Pacarku Ternyata Vampir

Pacarku Ternyata Vampir
Episode 6


__ADS_3

Langit begitu cerah seakan mendukung Nadia untuk mencapai mimpinya,


Nadia telah lulus Kuliah saatnya Nadia untuk berpisah dengan teman temannya dan juga Rayhan, Nadia ingin secepatnya bertemu dengan Keluarganya di Singapura.


Perpisahan pun berlanjut keesokan harinya Nadia tiba di Bandara bersama dengan teman teman Nadia ada Ricko, Alex, Mia, Angel dan Rayhan juga ikut mengantar Nadia, mereka mengantarnya di bandara, hanya air mata yang menetes tanpa kata pun Nadia hanya terdiam,


"Nadiaa, hati hati disana jika ada sesuatu hal . telepon masih aktif untuk mu " Mia merangkul Nadia Air mata yang tidak bisa terbedung lagi dan akhirnya runtuh, air mata seperti banjir yang tidak mau berhenti menetes,


Panggilan menuju Singapura telah tiba,


pengumuman telah terdengar.


"Perhatian, para penumpang pesawat Air New Zealand dengan nomor penerbangan NZ3305 tujuan Singapura dipersilahkan naik ke pesawat udara melalui pintu A12"


Nadia bergegas pergi, langkah demi langkah Nadia pergi, sempat bertengok kebelakang lagi melihat teman temannya yang masih disana, teman temannya melihat Nadia pergi.


Rayhan tiba tiba menghilang entah kemana disaat Nadia menengok ke arah mereka,


"kemana Rayhan tadi pas aku berpamitan dengan dia dan teman teman, Rayhan masih ada" Nadia bergumam sambil mencari kemana perginya Rayhan.


Nadia mengangkat tangannya dan melambai Mia dan teman teman,


Nadia mulai masuk ke bilik pesawat.


saatnya Pesawat Nadia lepas landas meninggalkan Kota London Inggris,


Rayhan yang ada di Pinggir jalan dengan mobilnya dekat bandara internasional melihat pesawat Nadia sudah terbang jauh.


"Nadiaa, kenapa kamu harus pergi lagi"


dengan sedih Rayhan menatap pesawat yang berlahan menghilang.


...**********...


Nadia sudah tiba di Singapura, dengan koper yang di bawanya Nadia menuju keluar dari bandara itu, Nadia sengaja tidak menelepon orang tuanya karna ingin memberikan kejutan, dengan senyum an Nadia lekas naik taksi.


"mau kemana neng?" tanya abang taksi


"pakk tolong anterin di XXXXXX kota XXXX nomer 32."


"baik neng" jawab supir taksi itu.


perjalanan pun di mulai.


saat tiba di rumah orang tuanya Nadia , Nadia bergegas berlari sambil mengangkat koper yang di bawanya dengan kedua tangannya.


Sampai di depan pintu Nadia, Nadia mulai membuka rumah itu,


"mahhh pahhh aku pulang,!"


tidak ada jawaban.

__ADS_1


"mahhh pahhh??? apa mereka belum pulaang kerja ya?".


Nadia berjalan menaiki tangga menuju lantai atas ke kamarnya.


keesokan harinya Nadia bangun, masihh tidak ada jawaban mama papahnya, Nadia bergegas mencari keseluruh sudut.


Sampai Nadia melihat satu pintu yang ada di belakang rumahnya, dengan hati hati Nadia membuka pintu itu,


Nadia tidak pernah menemukan pintu rahasia ini sejak Nadia kecil sampai besar.


Dengan penasaran Nadia membukanya.


di dalam ruangan kecil itu tidak ada apa apa hanya alat alat rumah yang tergeletak


dimana mana, Nadia ingin mencari celah untuk mengetahui apa yang terjadi.


Nadia menemukan setetes darah di depan bawah dinding yang ada di depannya dengan seketika Nadia berfikir ada vampir di rumahnya.


Nadia mencari tahu dengan meraba raba dinding yang ada di depannya, sempat mengetuk ngetuk dan menempelkan telinganya di dinding itu,


Nadia mendengar suara yang bergema di balik tembok itu tidak seperti biasanya suara tembok itu di ketuk,


Nadia seketika mencari sesuatu mungkin saja bisa menemukan tombol atau petunjuk untuk membuka ruangan di balik dinding itu.


