Pacarku Ternyata Vampir

Pacarku Ternyata Vampir
Episode 3


__ADS_3

Rayhan terus berlari dengan cepat kearah hutan dan semak semak, terbang melewati hutan yang lebat dan melompat.


Mengendong Nadia di depan, pergi entah kemana itu, sudah di tengah hutan Rayhan menggendong Nadia, berjalan berlahan menelusuri jalan setapak yang sangat sempit, matahari mulai tenggelam, menemani langkah kaki Rayhan,


sudah di tengah tengah hutan Rayhan berjalan dan berhenti di pohon yang begitu besar, Rayhan menghadap pohon besar itu dan mengucapkan mantra, dengan serius Rayhan mengucapkan dengan berlahan dan terjadilah,


"wuuussss,!!"


Muncullah rumah yang megah seperti istana di tengah hutan itu, pohon yang semula ada di depannya menghilang dan berubah menjadi rumah istana,


itu rumah yang selama ini Rayhan tempati, rumah itu banyak sekali yang jaga, semua orang-orang itu adalah vampir,


menyadari tuan nya datang mereka bergegas menyambutnya,


"selamat datang Tuan !"


semua ya ada di depan rumah itu menunduk dengan hormat di sisi samping kanan dan kiri, berbaris mengikuti jalur menuju pintu rumah,


Rayhan berlahan melangkahkan kaki masuk di rumah itu, melewati para penjaga,


saat Rayhan di depan pintu besar, seketika di buka lah pintu itu, banyak orang menyambutnya dengan hormat, semua menunduk dan Rayhan berjalan keatas menuju kamar melewati tangga meninggalkan para penjaga dan pembantu,


Rayhan berjalan menuju kamar paling ujung, melewati lorong lorong yang gelap, di buka lah kamar itu,


berjalan dengan tenang, membaringkan tubuh Nadia ke tempat tidur dengan sangat lembut, di tarik lah selimut untuk menyelimuti tubuh Nadia,


Rayhan duduk di samping Nadia,


tangan Rayhan mulai menyentuh rambut Nadia dengan cinta, di ciumlah kening Nadia, berharap Nadia bisa mengingatnya.


selepas itu Rayhan menatap wajah Nadia dan tersenyum membayangkan dimana Rayhan dan kekasihnya yang mirip sekali dengan Nadia, banyak yang di lalui bersama, bercanda ria, banyak kenangan selama ribuan tahun, saat Rayhan mulai memperhatikan wajah Nadia yang begitu tenang, Rayhan mulai mengingat orang yang mengejarnya saat di rumah Nadia,


wajah Rayhan mulai serius dan tatapan yang tajam menatap ke arah jendela, dan bertanya tanya,


"siapa manusia serigala itu? kenapa Nadia bisa dekat dengannya!"


hari pun sudah gelap cahaya matahari sudah seutuhnya tenggelam dan tergantikan oleh cahaya bulan purnama,


Rayhan duduk di samping Nadia menatap wajah Nadia sepanjang malam,


sebelum matahari terbit Rayhan pergi meninggalkan kamar itu, bergegas mencari tau siapa lelaki itu,


matahari pun mulai terbit Nadia terbangun,


"uwoomm"


Nadia menguap setelah bangun tidur mata Nadia masih tertutup, beberapa saat kemudian Nadia mendengar suara brisik dari luar, di buka lah berlahan matanya,


"apa yang terjadi?"


terbangun dari tempat tidurnya, Nadia terkejut.


"dimana ini, ?sepertinya tempat ini bukan tempat ku"


Nadia melihat keseluruhan tapi Nadia tidak menemukan apa-apa, Nadia berjalan ke jendela melihat keluar.


"apa yang terjadi,? kenapa banyak orang di bawah sana"


salah satu penjaga melihat Nadia, Nadia tidak menyadarinya melihat rimbanya pohon di depan matanya, rumah itu di keliling i ribuan pohon, saat Nadia menoleh nya seketika Nadia duduk lemas ketakutan.


"apa yang terjadi?"


tiba tiba terdengar suara ketukan pintu.


"tokk tokk tokkk !"


Nadia terkejut, kedua tangannya memegang dadanya,


di bukalah pintu kamar Nadia, itu ternyata pelayan perempuan yang membawa makanan Nadia,


" nona apakah Anda baik baik saja?"


