
"dimana dia.. " sampai kelelahan Nadia mencari Rayhan dan pria misterius itu.
"kemana Rayhan ini, siapa pria misterius itu!! menyebalkan sekali "
Nadia mulai terengah engah berlarian kesana-kemari , tergletak di atas rumput-rumput hijau. entah apa yang Nadia lakukan , Nadia tidak seperti biasanya yang cuek dengan hal masalah lelaki.
Tapi ini, Nadia mulai memperhatikan Rayhan, apakah Nadia merasa jatuh hati pada nya? tapi Nadia orang yang sulit membuka hatinya kenapa Nadia bisa sepeduli ini? .
Di sisi lain perdebatan antara Rayhan dan pria itu berlanjut, ternyata Pria itu adalah adik dari ketua klan vampir , adik dari Rayhan yang bernama Daniel.
Daniel orang yang sangat sensitif dan arogan. Dia kasar dan slalu marah marah. di tambah lagi, Daniel telah mengetahui kalo kakaknya telah menemukan cintanya kembali.
Daniel tahu Nadia adalah Reinkarnasi kekasih Rayhan, dulu dia bernama Amalia.
Daniel marah karna darah yang ada dalam Nadia sama dengan darah Amalia. itu membuat Daniel ingin melepas dahaganya.
"*jangan halangi aku kak. !!"
"apa yang kamu lakukan . !!"
dengan marah Rayhan memarahinya.
"kenapa ,,? apa kamu memilih dia . hahaha apa ini cara anda melakukan ku!"
Rayhan menatap dengan amarah sampai tidak sadar taringnya kelihatan dan kuku yang semula pendek menjadi panjang. mengerang ngerang ingin memakan Pria itu.
Rayhan terdiam saat mencium bau Nadia yang berada di dekatnya.
"haaaahhh bau ini,,!! "
Rayhan menoleh kesana kesini, mencari dimana bau Nadia itu saat itu lah tatapan nya mulai reda , gigi taring sekejap kembali lagi semula , kuku kuku yang panjang semula jadi pendek dan Rayhan terdiam.
"ada apa ? apa tidak jadi membunuh ku , kakak ku. !!"
Rayhan menatap kembali ,dengan tegas.
tapi Daniel slalu membuat kakaknya
menjadi marah.
"hay kakak, bau apa ini,,,! ha ha ha ha bukan kah ini bau cewek yang kakak cintai!"
Rayhan menekan dada Daniel dengan keras, tatapannya yang tajam. Rayhan berkata.
"Daniel,, aku rasa kamu belum mati dua kali, jadi kamu menentang kakak mu ini.. apa kamu tau akibatnya jika kamu menyentuh Dia ,!.sadarlah, darah itu harus suci Daniel, jangan sampai kamu meminum setetes pun kamu tidak tau apa apa jadi diam, jangan banyak bertingkah mengerti,!!"
"hay hay kakak, jangan begitu kejam pada adik mu ini,,,! tapi kenapa ,?? waahh, jangan jangan kamu ingin menikmatinya sendiri kakak ku..!!!"
Daniel dengan sengaja membuat marah kakaknya dan mempermaikan kakaknya . entah apa yang Daniel rencanakan tapi saat Daniel belum bertindak jauh , Rayhan sudah ada bertindak di depannya.
mereka saling bertatapan. Rayhan mendorong Daniel sejauh mungkin sampai menabrak pohon di dekat hutan.
dengan cepat Rayhan menghampiri Daniel. membisik di telinganya dengan tegas
"karna jika kamu meminumnya, kamu juga akan mati , dan sisi lain Nadia akan jadi vampir. Jika dia menjadi Vampir Dia akan jadi buas!! kamu akan mati di bantai oleh nya dua kali, apa itu yang adikku mau, he he he"
Dengan senyum jahat Rayhan mempermainkan kata untuk Daniel.
tak di sangka omongan Rayhan membuat Daniel takut, berfikir dua kali untuk melakukan sesuatu.
Daniel terteguh dan terpaku. mundur berlahan lahan dan pergi entah kemana. bagai debu yang di hempas oleh angin. daun tertebangan kemana mana.
Rayhan menarik nafas. berjalan mengikuti bau Nadia, pelan pelan Rayhan berjalan mengikuti bau Nadia. sampailah di rerumputan yang hijau. Rayhan melihat Nadia tidur terlentang di atas rumput itu, Rayhan tersenyum dan berlahan menghampirinya.
