
Pagi itu, pagi yang begitu sunyi, burung burung yang semula berkicauan seketika terdiam. mengiringi rasa penasaran Nadia,
Nadia dan Rayhan di dalam tenda di bawah pohon yang rimba. sunyi tanpa ada orang hanya mereka berdua yang ada di situ.
Rayhan berkata pada Nadia
" Nan, jika kamu ingin tau semuanya kamu harus kuat dan rahasiakan ini semua dari semua orang dan terutama orang tua mu"
Nadia semakin bingung dan keheranan seketika Nadia menjawab.
"kenapa tidak boleh orang tua ku, apa ada sesuatu yang mereka tau? apa orang tua ku tau masalah ini?"
Rayhan menjelaskan semuanya bahwa Orang tuanya yang ada di balik semua itu tapi saat setengah penjelasan itu tiba tiba ada teriakan begitu kencang, membuat Rayhan berhenti.
"woooyy ketuaa ba**sat apakah kamu takut menemuiku?" dengan tidak sopan suara lelaki itu berteriak kepada Rayhan.
Rayhan yang geram menahan emosi menoleh dan dengan cepat sudah ada di depan orang aneh itu.
Nadia berlahan berlahan berjalan keluar dan melihat siapa kah orang yang berani menantang Rayhan, tapi saat ingin berusaha mendekat dan mengintip Nadia di halang oleh anak kecil yang berbeda dengan yang lain.
" kakak cantik jangan kesana, nanti kakak terluka !!"
peringatan anak kecil itu di abaikan oleh Nadia, Nadia hanya melihatnya saja sekilas lalu melihat kedepan lagi. Nadia tidak mau mendengarkan kata kata anak kecil itu dan berusaha mengintip karna Nadia sempat melihat sekilas Nadia kenal dengan orang aneh itu.
saat ingin berjalan untuk melanjutkan keinginan taunya Nadi di hentikan lagi oleh teman kampusnya dengan tiba tiba menghalang di depan Nadia, Nadia terkejut karna yang di lihat semua teman teman Nadia yang ada di kampus, di depannya sudah ada
Mia, Angel , Rycko , Alex.
"aapaa?? apa yang kalian di sini dan kenapa kalian ?" Nadia berusaha berfikir positif
"Nan, maafkan kami. kami semua adalah pengikut Rayhan " dengan sedih Mia menjelaskannya.
" apa !!! gak mungkin kalian bohongkan sama aku, gak mungkin kalian bagian dari mereka."
"Nan, maaf kita sejak dulu sudah jadi bagian mereka.!" Rycko menyakinkan Nadia lagi.
"apaa!!" Nadia seakan tidak percaya
Rahasia yang di sembunyikan dari Nadia sekarang Nadia tau semuanya, Nadia hanya diam
Nadia kaget gak percaya. Nadia mencoba memahami keadaan dan berusaha untuk tegar dalam hati Nadia . (*" pasti jni mimpi, yaa mungkin saja aku mimpi , mungkin hanya mimpi"*)
"pllaaakkkk..!!" semua yang ada di sana kaget Nadia menampar dirinya sendiri di depan semua orang. Nadia menahan sakit.
" ternyata bukan mimpi" ucap Nadia
Mia memcoba menjelaskan apa yang terjadi. Nadia hanya tersenyum dan memahami mereka .
" tidak papa Mia aku faham apa yang kalian lakukan, tapi aku merasa semua ini mimpi , he he he tapi ...hiks hikss hikss tapi ini reaal..!!"
seketika Mia dan Angel memeluk Nadia.
menepuk nepuk tubuh Nadia. menenangkan Nadia.
__ADS_1
tapi apa daya hati Nadia terlanjur sakit karna merasa di bohong i, tapi Nadia berusaha tegar di depan temannya.
tiba tiba suara laki laki itu berteriak kembali nadanya tinggi itu, Nadia tau siapa orang itu
sambil menghapus air mata Nadia bergegas mengintip dari belakang pohon besar bersama dengan teman-teman nya.
"apa!!" Nadia terpukul lagi. Nadia mengucek matanya membenarkan apakah Nadia salah lihat, lagi lagi semua itu nyata yang di lihat di depan Rayhan adalah ayahnya sendiri.
"haaaahhh apaa?? ayahh kenapa ayah ku kesini Mi?? apa yang sebenarnya terjadi?"
Mia memeluk Nadia dan berkata
" jika kamu ingin tau tunggu ketua menyelesaikan ini semua, bukan kah ketua ingin menjelaskan semuanya pada mu "
Tapi kata kata Mia di hiraukan begitu saja rasa kawatir membuat Nadia tidak perduli perkataan teman temannya.
