Pacarku Ternyata Vampir

Pacarku Ternyata Vampir
Episode 15.


__ADS_3

"Ray,, akuu... akuuu..!!!"


Rayhan masih menunggu dengan sabar,


"iyaa Nan,,!!" ujar Rayhan dengan suara pelan.


"Akuu..!" belum sempat Nadia berkata Rayhan sudah memotong perkataan Nadia dan ber kata.


"tidak papa nan, aku akan setia menunggu jawaban mu, pelan pelan saja " kata Rayhan sambil memegang kedua tangan Nadia.


"tapi Ray,,!" seketika Rayhan memegang bibir Nadia yang saksi dengan jari petunjuk,


"sssstttt...!! aku akan menunggu kamu siap Nan,"


tiba tiba angin kencang menghambiri mereka berdua .


"ssswuuuussssa...!!!" dengan kencang angin itu tertiup.


seketika Rayhan tau arti angin itu.


dengan cepat Rayhan merangkul Nadia dan menunduk memeluk tubuh Nadia dengan erat,


angin itu berlahan semakin kencang hingga dekor yang Rayhan buat untuk Nadia terbang kemana mana karna terbawah angin itu.


Nadia melihat wajah Rayhan yang cemas memeluk Nadia dengan erat.


tiba tiba angin itu berhenti seketika. Rayhan melihat Nadia. saat itu cahaya yang ada dalam tubuh Nadia bersinar dengan terang . angin itu muncul kembali mengelilingi mereka membuat Nadia melayang ke udara.


.


dengan cemas Rayhan meraih tangan Nadia tapi tidak sampai dengan kekuatan Rayhan, Rayhan terbang menangkap Nadia yang melayang ke udara.


"wuuuussssss...!! "


"dooommmm!!" Rayhan terpental saat menyentuh Nadia.


Rayhan terjatuh terpungkur dengan keras.


"aakkk..!!" teriak Rayhan.


setelah terjatuh Rayhan melihat Nadia yang masih melayang dengan mata yang menyala dengan cahaya yang bersinar di dadanya, seperti tidak sadarkan diri.


Nadia seperti itu sangat lama hingga Rayhan kehabisan tenaga untuk menyentuh Nadia.


berkali kali Rayhan terbang untuk meraih Nadia tapi berkali kali juga tidak bisa.


hingga Rayhan duduk sambil melihat Nadia memikirkan bagaimana caranya untuk menghentikan kekuatan yang ada dalam diri Nadia.


tiba tiba Rayhan ingat perkataan tertua dulu, saat Rayhan bertemu tertua Rayhan bersama kekasihnya yang mempunyai kekuatan darah suci,


tertua kata jika kekuatan tidak terkendali Rayhan harus mencari kelemahan.


Rayhan seketika terbang menghampiri Nadia,


dengan jarak dekat Rayhan melihat Nadia dan berkata.


"Nadiaaa aku mencintaimu dan aku selalu akan mencintaimu selamanya hingga akhir nanti, bener aku dulu mengejar mu karna kamu mirip kekasihku dulu tapi kini semuanya berubah lama kelamaan sifat dan kasih sayang mu beda dengan kekasih ku dulu. aku tau kamu mirip dengannya tapi tidak semua nya sama,

__ADS_1


maaf Nan, aku mengecewakan mu tapi aku ikhlas jika kamu membenci ku, hanya kejujuran ku yang aku punya"


dengan berlahan Rayhan turun dan menepuk nepuk dadanya, yang Rayhan rasakan sesak tersakiti berlahan menahan sakit hatinya dengan berlutut di bawah Nadia dengan air mata berlahan jatuh.


"maafkan aku Rayhan, hiks hiks maa hikss aaf kan aku Ray, hiks hiks hiks" ujar Nadia yang sudah ada di belakang Rayhan sambil menutup mukanya menangis tersedu sedu.


seketika Rayhan kaget mendengar suara Nadia, dengan tiba tiba sudah ada di belakangnya dengan cepat menengok kebelakang melihat Nadia berdiri di belakangnya Nadia menangis.


Rayhan melihatnya tersenyum melepas keresahan yang ada dalam hatinya.


"Nadiaa,, kamu gak pa pa kan ? " ujar Rayhan dengan bahagia dan tenang.


Nadia mengangguk sambil mengusap air matanya,


Rayhan berdiri dengan memujurkan tangannya kesamping mengisyaratkan untuk memeluk Nadia.


Nadia yang melihat itu berlari, menabrak Rayhan dan memeluk dengan erat,


seketika tangis Nadia menjadi jadi.


