
"Nadiaa ..!!" suara hati Rayhan memanggil Nadia
"Naan..." ujar Rayhan dengan sedih.
hanya satu tetesan itu saja sudah membuat Rayhan tersadar walaupun tidak mampuh untuk melakukan apa apa. perlahan Rayhan kesakitan yang luar biasa.
"ahgggkkk..!!!" teriak Rayhan dengan keras sambil memegang dadanya dengan tangan yang menekan.
dokter melihat hal itu menjadi panik dan menelpon Rick Warren apakah sudah ada kabar dari tertua apa tidak.
"hallo Rick? gimana disana Rick?"
"ahh tenang aku sudah menemukan tetua tapi aku harus membutuhkan 2 hari untuk menuju kesana, tenaga ku habis jadi aku harus istirahat"
"baik lah, tapi tidak ada waktu untuk beristirahat, secepatnya kalian harus kesini sebelum waktu habis, jika tidak"
"baik lah aku akan segera kesana dengan tenagaku yang tersisa."
panggilan pun berakhir.
"tuan tuan. apa yang tuan rasakan" tanya si dokter.
Rayhan hanya merintih kesakitan. dengan nafas terengah engah.
" tuan minumlah darah ini. mungkin bisa meredakan rasa sakit tuan " kata si dokter sambil memberi sebuah kantung darah.
Rayhan pun meminumnya hingga habis.
tapi rasa sakitnya tidak mereda dan masih saja sakit.
"tuan, istirahat lah aku akan temukan si bob untuk meminta lagi darah si suci"
dokter itu pergi tapi tiba tiba tangan dokter di tahan oleh Rayhan .
dengan nafas yang terengah engah Rayhan berkata.
"jan. hah hah jangan hah, aghk..!"
tiba tiba Rayhan hilang kesadaran dan terjatuh. melihat itu dokter itu menepatkan ke tempat tidur dan segera menemukan bob.
...###...
di sisi lain bob yang kaget dengan wanita misterius itu. slalu di ikutinya entah kenapa Bob slalu di ikuti wanita misterius itu.
''ngapaain kamu ngikuti aku teros?" ujar bob dengan nada kesal.
wanita itu hanya diam tanpa kata.
mendadak bob berhenti hingga wanita itu di belakangnya menabraknya.
dengan cepat bob berbalik dan berkata.
"hay gadis kenapa kamu harus mengikuti ku terus kamu gak bosan , hah?"
dengan berlahan wanita itu maju dengan berlahan mendekati bob.
"aku Lala. aku suka pada mu!" ujar wanita itu yang bernama Lala. sambil berbisik merdu di depan Bob.
Bob seketika terkejut hingga terjatuh karna menghindar i wanita itu.
__ADS_1
"wuuusss..!" suara angin yang mengembus kencang.
Bob terkejut lagi Bob merasa perasaannya ada seseorang di belakangnya.
seketika Bob membalikkan badannya.
" lo dokter,!!!" .
" Bob ikut aku pulang, semua yang kamu cari hanya sia sia."
"apa maksud mu dok?" ujar Bob dengan kebingungan.
"ikut saja aku, nanti akan aku ceritakan" .
dengan cepat berdiri dan berlari mendekati Dokter.
Bob menoleh ke wanita itu dan ternyata wanita itu melihatnya dengan sedih.
"aku akan menemukan mu!" ujar wanita itu.
bob yang mendengarkannya terkejut.
dokter yang mendengarnya tersenyum dan mereka pun menghilang .
hanya wanita itu yang ada di tempat itu. suasana yang sunyi membuat wanita itu meneteskan air matanya lalu pergi.
dokter dan Bob sudah sampai di tempat Rayhan di rawat, dokter menceritakan semuanya ke bob dan dengan cepat Bob berlari ke kamar Tuan Rayhan.
"tuan...!"
dan berlari lagi menemui dokter.
"Tuan , hah hah hah, Tuan Rayhan badannya mulai membiru dan darahnya mulai mengering" .
"apaa..!!"
dengan cepat mereka menuju ke ruangan Rayhan
"dokter gimana ini,? gimana kata Rick ? apa tetua sudah ketemu?"