"siapa kamu?? "


"nona tidak usah takut, kami di sini di perintahkan untuk menjaga anda!"


"siapa yang menyuruh kalian?"


"Tuan kami, tuan Rayhan?"


Nadia terkejut, dan bertanya pada pelayan itu dengan gugup,


"apakah,, emm,, Kalian semua ini vampir?"


dengan rasa takut dan cemas Nadia bertanya pada pelayan itu.

__ADS_1


Pelayan itu tersenyum sambil meletakkan makanan yang di bawahnya tadi dan mendekati Nadia yang duduk di depan jendela, tepat di depannya dan dia berkata,


"nona Nadia, Anda tidak usah takut, kami di sini hanya melindungi nona atas perintah tuan, jika ada perlu apa apa tolong panggil kami, kami tidak akan menyakiti nona" pelayan itu sambil memegang kedua tangan Nadia dengan lembut.


Dengan sopan pelayan itu berdiri dengan tersenyum kepada Nadia dan pergi.


"wahh apa aku ini mimpi ?" sambil menepuk kedua pipinya.


Beberapa hari telah Nadia lewati di kediaman Rayhan, yang di lakukan hanyalah membaca buku , sekolah online, tidak keluar sedikit pun dari kamar nya.


terkadang Nadia montar mantir dan melihat ke jenderal sesekali. Setiap Nadia tidur Rayhan selalu datang dan melihat nya sepanjang malam sampai akhir malam dan kembali lagi pada malam hari saat Nadia tidur,


Semua itu Rayhan lalui agar Nadia tidak menghindarinya, yang Rayhan dapatkan hanya lah cinta bertepuk sebelah tangan.


Semua itu Rayhan lalui bertahun tahun selalu sembunyi dan menghindari Nadia, saat Nadia mencarinya Rayhan hanya pergi menghindar.


Hari berganti bulan, bulan terganti tahun,


sudah lamanya Nadia di rumah itu dan Rayhan pun masih sama, tidak seperti dulu bertemu dengan Nadia yang selalu mengejar ngejarnya, Rayhan bingung harus bagaimana menuruti kata hatinya atau pikirannya.


hari pun sudah berganti malam , seperti biasannya, Nadia merenungi apa yang dia lalu i selama ini, Nadia kesepian bagai di penjara membuat Nadia tidak betah di rumah itu, Ingin sekali pergi dari rumah itu.


Tiba tiba pintu kamar Nadia terbuka, Nadia ketakutan.


"siapa disana,?? keluar !!!"


dengan samar samar Nadia melihat itu adalah Rayhan, Nadia terkejut dan melempari bantal yang ada di sampingnya, seketika Rayhan menangkis.


"untuk apa kamu kemari? sudah cukup kah untuk mengurungku selama ini!"


apa yang terjadi, selama ini Rayhan berusaha menghindari Nadia dan membiarkan Nadia kesepian, tapi kenapa tiba tiba datang.


Rayhan berlahan mendekat, dengan mata berkaca kaca, ingin sekali Rayhan memeluk Nadia tapi berhenti ketika Nadia tidak berhenti menangis,


" hiks hiks jan, jangan mendekat, !"


Rayhan berhenti sejenak memandangi Nadia,


"Nadia ,, tolong fahami apa yang aku maksud, benar aku bukan manusia tapi aku hanya ingin melindungi mu dengan tulus jika sudah aman, aku akan membiarkan mu pergi dan aku tidak akan mengangumu lagi, jadi tolong, sekali ini saja aku mohon pada mu!"


hati Nadia terluluh dan menunduk.


Rayhan semakin dekat padanya dan tepat di depan nya, tangan Rayhan memegang rambut Nadia dengan rasa cinta.


"Nadia, besok pagi kamu bisa meninggalkan tempat ini, aku akan antar kamu pergi kerumah mu, jadi tenang lah ,!! aku pergi jaga kesehatan mu,"


Hari yang di tunggu-tunggu Nadia pergi dari rumah itu telah tiba, entah kenapa itu terjadi keributan,


"ada apa sih ribut ribut? "


keluarlah Nadia dari kamar itu, itu pertama kalinya Nadia keluar dari kamar , melihat kebawah,


"apa yang terjadi?"


seorang lelaki membuat keributan di rumah Rayhan, memukul semua yang ada di rumah itu termasuk adik Rayhan, semua penjaga tergeletak kemana mana, ada yang di luar jendela ada di atas tangga, saat lelaki itu menoleh keatas memandangi Nadia, dia terkejut dalam hatinya berkata ("apaa? Nadia..? apakah Nadia melihat apa yang aku lakukan ..!")


