Pacarku Ternyata Vampir

Pacarku Ternyata Vampir
EPISODE 22.


__ADS_3

"AAAKKKKKKGHH...." jeritan Nadia


Nadia terkejut ada seseorang di sampingnya.


Nadia mencoba untuk mengingat kembali malam itu.


ternyata itu bukan mimpi. Nadia kira itu halusinasi.


ternyata Rayhan ada di sampingnya.


seketika Rayhan memandangi Nadia dan tersenyum seakan akan mereka tidak pernah ada sesuatu masalah.


berlahan Rayhan terbangun dan tersenyum manis pada Nadia .


" ngapain kamu di tempat tidur ku" ujar Nadia dengan sedikit panik.


seketika Nadia melihat badannya yang ada di balik selimut.


"huufff syukurlah" ujar Nadia dengan pelan .


"kenapa emang ?? kok kamu begitu panik ?" ujar Rayhan


dengan sedikit marah Nadia berkata pada Rayhan .


"kamuu yaa . !!!" ucap Nadia dengan nada dingin


Rayhan berlari keluar takut di pukul oleh Nadia.


nadia pun mengejar Rayhan yang mencoba lari dari nya.


dengan candaannya Rayhan sudah berhasil membuat Nadia tersenyum kembali. rasa sakit, kecewa kini sudah berakhir dengan adanya Rayhan kembali.


bagaikan bunga dan matahari . bunga gak akan bisa hidup jika tidak ada sinar matahari.


tiba tiba Rayhan berhenti di depan pintu.

__ADS_1


Nadia yang tidak tau Rayhan berhenti tiba tiba.


"brruukkk.." Nadia menabrak Rayhan.


" aduuuhh..!!! kamu gimana sih tiba tiba berhenti..?" ujar Nadia dengan keras.


seketika Nadia melihat yang ada di depan pintunya.


seorang kakek kakek yang pernah dia temui di rumah Rayhan.


Rayhan menoleh ke Nadia .


"nan. kamu tunggu kesini dulu aku harus bicara dengan dia".


Nadia hanya mengangguk sambil menggenggam tangan Rayhan .


Rayhan mengangguk dan berlahan melepas tangan Nadia.


Nadia melihat Rayhan berjalan menuju si kakek tua itu dan mereka pergi entah kemana.


sekian lama Rayhan kembali terdengar jelas suara Rayhan memanggil Nadia.


"nan..??"


Nadia dengan buru buru menghampiri Rayhan.


dengan bekas luka yang ada di pipinya.


seketika Nadia memegang pipi Rayhan


" kenapa kamu kenapa ???. apa yang dia lakukan padamu. jawab aku Ray..??" ujar Nadia sambil menangis


Rayhan pun memegangi tangan Nadia yang ada di pipinya. dan berkata dengan lembut.


"nan.. gak pa pa . mungkin aku gak bisa tinggal di sini . aku harus pergi. banyak yang harus aku lakukan. " ujar Rayhan dengan sedih .

__ADS_1


Nadia pun menangis menunduk dan terus menangis.


"tapi..!!"


Nadia seketika menatap Rayhan dan menunggu Rayhan berbicara .


Rayhan memegang Tangan Nadia dan berkata .


"tapi, Aku akan sering sering menemui mu. " ujqr Rayhan sambil tersenyum .


Nadia pun memeluk dan menghapus air matanya .


" kamu janji ??? " ucap Nadia .


Rayhan mengangguk dan berkata .


'' iyaa .. iya aku janjii!"


kakek tua itu pun masih menunggu sambil memegang tongkat kesayangannya dengan banyak orang di sekitar nya.


" aku harus pergi. kamu harus semangat berkerja dan semangat menjalan i hidup . bukankah ada sudah ada di sisi mu ! . ehh jam berapa ini bukankah kamu masuk kerja . !" ujar Rayhan dengan senyuman nya yang manis .


Nadia tersenyum sambil mengusap air matanya dan mulai bersiap siap bekerja .


saat Nadia sudah siap pergi kerja. Nadia keluar dan tidak menemukan Rayhan ada di sana.


"apa dia pergi tanpa aku ??" ujar Nadia dengan sedih.


Nadia pun berjalan seperti biasanya . berjalan dengan santai dan tersenyum .


" tidak mungkin kan Rayhan mengingkari janjinya. aku yakin itu" .


Nadia tidak mau masa masa menyedihkan datang lagi padanya. Nadia harus berusaha percaya lagi kepada Rayhan dan berusaha lagi kembali dari awal.


akan kah kepercayaan Nadia akan pupus . atau di tinggal lagi.

__ADS_1


*


__ADS_2