
"aku akan membunuh mu dengan tangan ku sendiri!!" ujar Joseon dengan marah.
belum sempat Joseon memukul dengan tangan besarnya Rayhan sudah di selamatkan oleh tetua.
dengan satu gerakan.
"wessssssstt...!!!" angin tertiup sangat kencang.
seketika Joseon melihat kearah tetua yang ada di balik gelap nya malam.
dengan tatapan tajam sambil kuku kuku besar menyakar tanah.
"aaarrrrr...!! apa yang kou lakukan kakek tua!" ujar Joseon dengan marah
tetua yang masih bersembunyi dalam gelap nya malam. keluar di bawah sinarnya rembulan.
"hemm, anak muda, aku harus bicara dengan mu!" ujar tetua dengan nada lembut. sambil berjalan dengan pelan
Joseon masih dalam keadaan marah ingin menyerang kakek tua itu, Joseon menyerang sambil berteriak dengan keras.
"JANGAN HARAP..!!!"
tapi serangan itu di tangkis oleh kakek tua, dengan tongkatnya. angin berhembus sangat kencang.
hingga Joseon terpental seketika berubah jadi dirinnya.
__ADS_1
rintihan sakit terdengar dalam mulut Joseon.
"agggkkk..! kurang ajar!" ujar Joseon dengan nada pelan.
"anak muda, bukankah tidak boleh menyerang orang yang lebih tua, ikuti ucapan ku, aku harus bicara dengan mu,! CEPATT.. BERDIRI!!" ujar tetua memaksa Joseon ikut dengan nya.
Joseon yang merangkak berusaha berdiri sekuat tenaga untuk kuat berdiri. sambil menahan sakit di dadanya Joseon berjalan mengikuti Tetua. dengan tatapan tajam ke arah Rayhan.
Rayhan merasa bersalah, Rayhan hanya diam walau pun di pukuli berkali kali oleh Joseon.
"maaf , aku terpaksa jo." dengan nada bersedih dan menyesal.
tetua mengatakan semua rencana pada Joseon.
tanpa sadar Joseon meneteskan air matanya.
"tapi..!!!" ujar Joseon tapi di celah omongan oleh Tetua.
"nak ikhlas kan lah. bukankah dalam takdir Nadia bersama dengan Rayhan. bukan kah kamu sudah tau. tapi kenapa kamu ngeyel untuk tidak melepaskan nya.
jika Nadia bahagia dengan Rayhan. kamu harus ikhlas kan dia. demi kebahagiaan nya '' ujar tetua sambil berjalan dengan tangan masih memegang pundak Joseon.
Joseon menoleh ke tetua, dan belajar mengiklaskan.
merenung sangat lama duduk di ruangan Tetua.
__ADS_1
tetua sebenarnya tau perasaan nya tapi harus gimana lagi.
Kembali lagi di tempat Rumah Nadia.
Nadia masih tertidur di tempat tidur dengan lemas.
badan Nadia menggigil dan bekas luka mulai menjalar keseluruhan tubuh.
darahnya mengeluarkan cahaya yang terang pada malam hari. cahaya itu mulai redup redup dan redup.
hingga keesokan harinya.
Nadia terbangun seperti biasanya.
tapi tubuhnya terasa ringan dan sehat.
" aku rasa aku tadi malam demam. kenapa aku baik baik saja" ujar Nadia dengan heran.
saat Nadia mulai berjalan. tidak sengaja Nadia menginjak sesuatu yang tajam. seketika Nadia ingin jatuh tapi dengan spontan Nadia menyeimbangkan tubuhnya.
"ehh..!!! aduhhh.!!" ujar Nadia kesakitan.
saat duduk dan mencoba untuk melepaskan serpihan tajam. tiba tiba luka yang ada di kakinya mulai menghilang. Nadia heran dan Nadia ingat tangan nya di gigit oleh anak kecil itu. Nadia mencari gigitan itu.
" hilang..! kenapa dengan tubuhku kok bisa begini?" ujar Nadia.
__ADS_1
Nadia bersiap siap seperti biasanya pergi ke tempat kerja. tak sengaja Nadia terlambat. jadi Nadia buru buru dan berlari.
hanya saja larinya Nadia berbeda dengan yang lain. Nadia pun berhenti di tengah tengah keramaian. ada apa dengannya kenapa bisa terjadi. *