Pacarku Ternyata Vampir

Pacarku Ternyata Vampir
Episode 20.


__ADS_3

Nadia sekarang bekerja di sebuah toko roti yang ada di kapung halamannya.


kegiatan nya begitu sibuk hingga Nadia dengan mudah melupakan kenangan itu. tapi itu hanya sementara beda dengan malam hari,


saat malam hari tiba . Nadia menangis sekencang kencangnya. merasa kesedihan yang sangat luar biasa, kesendirian, merasa di khianati, kecewa rasa itu Nadia rasakan bercampur aduk


"kenapa terjadi pada ku. kenapa aku belum bisa melupakannya. kenapa tuhan..". ujar Nadia dengan meminta pada tuhan sambil tangannya mengepal pada selimut.


agar bisa tidur, Nadia berulang ulang kali meminum obat tidur. karna jika tidak Nadia akan melamun menatap dinding sepanjang malam.


sampai segitunya Nadia frustasi. Nadia merasa Nadia di tinggalkan Rayhan begitu saja. jadi Nadia habis habisan merasakan sakit di khianati.


sedangkan Rayhan menemui Nadia karna sudah saatnya Rayhan bertemu dengan Nadia. tapi saat datang ke rumah Rayhan, Rayhan tidak menemukan Nadia. Rayhan mencari kemana pun tak ada. pelayan satu persatu di tanya semuanya tidak tau Nadia pergi kemana. hanya mengatakan jika Nadia ingin merenungi dirinya, hanya sendiri,


hingga Rayhan hampir putus asa. Rayhan menjadi dirinya yang dulu penuh dengan kesedihan dan kesendirian. pencarian tidak berhenti di situ sampai satu tahun tlah berlalu.


Rayhan mencoba untuk datang ke rumah halaman Nadia dengan diam diam .


" rumahnya kayaknya sepi. jadi dia tidak di sini!". ujar Rayhan dengan kecewa.


Rayhan berjalan dengan kesedihan . berlahan Rayhan mengingat kenangan indah dengan Nadia. sepanjang jalan yang Rayhan lalui Rayhan tersenyum karna setiap jalan setapak yang ada di kota XXX memberikan ingatan masa lalunya.


Rayhan berjalan tanpa henti hingga mencoba untuk datang di sebuah toko membeli secangkir kopi.


saat hendak memesan tangan Rayhan mengangkat memberi sarat untuk memesan. seorang pelayan datang dengan membawa buku dan polpen.


"mau pesan apa tuan?" ujar pelayan itu dengan Ramah.


"kopi !" ujar Rayhan dengan singkat.


"lalu apa lagi yang mau anda pesan?"tanya lagi


" tidak itu saja, " ujar Rayhan


"baik lah, pesanan anda akan datang" pelayan itu masih ramah


Rayhan dengan sedih melihat ke jendela tanpa menoleh pelayan itu.


tanpa sadar Rayhan melamun terhanyut dalam kenangan indah yang ada di pikirnya.


"silahkan kak. ini kopinya!"


seketika Rayhan kembali dari sadarnya dan Rayjan masih menghadap ke jendela.


("sepertinya aku kenal dengan suara ini!")


tanpa pikir panjang Rayhan menoleh ke pelayan itu tapi itu terlambat untuk melihat wajahnya. pelayan itu sudah berbalik dan meletakkan nampan yang dia bawah tadi,


Rayhan mencoba memperhatikan dari jauh dan memastikan apa yang dia dengar benar dengan firasatnya.


pelayan itu muncul dengan senyuman ke semua orang. dia seperti sibuk melayani pembeli yang ada di sana.


"nadiaa.." ujar Rayhan dengan lembut.


tanpa pikir panjang Rayhan berdiri dari tempat duduk nya sambil tersenyum gembira ingin menemui Nadia tapi seketika pikirannya berubah dan kembali duduk.


("sabar aku harus sabar") ujar Rayhan dalam hatinya


"tidak, aku tidak boleh gegabah. ada kesempatan untuk aku bertemu dengannya. aku harus kembali. syukur lah dia baik baik saja."

__ADS_1


dengan tenang Rayhan menenangkan dirinya. menunggu Nadia pergi melayani orang lain seketika Rayhan pergi menjauh dari toko itu.


dengan kegelisahan Rayhan berjalan .


"hufff.." Rayhan menghela nafas panjang.


di sisi lain Nadia masih sibuk melayani pesanan orang banyak hingga salah satu pelayan berkata.


.


"lohh,, kok gak ada ? "


"ada apa Ray?" ujar Nadia.


" kamu lihat kan nan ,tadi ada seorang laki laki mesan kopi. dia cuek banget tapi tampan. tapi kok sekrang menghilang.!"