"sudahh gak pa pa, aku tlah mendapatkan mu, jadi jangan kawatir aku akan slalu bersama mu!" ujar Rayhan sambil mengelus elus rambut Nadia dengan lembut.


dengan erat Nadia tidak mau melepaskan pelukan Rayhan, Rayhan menepuk nepuk punggung Nadia dengan lembut.


"swuuusss...!" suara angin


"tuan ku!!" tiba tiba anak buah Rayhan datang membawa kabar.


Nadia mengetahui ada anak buah Rayhan datang seketika Nadia melepaskan pelukan Rayhan.


anak buah Rayhan yang melihatnya hanya menhan senyum.


"ada apa kemari tiba tiba " ujar Rayhan dengan tegas.


sebelum berkata anak buah itu menundukkan kepalanya dengan hormat,


"tuan ini tentang." belum juga berkata Rayhan menyuruh menjauh.


Rayhan melihat Nadia dan berkata.


"Nan, aku pergi dulu, tapi gak jauh kok, kamu lihat kan anak buah aku, ada urusan yang dia ingin katakan , kamu di sini dulu ya, gak lama kok,!" ujar Rayhan meminta izin,


"iyaa sana aku akan menunggu mu disini!" ujar Nadia sambil tersenyum,


seketika Rayhan berjalan mendekati anak buahnya,


"ada apa ?" ujar Rayhan dengan tegas.


"tuan, gawat tuan, tetua klan Victoria datang mencari anda dan nona Nadia, sepertinya tertua klan Victoria mengetahui kekuatan yang ada dalam nona Nadia, kita harus gimana tuan?"


Rayhan mengetahui hal itu wajah Rayhan menjadi sangat kejam


"lakukan rencana yang kita buat!!" ujar Rayhan dengan kejam.


seketika anak buah itu menunduk dan berkata .


"baik tuan, laksanakan" seketika anak buah itu pergi meninggalkan Rayhan.

__ADS_1


Rayhan mencoba sekuat tenaga untuk menyembunyikan Nadia walaupun Nadia sudah setengah sempurna.


"uhuk uhuk, " Rayhan tiba tiba batuk, saat tangannya di lihat olehnya ada darah, dan darah itu masih ada di bibirnya,


dengan tiba tiba Rayhan menjadi lemah,.


"aghkkk .. aku tidak pernah seperti ini, apa jangan jangan aku memaksa kekuatan ku untuk meraih Nadia,! " ujar Rayhan . ..


berlahan Rayhan duduk, Nadia yang melihat hal itu berlari mendekati Rayhan,


"ada apa Ray, kamu tidak pa pa kan, Rayhan ?"


ujar Nadia dengan panik,


dengan berat Rayhan menjawab.


"agkkh, tidak pa pa , uhukk uhuuk, " ujar Rayhan terlihat kesakitan ,


Nadia dengan panik mengambil teleponnya dan memangil Rick Warren,


"ha haaloo Rickk? kamu dimana kamu bisa kesini kan ? " ujar Nadia dengan panik melihat Rayhan sudah tidak berdaya lagi.


"ada apa nona , bicara yang tenang dan berlahan ok, ada apa,? " ujar Rick menenangkan Nadia,


"Rayhan Rick, Rayhan ,tolong kamu kesini,"


"ok ok aku akan kesana kirimkan lokasinya!"


" iya ,iyaa aku akan mengirimnya"


panggilan pun berakhir, dengan cepat Nadia mengirimnya,


Nadia memegang Dengan lembut pipi Rayhan .


''Ray sabar Ray, kamu harus bertahan, sebentar lagi Rick akan datang," ujar Nadia dengan kawatir.


beberapa menit kemudian Rick Warren datang bersama anak buah Rayhan lainnya dan membawa mobil.


"ada apa Nona , apa yang terjadi pada tuan Rayhan? ''


"aku tidak tau Rick, tadi dia baik baik saja saat dia pergi menemui anak buahnya tiba tiba aku melihat dia sudah duduk di tanah dengan lemas," ujar Nadia dengan nada yang gugup.


"aku akam periksa, kamu tenang saja ,"


Rick Warren memeriksa tubuh Rayhan .


berlahan memeriksa.


"*apa, tuan seperti nya kehabisan tenaga hingga seperti ini*" ujar Rick Warren dalam hati.


"nona Nadia silakan masuk mobil duluan, tuan akan di bawah anak buahnya, kita akan pulang"


.


"ta tapii Rickk?" ujar Nadia dengan gelisah,*


...###################...

__ADS_1


__ADS_2