
Bob berlari keluar dari rumah, dan berhenti di tengah tengah jalan, Bob seketika berlutut dan menangis
"hiks hiks.. kenapa bisa terjadi pada tuan ku tuhan???"
tiba tiba kearah belakang ada suara Rick yang mendengar bob yang menangis begitu keras,
"woy!!! bob kamu kenapa menangis di tengah jalan.!" ujar Rick sambil melihat Bob dengan kebingungan.
bob menoleh ke arah nya. dan segera mungkin menghapus air matanya. menyembunyikan kesedihannya, Rick dan Dokter bergegas berjalan menghampiri Bob
" apa yang terjadi bob, apa tuan baik baik saja?" ujar dokter.
tanpa pikir panjang Rick berlari memasuk i rumah dan melihat tuan nya yang tergeletak tak berdaya di atas ranjang. dan badannya yang semula biru jadi segar. Rick kaget
" apa,,!!"
Rick menghela nafas.
"syukur lahh tubuh tuan sudah mulai pulih!" ujar Rick sambil menghela nafas.
"dokter ,,!! dokter..!! kemari lah !" teriak Rick dengan girang.
dokter pun menghampiri dengan rasa cemas.
"ada apa? apa yang terjadi??"
" lihat lah ,, tuan sudah mulai pulih,,!"
mereka tersenyum gembira.
tapi bob hanya diam bob seperti menyembunyikan sesuatu dari mereka. yaitu kesedihan
Rick melihat hal itu bertanya pada bob.
" ada apa bob? kenapa kamu begitu sedih, tuan kita sudah mulai sembuh kan? tapi kenapa kamu sedih?" ujar Rick.
".........!" bob hanya diam dan lalu pergi meninggal kan ruangan itu.
" apa yang terjadi padanya dok?" tanya Rick. dengan kebingungan
" entah lah, pasti terjadi sesuatu , hahh biarkan saja biarkan, beri dia waktu nanti juga bercerita kan !"
Rick pun menganggukkan kepalanya tanda mengerti.
dalam pikiran Rick hanya satu, kenapa Bob sangat sedih di saat tuan nya sudah mulai sembuh entah apa yang di pikirkan anak itu mereka tidak tau.
"dok? siapa yang menyembuhkan Tuan Rayhan. tapi tempo hari tetua kata."
pembicaraan Rick di potong oleh dokter.
"ssstt.. sudahh,, pasti tetua yang melakukannya aku yakin. sudah, yang penting tuan sudah sembuh hanya menunggu hari saja untuk pulih".
Rick kembali menganggukkan kepalanya.
hari hari telah berlalu. Rayhan sudah sembuh.
yang di lalu i Rayhan sangat lah berat Rayhan di larang menemui kekasihnya Nadia sementara waktu karna kondisinya yang tidak memungkin kan.
mereka berdua sama sama menunggu dan terus menunggu. dalam kehampaan dan kesepian mereka menahan rindu.
__ADS_1
"eh ,ehh. tuan mau kemana,? " tanya Rick sambil membawa makanan.
Rayhan dengan wajah yang polos menoleh ke anak buahnya, dengan raut muka yang melas Rayhan berkata.
"ayolah Rick. aku ingin ketemu Nadia, !!" ujar Rayhan dengan lembut kepada bawahannya Rick .
dengan tegas Rick menggoyangkan kepala kekiri dan kekanan
sambil berkata.
"no. no tuan. no no. tuan tau kan akibatnya. jadi no . no." ujar Rick dengan tegas memeringati Rayhan.
Rick pergi dengan ekspresi yang lucu. dengan memajukan mulutnya kedepan sambil membawa nampan di tangannya dan pergi.
Rayhan hanya terdiam dengan raut muka yang polos.
"ekk.. hemm punya anak buah kayak cewek. dasar Rick " sambil melihat kelakuan Rick.
ada alasan tertentu kenapa mereka di larang bertemu dulu . demi keselamatan Nadia, Rayhan membuang rasa rindu yang mendalam.
Di sisi lain Nadia yang slalu melihat jendela luar kamar slalu merenung sendirian . Nadia terbiasa terhanyut dalam kesendiriannya. tidak seperti dulu Nadia dulu orang yang ceria tapi sayang Nadia sudah mengenal cinta dan merasa kesepian hingga Nadia menyendiri.
kehanyutan Nadia terpecahkan oleh suara pintu
"tok tok tok" suara pintu kamar Nadia.
