Pacarku Ternyata Vampir

Pacarku Ternyata Vampir
Episode 11.


__ADS_3

"adduhhh,.!! sakitt..!"


Nadia menjerit kesakitan.


ternyata punggung Nadia memar yang sangat parah. mungkin tadi malam Nadia terjatuh tersandung dan terkena batu di bagian punggungnya dengan sangat keras,


Rayhan merasa kuatir, baru ingat Rayhan mempunyai pohon yang bisa menyembuhkan makhluk hidup apa pun, jadi Rayhan dengan cepat keluar dari tenda Nadia dan bergegas mencari obat pada pohon itu, berharap Rayhan bisa menyembuhkan Nadia dan meredakan rasa sakitnya,


Rayhan sudah pergi ke pegunungan belakang pemukiman klan vampir.


Nadia sendiri menahan rasa sakit dan mencoba untuk mencari tau apa yang terjadi pada punggungnya itu.


"aduhhh,, kenapa lah kok bisa begini!"


ujar Nadia lagi


buru buru Nadia mencari cermin dan di lihatlah punggungnya liwat cermin itu.


betapa terkejutnya Nadia melihat punggungnya seperti itu.


jadi Nadia menjerit-jerit.


"aaakkkkg...!!! kenapa bisa parah begini ,sakit lagi,"


lalu terdiam membungkam mulutnya, Nadia baru sadar Dia ada di antara vampir vampir, Nadia tau vampir vampir itu baik padanya tapi bisa saja saat tidak ada tuannya mereka ingin mengisap habis darahnya. Nyatanya saat malam lalu mereka ingin membunuh Nadia jadi Nadia menjadi trauma akan terjadi kembali.


disisi itu Rayhan yang sibuk memetik daun pohon obat di pegunungan bertemu dengan seorang wanita yang wajahnya tertutup oleh selendang hijau.


"siapa di sana? " ujar Rayhan dengan nada tinggi,


Rayhan yang masih memegang obat herbal di tangan kirinya dengan cepat mendekati wanita itu lalu seketika mencekik leher wanita itu dengan satu tangan.


"aakk.. "


wanita itu kesakitan yang amat sakit sampai di ambang kematian. wanita itu sampai tidak bisa bernafas dengan lega tangannya meronta ronta memukul mukul tangan Rayhan yang ada di lehernya.


pemberontakan wanita itu membuat selendang yang di pakainya jatuh, disaat itu lah Rayhan terkejut dan baru mengenalinya, tapi Rayhan masih mencekiknya dengan keras


hingga titik kematiannya, hingga Rayhan tau wanita itu akan kehabisan nafas dan mati di lempar lah wanita itu dengan keras,


" uhuk uhuk uhuk,, kamu gila ya, kamu ingin bunuh gue, gila..looo" ujar wanita itu


dengan memegang lehernya dan memukul mukul dadanya dengan keras.


Rayhan tersenyum tanda kepuasan.


"maaf aku gak ngenalin kamu, salah kamu juga kan ngapain kamu nyamar nyamar segala, emangnya mau ngapain kesini?"


wanita itu adalah teman Rayhan tapi beda klan, wanita itu bernama Selena Putri, dia keturunan dari vampir dan serigala dan berasal dari korea. dia adalah orang yang di percayai Rayhan untuk memata matai klan Victoria, jadi tidak salah jika mereka sangat akur.


tiba tiba Rayhan mendengar jeritan Nadia yang ada di bawah pegunungan.


"suara apa ray" ujar Selena


dengan bingung selena bertanya dengan Rayhan.


Rayhan bergegas menjauh dari selena dan berkata.


"itu orang yang sepesial bagi ku jadi jangan ganggu dia, lanjutkan misimu"


"baik tuan Rayhan" ujar Selena sambil menunduk kepada Rayhan, Selena bangun Rayhan sudah tidak ada di depan matanya.

__ADS_1


Rayhan dengan cepat pergi meninggalkan Selena,


"dasarr ketua gila, hemm " ujar selena dengan cepat pergi meninggalkan tempat itu.


Rayhan sudah ada di sisi tenda Nadia dan melihat Nadia sedang kesakitan.


"aduhhhh, linu banget punggung aku,!!" ujar Nadia sambil menahan sakit.


Rayhan berjalan menuju tenda Nadia,


meletakkan obat yang dia cari.


"obat apa tuh Ray, sakit gakk.??"


"Nadiaa, ini gak sakit, mana aku obat in . "


dengan cepat Nadia di depan Rayhan.


"nan, bukankah yang sakit itu punggung mu?"


"ohh iyaa, maaf." serentak Nadia berbalik dan membelakangi Rayhan.