Rayhan ikut tidur disampingnya dengan menghadap Nadia, tangan Rayhan mulai mengelus lemput rambut Nadia dan membelai nya.
Nadia serontak membuka mata. Melihat Rayhan di sampingnya, Nadia hanya terdiam, saat Rayhan berlahan lahan mendekatkan wajah nya ke wajah Nadia. Nadia terdiam, menutup matanya kembali.
entah apa yang ada dalam pikiran Nadia, seakan-akan Nadia rela melakukannya.
dari arah belakang ada suara .
"*Nadiaaa...kamu dimana??"
"yoooo Nadiaa, eloo kemana?? wooy...!!"
itu suara Mia dan Angel. serentak mereka terbangun
Hanya sedikit lagi mereka berciuman, tapi gagal. Rayhan yang tidak patang menyerah mengejar ngejar Nadia kini membuah kan hasil dikit demi sedikit.
penuh sabar Rayhan mengejar cinta sejatinya yang telah lama hilang dimakan waktu.
belum sampai disitu, Rayhan menggoda Nadia.
"Nadia,, jangan lupa memikirkan aku. "
Nadia terdiam, sambil mengangkat alis tersenyum, seakan Nadia tidak percaya hatinya mulai bersinar tiba tiba akan kah Nadia jatuh cinta yang pertama.
saat Nadia menoleh ke arah suara Mia dan Angel. tiba tiba
"wuuusssshh.."
angin tertiup sangat cepat dan saat itu lah Nadia merasa Rayhan yang ada disampingnya menghilangkan secara tiba tiba. Nadia bingung, menoleh kesana-kemari, mencari tidak ketemu.
Nadia terpaku dengan satu arah, hutan yang lebat, kearah situlah Nadia terdiam melihat hutan itu, Nadia merasa ada sesuatu yang mencurigakan di balik hutan rimba itu.
suara Mia dan Angel terdengar lagi.
Nadia menoleh dan menjawabnya.
"yaa ,, aku disini . !!"
__ADS_1
Nadia berlari menjauh dari rumput-rumput dan menghampiri Mia dan Angel.
"dari mana saja nan, kamu??? " kata Mia.
"sudah waktunya pulang ya ? maaf aku mencari udara segar" Nadia menjawab.
"aku harus pergi kesuatu tempat apa kalian ingin ikut??"
" tidak, tidak aku harus cepat pulang" Nadia menjawab.
"wahhh kamuu nan, ngapain cepet cepet pulang , gak bosen apa kamu di rumah .!! kita ke bioskop yok" Angel mengomeli Nadia dengan keras. sambil kedua tangan nya di saku.
" maaf teman teman aku gak bisa , aku harus pergi untuk membantu seseorang, Dia di rumahku sendirian , pasti dia menunggu ku pulang " Nadia berbohong,
"yahh sayang sekali, ya udah sempai jumpa besok" Mia dan Angel melampaikan tangan kepada Nadia.
Nadia mengangkat tangan dan pergi menjauh darinya.
Nadia mendengarkan musik dan menyusuri jalan setapak demi setapak Nadia lalui. Nadia sudah sampai di perempatan jalan raya tepat di bawah lampu merah.
Nadia merasa ada yang mengawasinya dari jauh. Nadia membuka tasnya. mengambil jaket, memakainya untuk menutupi wajahnya.
Nadia menoleh ke kanan ke kiri. dan sampai menoleh kebelakang. Khawatir jika ada sesuatu padanya, Nadia merasa takut akan hal hal yang tidak di inginkan olehnya.
"brruukk!!"
Nadia menabrak sesuatu. Nadia menoleh kedepan dengan rasa ragu dan takut.
Dengan gemetar Nadia memberanikan diri untuk menoleh yang Nadia tabrak.
"yaah kamu , aku pikir siapa , buat kaget aja. "
Ternyata itu Rayhan. Mereka saling menatap di bawah lampu merah. Tanpa satu kata pun Rayhan hanya tersenyum, tidak menjawab pertanyaan Nadia.
tiba tiba tangan Rayhan menutup mata Nadia dan mencium bibir Nadia, seketika Nadia merasa pusing dan hampir jatuh. Rayhan menggendong Nadia membawanya.
Hampir 5 jam Nadia pingsan, akhirnya Nadia terbangun dari tidurnya, itu seperti mimpi baginya tapi semua itu nyata adanya. Nadia menoleh melihat sekeliling ternyata Nadia ada di kamarnya.