Nadia terus mencari berlahan lahan Nadia mencari, buku di rak buku Nadia orak arik kan buku terlempar kemana mana. hingga tersisa satu buku besar. Nadia mencoba untuk menariknya dan membuang buku itu tapi terlalu berat tidak bisa di ambil, hingga Nadia mempunyai akal dan membuka buku besar itu.


Satu halaman dua halaman Nadia baca hingga sampai halaman tengah Nadia menemukan tombol dan nomer kode yang berisi 7 digit,


Nadia mencoba memahami dan mencoba menemukan kode itu.


Nadia mencoba memasukan kode dengan tanggal lahirnya,


"0801999 coba kita lihat"


"tiiiittttt tuuululiitttt"


seketika pintu di dinding itu terbuka sedikit Nadia bergegas masuk,


saat masuk Nadia melewati tangga yang menuju ke bawah, rasa takut Nadia rasakan tapi Nadia memberanikan diri untuk pergi ke bawah sana, terasa aneh bagi Nadia dan juga penasaran,


(*"kenapa mamah papah merahasiakan ini"*) Nadia mulai melangkah dan mendekati lorong lorong gelap.


Nadia sampai di bawah sana, sangat gelap, tiba tiba


"sswwwuuussss"


obor tiba tiba menyalah membuat Nadia terkejut, obor itu menyalah satu persatu dan mengantarkan Nadia ke tempat ruangan, Nadia terus melangkah berlahan sambil di terangi sebuah obor, Nadia berjalan sampai Nadia menemukan pintu kamar, Nadia melangkah dengan hati hati, dan berlahan membuka pintu itu.


(*"apa papah mamah merahasiakan ini semua dari ku"*)


di dalam ruangan itu sangat mengerikan banyak manusia vampir di penjara dan di tahan, Nadia mulai masuk berlahan.

__ADS_1


salah satu vampir terbangun dan bertanya pada Nadia.


"untuk apa kamu datang kesini? apa untuk menyiksa kami?"


Nadia terkejut, Nadia mencoba menjelaskan.


"maaf paman , saya tidak bermaksud untuk menyakitimu, tapi kenapa kalian di hukum dan di kurung kenapa??"


belum sempat paman itu berbicara tiba tiba seseorang datang langkah kaki mulai mendekat, Nadia mencoba bersembunyi dan mengatakankan pada paman itu.


"ssssstttt" Nadia berisyarat dengan kedua tangannya agar paman itu tidak mengatakan apa-apa.


"cenngekkkkk..!" suara pintu terbuka. Nadia tidak jelas melihat siapa orang itu,


Nadia mulai mengamati dengan hati hati,


lampu sudah menyalah Nadia melihat semuanya, disana Vampir vampir itu di siksa entah apa yang Vampir itu lakukan hingga orang itu menyiksanya.


Orang itu mulai melangkah mendekati dokumen dokumen tapi Nadia tidak terlalu jelas melihat, di saat itu lah Nadia melihat semuanya ternyata orang yang menyiksa para vampir itu adalah paman kebun yang berkerja di rumah Nadia.


Nadia terkejut berlahan untuk hati hati.


tidak tau apa yang orang itu lakukan tapi ini adalah perbuatan kejam.


"kriingg kriingg kriingg kriiiing"


suara telepon orang itu berbunyi.


"hallo , apa an? " orang itu menjawab dengan santainya dan di dalam telepon itu. suara itu Nadia sepertinya kenal,


"gimana vampir vampir itu apa mereka mengakui semuanya?"


" belumm boss, mereka sudah aku siksa tapi masih bungkam"


"jalan kan sesuai rencana jika kamu gagal kamu harus terima akibatnya"


"baik baikk bos"


"tuuut tuuut tuuut tuuut "


panggilan pun berakhir.


"bre**sek orang ini slalu aja memperintah"


orang itu pergii meninggalkan tempat itu, Nadia mulai berlahan melepas satu persatu para vampir itu yang orang itu tahan,


"pegang tangan ku erat erat nakk,"


Nadia hanya mengangguk.


para vampir itu berpegangan satu sama lain sambil membaca mantra dan memejamkan mata mereka,

__ADS_1


Nadia pun ikut memejamkan mata dann seketika.


"wuuuusssss" *


__ADS_2