus meninggalkan yuki. Bukan berarti kami memutus pertemanan kami, saya sering juga ngechat yuki dan saat saya pertukaran pelajar ke indonesia, saya sering mengunjungi yuki. Jadi, kesimpulan dari kalimat kalimat saya tadi adalah jangan anggap yuki dengan seenak mau kalian, yuki tidak pernah ada niat buat menjadi orang seperti yang kalian katakan. Saya lebih mengetahui tentang yuki, juga kalau kami bersama atau pun terlihat sangat dekat bukan kah itu wajar untuk sebuah teman ? jadi saya mohon kepada kalian, jangan pernah kalian katakan hal hal seperti itu lagi karena saya selaku temannya yuki berhak untuk menghukum kalian apa bila kalian mengatakan itu lagi.


Terimakasih atas perhatiannya, selamat melanjutkan aktivitas kalian.


salam orion."


Mereka pun keluar dari keramaian itu dan langsung menemui kak orion di kelasnya. Yuki melihat kak orion sedang asik mendengarkan lagu, dengan mengenakan headset dan juga sedang melihat ke arah jendela, untuk menikmati keelokan pemandangan sekolah yang sangat indah saat di lihat dari atas gedung. Kak orion memang tidak bisa melihat, tetapi dia memang paling jago, karena dia adalah orang yang sangat sangat peka terhadap apa pun yang ada di sekitarnya, keren bukan ?. Yuki pun langsung memanggil kak orion, yang sedang sendirian di ruang kelasnya. kak orion pun langsung menengok ke arah suara yuki terdengar. Yuki dan mazako pun langsung menghampiri kak orion yang sedang duduk di kursi.


"Makasih ya kak atas bantuannya. Karena bantuan dan juga kebaikan kakak aku jadi ngga terlalu gelisah lagi." ucapan terima kasih yuki untuk kak orion yang telah membantu nya.


"Iya sama sama, aku membantu mu karena aku..... ya karena memang ke mauan ku saja." kak orion sedikit gugup karena terima kasih dari yuki.


"Mau bantu yuki karrna kemauan kak orion sendiri..... apa gara gara kak orion suka sama yuki ? hayoooo jawabnya harus jujur dong." goda mazako kepada kak orion. Kak orion dan juga yuki pun menjadi salah tingkah dan juga pipinya jadi merah merona. Mazako teriak teriak girang sekali, karena sudah berhasil menggoda kak orion. Harapan mazako tadi, ialah hanya ingin membuat kak orion jadi salah tingkah dan juga malu malu, tetapi malah mazako sangat berhuntung kali ini, karena mazako ternyata bisa berhasil menggoda kedua nya.


"Emmm kalau gitu aku kembali dulu ke kelas ya kak ? takutnya nanti kalau kelamaan di sini malah keburu bel. Sekali lagi aku ucapin terima kasih ya kak." kata yuki kepada kak orion.


"Iya, sama sama. Nanti waktu istirahat aku ngga bisa ke kelas mu dulu ya..... soalnya nanti aku ada seleksi lomba, guru menyuruh ku untuk mengawasi junior junior yang akan mengikuti seleksi dan juga aku mau isi data perlombaan. Nanti kalau pulang sekolah kamu bisa tunggu aku di ruang multi media ?" kata kak orion kepada yuki.


"Ya, nanti aku usaha kan untuk ke ruang multi media. Btw kak orion mau ikut lomba apa ?" tanya penasaran yuki.


"Aaa cieee perhatiannn nihhh yuki..." goda mazako kepada yuki.


"Apaan sih nggak kok, aku cuma penasaran aja." kata yuki menutup nutupi.


"Iya kok beneran. Iya itu, kak orion gimana ?" kata yuki tersipu malu.


"Aku akan ikut lomba fisika, matematika dan juga kimia. Aku mengkuti semua lomba dari mapel yang memang khusus untuk anak mipa." kata kak orion menjelaskan kepada yuki.


"Owhhh memangnya ada lomba ala aja ? memang di setiap jurusan beda beda ya lomba nya ?" tanya yuki ingin tau.


"Iya, disetiap jurusan beda beda. kalau mau ikut lomba biasanya tu harus ambil paket perlombaan gitu, paket perlombaan itu tergantung sama jurusannya. Kalau kamu dari jurusan mipa, ya kamu bakal di ikutin mapel mapel yang memang bener bener menjurus ke jurusan tersebut contohnya kayak aku tadi. Aku anak mipa maka dari itu aku ikut lomba nya matematika, fisika dan juga kimia." jelas kak orion yang membahas tentang perlombaan.


"Bukannya kalau mipa ada biologi juga ya ? kok itu ngga ada sih ? knp ?" tanya yuki yang semakin penasaran.


"Ya, kalau di mipa itu ada 2 pilihan mau yang hitung menghitung atau yang hafalan gitu. Kalau aku memang biasanya di suruh sama guru guru buat ikut lomba yang hitung menghitung, karena banyak anak anak yang jarang banget mau daftarin diri ke mipa hitung hitungan." jelas kak orion.


"Owhh gitu ya, berarti kak orion pintarr banget dong?" tanya yuki sedikit memuji.