"kenapa aku bisa di kamar dalam keadaan tidur! "
Nadia memegang kepalanya dan mengingat apa yang terjadi,
"oh iya, aku tadi menabrak Rayhan, dan...!!"
Nadia melamun,
"aduuhh apa sihh, ngapain aku ciuman sama dia "
Nadia bangun dan turun kebawah untuk sarapan. Tidak ada siapa pun di rumahnya, karena orang tua nya kembali lagi di Singapura untuk mengurusi bisnis. Nadia bergumam dalam hatinya, apa ada yang Nadia lewati hari ini.
"kok gak ada ora sih , pada kemana ??
oh ya gua inget, haahh sepertinya aku di buang orang tua gua! "
Nadia kaget tadinya nya lesu tidak semangat setelah melihat Rayhan Nadia melamun lagi,
" kenapa gua membayangkan dia, aneh banget haahhh,,!"
Nadia menghiraukannya dan mengira jika Rayhan tidak nyata di hadapannya. Nadia mengambil air di kulkas dan meminumnya,
"wahhh segarr sekali"
saat menutup pintu kulkas Nadia menoleh kebelakang melihat Rayhan di belakangnya,
"*kenapa masih ada?"
Nadia memikirkannya,
"wooooyyy*..!!!" Rayhan mengejutkan Nadia, Nadia sadar dan mengetahui kehadiran Rayhan.
"wooy ngapain loo di rumah gua !!!"
Nadia sampai memukul pundak Rayhan.
"aaaaagggkk..!!!"
Rayhan tersenyum dan melanjutkan memotong sayur,
Nadia menjauh dari nya dan duduk di kursi makan,
"hiihhh,, kenapa harus dia sihh, gua kira cuman bayangan ehh ternyata,!" berbicara sendiri
Nadia merasa kesal dan menghampirinya lagi,
"ngapain di rumah gua ..?! kenapa, kenapa harus kamu di rumah ku?"
banyak sekali Nadia bertanya pada Rayhan. Rayhan hanya melontarkan senyuman manis sambil memasak kesukaannya.
"bukankah itu kesukaan ku !! kamu kok bisa tau,! kamu ngikuti aku ya?"
Rayhan hanya mengangguk kan kepalanya.
"hihh,, kok bisa kamu gitu sama aku, ahh bodo a..!!!"
Nadia lalu menuju keluar dari jendela belakang,
Nadia melihat keluar dan melihat ada seseorang yang mengendarai mobil,
melihatnya dari jauh.
Nadia memangil dan memberi isyarat pada tangannya,
__ADS_1
"Ray!! "
Rayhan menghampiri Nadia dekat jendela,
"siapa itu? apakah kamu kenal orang itu Ray??"
"mana orang itu.!!!" kata Rayhan
"apa kamu tau??"
Rayhan menutup korden yang ada di depannya, Nadia melototi Rayhan dan merasa bingung,
"ayoo cepat ikut aku, " kata Rayhan
di tarik tangan Nadia, sambil berlari dan sembunyi di balik sofa panjang,
"kenapa Ray, ada apa emang?" tanya Nadia dan menolehnya, Nadia berkata
"kamu kenal dia Ray!!" kata Nadia.
Tangan yang semula di pegang oleh Rayhan, dengan cepat menarik tangan Nadia dengan cepat memeluk dan mencium Nadia dengan lembut.
Seketika Nadia terjatuh dilantai, pingsan tapi di tangkap oleh Rayhan.
saat itu lah Nadia membayangkan, Nadia di peluk oleh Rayhan. Nadia melihat dalam bayangan nya itu Nadia terluka parah, Nadia melihat bagian dadanya tertusuk oleh pisau, dadanya terasa sakit dan terengah-engah, menahan sakit yang Nadia rasa, sekarat hingga Rayhan memeluknya, dia membayangkan jika Nadia di panggil namanya beberapa kali.
"Nadiaa..!!"
"Nadiaa..!!"
saat setengah sadar, Nadia melihat Rayhan memeluk dan memanggil namanya. bayangan itu mulai hilang saat Nadia mendengar panggilan Rayhan terakhir kalinya.
*Nadiiaaaa..!!!"
"seeett.!!"
ketika itu lah Nadia sadar dan duduk dengan kebingungan.