Rayhan tersenyum sambil mengolesi obat yang Rayhan bawah untuk Nadia,


berlahan mengolesinya dengan lembut dengan penuh kasih sayang.


"apakah sudah Ray?" Nadia pertanyaan dengan lembut tapi Rayhan sudah tenggelam dalam kenyamanan dan tenggelam dalam halusinasi bersama kekasihnya dulu, .terbayang bayang dalam pikiran dan terus terbayang hingga Nadia memangil namanya beberapa kali.


"rayy,, !!! Rayyhhhaann!!" ujar Nadia sambil berteriak.


Rayhan terkejut . " haaah . aa aa pa Nan, apa sakit, maaf a a aku tidak fokus!"


Nadia hanya menoleh kebelakang dan berkata,


"apa benar? ya udah istirahat dulu"


Rayhan menatap Nadia yang mulai berbaring Rayhan melihatnya sekali lagi dan tersenyum.


"ooyy, apa senyum senyum ?" ujar Nadia


Rayhan dengan raut muka malu membelakangi Nadia dan ingin pergi.


saat pergi Rayhan berkata pada Nadia.


"nan, ini obatnya jika merasa sakit lagi kamu oleskan ya, aku pergi dulu mungkin akan lama, jadi jaga dirimu baik baik. ingat jangan pergi tengah malam lagi !"


Nadia hanya mengangguk dan tidur membelakangi Rayhan,


Rayhan pergi dan menutup rapat Tenda Nadia, pergi meninggalkan Nadia.


"aku harus selesaikan masalah ini juga kalo tidak perang akan terjadi lagi " ujar dalam hati Rayhan dan pergi menghilang dari tempat itu.


disisi itu Ayah Nadia yang sibuk memikirkan cara untuk menyembunyikan anaknya.


Ayah Nadia berdiskusi dengan ibu Nadia.


ibu Nadia yang menangis tidak rela jika terjadi lagi kejadian masa lalu yang terjadi lagi di masa depan.


" gimana ini yah, kita harus gimana yah, kita gak bisa menyembunyikan anak kita terus"


"aku juga bingung mah, gimana cara perang masa lalu terjadi lagi ke masa depan "

__ADS_1


"hiks hiks hiks hiks ayahh gimana ini,!!"


orang tua Nadia sibuk memikirkan persembunyian anaknya.


sampai ibu Nadia mempunyai ide.


"ayahh, bagaimana jika Nadia kita sembunyikan di rumah Rayhan si klan East Angeli itu. bukan kah mereka di takdirkan bersama?"


ayahnya dengan marah menanggapi i tanggapan istrinya.


"kamu gila yaa, keluarga kita itu musuhh mereka gak mungkin kan kita berikan Nadia pada si lelaki kurang ajar itu!!"


ibu Nadia memaksa ayahnya hingga berlutut di hadapannya.


"ayahhh, pikirkan lagi yah satu kesempatan lagi !"


ayah Nadia pun pergi meninggalkan istrinya yang memohon mohon kepadanya.


"aayaahhh ...!!!"


."ayyahh tunggu ...!!!"


"ayahhh...!"


tangisan di kamar itu pecah, ibu Nadia menangis menjadi jadi.


sampai ibu Nadia berhenti dan mencoba meminta bantuan Rayhan.


mencari teleponnya dengan cepat mencari nomer Rayhan..


"dimana ,,, dimana nomernyaa,, !!".


dengan gugup ibu Nadia mencari.


hingga beberapa saat kemudian.


"ketmuu.. akhirnya..!!"


di telpon lah Rayhan,


"kriiigg kriiig kriigg"


"hah.. telepon siapa ini ?, ini bukan telepon ku," ujar Nadia sambil menggaruk garuk kepalanya.


ternyata Rayhan saat itu mengobati Nadia tidak sengaja menjatuhkan teleponnya tanpa memeriksa dan pergi begitu saja dengan buru buru menyelesaikan masalahnya di Inggris jadi Rayhan tidak mengetahui kalau telepon selulernya terjatuh di kasur Nadia.


Nadia hanya melihat siapa yang menelpon dan Nadia merasa nomer yang menelpon ke telepon Rayhan sepertinya Nadia kenal.


"seperti tidak asing nomer ini?" ujar Nadia.


"ahh mungkin orang lain gak mungkin kan dari rumah,!! sepertinya aku harus membiarkannya "


Nadia lalu membiarkan saja dan menghiraukannya.


disisi lain ibunya yang merasa cemas menelpon Rayhan tidak di angkat angkat membuat ibu Nadia kecewa dan menangis.


saat itu lah ayah Nadia memperhatikan istrinya yang mencoba untuk meminta bantuan pada musuh bebuyutannya.*


...#########...


...gambar ilustrasi Selena Putri....

__ADS_1



...#selamat membaca#...


__ADS_2