"Joseon ngapain kamu di sini, membuat keributan lagi!!"


ternyata Nadia tidak menyadari kalo Joseon memukul orang lain di sana.


Tapi Nadia terlihat cemas berlari dan menuruni tangga, Nadia tidak tau jika Joseon adalah manusia serigala,


Nadia sudah ada di depan Joseon, di tariklah tangan Joseon.


"heh, kamu gila ya ? ngapain berbuat kayak gitu di rumah itu?" dengan marah Nadia memarahi Joseon.


"maaf Nan, tapi aku mencemaskan mu, kamu tau kan mereka itu .."


belum selesai Joseon ngomong tangan Nadia membungkam mulut joseon.


"kamu cari mati ya, jelas aku tau semuanya ! makanya kamu jangan kaya gitu bahaya tau.!"


Joseon berkata dalam hatinya ("Nan, apakah kamu akan menerima kalo aku juga manusia serigala")


Joseon sedih memikirkan itu karna Nadia Adalah teman kecil Joseon. Nadia tidak mengetahui jika Joseon sudah berubah di gigit manusia serigala dan jadi pemimpin kaum serigala.


Rayhan berjalan dengan tatapan marah, di belakang Joseon dan itu di sadari oleh Joseon. Rayhan menyerang joseon dengan sekali pukul, joseon yang mengetahui di serang dari belakang tidak bisa mengelak dengan cepat dan terpental ribuan kaki.


"aaaghhh..''


jeritan Nadia seakan tidak percaya yang dia lihat, Nadia melihat Rayhan yang marah besar, Nadia hanya menghadang Rayhan didepannya,


"tolong jangan , jangan sakiti teman ku, " dengan menangis tersedu-sedu,


saat Nadia menoleh kebelakang menoleh Joseon yang tergeletak di bawah pohon setelah itulah di pegang lah tangan kiri Rayhan dari belakang oleh Adiknya, dan berkata

__ADS_1


"kakak sudah lah, semua yang kau harapkan sudah sia sia hentikan, biar aku mengurusnya!" dengan berjalan ingin menghampiri Joseon tapi di tarik tangan Daniel ke belakang di situ masih ada Nadia di depan Rayhan yang masih menoleh ke arah Joseon.


"hentikan Daniel aku bisa mengatasi semuanya" dengan pelan Rayhan berkata seperti itu


Rayhan yang marah melihat Joseon yang tersingkir di bawah pohon, melihat pohon itu membekas dari hantaman tubuh Joseon yang sangat keras,


Joseon marah tapi hanya terdiam tidak berani bertindak. Jika dia bertindak Nadia akan tau, jadi dirinya sebenarnya.


Jadi dia memilih untuk diam, melilik kearah Nadia yang melindunginya dari Rayhan.


"aku mohon, hentikan ini, !"


teriakan Nadia kepada Rayhan.


Rayhan putus asa, melihat Nadia membela manusia serigala itu.


dengan kecewa Rayhan berkata.


"baiklah, jika itu mau mu, pergi lah bukan kah kamu ingin pergi.!!"


Nadia bergegas berjalan menghampiri Joseon sambil membantu berdiri, Joseon melihat ke arah Rayhan, sambil berjalan pergi Joseon tersenyum jahat, seakan puas melihat Rayhan menderita.


Beberapa jam sudah berlalu, mereka berjalan menelusuri jalan setapak, lelah, kehausan dan juga lapar Nadia rasakan.


"huuhhh, berapa langkah lagi kita sampai, aku capek sekali!"


Joseon melihat dan tersenyum .


"jika kamu mau aku gendong?"


"haahh, emangnya kamu gak capek apa?"


Joseon terdiam, dia lupa kalo dia tidak bisa lelah, Joseon memikirkan akal untuk beralasan,


"eheemm aa.. iyaa, aku juga capek, tapi aku tidak rela jika aku melihat cewek seperti mu kelelahan"


Nadia hanya menarik dan menghembuskan nafasnya dan mengangguk,


"iyaa ,iya jo, baik lah, gendong aku!!"