"apa yang terjadi?" tanya Nadia penuh kebingungan.
tiba tiba Rayhan mengigit pergelangan tangan nya tepat di bagian nadinya.
"minumlahh ..!!"
Nadia kaget .
" kamu sudah gila ya.! kenapa kamu mengigit pergelangan tangan mu?? apa kamu mau mati,? haa"
dengan wajah yang pucat pasih , Nadia mencari kotak p3k. saat ingin mengambil, Rayhan menghentikan Nadia , memegang tangan Nadia, darah dari Rayhan mulai bercucuran kemana mana.
"kamu sudah gila ya?" memarahi Rayhan
Saat itu lahh Rayhan menaruh pergelangan tangannya tepat di mulut Nadia.
Nadia tanpa sadar menghisap darah Rayhan, seketika mata berubah hitam merah menyala, otot Nadia berlahan keluar dari mata dan menjalar ke mana mana, ternyata benar didalam diri Nadia masih ada sisi kekasihnya yang dulu,
Rayhan menahan sakit, sampai mengigit bajunya,
"aaahhhh..!!!!!!" dengan keras Rayhan berteriak.
teriakan Rayhan terdengar begitu melengking sampai terdengar di seluruh klan vampir dan kaum serigala mendengarnya, seketika seseorang datang dan membunyikan klaksonnya,
".tiii tiiii tiiii.!!"
bunyi klakson itu hambir terus menerus . sampai sampai Nadia terhentikan menghisap karna tersadar dari ketidak sabarannya, klakson terus menerus berbunyi dari luar rumahnya, Nadia terengah-engah, menyadari apa yang dia lakukan dengan melihat tangan Rayhan masih dipegang terluka dan berdarah, Nadia melihatnya luka yang semula robek berlahan lahan sembuh dengan sendirinya.
Nadia merasa takut dan membuang tangan Rayhan, Nadia mulai mundur berlahan lahan dengan melihat kedua tangannya yang penuh darah berceceran dengan gugup Nadia tidak mempercayai apa yang dia lihat, Nadiamelihat Rayhan dengan rasa takut dan menatap mata Rayhan seakan Nadia tidak percaya apa yang dia lihat, Nadia bergumam dengan rasa takut dan tidak percaya yang Nadia lihat barusan.
"gak mungkin, semua ini hanya mimpi . aaaahhhhhh,,! hanya mimpi, semua ini tidak nyata,,, tidakk , tidakkk..!!" Nadia menjerit dan menangis
Rayhan mendekatinya memeluk manja, menenangkannya, tapi didorong oleh Nadia,
"Nadia, aku akan jelaskan semua nya, jadi tenang lah,!! aku tidak akan menyakiti mu,"
Nadia menangis tersedu sedu menghindar dari Rayhan.
"brakkk..!!!" dengan cepat suara pintu terbuka dengan keras.
Rayhan dan Nadia menoleh bersama kearah pintu dan mendengar suara
"Nadia ? apa kamu di dalam? apa kamu tidak pa pa?". Kata seseorang pria yang membuka pintu dengan keras itu,
lekaki itu mulai berjalan menuju dapur, sumber bunyi itu, berlahan pria itu berjalan,
suara laki laki itu terdengar lagi dari luar.
"Naadiaa,,??"
Nadia menoleh ke arah keluar. tapi Rayhan menahan dengan tangannya di kedua pipi Nadia dan mencium bibirnya lagi dengan penuh cinta. itu adalah satu satunya agar Nadia tenang, dengan membuat Nadia pingsan lagi.
di bawalah Nadia pergi dari rumah itu, karena Rayhan tau Laki laki yang masuk rumah Nadia adalah musuh bebuyutannya, itu adalah Joesan, sang ketua manusia serigala.
Joesan mengetahui Nadia di bawah oleh manusia Vampir. Joesan dengan cepat mengejar melewati jalan yang sempit penuh ranting pohon yang tajam tapi pengejaran itu semua sia sia, terlalu cepat untuk mengejar manusia vampir itu,
Joesan menatap penuh dendam lalu kembali dengan penuh amarah, saat kembali Josean mencari bau yang di tinggalkan oleh Rayhan Josean tersenyum jahat,
"haahh, ternyata kamu, ketua klan vampir,,!!!"
Josean memanggil kawanannya,
"aaaaauuuuuuuuuuuuuw..!!!"
__ADS_1
dengan tatapan tajam dia mengaung beberapa kali, sampai ada yang membalas suaranya,*