Pacarku Ternyata Vampir

Pacarku Ternyata Vampir
Episode 10.


__ADS_3

" aaaaakkkkk.. tolonggg ..!!!"


teriakan orang itu meminta tolong .


"briiiuuuurrr...!"


air itu menerjang seakan marah, murka.


Nadia tidak sanggup lagi melihat dan menutup matanya.


tanpa sepengetahuan Nadia Rayhan sudah menyelamatkan orang itu.


" heyy buka mata mu, !!"


bujuk Rayhan , tapi Nadia terlalu takut,


" buka dulu nan, kamu akan tau!"


Nadia mulai membuka tangannya dan berlahan membuka matanya, pertama yang dia lihat danau itu,


" kemana orang itu Ray,?"


Rayhan menunjuk kebawah, di sana ternyata orang itu masih hidup di bantu oleh pengikut Rayhan,


Nadia melihat itu merasa lega.


" huufff untung saja ..!!"


Rayhan tersenyum melihat Nadia tersenyum,


Nadia menatap Rayhan,


Rayhan tau apa yang ingin di ketahui oleh Nadia.


"Ray boleh aku bertanya, tapi kamu harus jujur "


Rayhan hanya mengangguk kan kepalanya, tanda setuju.


" Ray apa benar aku ini,, emmm.."


Nadia ragu menanyakan pada Rayhan.


Rayhan yang tau hanya pura pura tidak tau sampai Nadia mengulangi pertanyaannya.


"apa Nan, kamu kenapa?"


Nadia mengumpulkan tekatnya untuk bertanya,


" kamu gak akan marah jika aku bertanya sesuatu,?"


"tanya apa? " kata Rayhan sambil mengangkat kedua tangannya menepuk pipi Nadia,


"benarkah aku adalah wanita Rainkarnasi kekasih mu dulu?"


Rayhan terdiam memandangi Nadia penuh cinta dan tersenyum.


" kamu sudah tau semuanya bukan, dan itu semua sudah takdir ku. aku tidak tau, apa akan terjadi , apakah akan terjadi seperti dulu atau demikian. karna ayahmu sudah di perintahkan oleh klan Victoria untuk menemukan darah suci kan, tapi mereka tidak menemukannya".


Nadia terkejut, dalam hati berkata sebelum di sampaikan oleh Rayhan.


(*"kenapa tidak menemukan darah suci?"*)


Nadia semakin penasaran, dengan cepat Nadia bertanya


"kenapa bisa? apa darah itu sudah hilang atau sudah di temukan oleh orang lain. ?"


" tidak mungkin, darah itu seperti kucing tidur yang sangat sulit untuk membangkitkannya, apa lagi dalam Reinkarnasi, bukan kah kamu tidak seutuhnya diakan? "


suasana menjadi sunyi.

__ADS_1


Nadia memikirkan kenapa Dia dibandingkan dengan wanita itu,


rasa cemburu mulai Nadia rasakan.


padahal Nadia tau, dia hanya alat untuk membangkitkan darah suci.


Rayhan yang melihat Nadia bersedih. merasa tidak nyaman jadi Rayhan mengalihkan pembicaraannya agar memecahkah keheningan.


"ehemm, Nadia bukan kah kamu harus pergi "


dengan cepat Nadia menjawab


"ahhh, aku ingin disini , boleh kah aku menginap di tenda, aku kangen dengan teman teman ku,"


Rayhan terdiam dan ingin menolak permintaan Nadia.


" ehhh kenapa tiba tiba ingin nginap, jika ayah mu dat...".


Nadia menaruh jari telunjuk di bibir Rayhan, memotong pembicaraan Rayhan,


Rayhan hanya diam dan terpaksa mengikuti permintaan Nadia,


Malam gelap sudah tiba Nadia sibuk membaca buku di dalam tenda itu, Nadia keasyikan membaca buku favoritnya tanpa keluar tenda,


Rayhan yang berada di depan tenda Nadia agak jauh dari tendanya melihatnya saja, Rayhan tidak ingin menganggunya, Rayhan hanya diam memperhatikan Nadia yang sibuk membaca di dalam tenda itu, sampai Rayhan menutupkan matanya dengan buku, tengah malam sudah tiba Nadia belum tidur dan terus membaca,


tiba tiba Nadia menutup bukunya.


"bruuuk"


dan melihat ke atas memikirkan apa yang harus dia lakukan, berguling kesana kesini. duduk tidur lagi, memainkan bukunya lalu menutupnya lagi karna Nadia merasa tidak bisa tidur memikirkan kejadian kejadian yang dia rasakan akhir akhir ini, Nadia merasa setres.


disaat Nadia melamun, tanpa banyak pikir Nadia duduk dan bergegas ingin keluar, Nadia keluar dari tenda itu, Nadia dengan santainya berjalan sambil meletakkan tangannya ke jaket saku, berjalan mengitari tenda tenda lainnya begitu sepi.