Nadia berlahan berjalan sambil menangis menahan emosi dan sakit hati. sungguh terpukulnya Nadia saat itu. dengan cepat Nadia berlari.
saat semakin dekat Nadia berlahan berjalan mendekati mereka berdua saat sudah semakin dekat Nadia menguatkan diri dan berjalan kembali.
Ayah nya yang melihat Nadia sudah ada di belakang Rayhan terkejut.
"Nadia?? bukankah kamu ada di Inggris kenapa kamu bisa ada di sini.!! apa yang kamu lakukan !!"
Nadia hanya terdiam menahan pertanyaan pertanyaan sambil meneteskan air mata Nadia terdiam bagai orang bisu menahan apa yang dia rasa.
" Nadia jawab pertanyaan ayah !!"
Nadia menatap wajah ayahnya dan berteriak sekuatnya.
" apa maksud semua ini yahh?? apa yang ayah lakukan apakah ayah seorang vampir juga seperti mereka ?? "
ayahnya terdiam membisu.
dengan lantang dan keras Nadia berteriak.
"jawabb ayahh, apa maksud semua ini!!!"
dengan cepat Rayhan memeluk Nadia, seketika air mata Nadia pecah.
dengan tatapan tajam ayahnya menatap mereka berdua berpelukan di depannya.
" Nadiaa,,!!! ikut ayah pulang cepat,,!!"
Nadia hanya menatap dan melihatnya saja. dengan cepat menarik Nadia dari pelukan Rayhan.
" jangan pengaruh i anak saya, jika tidak semua akan mati"
ancaman ayah Nadia.
Di peganganlah tangan Nadia oleh ayahnya dan lalu menghilang seketika dari tempat itu.
Rayhan hanya diam gimana lagi semua sudah terlambat untuk menjelaskan siapa ayahnya sebenarnya.
__ADS_1
Saat sudah sampai di rumah Nadia. Nadia masih menundukkan kepalanya.
"naakk, dengarkan ayah, ayah akan jelaskan semuanya!".
" jelaskan apa lagi yahh semua udah jelas, semua sudah terpampang di depan mata ku yahh, apa lagi yang ayah jelaskan, !!"
Nadia menangis bersedu sedu.
" baik lah tenangkan dirimu dulu kekamar aku akan jelaskan jika kamu sudah tenang''
ayahnya pun pergi entah kemana . Nadia berlari dengan tangisan menangis sejadi jadi di kamar nya.
Nadia tidak percaya sahabat nya dan teman temannya ternyata semua vampir dan ayahnya pun juga begitu. yang di pikirkan oleh Nadia hanya satu, siapa dirinya sebenernya kenapa Nadia di kelilingi banyak sekali vampir.
Keesokan harinya Nadia keluar dari rumah itu tapi dihadang oleh mamahnya,
"nakk mau kemana kamu nak , kamu baru pulang kan ??" mamahnya tanpa henti bertanya.
Nadia seketika menjawab.
"cukup mah aku udah tau semua nya."
"nakk kamu belum tau sebenernya jika kamu ingin kebenaran ayah mu ada di belakang rumah, semua belum terlambat pergi dan minta penjelasan dari ayah mu"
Nadia hanya berjalan menghiraukan mamahnya, saat Nadia pergi dari rumah Nadia merenungi perkataan mamahnya.
("nakk kamu belum tau sebenernya jika kamu ingin kebenaran ayah mu ada di belakang rumah, semua belum terlambat pergi dan minta penjelasan dari ayah mu")
Nadia selalu memikirkan itu.
"aku gak boleh begini setidaknya aku harus tau apa tujuan ayahku sebenernya!!".
dengan seketika Nadia membanting setir membelokkan mobil yang Nadia pakai.
dengan cepat Nadia menyetir berburu buru Nadi kembali kerumah.
setiba di rumah Nadia berlari menemui ayahnya yang masihada di belakang rumah.
"ayyahhh..!!!"
seketika Ayahnya membalikkan badannya dan melihat putrinya datang padanya.
"ayahh aku ingin penjelasan dari mu tentang kemaren ayah datang ke tempat Rayhan"
"jadi kamu kenal dengan ba**ngan itu"
"ayah ada apa yah kenapa kamu membenci Rayhan dan siapa kah ayah sebenernya jawab aku dengan jujur ayah"*
...#####...
Maaf para pembaca agak telat updatenya, karna pekerjaan yang menumpuk jadi tidak sembat mengerjakan novelnya .
selamat membaca semoga kalian suka .
__ADS_1