" kamu tenang saja , Rick sudah temukan tetua tqpi butuh 2 hari. itu sangat mepet sekali waktu untuk tuan Rayhan, bisa bisa Tuan Rayhan bisa meninggal. "
...##...
sudah 2 hari Rayhan sekarat tubuhnya berlahan mulai membiru dan membeku,
" gimana nih dok. "
" tenang Bob kita tunggu Rick datang hingga matahari tenggelam, ".
mereka menunggu hingga hampir matahari tenggelam, rasa kuatir slalu melekat pada Bob dan dokter itu, mengharapkan Rick berhasil membawa tetua menyembuhkan Rayhan.
"bob, ? bob..?"
Bob terkejut, itu Rick Warren.
" mana mana tetua.??"
"gawat Bob, dokter..!! tetua tidak mau meski aku bujuk setengah mati tidak mau pergi !"
__ADS_1
" kenapa ? " ujar dokter.
" aku tidak tau dok, yang pasti mereka semua tidak mau membantu dalam hal itu !!".
nafas Rayhan berlahan berhenti dan setengah tubuh membiru berlahan biru itu di tubuhnya mulai menjalar ke seluruh tubuh.
dengan terpaksa dokter dan Rick pergi mencari darah Nadia . hanya tinggal Bob yang ada di situ.
bob dengan menyesal bercerita tentang hidupnya yang dia jalan ni semoga setelah Bob bercerita kepada tuannya, Tuan Rayhan bisa kembali.
saat Bob asik bercerita tiba tiba ada suara yang menegur Bob.
" percuma kamu bercerita sebanyak mungkin, dia tidak akan kembali."
seketika Bob berbalik dengan air mata menetes di pipinya.
seseorang datang dari belakkang Bob orang itu begitu tua, rambut panjang yang berwarna putih dan jenggot yang panjang berwarna putih juga, orang itu membawa tongkat yang di atasnya ada bola terang seperti mutiara tapi tidak mutiara, bola itu sebesar bola tenis,
laki laki tua itu mulai mendekati Rayhan dengan perlahan menyentuh dada Rayhan dengan lembut,
memacarkan cahaya membuat tubuh Rayhan berlahan segar dan biru yang ada di tubuhnya berlahan menghilang.
mengetahui kondisi Rayhan yang seperti itu. orang tua itu dengan sekuat tenaga mengeluarkan kekuatannya untuk menyembuhkan Rayhan.
tiba tiba detak jantung Rayhan berlahan kembali berdetak, tapi Rayhan belum sepenuhnya pulih karna dalam tubuhnya sudah tercampur darah suci saja. dan harus di obat i kembali
"istirahat lah dulu, kamu harus berada di sini cukup lama! bersabar lah!" ujar laki laki tua pesan kepada Bob.
orang tua itu berlahan pergi dan menghilang,
sedangkan Bob yang melihat Tuan Rayhan berbaring tak berdaya.
Rayhan tiba tiba terbangun .
"hah hah hah..!!" Rayhan terengah engah.
" ada apa tuan ? " ujar Bob..
Rayhan hanya terdiam .
" Tuan tidak apa apa. gimana tuan gimana keadaan Tuan?" tanya Bob dengan kuatir.
" aak ak ak..!" ujar Rayhan sambil memegang dadanya, Rayhan seakan ingin mengatakan sesuatu tapi tidak bisa mengatakan, sangat sulit untuk berbicara.
Rayhan yang menyadari hanya lah pasrah tidak bisa menggunakan tubuhnya dan juga tidak bisa berbicara, tubuhnya sangat lemas hingga Rayhan harus terpaksa istirahat beberapa waktu lagi..
"tuan tuan, tuan harus istirahat dulu jangan paksakan tuan Nanti bisa berbahaya . istirahat lah aku akan memangil dokter dan Rick kesini. " ujar bob dengan gelisah.
Rayhan pun beristirahat dan Bob pergi mencari Rick dan dokter .
saat perjalanan. Bob teringat Tuan Rayhan yang tidak bisa apa apa.
'' kenapa bisa terjadi pada tuan ku .!!" dengan keras Bob menangis .
" woyyh bob kamu kenapa menangis di tengah jalan.!"
bob menoleh ke arah nya. ternyata Rick dan Dokter itu membawa sesuatu.
mereka menghampiri Bob yang menangis tanpa henti. tapi Bob hanya diam.*
__ADS_1
...#################...