Joseon dengan senang hati duduk di depan Nadia dan menggendongnya, mereka pun berjalan langkah demi langkah mereka lalui, Nadia tertidur di pundak Joseon, Joseon hanya tertawa senang, karna dari dulu Joseon sudah menyukai Nadia.


Disisi lain Rayhan tidak rela membiarkan Nadia dan Joseon bersama, Rayhan di belakang mengikuti diam diam tanpa ketahuan, dengan hati hati Rayhan melangkah, salah injak sedikit Joseon akan tau.


Rayhan cemburu dan kesal melihat Nadia di gendong oleh Joseon, tapi gimana lagi Nadia sepertinya tidak suka padanya.


Dalam hati Rayhan berkata ("kenapa Nadia begitu tidak suka padaku? aku harus mendapatkannya gimana pun caranya")


Rayhan terdiam di balik pohon menunggu dari kejauhan.


akhirnya Nadia dan Joseon sudah sampai di belakang rumah Nadia, dengan cepatnya Joseon masuk rumah dan menidurkan Nadia di s


sofa panjang, menyelimutinya dan memandangnya.


Joseon segera memasangkan barang yang tidak di sukai Vampir bawang putih.


di setiap jendela dan pintu semua Joseon taruh, dengan begitu Joseon merasa Nadia sudah aman dan tidak akan di bawah vampir itu lagi.


Hari hari telah Nadia lewati, selepas kejadian itu Nadia trauma keluar rumah dan tidak pergi ke kampus, yang Nadia rasakan hanya lah rindu akan kedua orang tuanya.


Orang tuanya tidak pernah menelpon atau mengirim sesuatu untuk mengabari Nadia, Nadia hanya pasrah dan berfikir positif thinking, ("mungkin orang tua ku sedang sibuk, sampai lupa anaknya sendiri, ")


"haaahhh..."


hembusan nafas Nadia seakan akan Nadia sudah menyerah hidup sendiri dan mandiri.


Di suasana kampus, banyak teman temannya yang bertanya tanya,("kenapa Nadia tidak masuk ? apa dia sakit atau kenapa?"), saat phone call Nadia di hubungi selalu saja tidak aktif, membuat teman temannya berfikir Nadia balik lagi di Singapura tapi nyatanya Nadia masih Di Inggris.


sudah 2 tahun Nadia tidak masuk kampus hanya mengikuti kelas online saja.


Tidak terasa Nadia kurang 1 tahun lagi sudah lulus sarjana S1.


Nadia tidak sabar lagi untuk meninggalkan tempat ini dan ingin menemui orang tuanya.


Disisi lain Rayhan dan Joseon tidak pernah muncul lagi di hadapan Nadia mereka seperti di telan bumi, entah kemana dan dimana.


sepertinya Rayhan dan Joseon menghindari Nadia. Ternyata mereka berdua berantem dengan hebat, sampai 7hari 7 malam mereka batu hantam satu sama lain, tidak ada yang bisa memisahkan mereka kecuali Nadia,


para vampir tidak berani mengusik Nadia, dan para manusia serigala juga, jika salah satu ada yang datang menemui Nadia, semua indentitas mereka akan terbongkar, tapi apa buat.


dengan berani dan penuh nekat salah satu anak buah Rayhan menemui Nadia.


Pada malam itu malam bulan purnama, langit begitu mendung dan seperti nya ingin hujan, Rick Warren nama anak buah Rayhan Dia juga seorang vampir, anak buah yang sangat di percayai oleh Rayhan. Berlahan Rick Warren melangkah dengan cepat sampai di depan rumah Nadia dengan ragu Dia berhenti sejenak, berfikir ("apa yang harus aku lakukan ? aku sudah sejauh ini.!")


dengan menatap rumah Nadia, Rick Warren meneruskan langlahnya.

__ADS_1


Tiba tiba hujan turun dengan deras, air hujan membasahi seluruh tubuh Rick Warren, dengan nekatnya Dia sudah ada di depan pintu dan ingin mengetuk, tapi Rick Warren harus tahan bau yang menghambat Dia untuk masuk, bau itu bau yang di pajang oleh Joseon beberapa bulan lalu.


Dengan menutup hidungnya Rick Warren mulai mengetuk pintu Nadia.*


__ADS_2