Nadia hanya diam dan tidak bergerak dari tempatnya.
hingga pintu itu terbuka.
"creet.."
seketika Nadia menjawab
"siapa?".
"sepertinya penting Nona!"
"tidak, suruh dia pergi, aku tidak mau menerima tamu. " dengan tegas Nadia berkata pada pelayan itu.
sesegera mungkin pelayan itu kembali dan menutup pintu dengan pelan.
pelayan itu sesegera mungkin turun dan menemui seseorang di bawah.
"maaf tuan , nona Nadia tidak ingin menemui orang lain !" ujar pelayan.
"baik lah aku kan kembali. berikan salam padanya"
'' baik tuan. " ujar pelayan.
sesegera mungkin pelayan itu menaik i tangga dan menemui Nadia.
"nona, lelaki tadi memberi salam untuk mu. anda tidak menemuinya jadi Dia pergi"
seketika Nadia berbalik dan bertanya.
"siapa dia?? "
"maaf Nona tapi saya tidak tau. lelaki itu sangat tua membawa tongkat,"
__ADS_1
Nadia terdiam dan melihat jendela. seketika Nadia melihatnya lelaki tua itu,
"siapa orang itu,? apa kah itu tetua yang di omongkan oleh Bob?" ujar Nadia dengan penasaran.
"sreeettt..!"
Nadia kaget betapa cepat nya orang tua itu menghilang bagaikan kilat.
Nadia menghembuskan nafasnya dengan perlahan.
pelayan yang ada di belakangnya terheran.
"kenapa nona? ".
"tidak apa apa. bolehkah aku bertanya. apa menyenangkan menjadi vampir?" ujar Nadia dengan heran.
pelayan itu duduk di depan Nadia dan berkata.
" di bilang menyenangkan ya menyenangkan tapi aku merasa tersiksa nona. !"
Nadia mendengarnya kaget.
"loo kenapa ? bukannya senang kamu bisa menghilang dimana saja . berjalan cepat dari titik ke titik lainnya dengan cepat. melompat kesana kemari dan hidup lama !"
dengan sedih pelayan itu mengatakannya
" benar nona. tapi kamu gak akan tau betapa sakit nya kami dan tersiksanya kami melihat orang yang di sayang i menghilangkan dan mati di depan kami semua. saya sudah hidup lebih lama dari nona jadi hidup ku sudah aku lalui dengan kesedihaan"
Nadia sedih mendengarnya.
" maaf . maaf aku .. aku gak tau. aku pikir kalo bisa jadi vampir kita akan menyenangkan tapi ternyata menyakitkan. maaf aku gak tau . jika keabadian ternyata ada sisi lemahnya."
pelayan itu segera berdiri dan berpamitan untuk pergi.
Nadia mulai merenungi apa kata pelayan itu.
"jadi selama bertahun tahun Rayhan menjadi lemah karna waktu. hiks hiks hiks hiks hiks hiks.. ternyata kamu begitu hancur Rayhan .!"
Nadia menguapkan air matanya di balik jendela dengan kesedihan yang mendalam Nadia menangis dengan kencang.
Tangisan itu terdengar dari luar hingga pelayan pelayan disana meneteskan air mata mendengar Nadia menangis tersedu sedu.
...######...
Satu tahun tlah berlalu.
seperti biasanya pagi itu Nadia keluar menyiram i bunga bunga dan tanaman di depan rumahnya.
ternyata 1 bulan sebelumnya Nadia pindah dari rumah Rayhan. dan ingin melepas semua kenangan yang dia lakukan bersama. jika dia di rumah Rayhan sulit untuk melupakan kenangan itu. jadi Nadia pindah di rumahnya yang lama.
Nadia menyiram sambil menyanyi dengan merdu. dengan matahari yang menyinari dirinya . Nadia seperti bersinar dengan kecantikan.
setelah itu Nadia pergi melakukan pekerjaan rumah dengan giat Nadia melakukannya, setelah itu pergi bekerja untuk menghidupi hidupnya sendiri.
Nadia sekarang bekerja di sebuah toko roti yang ada di kapung halamannya.*
...########...
Maaf teman teman up nya lama .karna kendala yang mungkin gak bisa buat mikir 🙏😀
__ADS_1