Pacarku Ternyata Vampir

Pacarku Ternyata Vampir
Episode 14.


__ADS_3

"Nadiaa..!" ujar Rayhan dengan penuh kasih sayang.


Rayhan memeluk Nadia kembali dan sebaliknya, sepertinya Nadia sudah mulai membuka hatinya pada Rayhan, padahal dulu Nadia slalu menolak Rayhan yang mulai mendekatinya.


di taman itu jadi saksi ketulusan mereka entah apa yang Terjadi semua berlalu begitu cepat tanpa di sadari Nadia. Nadia sudah menjadi kekasih Rayhan.


pundi pundi cinta mereka semikan hingga lupa akan waktu.


baru saja berpelukan Rayhan melihat cahaya yang berkilau di dalam hati Nadia , cahaya itu mulai bergerak melewati tubuh Nadia , cahaya berkilau tiba tiba keluar dari hati Nadia dan cahaya itu memancarkan sinar ke arah atas ke langit langit memberitahukan semua jika Rainkarnasi darah Nadia telah mulai sempurna, .


Nadia tidak menyadari jika dirinya memancarkan cahaya yang terang yang dia lihat adalah tentang orang tua nya.


sepertinya Nadia mulai berhalusinasi karna dirinya tidak terkendalikan oleh cahaya itu.


sampai Nadia tersadar.


"apa yang terjadi Ray?" Ujar Nadia dengan kebingungan.


Rayhan hanya terdiam menatap Nadia.


"Ray jawab aku , kamu kenapa sih,? apa yang terjadi tadi Ray?" ujar Nadia yang melontarkan kata untuk Rayhan.


"*kenapa aku ingin kembali ke rumah ya, firasat ku sangat tidak enak, apa yang sebenarnya terjadi?*"


Nadia mengatakan jika Nadia ingin pulang,


"Ray, aku harus kembali menjenguk keluarga aku harus pergi, perasaan ku tiba tiba mengawatirkan mereka" ujar Nadia .


"ayo,,!! aku akan antar, ayoo.."


Rayhan sambil mengulurkan tangannya untuk Nadia, Nadia senang hati menerimanya dan menggenggam erat tangan Rayhan tapi yang di ragukan oleh Nadia adalah apa yang terjadi pada dirinya kenapa dia tidak bisa mengingatnya,


kedua nya bergandengan tangan ingin memasuki mobil, senyum senyum kegirangan betapa bahagianya mereka berdua bagaikan sepucuk bunga yang baru mekar.


mobil melaju sangat cepat


hingga


"criiiittt...!!!" bunyi rem mendadak.


pertengahan jalan Mobil Rayhan di halangi dengan tiba tiba oleh anak buahnya.


Rayhan seketika berhenti dengan mendadak dan menurunkan kaca mobil lalu menengok mereka.


"ada apa kalian menghalangi jalanku,? sudah bosan hidup apa ?" ujar Rayhan dengan marah.


Nadia memegang pundak Rayhan, seketika Rayhan menolehnya, Nadia menggeleng geleng kan kepalanya tanda tidak setuju untuk bertengkar.


Rayhan lalu kembali melihat anak buahnya dan berkata.


"ada apa? "ujar Rayhan dengan tegas


dengan sigap anak buah Rayhan menunduk sambil berkata .


"tuan ku !! maafkan kami ada hal yang mendesak hingga kami halangi tuan ku" ujar mereka berkata bersamaan dengan memberi hormat.


lalu salah satu dari mereka mendekat.


"lapor tuan , di rumah nona Nadia, emm.. tuan tidak bisa kesana, jalan disana tidak bisa di lewati banyak sekali klan Victoria yang mengelilingi rumah Nona Nadia hingga jalan jalan menunggu kedatangan Nona Nadia, itu karna berita tentang Rainkarnasi kekasih tuan sudah ketahuan."

__ADS_1


Rayhan menengok Nadia, Nadia hanya terdiam mendengar itu.


"gimana kamu mau lanjut pergi kesana? " ujar Rayhan.


anak buahnya kaget mendengar itu,.


"tuann..!!" ujar mereka dengan rasa khawatir.


Nadia meneteskan air mata dan menghapusnya sendiri, lalu berkata pada Rayhan


"tidakk, masih berbahaya, bukankah kita harus kembali dulu, sepertinya aku sementara waktu tidak melihat orang tua ku dulu" ujar Nadia dengan sedih.


Rayhan kembali melihat anak buahnya yang berdiri di depan jendela mobilnya.


