
"Cepat katakan padaku apa yang terjadi?" ujar Daniel.
Daniel melihatnya dengan begitu marah.
lalu Mia memegang tangan Daniel dan menjelaskan apa yang terjadi.
"benar aku yang menyakiti tangan Nadia dengan belati milik ku, tapi aku punya tujuan untuk itu, aku gak akan mungkin menyakiti sahabat ku sendiri,!" ujar Mia menenangkan Daniel. .
taring dan kuku Daniel pun menghilang dengan berlahan.
" lalu kenapa kamu menyakiti jika kamu gak mau menyakiti nya??" ujar Daniel sambil menatap Mia.
"sebenarnya aku tau siapa yang menjadikan Nadia seperti kita!" ujar Mia dengan yakin.
"APA..?? kamu tau..??" ujar Daniel terkejut
("apa yang di maksud Mia adalah Rayhan!, kakaku")
"apa maksud kamu? apa itu berhubungan d ngan kakak ku?" ujar Daniel dengan nada pelan.
Mia mengangguk tanda itu adalah benar.
Daniel seakan gak percaya karna Rayhan dahulu tlah berjanji pada dirinya sendiri tak akan menyakiti Nadia . tapi ini.
di sisi lain. Nadia yang berlari begitu cepat tidak kerasa sudah ada di ujung tebing. entah kemana Nadia tidak tau.
di bawah tebing ada lautan lepas yang begitu indah. dengan ombak yang menerjang kaki tebing . bergerak kesana kemari mengikuti alur angin .
Nadia duduk di ujung tebing itu. melihat Kelangit sebentar lalu melihat lagi lautan lepas.
"kenapa aku jadi seperti ini tuhan, kenapa? aku kira jika aku sudah jadi seperti ini aku tak akan menyakiti orang yang aku sayang tapi. tapi.. nyatanya aku salah.!" ujar Nadia bergumam sendiri dengan tangisan, bagaikan bendungan yang slama ini Nadia tahan sudah hancur.
Nadia tak menyadari jika omelan kekesalannya terdengar oleh Joseon. ya. tepat sekali. Joseon ada di sampingnya agak jauh. meskipun agak jauh Joseon tetap terdengar.
Joseon menangis seakan akan tidak trima dengan kekesalan Nadia.
Saat itu Nadia mendengar rintihan yang sangat menyedihkan. jadi Nadia mencoba untuk terdiam dan mendengarkan. saat itu juga Nadia berdiri dan berlahan menuju sumber suara itu.
"Joseon..!!" ujar Nadia dengan keras.
seketika Joseon menoleh . begitu kagetnya Nadia melihat air mata Joseon menetes satu demi satu.
__ADS_1
Nadia merasa kasian mencoba untuk mendekat i tapi. "(hemmm,,bau serigala menyengat sekali.")
Nadia terdiam dan terpaku. lalu demi untuk menenangkan Joseon teman masa kecinya. Nadia melawan bau yang tidak di sukai nya.
Nadia menepuk bahu Joseon dan dudu di samping nya sambil tersenyum.
"katakanlah ada apa. .kenapa kamu menaangis Joseon. bukan kah kamu itu lelaki ?" ujar Nadia .
"lalu kamu sendiri ngapain menangis!?" ukar Joseon membalikan pertanyaan .
Nadia melihat lagi ke arah lautan. menceritakan keresahaan dalam hidupnya pada Joseon .
Joseon mengerti tapi hanya diam yang dia lakukan.
melamun bersama seakan akan melepaskan beban dalam hidupnya.
"lihat,, matahari tengelam.. wahhh. bukan kah itu cantik.!" ujar Nadia sambil menunjuk ke arah ujung Lautan.
Nadia tersenyum seakan sudah legah. Melihat itu Joseon senang .
"nan, aku senang kamu tersenyum lagi ceria lagi. jangan pikirkan apa yang orang lain omongkan, mereka gak beri kamu sesuatu yang berharga bukan !" ujar Joseon.
lalu matahari sudah benar benar tengelam .
" bukankah ini sudah malam . kenapa kita gak kembali !!" ujar Joseon .
"tapi aku takut kembali,,!!" ujar Nadia menjadi sedih lagi .
melihat itu , Joseon menghiburnya lagi dan lagi.
di sisi lain Mia mencari Nadia kemana pun. tapi tidak ada.
teman teman Nadia juga, mereka kwatir dengan keadaan Nadia yang begitu saja lari entah kemana.
"oe..! apa kalian sudah menemukan Nadia? " ujar Angel.
"belum, medannya terlalu ngeri, aku kawatir musuh kita datang tiba tiba. sebelah tebing adalah wilayah mereka."ujar teman yang bersama angel.
" lalu gimana?"ujar Angel.
tiba tiba bunyi peringatan datang.
__ADS_1
"brooooooong,. brooooooooong, brooooong,,!!" suara itu terdengar jelas .
"hah ada apa ini?" ujar Angel dengan panik .
teman teman yang mencari Nadia kembali dengan tergesah gesa .
"ehh, ada apa lari kembali, bukankah kita...!!" ujar teman yang bersama Angel
temannya cepat cepat memotong pembicaraannya.
" lari kalian . bahaya musuh kita menyerang..!!" ujarnya.
seketika angel dan teman nya lari berbirit birit.
berebutan menjaga markas .
"booooommmm...!" suara bom di luncurkan.
"ehhh ada apa ini??" ujar Nadia .
suara itu terdengar agak jauh.*
Nadia dengan cepat berlari bersama dengan Joseon.
" ada apa nan.? apa yang terjadi?" ujar Joseon dengan nada kawatir.
" seperti nya musuh datang dan teman teman ku sedang mencari ku " ujar Nadia dengan nada tergesa gesa.
seketika Joseon berhenti.
dengan bingung Nadia berhenti seketika.
" ada apa Jo?? ?"
" berhenti. dan tetap diam. ada musuh mengintai kita. "
dengan cepat Nadia berhenti .
dengan tenang Nadia diam dann..
" gluudaakkkk...!!!"
__ADS_1