Pacarku Ternyata Vampir

Pacarku Ternyata Vampir
Episode 23.


__ADS_3

Nadia tidak mau masa masa menyedihkan datang lagi padanya. Nadia harus berusaha percaya lagi pada Rayhan dan berusaha lagi kembali dari awal.


tak terasa sambil mengenang kenangan indah sudah sampai di tempat toko Nadia.


"hay nan..?? bagaimana apa kamu sudah tau siapa orang yang minum di dekat jendela itu di toko kita " ujar teman Nadia


seketika Nadia terkejut dan bingung harus menjawab jujur atau tidak .


"ehh. emm . ntahh lah . udah lah gak usah di bahas. kedepannya juga ketahuan juga kan" ujar Nadia sambil tersenyum.


sebenarnya Nadia tau siapa dia . hanya saja Nadia tak ingin dia di ketahui orang lain. apa lagi di sini adalah tempat Nadia tinggal dulu, Nadia merahasiakan cinta pertamanya dan luka di hatinya.


Nadia tidak tau Rayhan bicara apa pada lelaki tua itu.


{kembali ke adegan Rayhan bertemu dengan kakek tua itu di depan rumah}


saat Rayhan ada di depan pintu kakek tua itu berkata.


"tetua mengapa kamu disini?" ujar Rayhan .


seketika saat itu Nadia menabrak Rayhan dari belakang.


" aduuuhh..!!! kamu gimana sih tiba tiba berhenti..?" ujar Nadia dengan keras.


seketika ucapan Nadia yang keras itu terdengar oleh sang kakek tua itu.


kakek tua itu mengerutkan keningnya tanda tak suka.


Rayhan pun menoleh ke Nadia .


"nan. kamu tunggu kesini dulu aku harus bicara dengan dia".


Nadia hanya mengangguk sambil menggenggam tangan Rayhan .


Rayhan mengangguk dan berlahan melepas tangan Nadia.


Nadia melihat Rayhan berjalan menuju si kakek tua itu dan mereka pergi entah kemana.


saat Rayhan dan Kakek tua itu bersama mereka membicarakan sesuatu yang sangat penting.


di tepi danau yang sangat jernih , kicauan burung menyambut mereka


Rayhan menghadap ke kakek tua dan kakek tua itu melihat danau yang jerih sambil memegang tongkat kesayangannya di depannya.


"nakk. ini saatnya kamu harus membalas hutang mu. bukankah kamu berjanji. aku sudah memberimu hidup yang kedua jadi aku meminta mu untuk membalas!" ujar kakek tua itu


Rayhan seketika terkejut baru saja dia mengembalikan senyuman kekasihnya kini Rayhan harus jauh darinya.

__ADS_1


"tapi tetua?" ujar Rayhan


" pllaakkkk...!!!!" si tetua menampar pipi Rayhan mengunakan tongkatnya.


Rayhan hanya terdiam.


" SADAR LAHH..!!! penting mana. koloni mu atau kekasih mu?? jika kau tidak menurut kamu tidak akan bertemu lagi dengan darah suci mu!??"


seketika Rayhan menghela nafas. sangat sulit bagi nya untuk pergi dari Nadia lagi . saat mencari Nadia susah Rayhan untuk mencarinya tapi sudah ketemu Malah di tinggal lagi.


" apa kamu mengerti Rayhan . ayo ikut aku sekarang.!" ujar tetua


Rayhan menghentikan si kakek tua itu.


"tunggu. aku haruss ,, akuu haruss berpamitan dengannya dulu, tolong kasih aku waktu untuk bertemu dengannya,! hanya sekali!" ujar Rayhan dengan memohon di belakang kakek tua itu.


suasana yang begitu sunyi. saat Rayhan meminta dan memohon pada tetua. sedangkan Rayhan adalah ketua dalam kolonial nya.


si kakek tua itu menengokkan kepalanya dan berkata.


"baik lah. tapi ingat misi mu. "


seketika Rayhan dan kakek tua itu kembali di rumah Nadia.


"nan..??" suara Rayhan yang terlihat jauh.


Nadia dengan buru buru menghampiri Rayhan.


seketika Nadia memegang pipi Rayhan


" kenapa kamu kenapa ???. apa yang dia lakukan padamu. jawab aku Ray..??" ujar Nadia sambil menangis


Rayhan pun memegangi tangan Nadia yang ada di pipinya. dan berkata dengan lembut.


"nan.. gak pa pa . mungkin aku gak bisa tinggal di sini . aku harus pergi. banyak yang harus aku lakukan. " ujar Rayhan dengan sedih .


Nadia pun menangis menunduk dan terus menangis.


"tapi..!!"


Nadia seketika menatap Rayhan dan menunggu Rayhan berbicara .


Rayhan memegang Tangan Nadia dan berkata .


"tapi, Aku akan sering sering menemui mu. " ujar Rayhan sambil tersenyum .


Nadia pun memeluk dan menghapus air matanya .

__ADS_1


" kamu janji ??? " ucap Nadia .


Rayhan mengangguk dan berkata .


'' iyaa .. iya aku janjii!" ujar Rayhan sambil menangis


kakek tua itu pun masih menunggu sambil memegang tongkat kesayangannya dengan banyak orang di sekitar nya. melihat drama itu si kakek tua pun tak tersentuh sedikit pun . terbuat apa hatinya itu sampai dia tak membiarkan dua kekasih itu bersatu.


" aku harus pergi. kamu harus semangat berkerja dan semangat menjalan i hidup . bukankah aku sudah ada di sisi mu ! . ehh jam berapa ini bukankah kamu masuk kerja . !" ujar Rayhan dengan senyuman nya yang manis. menyembunyikan kesedihhannya


Nadia tersenyum sambil mengusap air matanya dan mulai bersiap siap bekerja.


ketika Nadia sibuk mempersiapkan dirinya Rayhan bergegas pergi menjauh dati rumah itu.


"maaf kan aku Nan. aku berbohong lagi" ujar Rayhan dengan sedih.


saat Nadia sudah siap pergi kerja. Nadia keluar dan tidak menemukan Rayhan ada di sana.


sakit, menyakitkan itu Nadia rasa. tapi Nadia slalu tersenyum karna Nadia tau Rayhan akan kembali padanya . dan hanya pada nya.


.


hari hari Nadia seperti biasanya menghabiskan waktunya untuk bekerja dan menyibukkan diri berkebun dan menanam bunga di depan rumah.


kesibukan nya Nadia adalah menunggu Rayhan kembali dan menyapa dirinya lagi.


tak terasa waktu berjalan dengan begitu cepat sudah 5 tahun lamanya


usia Nadia semakin lama semakin tua. tapi tetap saja Nadia tak mau menikah dengan orang lain .


dan tidak tau kemana orang tua nya pergi meninggalkannya sendirian di tempat ini.


pagi hari Nadia ada di depan rumah. meminum segelas teh dan memakan roti.


sembari melihat matahari yang begitu cerah.


tiba tiba anak kecil datang padanya.


" tante?? bisa kah tante membantu ku?" ujar anaak kecil itu.


dengan lembut Nadia menghampiri anak kecil itu.


menyelakkan rambutnya.


Nadia tadinya tersenyum tiba tiba terkejut. telinga anak itu melonjong .


. dalam pikiran Nadia.

__ADS_1


("apakah dia vampir").


*


__ADS_2