Rayhan memainkan tangannya lalu anak buah mereka hilang entah kemana.


dengan berat hati Nadia berbalik pergi meninggalkan rumahnya,


menyusuri jalan yang telah Nadia lewati, dalam hati Nadia kenapa harus dia kenapa bukan orang lain, rasa menyesal, rasa sakit membuat Nadia melamun


yang di lakukan Nadia hanya terdiam dan menenangkan dirinya,


Rayhan yang melihat itu menjadi sedih dan berusaha menyenangkan dengan kata katanya.


"Nan, tenang saja aku akan memerintahkan anak buah ku untuk melihat lihat, jadi jangan kawatir semua akan baik baik saja"


Nadia hanya mengangguk tanda mengerti dan tersenyum, berlahan menghapus air matanya yang mengalir di pipi.


tiba tiba Nadia teringat kejadian tadi saat Nadia tidak ingat apa apa. seketika Nadia melihat Rayhan dan bertanya dengan tiba tiba.


"apa, aura rainkarnasi kekasih mu yang terlihat hingga mereka mengetahui yang sebenarnya?" tanya Nadia dengan ragu ragu.


Rayhan tersenyum.


Nadia mengerti dan menghapus air matanya lagi tersenyum melihat wajah Rayhan.


"entah kenapa aku tidak merasa takut dan aku merasa aman bersama mu !"


ujar Nadia .


Rayhan menoleh kearah Nadia dan kembali lagi menoleh ke depan dan tersenyum.


"kamu mau bawa aku kemana Ray?" ujar Nadia .


"di suatu tempat, tapi bukan disini!"


"*apa maksudnya Rayhan ?*"


mobilnya mempercepat kecepatannya.


hingga Nadia ketakutan.


"Rayhan hati hati! kenapa kamu ngebut ngebut!"


Nadia seketika menutup mata hingga waktu yang lama,


"ciiirrtttt..!!!" suara rem mendadak..


hingga Nadia hampir terjatuh untung saja Nadia di tahan oleh Tangan Rayhan.

__ADS_1


"kamu gak papa kan ?" ujar Rayhan yang masih memegangi dada Nadia karna hampir terjatuh.


"kamu sebenarnya mau ngapain sih kebut kebutan kaya gitu, nanti kalo terjadi apa apa gimana !!! " ujar Nadia dengan marah.


"kamu tutup mata dulu ya aku ingin kasih sesuatu!"


"kenapa pakek tutup mata sih"


seketika mulut Nadia di tekan oleh jari telunjuk Rayhan.


"sssstttt.. !! diam . ikuti saja nan, "


Nadia pun ditutup matanya.


dengan berjalan dengan hati hati Nadia melangkah . dengan hati hati pula Rayhan menuntut nya,


perjalanan seperti jauh hingga Nadia penasaran


"lama banget sih, pegel nihh,!!" ujar Nadia yang masih marah pada Rayhan.


"sssttt, diam tenang saja"


Nadia dan Rayhan mulai berjalan lagi hingga sampai tujuan.


"udah sampai, sekarang ..!" ujar Rayhan belum sempat Rayhan berkata Nadia sudah membuka penutup matanya,


"lohh, Nann, kenapa di buka dulu,?" ujar Rayhan dengan kaget.


"ahh kelamaan " kata Nadia sambil marah.


seketika Nadia melihat kejutan yang Rayhan berikan Nadia terpukau berdiri , Nadia tidak tau apa yang dia rasakan antara sedih dan terharu,


di sana tempat yang romantis, meja makan serba putih, lampu yang berkelap kelip, begitu banyak bunga,.


Rayhan tiba tiba berlutut di depan Nadia, Nadia terkejut.


"kamu ngapain Ray??"


Rayhan masih berlutut dan mengambil sesuatu dalam kantong nya.


Rayhan mengulurkan tangannya yang di tangannya itu ada sebuah cincin yang indah.


Nadia terkejut


"Rayhan!!" ujar Nadia yang terkejut.


Rayhan tersenyum dan berkata.


"maukah kamu menikah dengan ku Nan?"


Nadia yang mendengar itu terdiam.


hatinya berdebar debar hingga tidak bisa berkata kata lagi.


"Nann,,?"


Rayhan mengulangi perkataannya lagi tapi Nadia masih saja terdiam .


hingga Rayhan menunggu cukup lama.

__ADS_1


"Ray,, akuu... akuuu..!!!"*


...##########...


__ADS_2