" emang tadi dimana ? " tanya Nadia


teman temannya pun mengangguk menunggu Ray menjawab.


"dekat jendela itu ." sambil menunjuk ke arah yang di maksud . ..


seketika Nadia berjalan menghampiri meja yang di maksud . di sana ada uang dan kopi yang masih utuh belum di minum


salah satu temannya pun menyusul Nadia dari belakang berkata.


" ihh gaje banget sih . mesan kopi gak di minum ! "


Nadia terdiam sejenak. dengan kaget Nadia memikirkan apa yang ada di dalam hatinya.


" gak mungkinn..!" teriak Nadia.


seperti yang di duga . semua orang menoleh ke Nadia.


" ada apa mbak?"


sesegera mungkin salah satu pelayan menghampiri Nadia. lalu merangkul pundak Nadia sambil berkata.


" ha ha ha , tidak pa pa mas . mungkin dia kaget. ayo nan. kita pergi!" .merangkul Nadia sambil membawa pergi dari keramaian.


Nadia di bawah ke ruang istirahat.


dengan baik baik pelayan itu menenangkan hatinya.


"ada apa nan, cerita lah biar kamu lega , jangan di pendam sendiri!" kata Soffi pelayan yang menenangkan Nadia.


Nadia terdiam, dan menghapus air matanya.


"mungkin aku terlalu berkhayal atau berharap?"ujar Nadia. sambil meneteskan air mata


"why nan? gak pa pa . cerita lah. siapa yang kamu maksud?" tanya Soffi.


"mungkin aku salah Soff, aku kira kekasihku," dengan nada kecewa.


"kenapa kamu tidak buktikan dulu sebelum menilai nan. coba lah lihat cctv kita. mungkin saja itu pacar mu kan!" Soffi memberi motivasi pada Nadia.


" hah... iyaa kamu benar soff . makasih" sambil merangkul memeluk pelayan itu.


"ya sudah kitq coba buktikan." ujar Soffi sambil memegang pundak Nadia. lalu mengangguk

__ADS_1


Nadia hanya menganggukkan kepalanya sambil tersenyum.


dilihat lah mereka komputer yang ada di sebelahnya . mengulang ulang rekaman itu hingga malam mereka masih bersemangat mencari seseorang yang Nadia cari.


"nan.. kamu masih ingat gak . sepertinya kamu yang mengantarkan minuman padanya." ujar Soffi.


Nadia mencoba untuk mengingat ingat.


" tapi soff, banyak yang aku antar minuman ke pelanggan semua pelanggan jadi aku gak ingat siapa dia " jawab Nadia dengan kecewa.


tiba tiba Soffi mengingat sesuatu.


" ohh iya nan, yang melihat dan melayani orang misterius itu bukan kah Rayna . ha ha ha aku baru ingat. tunggu aku sini aku akan tanya dia ok dan bawa dia kesini" ujar Soffi dengan semangat.


Nadia mengangguk tanda mengerti.


Soffi berjalan dan mencari Rayna.


"mana nih orang. aghh..!!" .


Soffi terus mencari. bertanya pada teman temannya.


hingga salah satu teman dan juga pelayannya memberi tau jika Rayna sudah pulang.


seketika Soffi kaget.


"apaaa ..! gimana sih orang gila itu. di cari kemana mana taunya pulang. ehhh..!!" .ujar soffi dengan kesal.


"ada apa sih soff cari Rayna .??" ujar pelayan lain.


" ahh biasa lah. udah yaa aku kembali dulu"


" oke " ujar semua pelayan .


Soffi kembali ke ruang istirahat nya itu. dengan kecewa duduk di sofa dekat Nadia.


"giamana soff..??" tanya Nadia.


"tauk . dia udah pulang tuhh . " ujqr Soffi dengan kecewa.


" ya udah deh . kita juga pulang aja. toh kita kan capek iya kan . ayo pulang!* ujar Nadia.


"ehh eh tapi"


" udah gak pa pa . kan masih ada banyak waktu" ujar Nadia sambil tersenyum.


mereka pun pulang karna sudah lama berganti shift.


saat perjalanan Soffi bercerita banyak pada Nadia. Nadia merasa terhibur. hingga pada pertigaan jalan Nadia harus belok ke kiri dan Soffi harus lurus.


itu membuat mereka terpisah.


"sampai jumpa nan. " ujar soffi sambil melambai padanya.


Nadia hanya mendadanya.


Nadia mulai berjalan sendirian . tiba tiba.


"kresekk kresekkk kresekkk " suara di balik semak semak*.

__ADS_1


hallo pada pembaca semuanya. makasih atas dukungannya . biar author nya semangat mikir jangan pelit kasih sukanya. dan jangan lupa Follow ya..


makasihh


__ADS_2