Nadia lupa sebelumnya dia sudah di peringati oleh pengikut Rayhan agar tidak keluar pada malam hari jika menginap di sini jika tidak akan bahaya .


tanpa sengaja Nadia keluar dan lupa akan peringatan itu,


" apa mereka sudah tidur, masa vampir bisa tidur malam hari?"


Nadia mencari temannya Mia, jadi Nadia berjalan ke tenda Mia.


membuka tenda Mia tapi tidak ada orang satu pun disana.


" looo kemana Mia dan Angel pergi, ? malam malam begini ?" .


lalu Nadia berjalan jalan mencari udara segar di tengah malam. tanpa sengaja Nadia melihat temannya meminum darah hewan dengan maniak,


"sruuupp sruuupp sruuupp"


Nadia yang melihatnya ingin muntah, dan berlahan bersembunyi agar tidak di ketahui oleh mereka.


mereka akan ganas saat tengah malam hasrat meminum darah sangat lah besar, apa lagi di siang hari mereka menahan hasrat nya untuk manusia agar tidak melukai manusia, seperti biasanya siang hari mereka akan berpura pura seperti manusia beraktivitas seperti biasanya.


Nadia melihat di balik pohon besar sambil menutup mulut dan hidungnya, agar tidak ketahuan mereka yang asik dalam hasratnya.


rasa takut menyelimutinya, Nadia berlahan pergi, baru saja satu langkah ingin pergi dari sana Nadia tidak sengaja menginjak ranting pohon.


" klaaakkk...!!"


seketika mereka menoleh dan menatap Nadia dengan penuh selera, .


seketika Nadia menjerit .


"ahhhhh.... " Nadia berteriakk.. berlari sekuat tenaga tapi tubuhnya tidak mampuh untuk cepat seperti mereka.


saat mereka mendengar jeritan Nadia.


mereka mengejar Nadia secepat kilat.

__ADS_1


hanya angin yang tertinggal.


" wooosss woooss woooss"


dengan cepat mereka berlari,


" gebbraakkk..!"


Nadia tersandung oleh akar pohon, dan melihat kebelakang, mereka mulai mendekat, Nadia hanya menangis ketakutan berfikir apa yang harus aku lakukan?


Nadia bertanya tanya, ingin minta bantuan. hanya satu yang Nadia ingat .


"Raaayyyhaaannnn...!!!!"


dengan kencang Nadia menjerit memanggil nama itu dan menutup matanya .


beberapa menit kemudian dengan nafas terengah-engah Nadia membuka matanya, di depannya hanya ada satu orang, Nadia tidak bisa melihat secara jelas wajahnya karna gelap malam.


Nadia melihat memandangi yang ada di depannya, semula vampir vampir itu ingin mendekat. sekilas sudah tidak ada,


yang ada hanya satu seseorang.


Nadia merasa lemas dan seketika pingsan di tempat.


ke esokkan hari nya Nadia sudah tidur di tendanya, tapi Nadia melihat samping ada Rayhan yang memeluknya,


Nadia memandangi Rayhan.


Rayhan yang mengetahui Nadia sudah bangun berbicara dan masih memejamkan matanya.


" sudah bangun?"


seketika Nadia memalingkan mukanya.


" apa kamu yang semalam menolongku?"


Rayhan membuka matanya dan memandangi wajah Nadia,


" bukankah kamu sudah pernah di peringati!!"


Nadia baru ingat .


" ahhh iyaa , maaf , aku lupa "


seketika Nadia terbangun. tapi


" aaakkkkgg!!!"


Nadia menjerit kesakitan


" kenapa Nan, apa ada yang sakit?" dengan kawatir Rayhan bertanya


sambil mencari yang di rasakan Nadia.


Nadia memegangi punggungnya sambil merintis kesakitan.


" coba aku lihat..!" Rayhan cemas


" ahhh jangan, tidak papa!"


" nan, tidak usah malu aku hanya ingin melihatnya saja apakah parah!"


berlahan Nadia membiarkan Rayhan melihat punggungnya,


ternyata punggung Nadia memar yang sangat parah. mungkin tadi malam Nadia terjatuh dan terkena di bagian punggungnya dengan keras,


Rayhan dengan cepat keluar mencari obat yang bisa meredakan rasa sakitnya*


...#####...

__ADS_1


__ADS_2