"Ngga juga, aku pernah kalah juga kok dalam perlombaan kayak gini." kak orion merendah. Yuki pun menjadi tersenyum dan tertawa pelan.


"Katanya nau balik ke kelas, kalau gitu yaudah ya kak aku sih emang mau balik ke kelas." kata mazako sewot.


"Hehe, iya iya. Yaudah kak aku pamit dulu." yuki mulai melangkah pergi dari kelasnya kak orion.


"Ohh ok ok hati hati ya yuki." kak orion balik menyapa pamitan dari yuki sambil tersenyum lebar kepada yuki dan juga mazako. Yuki tak menjawab dan langsung pergi dari kelas kak orion, yuki dan mazako pun langsung ke kelasnya masing masing.

__ADS_1


Selesai pelajaran dan pulang.


Yuki mengiat akan janji yang di buatnya untuk kak orion, maka dia bergegas untuk ke multi media. Mazako yang belum sempat ke ruang kelasnya yuki, sudah ditinggal oleh yuki ke ruang multi media dahulu. Saat mazako sudah keluar dari ruang kelasnya, ia langsung ke kelasnya yuki, tepapi yuki malah ngga ada. Keluar kelas yuki, mazako tak sengaja melihat yuki yang sudah jauh di pandangan matanya. Segera mazako berlari ke arah yuki jalan, karena jaraknya sudah terlalu jauh... maka mazako langsung teriak kepada yuki, supaya yuki berhenti berjalan.


"Yukiiiii......." teriak mazako menjadi pusat perhatian orang orang. Setelah mazako berteriak sekuat tenaga, akhirnya yuki berhenti dan melihat ke arah suara mazako terdengar. Mazako langsung berlari lagi untuk mengejar yuki. Sesampainya mazako di samping yuki, mereka langsung berjalan kembali dan mazako langsung marah marah kepada yuki yang telah meninggalkan begitu saja.


"Yukiii kamu kenapa sih ninggalin aku ? kamu jahat deh yuk, masa temen sendiri belum keluar kelas udah kamu tinggalin aja sih ? huh dasar, cape kan aku ngejar kamu." omel mazako kepada yuki yang telah meninggalkan nya.


"Iyaaa aku minta maaf deh tadi ngga kepikiran kalau kamu bakal ke kelas ku jadi aku ya cabut duluan lah." alasan yuki untuk nutupi kesalahannya.


"Dihhh, kan biasanya aku juga ke kelas mu kan yukiii.... lagian kalau aku ngga ke kelas mu ya setidak nya tunggu in aku lah bukannya malah ninggalin aku kayak gini. Emang kamu sung-guh ter-la-lu." mazako marah marah dan memanyunkan bibirnya.


"Yaudah lah jangan gituuuu aku jadi ngga enak hati kan. Soalnya aku tu ke ingetan sama janji ku buat nemuin kak orion ke ruang multi media." yuki menjelaskan sekaligus menenangkan Mazako supaya tidak marah lagi.


"Halahhh kalau janji sama kak orion aja ngga pernah lupa terus juga langsung di tepatin lahh aku ?" mazako iri dengan kak orion.


"Yahh jangan gitu donggg kamu kan tetep bakal jadi temen aku selamanya."


bela yuki kepada mazako.


"Ya ya ya, terserah. Yaudah yuk buruann nanti kak orion nunggu in lagi.


Sesampainya di ruang multi media. Kak orion pun yang sedang sibuk menjadi pengurus masih saja mengisi data data. Yuki pun dan mazako berinisiatif untuk membantu Kak orion, yuki dan mazako pun akhirnya menghampiri kak orion dan menawarkan bantuan.


"Kak sini aku bantu." yuki menawarkan bantuan kepada kak orion.


"Tidak usah ini sudah mau selesai kok, maaf ya aku sekarang malah lagi repot bangettt..... ngga nyangka ternyata yang ikut seleksi sebanyak ini." kata Kak orion sembari kewalahan.


"Iya ngga apa apa." kata yuki dan mazako bersamaan.


"Oh iya aku tadi panggil kamu kesini buat kasih kamu ini." kak orion menyodorkan sebuah surat yang di balut oleh amplop putih.


"Apa ini ?" tanya yuki heran.


"Buka aja nanti kalo kamu dah di rumah. Itu... sepertinya kamu udah di jemput, kalo kamu mau pulang ngga apa apa kok. Tadi aku panggil kamu kesini sebenernya cuma mau kasih ini aja kok." kak orion berkata sambil tersenyum.


"Iyaa, kalo gitu aku pulang dulu ya kak." kata yuki berpamitan. Kak orion hanya menjawab dengan mengangkat tangannya. Yuki dan mazako pun keluar dari ruang multi media.


"Apa itu yuk ? surat misterius deh." tanya penasaran mazako.


"aku juga ngga tau sih ini surat apa. Pengen di buka tapi tadi kak orion malah suruh buka nanti pas di rumah, jadi penasaran deh aku." kata yuki rada kesal.


"Heemmm jangan jangan surat cinta lagi yuk..... Hehe." kali ini mazako menggoda yuki lagi.


"Apaan sih ? ngga mungkin lah." kata yuki ngga pede. Yuki pun yang sudah di jemput langsung pergi, dan mereka pun akhirnya pulang.

__ADS_1


__ADS_2